Category

Wisata

Vihara Vipassana Graha

By | Wisata | No Comments

Ayo siapa yang tahu ini bangunan apa? Percaya gak ini di Indonesia? Spesifiknya sih di daerah Bandung.
Cung mana yang lagi jalan-jalan di Bandung?
Kita bedah yuk…ternyata tak hanya di Thailand saja Anda dapat menemukan bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur seperti itu. Karena di Bandung, Indonesia, ada sebuah Vihara yang memiliki nuansa layaknya Negeri Gajah Putih tersebut yang bernama Vihara Vipassana Graha.

Vihara Vipassana Graha terletak di kawasan Parongpong, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Walaupun tempat ini merupakan tempat bersembahyang bagi Agama Budha, kawasan ini bebas dikunjungi oleh siapapun yang ingin sekedar melihat ataupun berfoto. Bahkan di salah satu sudutnya terdapat sebuah ornamen berbentuk “love” yang dapat digunakan oleh pengunjung sebagai photo booth.

 

 

Pesona Kuda Renggong Sukses Hipnotis Wisatawan

By | Berita, Event, Wisata | No Comments

SUMEDANG – Atraksi wisata yang diperlihatkan 111 Kuda Renggong sukses menghipnotis wisatawan yang memadati Lapang Darongdong, Buahdua, Sabtu (10/2). Atraksi ini disaksikan lebih dari 10.000 wisatawan.

Antusiasme tinggi wisatawan membuat akses menuju lokasi mengalami kemacetan. Imbasnya, parade Kuda Renggong tertahan dan dibuat mengantri. Penyelenggara sempat dibuat kesulitan untuk mensterilkan area.

“Kami gembira dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Kuda Renggong memang luar biasa. Untuk itu, kami terus mengharapkan bantuan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Sumedang perlu banyak dukungan agar semua potensi bisa dikembangkan lebih baik seperti Kuda Renggong,” ungkap Bupati Sumedang Eka Setiawan.

Sementara Anggota DPR RI Dony Ahmad Munir mengatakan, atraksi Kuda Renggong selalu menggerakan perekonomian.

“Apa yang tersaji di sini sangat positif. Kalau nuansanya seperti ini, ekonomi masyarakat akan bergerak dengan adanya Kuda Renggong. Kami sangat senang. Apalagi nanti akan dibangun tempat pertunjukan khusus Kuda Renggong. Yang penting masyarakat tertib dalam menonton,” ujar Dony Ahmad.

Atraksi Kuda Renggong dibuka dengan pertunjukan silat, yang salah satunya ditampilkan kelompok Lipur Putra-Aida asal Gandasoli, Cisarua.

Aksi dibuka dengan gerakan kaki depan kuda yang dilipat. Selanjutnya, kuda mengangkat kaki depan, lalu melakukan simulasi duel dengan sang pawang.

Penampilan memukau tersebut langsung direspons yang wisatawan yang bersorak kagum. Para wisatawan pun sibuk mengabadikan momen tersebut melalui kamera handphone.

Kehebohan sempat terjadi saat kepala sang pawang dijepit kaki depan kuda lantaran kalah duel. Adrenalin penonton semakin dipicu ketika kedua kaki kuda menginjak perut sang pawang.

“Aksi-aksi kuda-kuda di sini sangat luar biasa. Sangat artistik dan menghibur. Meski terlihat berbahaya, tapi tetap aman karena sudah menjalani latihan rutin yang serius. Nantinya Festival Kuda Reanggong ini akan menjadi agenda rutin tahunan di Kemenpar. Jadi, atraksi besar seperti ini gaungnya akan lebih kencang lagi,” jelas Dony Ahmad.

Untuk mengurai ketegangan, aksi silat ditutup dengan ngibing. Sikap hormat ditunjukan kuda dengan melipat kaki depan. Kuda lalu berbaring di rumput diikuti sang pawang. Para tamu undangan khusus pun turun dari panggung dan ikut menari. Sambil menari, para tamu nyawer yang diterima sang pawang.

“Daya tarik event ini luar biasa. Kuda Renggong harusnya masuk dalam warisan budaya tak benda Sumedang. Kuda Renggong layak dipasarkan ke luar Jawa Barat, bahkan harus go internasional,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat Ida Hernida.

#PesonaKudaRenggong menjadi Trending Topics di Twitter


Usai silat, menu berikutnya adalah parade 111 Kuda Renggong yang dibagi dalam sembilan rombongan. Setiap rombongan terdiri dari 5-10 Kuda Renggong. Kuda ini dihias warna warni, lengkap dengan mahkota. Melengkapi aksi, setiap kuda dinaiki joki anak laki-laki dan perempuan dengan usia 6-10 tahun.

Joki kecil laki-laki mengenakan busana adat Sumedang lengkap dengan ikat kepalanya. Sedangkan joki perempuan berbusana tradisional hingga modern.

Salah seorang Joki Kuda Renggong, Bintang Krisna Farhan Ramdani (10), menilai Kuda Renggong sangat unik. Sebab, Kuda Renggong akan langsung bergerak menari saat musik terdengar.

“Kuda Renggong dilatih seperti itu. Mereka suka menari kalau ada musik. Saya senang bisa menaikinya. Gampang-gampang susah karena tergantung sangat dengan kudanya. Yang dibutuhkan keseimbangan. Latihan seminggu full dilakukan kalau ada pertunjukan,” ujar siswa SDN I Cijambu, Tanjungsari.

Parade Kuda Renggong menempuh jarak sekitar 1 kilometer. Rutenya dimulai dari Lapang Darongdong. Rombongan kemudian melewati kantor kecamatan, terminal sekaligus pasar Buahdua.

Namun, akibat kemacetan, hanya beberapa rombongan yang berparade sesuai skenario. Sedangkan sisanya terpaksa merevisi rute parade dan berputar di sekitar venue.

“Dengan antusiasme seperti ini, Pesona Wisata Atraksi 111 Kuda Renggong sangat sukses. Evaluasi dan perbaikan-perbaikan akan dilakukan. Tujuannya agar event seperti ini menjadi lebih baik lagi. Kami pun sangat optimis, Kuda Renggong akan menarik minat wisatawan lebih besar lagi,” tegas Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata 1 Wawan Gunawan.

Apresiasi juga diberikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar mengatakan, Sumedang harus segera melakukan perbaikan tampilan Kuda Renggong secara menyeluruh. Branding juga harus intesif dilakukan.

“Kuda Renggong terus menunjukan kekuatannya. Branding besar harus segera dilakukan agar Kuda Renggong semakin besar. Kemasannya juga harus ditingkatkan,” pungkasnya. (*)

Surga Surfing di Ciletuh Gelar Festival Selancar Skala Dunia

Surga Surfing di Ciletuh Gelar Festival Selancar Skala Dunia

By | Event, Wisata | No Comments

genijabar.org – Surga Surfing di Ciletuh Gelar Festival Selancar Skala Dunia – Taman alam batuan tua Ciletuh , di Pelabuhan Ratu menghelat festival selancar berskala dunia selama dua hari, mulai dari 14 sampai 15 Oktober 2017. Gelaran ini bertajuk “Cimaja Geosurf Challenge, Our Amazing Adventure.”

Panitia sengaja menghelat gelaran ini di Ciletuh. Kawasan ini masuk dalam daftar Geopark Dunia dari UNESCO. Ciletuh taman alam batuan tua, membentang menyerupai amfiteater raksasa mirip seperti tapal kuda dan menghadap langsung ke Samudera Hindia .

Validasi Ciletuh-Palabuhan Ratu Geopark sudah berlangsung 1-4 Agustus 2017 oleh Asesor UNESCO, Alexandru Andrassanu dan Soojae Lee didampingi oleh observer Hanang Samodra. Hasil observasi tersebut menjadi topik bahasa dalam Asia Pacific Geopark Network Symposium ke 5 di China dan akan dilanjutkan ke sidang UNESCO April 2018. Sedangkan untuk penetapan, menunggu September 2018 bertepatan dengan UNESCO Global Geopark Symposium.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, atraksi surfing menjadi salah satu agenda wisata andalan untuk menjual Ciletuh ke dunia. Jurus 3A terdiri dari akses, atraksi, dan amenitas untuk membangun destinasi wisata harus terus bergulir. Tiga A itu, kata dia, saling terkait, saling terkoneksi satu dengan yang lain.

“Atraksi Ciletuh sebagai geopark, luar biasa! kelas dunia, tapi akses menuju ke Ciletuh masih susah, 6 jam dari Bandung, itu terlalu jauh dan lama waktu tempuhnya,” seru Arief.

“Bila ingin menjadi global player, selain akses harus dibenahi, juga dari sisi Amenitas. sekarang hotel, resort, homestay, ber bintang 4-5 masih belum siap. Sementara kalau ingin menjadi global player, harus siap menggunakan global standart,” papar mantan Direktur Utama PT Telkom ini..

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Ida Hernida SH M.Si menjelaskan, Cimaja Geosurf Challenge, Our Amazing Adventure untuk mendorong promosi dan destinasi wisata di Ciletuh.

“Kami terus realisasikan dukungan terhadap komitmen pencapaian kepada UNESCO Global Geopark (UGG), di mana dengan kejuaraan surfing internasional ini akan lebih mendorong promosi dan kualitas wisata Ciletuh-Palabuhanratu sebagai kawasan geopark dunia,” papar Ida Hernida.

Peselancar dari Eropa, Amerika Serika, dan Asia ambil bagian dalam festival selancar ini. Indonesia sendiri mengirimkan 14 peselancar dari Bali, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Sumatera Selatan, samapi Yogyakarta. Bahkan, tuan rumah Jawa Barat mengikutsertaka 35 surfer advance mayoritas peselancar dari Kabupaten Sukabumi.

Ida melanjutkan, spot surfing di Ciletuh ini telah mendunia, memiliki daya tarik pantai eksotis berupa hamparan aluvial dengan batuan alam bulat-bulat lonjong di sepanjang pantai. Pantai Cimaja sekaligus ‘surga’ bagi para surfer lantaran memiliki ombak point break secara simultan sepanjang tahun.

Selain Pantai Cimaja, Indonesia memiliki spot surfing bertaraf dunia lain seperti di Pantai Ombak Tujuh,Cipaku (Ujung Genting), Loji Beach Break, Citepus, Karang Naya (Samudra Beach), Karang Papak (Sunset Beach), dan Karanghawu.

Sedangkan, pantai-pantai lain dengan ombak point break antara lain: Haurber Point (Ujunggenteng), Mama’s Point (Ujunggenteng), Turtle Beach (Ujunggenteng), Ombak Tujuh, Loji Point, Karang Sari, Cimaja, Indocator, Pajagan Point, dan Karang Haji.

Selain lomba surfing, panitia menghelat kegiatan dengan melibatkan komunitas surfing, komunitas pencinta lingkungan, komunitas jeep, komunitas perahu, komunitas budaya, komunitas Balawista, asosiasi pariwisata, siswa dari sekolah umum maupun kejuruan pariwisata, PKK berupa kegiatan Etalase AGAT2017, Geoculture Show, Sinarresmi Geoculture Visit, Mangrove Conservation, Beach Clean Up Challenge, AGAT2017 Instagram Challenge, AGAT2017 Photo and Writing Challenge dan AGAT2017 Kids Activities Programs

Presiden Joko Widodo pernah berjanji mempercepat penyelesaian pembangunan jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) pada 2019, selain Tol Jakarta-Bogor-Palabuhanratu (Jagoratu) untuk memudahkan akses pengunjung asing atau lokal ke Ciletuh.

“Apabila Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi selesai, waktu tempuh menuju ke Sukabumi akan semakin pendek. Selain itu, rencana pembangunan bandara di Citarate atau Cikembar bisa direalisaikan, ini akan semakin membuat Gepark Ciletuh mendunia,” ujar Jokowi.

Sukseskan Surga Surfing di Ciletuh Gelar Festival Selancar Skala Dunia!

Panorama Puncak Eurad di Perbatasan Subang Lembang

By | Wisata | No Comments

Puncak Eurad adalah sebuah bukit dengan pemandangan indah yang berada di perbatasan Lembang dan Cipunagara Subang, tempat ini sangat indah dan sejuk, serta masih sedikit orang yang mengetahuinya karena belum banyak terexpose oleh media.

Sejak akses jalan menuju ke Puncak Eurad dipebaiki, kini banyak warga yang sengaja istirahat di sana sambil menikmati bajigur hangat ditengah udara yang sejuk. Bahkan kini untuk lebih menarik pengunjung telah dibangun fasilitas menara pandang, dimana para pengunjung bisa berselfie ria dengan background keindahan alam pegunungan sekitar Cisalak dan lembah kampung Cibitung, kampung terakhir di Kabupaten Subang yang berbatasan langsung dengan Bandung Barat.

Pemandangan yang indah dengan bukit-bukit yang memesona mata pengunjung, hutan pinus, kebun teh dan kampung Cibitung dari kejauhan membuat wisatawan betah untuk berlama-lama menikmatinya sambil menikmati bandrek hangat.

Meskipun berada di perbatasan, untuk menuju ke Puncak Eurad ini tergolong mudah di akses melalui Lembang melalui jalan pasar Ahad – Cikareumbi – Puncak Eurad, karena jalur Cisalak – Cupunagara – Puncak Eurad masih dalam kondisi rusak parah. Perekonomian di wilayah paling ujung Subang tentunya akan semakin tumbuh jika saja akses jalan di sana semakin baik. Warga desa Cipunagara berharap Pemkab Subang bisa memperbaiki jalur yang menghubungkan Puncak Eurad – Bukananagara.***[]

Sunrise Pantai Timur Pangandaran

By | Wisata | No Comments
Sunrise Pantai Timur Pangandaran
Sunrise Pantai Timur Pangandaran 
Pantai Pangandaran yang terbentuk dari dua buah teluk yang memanjang ke Selatan, menjadikanya memiliki pantai Timur dan pantai Barat. Keindahanya dan banyaknya turis asing di Pangandaran ini menjadikanya lokasi wisata ini mirip Kuta di Bali. Pangandaran dapat ditempuh dengan jarak 91 km dari Kab. Ciamis atau 212 km dari Kota Bandung. Jarak yang jauh ini akan terbalas dengan pemandangan indah yang tersaji di Pantai Pangandaran. Karena memiliki dua muka Barat dan Timur menjadikan pantai Pangandaran ini dapat menikmati sunrise dan sunset.
Selain menikmati matahari terbit dan terbenam diarea pantai Pangandaran juga terdapat Hutan Wisata Cagar Alam yang dibulan tertentu tedapat Bunga Bangkai yang mucul begitu saja. Tedapat pula goa bekas pendudukan Jepang dan Belanda, penangkaran Banteng, Air terjun yang indah, dan pasir putih yang airnya jernih sehingga dapat digunakan untuk snorkling. Ditambah banyaknya pilihan olah raga air yang ditawarkan Pantai Pangandaran ini. Dipertengahan bulan Juli biasanya terdapat festival layang – layang yang sudah menjadi festival Internasional. Untuk soal harga penginapan jangan khawatir terdapat pilihan dari Rp 250.000 hingga Rp 1.500.000 per kamarnya, atau bahkan ada juga yang menyewakan rumah atau villa yang cocok untuk wisata keluarga.
Pantai Pangandaran pun kumplit terdapat pasar ikan yang bisa langsung dibakar ditempat, atau dibawa ke penginapan anda. Terdapat juga pasar suvenir khas pantai dengan harga terjangkau dan bisa ditawar. Untuk yang suka dengan tempat makan fancy pun terdapat beberapa pilihan tempat makan yang harganya terjangkau. Untuk yang malas menggunakan jalan darat, di Cimerak terdapat landasan udara sehingga bisa menggunakan pesawat terbang sewaan dari untuk menjelajah ke Pangandaran.

Surga alam yang tersembunyi di Obyek Wisata Citumang Pangandaran

By | Wisata | No Comments
Obyek Wisata Citumang Pangandaran
Obyek Wisata Citumang Pangandaran 
Desinasi wisata alam Citumang merupakan sebuah obyek wisata yang memiliki daya tarik khusus yang sudah mendunia, aliran sungai Citumang yang membelah hutan alam dengan airnya yang jernih kebiruan. Obyek wisata ini terletak di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kab. Pangandaran, Jawa Barat.
Jalan menuju lokasi obyek wisata Citumang kurang lebih 15 km dari Pangandaran ke arah barat. Atau sekitar 4 km dari Jln. Raya Pangandaran – Cijulang. Selain menggunakan kendaraan pribadi, dapat pula menggunakan kendaraan umum jurusan Cijulang, dilanjutkan dengan kendaraan ojeg, dari ujung jalan dilanjut dengan jalan kaki menelusuri tepi sungai dan kebun pendudukan sepanjang 500 meter. Setelah melintasi pintu masuk, perjalanan yang harus ditempuh sekitar 300 meter untuk bisa sampai di titik tujuan. 
Hiasan alam di tepian sungai yang terdiri dari ornamen batu-batu cadas dan aliran sungai yang menembus ke dalam goa membuat tempat ini seperti surga yang tersembunyi. Indahnya panorama alam Citumang yang diiringi alunan musik alam yang dihasilkan dari gemercik suara air sungai serta desiran angin sejuk menerpa tubuh akan memberikan ketenangan jiwa bagi para pengunjung.
Pada kedalaman tertentu pengunjng dapat menikmatinya dengan mandi dan berenang. Lima ratus meter dari lokasi pamandian ke arah hulu, akan dijumpai pesona alam yang menakjubkan berupa aliran sungai Citumang yang masuk ke dalam perut bumi dan keluar lagi di arah hilir. Aliran sungai yang masuk ke dalam goa ini diberi nama Goa Taringgul yang kemudian diberikan nama baru sebagai Sanghyang Tikoro (Batara Tenggorokan).
Menurut cerita yang beredar di masyarakat setempat, nama Citumang berasal dari sebuah legenda yag meneritakan tentang seekor buaya bunting yang bernama Si Tumang. Begitu kuatnya kepercayaan penduduk akan kehadirna buaya buntung tersebut sehingga sampai sekarang meninggalkan nama yang melekat kuat menjadi nama sungai. 

Gunung Bongkok Purwakarta

By | Wisata | No Comments
Gunung Bongkok Purwakarta
Gunung Bongkok Purwakarta 
Gunung Bongkok Purwakarta adalah sebuah destinasi wisata yang cocok untuk dikunjungi oleh wisatawan dan pendaki pemula. Gunung setinggi 875 mdpl sangat bersahabat untuk didaki dan digunakan sebagai latihan atau pemanasan sebelum mendaki ke jajaran seven summit di negeri ini. Secara administrasi Gunung Bongkok terletak di Kampung Cikandang, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta.
Dari puncak Gunung Bongkok pengunjung dapat melihat keindahan waduk Jatiluhur dan Gunung Parang. Gunung ini memiliki dua puncak yang bernama Puncak Batu Tumpuk dan Puncak Datar. Selama ini Puncak Batu Tumpuk menjadi tujuan favorit para wisatawan, hanya saja puncak ini tidak terlalu luas dan hanya cukup menampung sekitar 30 orang saja. Ketika akhir pecan tempat ini selalu dipenuhi oleh pengunjung, sehingga untuk bisa naik ke puncak ini harus rela mengantri.
Gunung Bongkok menyimpan banyak cerita rakyat dan sejarah pada masa kejayaan Hindu-Budha. Di puncak Gunung Bongkok terdapat jejak telapak kaki manusia, tepatnya di sebuah bongkahan batu besar. Tetapi jejak telapak kaki kanan tersebut sekarang ini penuh dengan lumut. Masyarakat menyebutnya sebagai tapak kaki Ki Jonggrang Kalapitung.
Dalam cerita masyarakat setempat, Ki Jonggrang Kalapitung ini mempunyai ilmu yang jarang dimiliki oleh manusia biasa, sosok kesatria dalam ceita ini memiliki kesaktian yang luar biasa dan dapat digunakan untuk meloncati gunung, termasuk diantaranya Gunung Bongkok.
Rute menuju Gunung Bongkok
Rute yang ditempuh dari Bandung jika menggunakan kendaraan pribadi dapat melalui Cirata maupun Cianting kemudian lanjut ke arah Plered dan kecamatan Tegalwaru, dari sana kemudian belok kiri di pertigaan Simpang. Setelah pertigaan Simpang, pengunjung bisa bertanya kepada warga sekitar. Patokan lainnya yaitu SMPN 2 Tegalwaru, dari sana tidak jauh kemudian ada petunjuk arah naik ke puncak Gunung Bongkok.

Tebing Keraton Bandung

By | Wisata | No Comments
Tebing Keraton Bandung
Foto : By Raradieraa
Bandung Utara sejatinya memiliki dinding pemisah dengan Lembang, dinding itu disebut patahan Lembang. Sebuah patahan yang memanjang dari kaki Gunung Burangrang (Cisarua) di barat hingga Gunung Palasari di bagian timur. Patahan Lembang memiliki panjang 22 km, melingkupi daerah Jawa Barat, membentang dari timur hingga barat. Gawir sesar disepanjang jalurnya mencerminkan besaran pergeseran sesar berubah dari sekitar 450 meter di ujung timur (Maribaya dan Gunung Palasari) hingga 40 meter di sebelah barat (Cisarua). Kemudian, sesar menghilang di ujung barat di sekitar utara Padalarang. Pergeseran Patahan Lembang yaitu 4 – 6 mm/tahun.
Tebing Keraton Bandung
Sepanjang sesar patahan Lembang ini memiliki spot-spot yang eksotis. Tebing Karaton di daerah Dago Bandung ini contohnya, tebing yang berada pada ketinggian sekitar 1.200 mdpl sehingga dengan ketinggiannya inilah dari Tebing Keraton bisa dengan mudah serta jelas menyaksikan hamparan hijaunya pemandangan Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda yang menghampar luas sepanjang mata memandang. Bahkan bila datangnya pada saat pukul 6.00 WIB, maka masih dapat menyaksikan kabut bearada dibawah kita.
Versi sang founder atau penemu Tebing Keraton di daerah Dago Bandung ini sekaligus yang memberikan nama yang cukup unik tebing keraton yaitu Asep, beliau menamakan Tebing di bandung ini dengan istilah Tebing Keraton karena rasa kagum serta apresiasianya yang luar biasa akan keindahan alam yang ada di sekitar Tebing Keraton dan juga dari apa yang dilihat dari puncak atas tebing bandung yang fenomenal ini.