Intip Keunikan Imah Gede, Dapur Terbesar di Kasepuhan Ciptagelar

By October 19, 2020Berita

Intip Keunikan Imah Gede, Dapur Terbesar di Kasepuhan Ciptagelar

Sukabumi – Imah gede adalah sebuah dapur besar yang ada di kampung Kasepuhan Ciptagelar. Dapur ini merupakan tempat berkumpulnya warga saat mempersiapkan makanan untuk acara ritual adat padi. Beruntungnya, kelompok mahasiswa IPB jurusan Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) yang sedang meneliti kearifan lokal kampung Kasepuhan Ciptagelar bisa merasakan dan menikmati keunikan Imah Gede ini. Pada saat melaksanakan kunjungan, Kasepuhan Ciptagelar sedang mengadakan acara ritual padi, dari situlah kelompok mahasiswa IPB yang tergabung sebagai panitia The 6th Connection IPB University dapat mengetahui beberapa hal menarik yang menjadi ciri khas imah gede antara lain, pada saat mempersiapkan ritual padi, dapur ini dikenal sebagai dapur yang tidak pernah padam tungku masaknya selama 24 jam. Sebab selalu ada tamu yang mengunjungi imah gede, baik itu dari kasepuhan di tempat lain maupun dari pengunjung yang sengaja berkunjung untuk melihat ritual adat padi. Biasanya di dapur ini terdapat pembagian shift yang dibagi kedalam dua shift. Shift pertama dari terbit matahari hingga terbenamnya matahari diisi oleh ibu- ibu, sedangkan shift ke – dua dari terbenamnya matahari hingga terbit matahari diisi oleh bapa-bapa.

Tak hanya keunikan tungku masak yang tidak pernah padam, ternyata ada keunikan lain yang dilakukan di dapur ini loh, yaitu berupa pembagian kerja untuk mengolah makanan. Nah pembagian kerja yang terdapat di dapur ini ternyata diwarisi secara turun temurun. Ketika ada pembagian kerja untuk memasak, ketua adat tidak perlu repot-repot untuk membagi tugas, sebab masyarakat telah mengetahui tugasnya masing masing. Misalnya ketika nenek moyang mereka biasa memasak nasi maka keturunannya akan melanjutkan tugas tersebut, begitupun pada jenis masakan lainnya sehingga ini menjadi keunikan sendiri masyarakat Kasepuhan Ciptagelar pada saat mempersiapkan ritual adat padi. Ketika sedang diadakan ritual padi masyarakat kasepuhan memasak dengan jumlah yang sangat besar, dana untuk bahan makanan yang disediakan pun terbilang fantastis, yaitu sekitar angka 100 jutaan. Wah ternyata acara ritual padi saja menghabiskan dana sebesar itu ya, pasti kalian bertanya – tanya, dana yang didapatkan dari mana? Nah dana yang didapatkan itu berasal dari iuran warga yang dilakukan setiap minggu sebesar Rp5000 untuk acara ini,.Makanya tidak heran jika acara ini mengundang keunikan tersendiri bagi para pengunjung.

Nah biasanya jenis masakan yang dimasak sangat beragam biasanya masakan yang dimasak itu lebih dari 30 macam olahan masakan. Seperti yang dikatakan salah satu masyarakat di sana bahwa banyak olahan masakan yang dibuat pada saat mempersiapkan acara ritual padi. Ibu – ibu akan membuat makanan dan kue yang bervariasi baik itu berupa lauk pauk, makan pembuka, hingga makanan penutup. Makanan yang dibuat tidak hanya makanan pokok, melainkan ada makanan ritual yang dibuat yaitu berupa tumpeng nasi yang di dalamnya terdapat harta karun atau berbagai masakan yang bahan utamanya terbuat dari daging rusa.

Wahh ternyata banyak sekali keunikan yang di dapatkan dari satu kearifan lokal yang ada di Kampung Kasepuhan Ciptagelar ini, itulah beberapa kearifan lokal yang ada di Kampung  Adat Kasepuhan Ciptagelar .

admin

Author admin

More posts by admin

Leave a Reply