Gebyar Pesona Budaya Garut sudah masuk dalam top 100

By February 25, 2018Tips

Gebyar Pesona Budaya Garut sudah masuk dalam top 100 kalender 0f even Nasional, dimana hajat akbar ini diselenggarakan bertepatan dengan hari ulang tahun Kabupaten Garut yang ke-205 berdasarkan Perda Kab. Garut, nomor 30, tahun 2011 yang merupakan perubahan atas perda Kabupaten Garut no. 11 tahun 1981, tentang penetapan hari jadi garut yang jatuh pada 16 februari 1813.
Pembukaan even GPBG ini diresmikan secara langsung oleh Kemenpar Arief Yahya, pada Kamis 22 Februari 2018, yang bertempat di lapangan olahraga Ciateul, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sebelum meresmikan acara Gebyar Pesona Budaya Garut, Kemenpar membacakan sebuah pantun yang ditujukan kepada seluruh masyarakat garut, berikut kutipan pantun yang dibacakan oleh Bapak kemenpar Arief Yahya:

“Ada ga’ang ada semut
Burayot manis rasanya
wilujeng siang warga Garut
selamat menikmati Gebyar Pesona”

Arief Yahya mengatakan, Kalau Gebyar Pesona Budaya Kabupaten Garut sudah masuk dalam kalender even Nasional, maka kurasinya harus sangat bagus. Kurasi itu diantaranya music/aransmen, Fashion/desainer dan koreografer.

“Kemenpar sudah memutuskan akan membuat kelas khusus untuk even, nanti para peserta yang masuk dalam top 100 akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti workshop even.” Ujar Kemenpar

Berikunya bagai mana menjadikan Garut agar sesuai dengan harapan untuk menjadi destinasi utama kelas dunia, kemnpar memiliki deputi pengembangan destinasi, jadi warga garut tidak perlu khawatir ,nanti akan dibantu oleh deputi pengembangan destinasi pariwisata.

Untuk membangun destinasi itu kemenpar mempunyai rumus 3A, A yang pertama adalah atraksi, garut sudah banyak terkenalnya diantaranya dodol garut, domba garut, dan tukang cukur Garut.

A yang nomor dua adalah akses, orang tidak mau berwisata lebih dari 5 jam. Yang haarus dipikirkan adalah, dari bandara udara yang ada, yang paling mungkin adalah bandara majalengka, harus dihitung bias nyampai kurang dari dua jam, jadi garut harus memiliki Tol.

A yang ketiga adalah amenitas atau resort, oleh karenanya kemenpar mengusulkan amenitas yang bias dipindah-pindah seperti Glamor camping. Terakhir adalah tentang pariwisata, apakah pariwisata mensejahterakan? Jawabannya iya, Karena daerah pelaku wisata pendapatan perkapitanya meningkat, dan indek kebahagiaannya pun turut meningkat.

Pelaksanaan Festival Gebyar Pesona Budaya Garut pada hari pertama diisi dengan berbagai atraksi seni budaya local seperti Seni Lais, Seni Raja Dogar, Seni Surak Ibra, Seni Rengkong, Seni Terebang Sejak, Seni Hadro, Seni Gesrek, Seni Bangklung, Seni Dodombaan, Seni Pencak Ular, Seni Rudat Godog, Seni Badeng, Seni Bangreng, Seni Badingkut, Seni Bebegig Wangi Sukalaksana, Seni Badogar, Seni Geprak Tongkat, Seni Barongsai, Seni Gegel Jubleg, Seni Angklung Seah, Seni Topeng Badawang, Marching Band.

Gelaran BPBG berikutnya akan diisi dengan pintonan (pertunjukan) wayang ajen. Dimana kata Ajen ini diambil dari Bahasa Sunda yang artinya ngajenan (menghargai atau sesuatu yang diberikan penghormatan atau penghargaan). Wayang Ajen lahir dari proses kesadaran generasi muda pada wayang golek Sunda tradisi yang asli dengan eksplorasi kreatif.

Wayang ajen lahir dalam tafsir baru, membaca tradisi dengan cara-cara modern sehingga menjadi sesuatu yang berbeda. Penciptaan kembali struktur pertunjukan wayang golek Sunda tradisi disesuaikan dengan format teater modern dengan pendekatan konsep dramaturgi. Wayang golek ajen selanjutnya disebut Wayang Ajen diciptakan oleh Wawan Gunawan bersama Arthur S. Nalan pada tahun 1998, dan pertamakali dipentaskan lakon ”Kidung Kurusetra” pada tahun 1999 dalam acara Pekan Wayang Indonesia di TMII Jakarta.

Secara filosofis dasar pemikiran Wayang Ajen ini di dasarkan dari adanya proses dialogis generasi muda pewaris aktif kesenian tradisional yang saling menghargai. Generasi muda yang memiliki ajen seni tertentu pada tradisi, di mana tradisi dipandang sebagai suatu yang dinamis tidak statis, dan tradisi adalah sumber inspirasi. Wayang Ajen bertujuan memberi alternatif pertunjukan wayang terutama untuk apresiasi bagi generasi muda sebagai tempat bercermin (ngaji rasa dan ngaji diri) sehingga akhirnya diharapkan adanya pencerahan dan perenungan tentang apa, siapa, dan mau apa hidup di dunia ini.

Wayang Ajen merupakan pertunjukan wayang golek gaya baru yang menitik beratkan pada pilihan cerita berdasarkan sebuah naskah lakon tertulis. Naskah lakon dibuat bersumber dari Wiracarita Mahabrata atau Ramayana, tetapi merupakan kemasan garapan lakon yang memiliki muatan pesan moral yang lebih aktual dan kontekstual. Wayang Ajen adalah pergelaran eksperimen kreatif wayang golek Sunda yang digarap secara akademis, dengan memanfaatkan kolaborasi dengan berbagai media seni yang saling Ngajenan atau menghargai dan saling melengkapi.

admin

Author admin

More posts by admin

Leave a Reply