Gelaran Ngaruat Masih Lestari di Karawang

By August 31, 2020Budaya

KARAWANG, Senin (31/8/2020)
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lodaya akan menggelar acara Ngaruat Getih Karawang, acara yang rutin digelar setiap tahun tersebut akan dilaksanakan 19 September mendatang dan berlangsung di Goa Dayeuh Desa Tamansari Kecamatan Pangkalan, hal itu dikatakan Nace Permana, SE, M.I.Kom ketika disowani Koran Gratis dikantornya pada Senin siang 31/8/2020.

Dijelaskan Nace Permana atau yang akrab disapa Kang Nace, kegiatan ngaruat kali ini digelar di Goa Dayeuh Kecamatan Pangkalan Karawang atas permintaan masyarakat setempat, “tema kegiatan kali ini adalah ‘hirup hurip bagja lodaya tandang mirosea warisan karuhun’ yang kurang lebih artinya hidup sejahtera dan memelihara warisan leluhur,” jelas Kang Nace.

Kang Nace juga menjelaskan saat ini acaranya digelar secara mandiri, “kami dari tahun ketahun rutin menggelar ngaruat ini, kebetulan di bulan September juga termasuk dalam rangkaian acara hari jadi Karawang, kami saat ini masih mandiri menggelar acara ini, tapi kedepan kami juga terbuka jika pemerintah ingin bersama-sama untuk menggelar acara ini, tujuan intinya kan sama kita tetap ngamumule budaya Karawang,” ujarnya.

Secara terpisah, Iman Rohendi Purwa Atmaja Dalang Senior Karawang juga menjelaskan makna dari ngaruat “Ngaruat sebagai bentuk tradisi yang mengarah ke spiritual, ngaruat secara etimologis berarti menguatkan atau bersyukur atas karunia yang diberikan Tuhan. Awal berkembang kebiasaan ngaruat ini dari ritual hindu, seiring berjalannya penyebarannya islam di Nusantara oleh Wali Songo, kegiatan ngaruat masih dilestarikan sebagai bagian dari kebudayaan namun dirubah sedikit ditambahkan dengan tahlilan atau tasyakuran secara islam,” kata Dalang Iman.

Masih membahas ngaruat, Waya Karmila Kepala Seksi Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang juga menjelaskan bahwa Ngaruat sebagai bentuk tradisi atau budaya yang harus dilestarikan, “kegiatan ngaruat ini tentunya hal yang positif dan sebagai upaya untuk memperkenalkan budaya ngaruat ini kepada generasi muda, seperti pagelaran wayang golek, ngarak dongdang dan hal lainnya, ngaruat juga merupakan budaya lokal yang harus dilestarikan dan kami sangat mengapresiasi pihak yang masih melestarikan kegiatan ngaruat ini,” tandas Waya Karmila.
(Irvan Maulana)

admin

Author admin

More posts by admin

Leave a Reply