Category

Tips

Kegiatan Upacara Adat Sedekah Bumi akan di Laksanakan lagi

By | Tips | No Comments

  SECARA HISTORY
Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan Upacara Adat SEDEKAH BUMI ini merupakan fragmen dari kegiatan SEREN TAUN yang wajib dilaksanakan setiap tahun di seluruh peloksok teritorial Pajajaran (kabuyutan). Baik di Dayeuh Pakuan (Ibu Kota/Pusat Pemerintahan) maupun di seluruh wilayah Raja-raja Daerah (semacam wilayah Kabupaten) dan Kapuunan (semacam wilayah Kecamatan).
Upacara Adat Sedekah Bumi merupakan salah satu perwujudan dari HARMONISASI HUBUNGAN antara Manusia dengan Alam dan Manusia dengan Manusia serta Manusia dengan Tuhannya yang dimanifestasikan dalam prosesi Ritual Sunda jaman dahulu selain sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah nikmat yang telah dikaruniakan oleh Yang Maha Kuasa.

Upacara Adat Sedekah Bumi yang akan digelar, hanya berupa fragmen yang berhasil direvitalisasi berdasarkan hasil kajian yang bersifat tradisional. Kegiatan ini dapat dikatakan gelaran sekarang karena isi dari kegiatan disesuaikan dengan kondisi masyarakat sekarang, namun tidak mengurangi filosofi dan tingkat kesakralan kegiatan tersebut.

Hari jadi Kota Sukabumi ke 104

By | Tips | No Comments

Tahukah kalian Kota Sukabumi sekarang sudah berumur 104 tahun , umur yang terbilang sudah tidak muda lagi. kota yang di juluki sebagai Kota Moci, Kota Santri dan Kota Polisi ini memiliki Suasana yang sejuk dan asri karena di kelilingi oleh beberapa gunung diantaranya Gunung Gede dan gunung Pangrango, anak anak zaman now menyebutkan Kota Sukabumi dengan sebutan Kota Kecil sejuta cerita, ya, memang karena Kota Sukabumi merupakan Kota dengan wilayah Adminitratif terkecil dijawabarat hanya memliki Luas 48.42 km2. Terdiri dari 7 Kecamatan dan 33 Kelurahan dengan Populasi Total sekitar 321,097 jiwa (data BPS Kota Sukabumi tahun 2016). berbeda dengan kabupaten sukabumi yang memiliki luas terbesar di pulau jawa dan Bali. karena itu Kota dan kabupaten Sukabumi tidak bisa terpisahkan keduanya bagaikan suatu ikatan yang sangat erat dan saling membutuhkan.


Walaupun kota sukabumi di sebut wilayah terkecil di Jawabarat tapi jangan salah destinasi wisatanya pun tak kalah dengan kota kota lainnya di Indonesia, mau tahu..? Di Kota Sukabumi ada beberapa destinasi wisata yang tersebar di pusat kota dan perbatasan dengan wilayah Kabupaten Sukabumi, diantaranya yaitu wisata kreatif dengan andalannya yaitu kuliner dan fashion. ada banyak sajian kuliner yang harus kalian coba ketika berada di Kota Sukabumi, ada yang bilang ga akan kompilt kalau ke kota sukabumi tidak mencoba kulinernya, ini dia diantaranya selain mochi Sukabumi yang sudah terkenal sampai ke mancanegara ada juga Bubur Bunut, Bandros Ata, Sekoteng Singapoer, Nasi uduk Ungu, Mie Bakso Super H Achmad Sudja’i, Tutug Oncom, Geco alias Toge dan Tauco, Roti priangan, Bolu Pisang Sukabumi, surabi dan yang lainnya.

Moci

Tidak hanya Kulinernya saja Fashion di Kota Sukabumi cukup terkenal diantaranya ada batik kota sukabumi yang mulai di gendrungi oleh masyarakat lokal maupun masyarakat di luar Kota Sukabumi.
setelah wisata kreatif ada juga Wisata cagar budaya, nah wisata cagar budaya ini meliputi bangunan heritage yang menjadi legenda di kota sukabumi mau tau ada apa aja..? salah satunya ada Balaikota Sukabumi yang merupakan bangunan administratif utama bagi pemerintahan kota dan biasanya memuat dewan kota, departemen terkait dan para pegawainya. Di sinilah, walikota menjalankan fungsinya, kemudaian ada Stasiun Sukabumi yang dibuka pada tahun 1882, Rumah Bekas Tahanan Bung Hatta dan Syahrir merupakan Rumah khas Belanda yang dibangun pada tahun 1926, Gereja siding Kristus Sukabumi yang berdiri sejak tahun 1911, kemudian ada Vihara Widhi Sakti pertama kali dibangun pada tahun 1916 ada lagi Gedung Juang sukabumi yang berdiri sejak Tahun 1906 yang fungsi awalnya sebagai sebagai tempat pertemuan masyarakat dan dari situlah nama societeit soekamanah diberikan kepada gedung ini, masih ada lagi wisata cagar budaya yang harus kalian kunjungi ini dia Museum Pegadaian sukabumi Museum pertama di Indonesia yang memperkenalkan berbagai hal tentang sejarah kepegadaian, terletak di Jalan Pelabuhan II Citamiang, Kota Sukabumi Berada di satu lokasi dengan kantor pegadaian Sukabumi yang didirikan pada tanggal 1 April 1901, ada juga Kantor Pos Sukabumi yang dibuka pada tanggal 1 Mei 1873.

Terakhir Kota Sukabumi juga memiliki wisata alam diantaranya ada Kawasan Agroeduwisata Cikundul sebagai edukasi, konservasi dan wisata yang berbasis pertanian dan satu lagi ada pemandian air panas Cikundul berbasiskan sumberdaya alam yaitu air panas.

Hari Ulang Tahun Kota Sukabumi yang ke-104 jatuh pada tanggal 1 April 2018, ada beberapa rangkaian yang merupakan bagian dari kemeriahan ulang tahun Kota Sukabumi diantaranya Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DISPORAPAR) kota Sukabumi menggelar “HELARAN SENI BUDAYA JAWA BARAT” yang sangat di tunggu tunggu oleh masyarakat sukabumi dan sekitarnya, diikuti oleh beberapa kota dan kabupaten di jawa barat dan 7 kecamatan di kota sukabumi yang akan diselenggarakan pada hari Kamis, 29 Maret 2018.
Helaran Budaya yang menampalkan ragam rupa keunikan seni dan budaya daerah di Jawa Barat ini akan dilaksanakan dengan rute start dari lapang merdeka kota sukabumi, dan berakhir di depan Balaikota Sukabumi jl. Syamsudin SH dengan menampilkan performing art masing – masing peserta.

Suguhan penampilan yang menarik tentunya akan membuat kagum para pemgunjung yang hadir ada banyak penampilan dalam gelar acara helaran tersebut, seperti ada angklung dari kabupaten sumedang, singo barong dari pangandaran, penampilan bebegig dari kabupaten garut, ngala belut dari kabupaten cianjur, penampilan tari – tarian dan promosi pariwisata dari kabupaten sukabumi, dan penampilan dari 7 kecamatan se-Kota Sukabumi akan menampilkan keunikan kecamatan masing -masing seperti penampilan Tari Mochi, boles, ngagotong lisung, pencak silat, ngageulis, Perkumpulan seni cibeureum, buah naga dan lain lainnya.
acara helaran ini akan digelar mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai, banyak masyarakat yang antusias untuk menyaksikan perhelatan tahunan ini di Kota Sukabum, bahkan beberpa komunitas yang ada di Kota Sukabumipun akan ikut memeriahkan acara tersebut termasuk anak anak dari Generasi Pesona Indonesia (Genpi) ikut andil dalam kegiatan tersebut.
ada yang menarik juga dari Acara Helaran Seni Budaya ini dimana setiap peserta akan diberikan penilaian dan tentunya mendapatkan hadiah berupa tropy dan uang pembinaan, di nilai oleh tim juri dari panitia acara dengan kriteria penilaian dilihat dari kreativitas, penampilan, lokalitas, artistik, keutuhan, bentuk serta totalitas.
tunggu apalagi yuk datang ke Kota Sukabumi Kota Kecil Sejuta cerita, dan rasakan keseruan pada acara Helaran Seni Budaya Jawa Barat dalam Rangka Hari Jadi Kota Sukabumi yang ke 104 Tahun.

2nd Anniversary Gadis Hammockers

By | Tips | No Comments

” 2nd Anniversary Gadis Hammockers” present :

– SIGARINTUNG – Si Gadis Ngariung Ngagantung –

Pesona hammocking bersama @gadis_hammockers, kuy ciptakan kesan dan nuansa nyaman diantara kita, hidupkan rasa kekeluargaan, sharing hammockers dan silaturahmi antar komunitas.

kegiatan akan di laksanakan :

Save the date :
🗓14 – 15 April 2018
📍Wana Mandala Cengkrong – Padalarang – Bandung Barat

💰 50K
Include
– tiket masuk
– tiket curug
– souvenir
– stiker
– sarapan
– jodoh jika kalian beruntung

Exclude :
– perlengkapan hammock camping flysheet dll (bagi yg tidak terbiasa tidur d hammock di perbolehkan membawa tenda)
– SleepingBag
– pakaian hangat
– Alat mandi
– alat masak(kompor,Nesting Dll)
– obat-obatan pribadi
.
Jangan lupa dateng yaa guys😽
Terbuka untuk UMUM!!!
Salam Gantung Indonesiaaaa
Gak Ada Gadis, Hammockmu Gak Rame !!!
.
.
Open Regist :
Mega : +62 857-9891-3136
Esya : +62 838-2197-3144

Transfer Via :
No.Rek BCA 3770379473 a/ Megaliani
.
.


Sponsor :
@EASHammock
@unistuff_id
@veet.clothier
@kletternoutdoorgearofficial
@lestari.florist
@owl.hammock
@sasumbing_semarang

.
Media Partner :
@hammock_id
@hammockersjabar
@hammockersjateng
@hammockers_sbg
@hammockersbekasi
@hammockerskarawang
@explorekendal
@jelajah_pendaki
@pendakimania
@pendaki_photograper
@lensapendakiid
@genpijabar
@curugmania
@sahabatpetualangrealadventure
.
.
.
#gadis_hammockers
#anniversaryGH
#salamgantung
#salamkepompong
#seeyouonthenexttrees
#keephangingandbesafe

FGD Calender Event telah di laksanakan

By | Tips | No Comments

Dalam mengawal keberlangsungan Calender of Event 2018, jajaran Kemenpar merapatkan barisan bersama dalam kegiatan workshop internal.

Acara Workshop/Coaching Penyelenggaraan Calendar of event 2018 yang berlangsung hari ini 19 Maret 2018, bertempat di Balairum Soesilo Soedarman, Gd. Sapta Pesona Kemenpar Jakarta.

Calender of Event (CoE) 2018 adalah kalender kegiatan yang menghimpun “100 Wonderful Events” dan “100 National Events”. Merupakan upaya konkret Kemenpar dalam mendukung promosi dan meningkatkan kunjungan wisatawan.

Sebanyak 6 pembicara berbagi ilmu dalam acara Workshop internal , yaitu Jacky Mussry, Dwiki Dharmawan, Samuel Wattimena, Dynand Fariz, Denny Malik, dan Ndang Mawardi.

#FGDCalenderOfEvent2018
#Genpi

Selamat Hari Musik Nasional

By | Tips | No Comments

Yadi mulyadi sebagai konduktor di acara bermusik angklung yang malam ini sedang berlangsung. Berkolaborasi dengan mahasiswa UPI, ISBI dan UNPAS Bandung dalam menghentakan musik modern dan tradisional diantaranya angklung, gitar, keyboard, adapun biola dan selo yang dapat memperindah mahakarya musik ini.

SORA merupakan konser angklung yang bertujuan untuk memulai proses pengkaryaan dalam musik angklung. Komposisi original dengan tetap mempertahankan karakter dari musik angklu g tanpa meninggalkan aspek”menghibur” sebagai sebuah pertunjukam musik akan disuguhkan dalam satu paket pertunjukan yang menarik.

Lahir di bandung, 6 januari 1982 memiliki dua orang putri bernama Nada Tazkiya dan Ritmyka Nafsya dari istrinya Grace Anata (www.bagrace.co.id). Pendidikan terakhirnya di Institute Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Program Magister Penciptaan dan Pengkajian Seni. Sejak 2001telah menjadi guru musik dan pelatih angklung di beberapa sekolah di kota Bandung. Saat ini,kang yadi menjadi salah satu dosen Prodi Bambu di Institute Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Trainer Pelatih Angklung. Penulis Buku Angklung dan membuat karya musik Angklung. Kesibukan lain dari kang Yudi adalah menjad juri dari berbagai lomba Angklung serta aktif berkegiatan di yayasan Iwung Foundation yang di ketuai-nya.

Lima belas tahun berkecimpung di dunia musik angklung dengan berbagai prestasi dan penghargaan baik sebagai pelatih,komposer, pembicara dalam berbagai workshop musik, dan juga prestasi dalam berbagai festival baik dalam ataupun luar negeri, membuktikan kecintaanya terhadap angklung tidak perlu diragukan lagi.

Konser SORA salah satu bentuk sumbangsihnya akan dunia musik angklung. sesuai dengan cita-citanya agar angklung memiliki identitas original dalam bentuk karya.

EXPLORE AIR TERJUN WERINGIS DENGAN VIEW DRAMATIS DAN ROMANTIS

By | Tips | No Comments

Air terjun weringis diantara terasering 

Sabtu siang yang jenuh membuat saya rasanya ingin pergi ke suatu tempat yang menyenangkan, melakukan petualangan mengeksplore tempat baru yang dan dapat memacu adrenaline.

Terlintas untuk mencari keberadaan sebuah air terjun yang kata beberapa orang, air terjun itu sangat cantik dan menawan. Selain itu letak nya yang berada di antara lembah terasering membuat keberadaan air terjun yang satu ini sangat dramatis.

saya pun melakukan sedikit persiapan, berkemas barang-barang yang mesti saya bawa menuju air terjun yang dimaksud. Kamera, phonsel, air mineral, makanan ringan, dan sepeda motor.

Akhirnya saya bersama 4 rekan saya memulai perjalanan menuju air terjun weringis, begitulah masyarakat menamai air terjun yang satu ini.

Perjalanan kami dimulai dengan melewati jalan pemukiman warga, di daerah putrapinggan, kecamatan kalipucang, kabupaten Pangandaran. jalanan sudah cukup bagus dengan kontruksi semi beton, namun sedikit berlubang. Karena keberadaan air terjun weringis berada di perbukitan , jalan yang kami lalui sedikit menanjak dan berbelok.

Rekan kami yang menggunakan motor trabas lebih gampang dibanding rekan saya yang lain yang menggunakan motor matic, sedikit penuh perjuangan, karena ada satu lokasi yang kontur jalannnya sangat berbelok dan menanjak.

Namun semangat untuk menuju air terjun tidak menyurutkan kami, sebaliknya kami merasa senang, adrenaline kami terpacu bebas lepas dan puas, seperti yang saya inginkan.

Lama perjalanan kurang lebih sekitar 30 menit dengan jarak temput sekitar 10 km dari jalan utama. Sepanjang perjalanan merupakan pemukiman warga yang rumahnya jarang-jarang dan kadang berkelompok di bukit satu dengan yang lainnya.

Kontur perbukitan membuat sebagian masyarakat disini menanami kebunnya dengan tanaman rempah-rempah seperti cengkeh, lada, kapol/kapulaga, jahe, kopi dan berbagai jenis tanaman kayu.

Dari bukit di wilayah putrapinggan kita dapat melihat laut lepas dibagian selatan kabupaten pangandaran yang memiliki perbatasan langsung dengan samudra hindia. Sehingga iklim di pangandaran banyak di pengaruhi oleh iklim ari benua Australia dan sangat cocok untuk lahan perkebunan.

Tanaman perkebunan disini tumbuh dengan subur dan merupakan komoditas utama bagi pertanian masyarakat pangandaran, yang sebagian masyarakatnya merupakan petani dan nelayan.

Perjalanan kami ternyata tidak memerlukan waktu yang lama, akkhirnya kami hampir sampai di tempat yang kami tuju, walau sedikit kesasar akhirnya kami memutuskan bertanya kepada warga setempat mengenai keberadaan curug weringis tersebut.

Dengan ramah warga tersebut memberikan petunjuk kepada kami lokasi curug weringis. Karena lokasinya yang berada di lembah, jadi perjalanan kami lanjutkan dengan sedikit berjalan kaki, melewati kebun kapulaga. motor kami parkir dihalaman rumah warga, kami percaya motor kami aman disana. dan sebagai ucapan terima kasih kami pulangnya berniat memberi sedikit rejeki kepada warga yang sudah kami titipi motor.

“wow” merupakan hal pertama yang saya serukan, setelah kami melihat sawah yang terbentang di hadapan kami.

lereng-lereng hijau kontras degan sawah terasering membuat kami terpukau, sekejap perjalanan yang melelahkan tadi hilang sudah, semuanya terbayar oleh pemandangan sawah bertingkat dengan padinya yang mulai menguning.

Rasanya seperti berada di Bali, padahal ini di Pangandaran, Balinya Jawa Barat. Sekeliling kami Nampak asri dan menyegarkan mata. Pesawahan terasering kontras dengan pohon kelapa di beberapa sudutnya. Menambah kesan pulau tropis yang membuat siapa saja ingin berlibur dan menghabiskan waktu dengan bersantai malas.

Tidak hentinya saya bersyukur dan kagum dengan pemandangan yang indah ini, amazing pokoknya, kalian mesti datang kesini dan rasakan sendiri petualangan yang sesungguhnya.

Namun kami tidak berhenti disitu karena tujuan kami adalah menuju lokasi air terjun yang berada di balik bukit pesawahan terasering itu, kami berjalan melewati pematang sawah dengan sesekali foto selfie. lumayan buat nambah feed dan bikin envy fakir pikinik.

Baru saja berjalan sebentar terdengar suara air bergemuruh, seperti jatuh seperti dari langit. Kami pun semakin penasaran dengan apa yang kami cari. sepertinya sudah sangat dekat keberadaan air terjun yang kami cari, Air terjun Weringis.

Dengan rasa penasaran yang sangat besar, perlahan kami melihat dari kejauhan garis-garis putih yang berjatuhan pada dinding batu hitam. berseri-seri seperti mamanggil-manggil kami untuk segera menghampirinya lebih dekat.

Diantara sawah terasering yang hijau air terjun itu tampak seperti garis-garis putih yang menjuntai panjang mirip rambut putih bidadari yang tergerai panjang. dibawah air terjun tumbuh beberapa pohon kelapa yang semakin membuat air terjun itu sangat dramatis. saya seperti di dalam film bajak laut dimana ada air terjun di antara pohon kelapa di sebuah pulau tropis.

sulit di ungkapkan dengan kata-kata, perjalan yang penuh energy dan memacu penuh adrenaline, terbyarkan dangan panorama surge yang tersembunyi di antara bukit hijau dan sawah terasering.

tidak hanya berdiam diri kami melanjutkan perjalanan ke bawah menuju air terjun itu, menapaki teras-teras sawah kami menyempatkan berfoto, lumayan deh udah jauh-jauh masa gak bawa bukti, ya cukup foto yang bikin kesel teman-teman yang belum datang kesini.

sekitar 10 menit meniti jalan di lereng bukit terasering, akhirnya kami sampai juga di air terjun yang memukau ini, tidak hentinya kami berdecak kagum dengan keindahan yang tuhan berikan ke pada negeri ini. tebing batu hitam setinggi  kurang lebih 50 meter mengalir air jernih membentuk untaian lembut aliran air yang menyejukan. air tejun weringis sungguh cantik, dan masih sangat alami, jarang masyarakat yang tau keberadaan air terjun ini. walau letaknya sangat mudah dijangkau, namun karena belum banyaknya infromasi mengenai keberadaan air terjun weringis membuat air terjun weringis tidak sepopuler beberapa air terjun yang ada di pangandaran.

air terjun ini belum dikelola oleh siapapun sebagai objek wisata, padahal pemandangan disini memungkinkan kawasan air terjun yang berada diantara lembah terasering manjadi daya tarik tersendiri.

asal di kelola dengan baik pasti akan memberikan dampak yang posistif bagi ekonomi warga sekitar. namun terlepas dari itu semua kami bersyukur karena kami masih dapat menikmati keindahan air terjun weringis tanpa banyak orang yang datang.

pokonya puas sekali dapat melihat dengan mata kepala sendiri air terjun yang memukau ini, kalian mesti datang untuk melihatnya langsung.

Catatan kecil.

jika ingin berkunjung ke air tejun weringis lebih asik saat musim tanam padi, atau ketika sawah teraseringnya sedang ditanami padi, karena selain pemandangan air terjun yang cantik, sawah terasering disana bakal membuat kalian gak akan melewatkan moment berfoto dengan latar terasering. dijamin bikin baper teman-teman yang kurang piknik.

karena belum ada warung dan fasilitas lengkap, diusahakan kalian harus mempersiapkannya dengan matang. walau lokasi dekat perumahan warga, tidak lucu kan sampai sana kehausan dan lupa bawa air mineral. kalo kalian bisa minum air sungai sih gak papa, paling nanti dikira kodok ngorek di pinggir kali.

Jalan Jalan Ke Jembatan Cinta Kab.Bekasi

By | Tips | No Comments

Apakah kalian sudah pernah ke jembatan cinta yang berada di kabupaten bekasi ? Jika belum mari kita jalan jalan kesana yuk ….

Jembatan cinta terletak di Kecamatan Taruma Jaya, Kab.Bekasi Jawa Barat. Jarak tempuh ke jembatan cinta sekitar satu jam dari pusat Kota Bekasi. Dengan tiket harga masuk yang sangat murah yaitu 5000 Rupiah kalian sudah bisa masuk, sangat murah bukan? Kalian disana bisa menikmati pepohonan hutan mangrove yang berjejer di jembatan cinta. Jika kalian ingin  beristirahat kalian juga bisa beristirahat di saung -saung yang di sediakan disana.

Waktu yang tepat untuk berpergian kesana adalah waktu menjelang sore. Kenapa? Karena di sana sangat adem untuk bersantai.

Kalau kalian ingin mengitari hutan mangrove disana juga terdapat kapal yang akan mengangkut anda untuk mengitari hutan mangrove tersebut.

Bagaimana jika kalian tidak ada kendaraan pribadi? Kalian bisa menaiki angkutan umum, tapi angkutan tersebut tidak sampai ke lokasi mungkin anda bisa menggunakan angkutan online. Jembatan cinta dulunya hanya tempat dermaga kapal para nelayan. Dan sekarang sudah disulap menjadi sekarang ini. Jembatan cinta sendiri sudah dikelola oleh karang taruna sekitar.

Selamat hari alam sedunia (WOLD WILDLIFE DAY)

By | Tips | No Comments

World wildlife adalah hari alam liar sedunia, dimana hewan-hewan yang di lindungi harus kita jaga. Dengan tidak melakukan pemburuan liar atau perdagangan ilegal, itu sangat berdampak buruk untuk keragaman hayati.
.
.
Yuk kita mengkampanyekan World wildlife ini melalui kegiatan atau media apapun, karna sangat membantu untuk kesadaran menyelamatkan species-species di bumi kita Indonesia. .

Gebyar Pesona Budaya Garut sudah masuk dalam top 100

By | Tips | No Comments

Gebyar Pesona Budaya Garut sudah masuk dalam top 100 kalender 0f even Nasional, dimana hajat akbar ini diselenggarakan bertepatan dengan hari ulang tahun Kabupaten Garut yang ke-205 berdasarkan Perda Kab. Garut, nomor 30, tahun 2011 yang merupakan perubahan atas perda Kabupaten Garut no. 11 tahun 1981, tentang penetapan hari jadi garut yang jatuh pada 16 februari 1813.
Pembukaan even GPBG ini diresmikan secara langsung oleh Kemenpar Arief Yahya, pada Kamis 22 Februari 2018, yang bertempat di lapangan olahraga Ciateul, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sebelum meresmikan acara Gebyar Pesona Budaya Garut, Kemenpar membacakan sebuah pantun yang ditujukan kepada seluruh masyarakat garut, berikut kutipan pantun yang dibacakan oleh Bapak kemenpar Arief Yahya:

“Ada ga’ang ada semut
Burayot manis rasanya
wilujeng siang warga Garut
selamat menikmati Gebyar Pesona”

Arief Yahya mengatakan, Kalau Gebyar Pesona Budaya Kabupaten Garut sudah masuk dalam kalender even Nasional, maka kurasinya harus sangat bagus. Kurasi itu diantaranya music/aransmen, Fashion/desainer dan koreografer.

“Kemenpar sudah memutuskan akan membuat kelas khusus untuk even, nanti para peserta yang masuk dalam top 100 akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti workshop even.” Ujar Kemenpar

Berikunya bagai mana menjadikan Garut agar sesuai dengan harapan untuk menjadi destinasi utama kelas dunia, kemnpar memiliki deputi pengembangan destinasi, jadi warga garut tidak perlu khawatir ,nanti akan dibantu oleh deputi pengembangan destinasi pariwisata.

Untuk membangun destinasi itu kemenpar mempunyai rumus 3A, A yang pertama adalah atraksi, garut sudah banyak terkenalnya diantaranya dodol garut, domba garut, dan tukang cukur Garut.

A yang nomor dua adalah akses, orang tidak mau berwisata lebih dari 5 jam. Yang haarus dipikirkan adalah, dari bandara udara yang ada, yang paling mungkin adalah bandara majalengka, harus dihitung bias nyampai kurang dari dua jam, jadi garut harus memiliki Tol.

A yang ketiga adalah amenitas atau resort, oleh karenanya kemenpar mengusulkan amenitas yang bias dipindah-pindah seperti Glamor camping. Terakhir adalah tentang pariwisata, apakah pariwisata mensejahterakan? Jawabannya iya, Karena daerah pelaku wisata pendapatan perkapitanya meningkat, dan indek kebahagiaannya pun turut meningkat.

Pelaksanaan Festival Gebyar Pesona Budaya Garut pada hari pertama diisi dengan berbagai atraksi seni budaya local seperti Seni Lais, Seni Raja Dogar, Seni Surak Ibra, Seni Rengkong, Seni Terebang Sejak, Seni Hadro, Seni Gesrek, Seni Bangklung, Seni Dodombaan, Seni Pencak Ular, Seni Rudat Godog, Seni Badeng, Seni Bangreng, Seni Badingkut, Seni Bebegig Wangi Sukalaksana, Seni Badogar, Seni Geprak Tongkat, Seni Barongsai, Seni Gegel Jubleg, Seni Angklung Seah, Seni Topeng Badawang, Marching Band.

Gelaran BPBG berikutnya akan diisi dengan pintonan (pertunjukan) wayang ajen. Dimana kata Ajen ini diambil dari Bahasa Sunda yang artinya ngajenan (menghargai atau sesuatu yang diberikan penghormatan atau penghargaan). Wayang Ajen lahir dari proses kesadaran generasi muda pada wayang golek Sunda tradisi yang asli dengan eksplorasi kreatif.

Wayang ajen lahir dalam tafsir baru, membaca tradisi dengan cara-cara modern sehingga menjadi sesuatu yang berbeda. Penciptaan kembali struktur pertunjukan wayang golek Sunda tradisi disesuaikan dengan format teater modern dengan pendekatan konsep dramaturgi. Wayang golek ajen selanjutnya disebut Wayang Ajen diciptakan oleh Wawan Gunawan bersama Arthur S. Nalan pada tahun 1998, dan pertamakali dipentaskan lakon ”Kidung Kurusetra” pada tahun 1999 dalam acara Pekan Wayang Indonesia di TMII Jakarta.

Secara filosofis dasar pemikiran Wayang Ajen ini di dasarkan dari adanya proses dialogis generasi muda pewaris aktif kesenian tradisional yang saling menghargai. Generasi muda yang memiliki ajen seni tertentu pada tradisi, di mana tradisi dipandang sebagai suatu yang dinamis tidak statis, dan tradisi adalah sumber inspirasi. Wayang Ajen bertujuan memberi alternatif pertunjukan wayang terutama untuk apresiasi bagi generasi muda sebagai tempat bercermin (ngaji rasa dan ngaji diri) sehingga akhirnya diharapkan adanya pencerahan dan perenungan tentang apa, siapa, dan mau apa hidup di dunia ini.

Wayang Ajen merupakan pertunjukan wayang golek gaya baru yang menitik beratkan pada pilihan cerita berdasarkan sebuah naskah lakon tertulis. Naskah lakon dibuat bersumber dari Wiracarita Mahabrata atau Ramayana, tetapi merupakan kemasan garapan lakon yang memiliki muatan pesan moral yang lebih aktual dan kontekstual. Wayang Ajen adalah pergelaran eksperimen kreatif wayang golek Sunda yang digarap secara akademis, dengan memanfaatkan kolaborasi dengan berbagai media seni yang saling Ngajenan atau menghargai dan saling melengkapi.