Category

Tips

Semarak Asia Afrika Carnival

By | Tips | No Comments

Hari ini, Sabtu 28/4, Kota Bandung dipastikan bakal meriah. Pasalnya, akan ada puncak peringatan Konferensi Asia Afrika yang ke-62, digelar di Jalan Asia Afrika dan sekitarnya. Gelaran kegiatan ini akan dibuka dengan acara Asia Africa Carnival di sepanjang Jalan Asia Afrika pada 28 April 2018. Karnaval ini akan dimeriahkan oleh 2.867 peserta. Peserta karnaval tidak hanya berasal dari Kota Bandung, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara. Karnaval tersebut menggunakan rute dengan titik awal di Jalan Asia Afrika, Jalan Cikapundung Barat, Jalan ABC, Jalan Naripan, Jalan Tamblong, dan ‎berakhir di Jalan Asia Afrika.

Sejumlah jalan akan ditutup, yaitu Jalan Tamblong hingga Jalan Asia Afrika, Jalan Naripan hingga Tamblong, dan Jalan Banceuy hingga Jalan ABC. Pengalihan kendaraan agar tidak terjebak kemacetan pun akan diberlakukan. Pengalihan dari Jalan Lengkong Besar hingga Jalan Dalam Kaum, dan seterusnya. Kemudian pengalihan ke Jalan Lembong hingga Jalan Dalam Kaum, lalu Jalan Banceuy hingga Jalan Suniaraja, dan seterusnya. Skema penutupan dan pengalihan lalu lintas itu diberlakukan sejak pukul 06.00 hingga pukul 23.00 WIB. Ribuan orang dipastikan turut memeriahkan gelaran ini. Masyarakat diimbau untuk menghindari jalan-jalan yang dekat dengan rute karnaval dan mengikuti pengalihan arus dengan arahan petugas dari kepolisian. Panitia telah menyiapkan kantung-kantung parkir di beberapa titik, seperti di Jalan ABC, Jalan Banceuy, Basemen Alun-alun Bandung, dan Jalan Belakang Factory.

Dari titik-titik tersebut, para pengunjung bisa berjalan kaki menikmati kemeriahan puncak Asia Africa Week 2018. Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung Yayan A Brillyana mengatakan, acara ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung menggelorakan semangat Konferensi Asia Afrika. Semangat persatuan, kemerdekaan, dan perdamaian yang ingin terus digelorakan ke seluruh penjuru dunia, akan terpancar dari perayaan ini. Even ini menguatkan posisi Kota Bandung sebagai ibu kota Asia Afrika.

Bandung adalah kota dunia yang menyimpan sejarah yang amat penting. Karena konferensi itu, puluhan negara di Asia dan Afrika terinspirasi untuk memperjuangkan kemerdekaan mereka. Kegiatan karnaval sendiri akan mengambil rute dimulai dari Jalan Asia Afrika – Cikapundung Barat – ABC – Naripan – Tamblong, dan berakhir kembali di Jalan Asia Afrika. Parade aan Konferensi Asia-Afrika yang berlangsung pada tahun 1955; peristiwa bersejarah yang menjadi inspirasi acara. Parade akan dibuka oleh Tari Jaipong yang melambangkan penyambutan dari warga Bandung dan Jawa Barat, lalu dilanjut marching band dari Jabar Drum Corps yang pernah meraih juara dunia di Malaysia. Parade akan dibuka oleh Tari Jaipong yang melambangkan penyambutan dari warga Bandung dan Jawa Barat, lalu dilanjut marching band dari Jabar Drum Corps yang pernah meraih juara dunia di Malaysia. Parade akan dipimpin oleh rombongan Detasemen Kavaleri Berkuda, kemudian disusul oleh delegasi-delegasi dari berbagai negara.

Setelah rombongan Korea Culture Centre, parade mancanegara dilanjutkan dengan rombongan dari 14 negara lainnya, termasuk Inggris, Australia, India, Italia, dan Jepang. Juga ada perwakilan dari negara Madagaskar, Tajikistan, Azerbaizan, dan Kuwait, sebelum disambung dengan rombongan dari provinsi dan kabupaten-kota di Indonesia. Delegasi Kab Pidie Jaya dari Nangroe Aceh Darussalam menjadi rombongan pertama dari dalam negeri disusul Kab Sragen, Kota Pekalongan, Jambi, Banjarmasin, dan provinsi Kalimantan Timur. Setelah keseruan rombongan dalam negeri, parade  berlanjut ke rombongan Bandung, dimulai dengan perguruan silat Sabuk Putih. Diikuti oleh berbagai komunitas, sekolah, dan kampus di Bandung, seperti komunitas mahasiswa Lampung di Bandung dan paguyuban sepeda baheula.  Juga turut berparade Himpunan Peternak Domba Kambing DPC Bandung dan Unit Kesenian Bali Maha Gotra Ganesha / Institut Teknologi Bandung.

 

 

Beraneka ragam sekali peserta  dan akan membuat suasana sangat meriah. Keseruan ini akan dibuka oleh Eshty Reko Astuti mewakili Kemenpar. Karnaval Asia Afrika adalah acara satu hari yang akan menampilkan parade kostum terbaik dari negara-negara di Asia dan Afrika. Festival ini bertujuan untuk memperingati konferensi negara-negara di Asia dan Afrika dengan tujuan mempromosikan kerja sama ekonomi dan kebudayaan Asia Afrika melawan kolonialisme atau neokonolialisme. Even ini sekaligus menjadi momentum untuk mempromosikan dan merayakan Indonesia ke seluruh dunia dan dipandu oleh Pesona Indonesia, Kementerian Pariwisata, dan Pemerintahan Kota Bandung. Sebagai tuan rumah penyelenggara Konferensi Asia-Afrika 63 tahun yang lalu, semangat perdamaian dunia masih terus dikenang di Kota Bandung, yang dijuluki “Ibukota Asia-Afrika”. Bagaimana tidak? Dalam kondisi negara yang baru saja 10 tahun merdeka, Bandung dan Indonesia telah berhasil menyelenggarakan konferensi tingkat dunia guna memerdekakan negara-negara yang ada di benua Asia dan Afrika.

Pada tahun 1955 bukanlah hal yang mudah untuk menyelenggarakan konferensi sebesar itu. Terlebih, kekuatan Blok Barat dan Blok Timur tak bisa dibandingkan dengan kekuatan negara-negara Non-blok.

Akan tetapi, guna mencapai cita-cita bangsa pada Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “oleh karena itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan…” pemerintah dan masyarakat bergotong royong mensukseskan Konferensi Asia-Afrika.

 Soekarno pernah memberikan wejangan, “Kalau Barong Liong Sai dari Tiongkok bekerja sama dengan Lembu Nandi dari India, Spinx dari Mesir, Burung Merak dari Birma, Gajah Putih dari Siam, Ular Hidra dari Vietnam, Harimau dari Filipina, dan Banteng dari Indonesia, maka pasti hancur-lebur kolonialisme internasionalisme”. Wejangan tersebut kemudian digaungkan dalam rapat-rapat umum, sehingga semangat perdamaian dunia di Indonesia telah tercipta puluhan tahun yang lalu sebelum Indonesia merdeka. Kota Bierville, Prancis, dan Kota Brussel, Belgia, menjadi saksi saat mahasiswa-mahasiswa Indonesia ikut memainkan peranan dalam membangkitkan jiwa solidaritas Asia-Afrika pada 1926-1927.

Gagasan untuk menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika pertama kali dicetuskan pada saat berlangsungnya Konferensi Kolombo. Pada saat itu, 5 negara pencetus memberikan tanggapan bahwa diperlukan lebih banyak negara non-blok untuk mencapai cita-cita kemerdekaan dunia. Akhirnya, ditentukanlah pelaksanaan Konferensi Bogor sebagai pertemuan awal dalam mempersiapkan penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika. Lima negara Konferensi Kolombo akhirnya bertemu kembali di Konferensi Bogor. Indonesia diwakili Perdana Menteri Ali Sastroamijoyo, Burma diwakili U Nu, India diwakili Jawaharlal Nehru, Sri Lanka diwakili Sir John Kotelawala, dan Pakistan diwakili Muhammad Ali. Perwakilan dari lima negara itu kemudian bersidang di Istana Bogor bersama Ir. Soekarno dalam mempersiapkan penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika. 

Banyak ketegangan yang terjadi di Konferensi Bogor, di antaranya saat memutuskan untuk mengundang Tiongkok, namun negara anggota Konferensi Bogor berempati pada negara-negara di Timur Tengah.  PM Ali Sastroamidjoyo yang menjadi penengah ketegangan itu Belum lagi, perseteruan antarnegara yang masih menunjukkan ego dan kebangsaannya, mengingat hampir seluruh negara peserta masih terhitung muda dalam usia kemerdekaan.  Setelah Konferensi Bogor, dibentuklah Panitia Lokal pelaksana Kongerensi Asia-Afrika di Bandung. Merekalah yang menyiapkan akomodasi, jadwal kegiatan, dll sesuai kebutuhan konferensi. Gedung Concordia yang merupakan pusat kebudayaan bagi para kaum elite Hindia Belanda, diubah menjadi Gedung Merdeka. Jalan sepanjang Concordia dari Masjid Raya Bandung sampai Simpang Lima diubah menjadi “Asia-Afrika”. Masyarakat dilibatkan dalam persiapan akomodasi.  Tak sedikit pribumi elite yang merelakan kendaraannya untuk menjadi transportasi bagi para delegasi KAA. Puluhan ton bahan bakar disiapkan demi kelangsungan acara.  Bahkan beberapa daerah di Bandung, listriknya dipadamkan hanya untuk penerangan di Jalan Asia-Afrika dan sekitarnya.  Banyak halangan yang terjadi sebelum pelaksanaan konferensi. Saat konferensi pun, tak luput dari masalah yang tiba-tiba terjadi seperti Gedung Merdeka kebanjiran saat hujan lebat. Namun, melalui semangat kebersamaan Bandung, konferensi dapat berjalan dengan lancar sampai acara penutupan yang dilaksanakan bersamaan dengan hari pertama bulan Ramadhan.  Ir. Soekarno membukanya secara resmi dengan pidato kenegaraan, saat kalimat “Let This Conference be A Great Success” menjadi kalimat yang luar biasa dibanggakan oleh negara-negara peserta Konferensi Asia-Afrika.  Semangat Bandung kala itu tak dapat kita bayangkan lagi. Dalam kondisi negara yang baru saja merdeka, semua bergotong-royong demi kesuksesan penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika. Selain itu, semangat untuk menggaungkan kemerdekaan negara-negara Asia-Afrika terbangun dari seluruh anggota konferensi.  Tahun demi tahun setelah tercetusnya Dasasila Bandung tersebut, negara-negara Asia-Afrika pun menemukan kemerdekaannya.

 

Hasil Rakornas Kementrian Pariwisata I

By | Tips | No Comments

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata I Kementerian Pariwisata berakhir, Jumat (23/3) sore.
Rapat di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), menghasilkan sejumlah rumusan. Dan ini akan menjadi landasan dalam menentukan program utama Kemenpar tahun 2018.
Staf Khusus Bidang Komunikasi Kemenpar, Don Kardono, mengatakan destinasi digital dan nomadic tourism merupakan sebuah terobosan.
Sebuah langkah nyata untuk mengembangkan pariwisata Indonesia. Keduanya sangat tepat diaplikasikan untuk menjawab tantangan saat ini.
“Tidak bisa dipungkiri, industri digital telah mengubah dunia dengan generasi milenia-nya. Dari tiada menjadi ada. Mengubah seluruh tatanan. Baik itu pekerjaan, pola hidup, maupun perilaku berwisata. Destinasi digital dan nomadic tourism adalah formula tepat untuk menjawab tantangan tersebut,” ungkap Don Kardono.

Mengenai destinasi digital Don Kardono mengatakan, gaya hidup wisatawan milenia adalah serba digital. Generasi yang disebut generasi zaman now, mencari informasi destinasi, memperbandingkan antar produk melalui digital. Untuk itu, destinasi pun berubah ke arah destinasi digital.
Konsepnya harus yang Instagramable. Dekorasi harus bagus. Agar terlihat kece buat berselfie. Destinasi digital memiliki positioning, differentiation, dan branding.
Positioning-nya, yaitu esteem economy. Differentiation-nya Instagrammable dan digitalable photogenic. Sementara branding-nya, menjadi destinasi zaman now.
“Destinasi digital ala anak-anak GenPI, konsepnya simple. Tetapi, dipikirkan matang. Sangat Instagramable. Kalau di foto, layak posting di medsos, dan banyak likes, comments, banyak repost, share, dan interaksi positif. Saat ini sudah ada 11 pasar digital ala anak GenPI. Tahun ini target Kemenpar membangun 100 destinasi digital baru,” ujar Don Kardono.


Don Kardono menambahkan, destinasi digital bikinan GenPI ini memberikan commercial value dan creative value. Anak-anak GenPI bisa menciptakan bisnis bidang 3A (Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas) di destinasi wisata.
Dijelaskannya, untuk membuat destinasi digital dibutuhkan peran aktif pemerintah daerah. Dalam hal ini, pemerintah daerah wajib menyediakan lahan dan infrastruktur dasar. Yaitu terdiri dari Jalan, Air, Listrik (JALIS), juga utilitas dasar berupa telekomunikasi yaitu koneksi WiFi, serta manajemen sampah, toilet.
“Kami akan mendorong peran aktif daerah untuk segera menyiapkan segala kebutuhan dasar. Sehingga percepatan dapat dilakukan,” paparnya. Langkah selanjutnya ialah membentuk GenPI.
“Karena nantinya destinasi digital ini di gerakkan oleh GenPI. Tanpa GenPI destinasi digital ini tidak akan booming. Karena GenPI lah yang memviralkan distinasi ini di media sosial,” paparnya. Kesimpulannya, Kemenpar segera dibentuk Tim Training On Trainer (TOT) untuk membentuk GenPI-GenPI baru di Provinsi yang belum terbentuk, serta mengaktivasi GenPI yang sudah terbentuk.
“Nantinya secara pararel Kemenpar membentuk Tim TOT Destinasi Digital, dengan target 100 Destinasi Digital di 34 Provinsi di bulan Oktober 2018,” jelasnya.

Percepatan pun dilakukan untuk Nomadic Tourism. Inilah gaya berwisata baru ala milenia.
“Ini merupakan solusi pembangunan amenitas yang dibutuhkan Indonesia. Kalau membangun amenitas berupa hotel atau penginapan. Berapa miliar yang kita butuhkan. Solusinya nomadic amenitas. Medianya bisa berupa caravan, glamcamp, atau homepods,” ujar Don Kardono.
Mengenai aksesibilitas, nomadic tourism menggunakan konsep yang simpel. Artinya para wisatawan bisa lebih cepat bisa sampai ke destinasi. Tawarannya ada di seaplane, helicity, dan live a board.
“Untuk aksesibilitas, dibutuhkan solusi yang sesuai. Aksesibilitas fokus ke kondisi sekarang yang sedang tren. Kebutuhan ini harus dikejar karena pengembara dunia suka akses yang simpel. Ketiga moda itu sangat mengakomodir wisatawan saat ini,” urainya.


Untuk itu Rakornas Pariwisata I Tahun 2018 memberikan rekomendasi percepatan Deregulasi terkait operasional Caravan sebagai Nomadic Tourism Amenities, Sea-Plane dan Live a board sebagai Nomadic Tourism Access, berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan.
Selain itu juga merekomendasikan percepatan Deregulasi terkait perizinan pemanfaatan Taman Nasional sebagai Glamping Ground, berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan.
Kemenpar juga merekomendasi untuk percepatan Deregulasi pajak bea masuk impor yang terkait dengan investasi Nomadic Tourism, berkolaborasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal.
“Semua sudah kita proses. Respon positif juga diberikan oleh lembaga yang membawahinya,” kata Don Kardono. Selain itu Kemenpar juga mendorong Pemerintah Daerah untuk mendata wilayahnya yang berpotensi dibangun Nomadic Tourism Amenities. Sehingga bisa segera berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata.


“Kami harapkan data dimaksud selambat-lambatnya diterima oleh Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata di tanggal 30 April 2018. Kelengkapan data antara lain Lokasi dengan titik GPS dengan menyebutkan atraksi utama (alam) di daerah tersebut,” jelas Don Kardono. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan hasil yang luar biasa dicapai dengan cara yg tidak biasa. Destinasi digital dan nomadic tourism merupakan cara yang tidak biasa. Tetapi menjadi sebuah solusi untuk mencapai hasil yang maksimal.


“Saya perkirakan kedua-duanya akan meledak. Karena ini merupakan sebuah solusi atas permintaan pasar. Secara geografis pun ini sangat mungkin dilakukan,”
Menteri Pariwisata Arief Yahya juga menjelaskan, Destinasi Digital dan Nomadic Tourism memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Treatmenya juga relatif mudah.
Idealnya seluruh stakeholder pariwisata baik itu pemerintah maupun industri segera mengembangkan bisnis ini, sehingga percepatan dapat dilakukan.
“Destinasi Digital dan Nomadic Tourism merupakan sebuah solusi ideal pariwisata Indonesia. Saya menyebutnya 5S, Solusi Sementara, Sebagai Solusi Selamanya,” kata Menpar Arief Yahya.

Sumber :  Tribunnews

Wow ada event seru di sukabumi namanya Upacara Adat Sedekah Bumi

By | Tips | No Comments

Upacara Adat Sedekah Bumi yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Maret 2018 dari Pukul 08.00 WIB s/d selesai 

Kegiatan ini dilaksanakan di Lapang koperasi Moteker Kecamatan Baros Kota Sukabumi.

Kegiatan apa sih itu…? mau tau.? Kegiatan seperti apakah Upacara adat tersebut.?

Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan Upacara Adat SEDEKAH BUMI ini merupakan fragmen dari kegiatan SEREN TAUN yang wajib dilaksanakan setiap tahun di seluruh peloksok teritorial Pajajaran (kabuyutan). 

Baik di Dayeuh Pakuan (Ibu Kota/Pusat Pemerintahan) maupun di seluruh wilayah Raja-raja Daerah (semacam wilayah Kabupaten) dan Kapuunan (semacam wilayah Kecamatan). Upacara Adat Sedekah Bumi merupakan salah satu perwujudan dari HARMONISASI HUBUNGAN antara Manusia dengan Alam dan Manusia.

dengan Manusia serta Manusia dengan Tuhannya yang dimanifestasikan dalam prosesi Ritual Sunda jaman dahulu  

selain sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah nikmat yang telah dikaruniakan oleh Yang Maha Kuasa. 

Upacara Adat Sedekah Bumi yang di digelar, hanya berupa fragmen yang berhasil direvitalisasi

berdasarkan hasil kajian yang bersifat tradisional. 

Kegiatan ini dapat dikatakan gelaran sekarang karena isi dari kegiatan disesuaikan dengan kondisi masyarakat sekarang, 

namun tidak mengurangi filosofi dan tingkat kesakralan kegiatan tersebut.

Dalam Acara ini berbagai kesenian daerah  khas jawa barat pun tampil 

Diantaranya Ngarak Dongndang,  pencak silat,  angklung, tarian khas jawabart dan yang paling di tunggu tunggu ada juga pertunjukan Wayang golek pada malam harinya di mulai dari pukul 19.30 WIB s/d Selesai.

Banyak warga yang antusias untuk menyaksikan event yang digelar selama satu hari ini dari pagi sampai malam.

Banyak juga komunitas termasuk dari generasi pesona indonesia (Genpi) Sukabumi yang ikut berpartisipasi dalam event tersebut

Muda-mudi Sukabumi turut serta dalam penampilan sedekah bumi ini terutama dalam penampilan seni-seni yang akan di tampilkan.

Masyarakat jawa memang terkenal dengan beragam jenis tradisi atau budaya yang ada di dalamnya. salah satunya tradisi  sedekah bumi .

Kegiatan Upacara Adat Sedekah Bumi akan di Laksanakan lagi

By | Tips | No Comments

  SECARA HISTORY
Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan Upacara Adat SEDEKAH BUMI ini merupakan fragmen dari kegiatan SEREN TAUN yang wajib dilaksanakan setiap tahun di seluruh peloksok teritorial Pajajaran (kabuyutan). Baik di Dayeuh Pakuan (Ibu Kota/Pusat Pemerintahan) maupun di seluruh wilayah Raja-raja Daerah (semacam wilayah Kabupaten) dan Kapuunan (semacam wilayah Kecamatan).
Upacara Adat Sedekah Bumi merupakan salah satu perwujudan dari HARMONISASI HUBUNGAN antara Manusia dengan Alam dan Manusia dengan Manusia serta Manusia dengan Tuhannya yang dimanifestasikan dalam prosesi Ritual Sunda jaman dahulu selain sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah nikmat yang telah dikaruniakan oleh Yang Maha Kuasa.

Upacara Adat Sedekah Bumi yang akan digelar, hanya berupa fragmen yang berhasil direvitalisasi berdasarkan hasil kajian yang bersifat tradisional. Kegiatan ini dapat dikatakan gelaran sekarang karena isi dari kegiatan disesuaikan dengan kondisi masyarakat sekarang, namun tidak mengurangi filosofi dan tingkat kesakralan kegiatan tersebut.

Hari jadi Kota Sukabumi ke 104

By | Tips | No Comments

Tahukah kalian Kota Sukabumi sekarang sudah berumur 104 tahun , umur yang terbilang sudah tidak muda lagi. kota yang di juluki sebagai Kota Moci, Kota Santri dan Kota Polisi ini memiliki Suasana yang sejuk dan asri karena di kelilingi oleh beberapa gunung diantaranya Gunung Gede dan gunung Pangrango, anak anak zaman now menyebutkan Kota Sukabumi dengan sebutan Kota Kecil sejuta cerita, ya, memang karena Kota Sukabumi merupakan Kota dengan wilayah Adminitratif terkecil dijawabarat hanya memliki Luas 48.42 km2. Terdiri dari 7 Kecamatan dan 33 Kelurahan dengan Populasi Total sekitar 321,097 jiwa (data BPS Kota Sukabumi tahun 2016). berbeda dengan kabupaten sukabumi yang memiliki luas terbesar di pulau jawa dan Bali. karena itu Kota dan kabupaten Sukabumi tidak bisa terpisahkan keduanya bagaikan suatu ikatan yang sangat erat dan saling membutuhkan.


Walaupun kota sukabumi di sebut wilayah terkecil di Jawabarat tapi jangan salah destinasi wisatanya pun tak kalah dengan kota kota lainnya di Indonesia, mau tahu..? Di Kota Sukabumi ada beberapa destinasi wisata yang tersebar di pusat kota dan perbatasan dengan wilayah Kabupaten Sukabumi, diantaranya yaitu wisata kreatif dengan andalannya yaitu kuliner dan fashion. ada banyak sajian kuliner yang harus kalian coba ketika berada di Kota Sukabumi, ada yang bilang ga akan kompilt kalau ke kota sukabumi tidak mencoba kulinernya, ini dia diantaranya selain mochi Sukabumi yang sudah terkenal sampai ke mancanegara ada juga Bubur Bunut, Bandros Ata, Sekoteng Singapoer, Nasi uduk Ungu, Mie Bakso Super H Achmad Sudja’i, Tutug Oncom, Geco alias Toge dan Tauco, Roti priangan, Bolu Pisang Sukabumi, surabi dan yang lainnya.

Moci

Tidak hanya Kulinernya saja Fashion di Kota Sukabumi cukup terkenal diantaranya ada batik kota sukabumi yang mulai di gendrungi oleh masyarakat lokal maupun masyarakat di luar Kota Sukabumi.
setelah wisata kreatif ada juga Wisata cagar budaya, nah wisata cagar budaya ini meliputi bangunan heritage yang menjadi legenda di kota sukabumi mau tau ada apa aja..? salah satunya ada Balaikota Sukabumi yang merupakan bangunan administratif utama bagi pemerintahan kota dan biasanya memuat dewan kota, departemen terkait dan para pegawainya. Di sinilah, walikota menjalankan fungsinya, kemudaian ada Stasiun Sukabumi yang dibuka pada tahun 1882, Rumah Bekas Tahanan Bung Hatta dan Syahrir merupakan Rumah khas Belanda yang dibangun pada tahun 1926, Gereja siding Kristus Sukabumi yang berdiri sejak tahun 1911, kemudian ada Vihara Widhi Sakti pertama kali dibangun pada tahun 1916 ada lagi Gedung Juang sukabumi yang berdiri sejak Tahun 1906 yang fungsi awalnya sebagai sebagai tempat pertemuan masyarakat dan dari situlah nama societeit soekamanah diberikan kepada gedung ini, masih ada lagi wisata cagar budaya yang harus kalian kunjungi ini dia Museum Pegadaian sukabumi Museum pertama di Indonesia yang memperkenalkan berbagai hal tentang sejarah kepegadaian, terletak di Jalan Pelabuhan II Citamiang, Kota Sukabumi Berada di satu lokasi dengan kantor pegadaian Sukabumi yang didirikan pada tanggal 1 April 1901, ada juga Kantor Pos Sukabumi yang dibuka pada tanggal 1 Mei 1873.

Terakhir Kota Sukabumi juga memiliki wisata alam diantaranya ada Kawasan Agroeduwisata Cikundul sebagai edukasi, konservasi dan wisata yang berbasis pertanian dan satu lagi ada pemandian air panas Cikundul berbasiskan sumberdaya alam yaitu air panas.

Hari Ulang Tahun Kota Sukabumi yang ke-104 jatuh pada tanggal 1 April 2018, ada beberapa rangkaian yang merupakan bagian dari kemeriahan ulang tahun Kota Sukabumi diantaranya Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DISPORAPAR) kota Sukabumi menggelar “HELARAN SENI BUDAYA JAWA BARAT” yang sangat di tunggu tunggu oleh masyarakat sukabumi dan sekitarnya, diikuti oleh beberapa kota dan kabupaten di jawa barat dan 7 kecamatan di kota sukabumi yang akan diselenggarakan pada hari Kamis, 29 Maret 2018.
Helaran Budaya yang menampalkan ragam rupa keunikan seni dan budaya daerah di Jawa Barat ini akan dilaksanakan dengan rute start dari lapang merdeka kota sukabumi, dan berakhir di depan Balaikota Sukabumi jl. Syamsudin SH dengan menampilkan performing art masing – masing peserta.

Suguhan penampilan yang menarik tentunya akan membuat kagum para pemgunjung yang hadir ada banyak penampilan dalam gelar acara helaran tersebut, seperti ada angklung dari kabupaten sumedang, singo barong dari pangandaran, penampilan bebegig dari kabupaten garut, ngala belut dari kabupaten cianjur, penampilan tari – tarian dan promosi pariwisata dari kabupaten sukabumi, dan penampilan dari 7 kecamatan se-Kota Sukabumi akan menampilkan keunikan kecamatan masing -masing seperti penampilan Tari Mochi, boles, ngagotong lisung, pencak silat, ngageulis, Perkumpulan seni cibeureum, buah naga dan lain lainnya.
acara helaran ini akan digelar mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai, banyak masyarakat yang antusias untuk menyaksikan perhelatan tahunan ini di Kota Sukabum, bahkan beberpa komunitas yang ada di Kota Sukabumipun akan ikut memeriahkan acara tersebut termasuk anak anak dari Generasi Pesona Indonesia (Genpi) ikut andil dalam kegiatan tersebut.
ada yang menarik juga dari Acara Helaran Seni Budaya ini dimana setiap peserta akan diberikan penilaian dan tentunya mendapatkan hadiah berupa tropy dan uang pembinaan, di nilai oleh tim juri dari panitia acara dengan kriteria penilaian dilihat dari kreativitas, penampilan, lokalitas, artistik, keutuhan, bentuk serta totalitas.
tunggu apalagi yuk datang ke Kota Sukabumi Kota Kecil Sejuta cerita, dan rasakan keseruan pada acara Helaran Seni Budaya Jawa Barat dalam Rangka Hari Jadi Kota Sukabumi yang ke 104 Tahun.

2nd Anniversary Gadis Hammockers

By | Tips | No Comments

” 2nd Anniversary Gadis Hammockers” present :

– SIGARINTUNG – Si Gadis Ngariung Ngagantung –

Pesona hammocking bersama @gadis_hammockers, kuy ciptakan kesan dan nuansa nyaman diantara kita, hidupkan rasa kekeluargaan, sharing hammockers dan silaturahmi antar komunitas.

kegiatan akan di laksanakan :

Save the date :
🗓14 – 15 April 2018
📍Wana Mandala Cengkrong – Padalarang – Bandung Barat

💰 50K
Include
– tiket masuk
– tiket curug
– souvenir
– stiker
– sarapan
– jodoh jika kalian beruntung

Exclude :
– perlengkapan hammock camping flysheet dll (bagi yg tidak terbiasa tidur d hammock di perbolehkan membawa tenda)
– SleepingBag
– pakaian hangat
– Alat mandi
– alat masak(kompor,Nesting Dll)
– obat-obatan pribadi
.
Jangan lupa dateng yaa guys😽
Terbuka untuk UMUM!!!
Salam Gantung Indonesiaaaa
Gak Ada Gadis, Hammockmu Gak Rame !!!
.
.
Open Regist :
Mega : +62 857-9891-3136
Esya : +62 838-2197-3144

Transfer Via :
No.Rek BCA 3770379473 a/ Megaliani
.
.


Sponsor :
@EASHammock
@unistuff_id
@veet.clothier
@kletternoutdoorgearofficial
@lestari.florist
@owl.hammock
@sasumbing_semarang

.
Media Partner :
@hammock_id
@hammockersjabar
@hammockersjateng
@hammockers_sbg
@hammockersbekasi
@hammockerskarawang
@explorekendal
@jelajah_pendaki
@pendakimania
@pendaki_photograper
@lensapendakiid
@genpijabar
@curugmania
@sahabatpetualangrealadventure
.
.
.
#gadis_hammockers
#anniversaryGH
#salamgantung
#salamkepompong
#seeyouonthenexttrees
#keephangingandbesafe

FGD Calender Event telah di laksanakan

By | Tips | No Comments

Dalam mengawal keberlangsungan Calender of Event 2018, jajaran Kemenpar merapatkan barisan bersama dalam kegiatan workshop internal.

Acara Workshop/Coaching Penyelenggaraan Calendar of event 2018 yang berlangsung hari ini 19 Maret 2018, bertempat di Balairum Soesilo Soedarman, Gd. Sapta Pesona Kemenpar Jakarta.

Calender of Event (CoE) 2018 adalah kalender kegiatan yang menghimpun “100 Wonderful Events” dan “100 National Events”. Merupakan upaya konkret Kemenpar dalam mendukung promosi dan meningkatkan kunjungan wisatawan.

Sebanyak 6 pembicara berbagi ilmu dalam acara Workshop internal , yaitu Jacky Mussry, Dwiki Dharmawan, Samuel Wattimena, Dynand Fariz, Denny Malik, dan Ndang Mawardi.

#FGDCalenderOfEvent2018
#Genpi

Selamat Hari Musik Nasional

By | Tips | No Comments

Yadi mulyadi sebagai konduktor di acara bermusik angklung yang malam ini sedang berlangsung. Berkolaborasi dengan mahasiswa UPI, ISBI dan UNPAS Bandung dalam menghentakan musik modern dan tradisional diantaranya angklung, gitar, keyboard, adapun biola dan selo yang dapat memperindah mahakarya musik ini.

SORA merupakan konser angklung yang bertujuan untuk memulai proses pengkaryaan dalam musik angklung. Komposisi original dengan tetap mempertahankan karakter dari musik angklu g tanpa meninggalkan aspek”menghibur” sebagai sebuah pertunjukam musik akan disuguhkan dalam satu paket pertunjukan yang menarik.

Lahir di bandung, 6 januari 1982 memiliki dua orang putri bernama Nada Tazkiya dan Ritmyka Nafsya dari istrinya Grace Anata (www.bagrace.co.id). Pendidikan terakhirnya di Institute Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Program Magister Penciptaan dan Pengkajian Seni. Sejak 2001telah menjadi guru musik dan pelatih angklung di beberapa sekolah di kota Bandung. Saat ini,kang yadi menjadi salah satu dosen Prodi Bambu di Institute Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Trainer Pelatih Angklung. Penulis Buku Angklung dan membuat karya musik Angklung. Kesibukan lain dari kang Yudi adalah menjad juri dari berbagai lomba Angklung serta aktif berkegiatan di yayasan Iwung Foundation yang di ketuai-nya.

Lima belas tahun berkecimpung di dunia musik angklung dengan berbagai prestasi dan penghargaan baik sebagai pelatih,komposer, pembicara dalam berbagai workshop musik, dan juga prestasi dalam berbagai festival baik dalam ataupun luar negeri, membuktikan kecintaanya terhadap angklung tidak perlu diragukan lagi.

Konser SORA salah satu bentuk sumbangsihnya akan dunia musik angklung. sesuai dengan cita-citanya agar angklung memiliki identitas original dalam bentuk karya.

EXPLORE AIR TERJUN WERINGIS DENGAN VIEW DRAMATIS DAN ROMANTIS

By | Tips | No Comments

Air terjun weringis diantara terasering 

Sabtu siang yang jenuh membuat saya rasanya ingin pergi ke suatu tempat yang menyenangkan, melakukan petualangan mengeksplore tempat baru yang dan dapat memacu adrenaline.

Terlintas untuk mencari keberadaan sebuah air terjun yang kata beberapa orang, air terjun itu sangat cantik dan menawan. Selain itu letak nya yang berada di antara lembah terasering membuat keberadaan air terjun yang satu ini sangat dramatis.

saya pun melakukan sedikit persiapan, berkemas barang-barang yang mesti saya bawa menuju air terjun yang dimaksud. Kamera, phonsel, air mineral, makanan ringan, dan sepeda motor.

Akhirnya saya bersama 4 rekan saya memulai perjalanan menuju air terjun weringis, begitulah masyarakat menamai air terjun yang satu ini.

Perjalanan kami dimulai dengan melewati jalan pemukiman warga, di daerah putrapinggan, kecamatan kalipucang, kabupaten Pangandaran. jalanan sudah cukup bagus dengan kontruksi semi beton, namun sedikit berlubang. Karena keberadaan air terjun weringis berada di perbukitan , jalan yang kami lalui sedikit menanjak dan berbelok.

Rekan kami yang menggunakan motor trabas lebih gampang dibanding rekan saya yang lain yang menggunakan motor matic, sedikit penuh perjuangan, karena ada satu lokasi yang kontur jalannnya sangat berbelok dan menanjak.

Namun semangat untuk menuju air terjun tidak menyurutkan kami, sebaliknya kami merasa senang, adrenaline kami terpacu bebas lepas dan puas, seperti yang saya inginkan.

Lama perjalanan kurang lebih sekitar 30 menit dengan jarak temput sekitar 10 km dari jalan utama. Sepanjang perjalanan merupakan pemukiman warga yang rumahnya jarang-jarang dan kadang berkelompok di bukit satu dengan yang lainnya.

Kontur perbukitan membuat sebagian masyarakat disini menanami kebunnya dengan tanaman rempah-rempah seperti cengkeh, lada, kapol/kapulaga, jahe, kopi dan berbagai jenis tanaman kayu.

Dari bukit di wilayah putrapinggan kita dapat melihat laut lepas dibagian selatan kabupaten pangandaran yang memiliki perbatasan langsung dengan samudra hindia. Sehingga iklim di pangandaran banyak di pengaruhi oleh iklim ari benua Australia dan sangat cocok untuk lahan perkebunan.

Tanaman perkebunan disini tumbuh dengan subur dan merupakan komoditas utama bagi pertanian masyarakat pangandaran, yang sebagian masyarakatnya merupakan petani dan nelayan.

Perjalanan kami ternyata tidak memerlukan waktu yang lama, akkhirnya kami hampir sampai di tempat yang kami tuju, walau sedikit kesasar akhirnya kami memutuskan bertanya kepada warga setempat mengenai keberadaan curug weringis tersebut.

Dengan ramah warga tersebut memberikan petunjuk kepada kami lokasi curug weringis. Karena lokasinya yang berada di lembah, jadi perjalanan kami lanjutkan dengan sedikit berjalan kaki, melewati kebun kapulaga. motor kami parkir dihalaman rumah warga, kami percaya motor kami aman disana. dan sebagai ucapan terima kasih kami pulangnya berniat memberi sedikit rejeki kepada warga yang sudah kami titipi motor.

“wow” merupakan hal pertama yang saya serukan, setelah kami melihat sawah yang terbentang di hadapan kami.

lereng-lereng hijau kontras degan sawah terasering membuat kami terpukau, sekejap perjalanan yang melelahkan tadi hilang sudah, semuanya terbayar oleh pemandangan sawah bertingkat dengan padinya yang mulai menguning.

Rasanya seperti berada di Bali, padahal ini di Pangandaran, Balinya Jawa Barat. Sekeliling kami Nampak asri dan menyegarkan mata. Pesawahan terasering kontras dengan pohon kelapa di beberapa sudutnya. Menambah kesan pulau tropis yang membuat siapa saja ingin berlibur dan menghabiskan waktu dengan bersantai malas.

Tidak hentinya saya bersyukur dan kagum dengan pemandangan yang indah ini, amazing pokoknya, kalian mesti datang kesini dan rasakan sendiri petualangan yang sesungguhnya.

Namun kami tidak berhenti disitu karena tujuan kami adalah menuju lokasi air terjun yang berada di balik bukit pesawahan terasering itu, kami berjalan melewati pematang sawah dengan sesekali foto selfie. lumayan buat nambah feed dan bikin envy fakir pikinik.

Baru saja berjalan sebentar terdengar suara air bergemuruh, seperti jatuh seperti dari langit. Kami pun semakin penasaran dengan apa yang kami cari. sepertinya sudah sangat dekat keberadaan air terjun yang kami cari, Air terjun Weringis.

Dengan rasa penasaran yang sangat besar, perlahan kami melihat dari kejauhan garis-garis putih yang berjatuhan pada dinding batu hitam. berseri-seri seperti mamanggil-manggil kami untuk segera menghampirinya lebih dekat.

Diantara sawah terasering yang hijau air terjun itu tampak seperti garis-garis putih yang menjuntai panjang mirip rambut putih bidadari yang tergerai panjang. dibawah air terjun tumbuh beberapa pohon kelapa yang semakin membuat air terjun itu sangat dramatis. saya seperti di dalam film bajak laut dimana ada air terjun di antara pohon kelapa di sebuah pulau tropis.

sulit di ungkapkan dengan kata-kata, perjalan yang penuh energy dan memacu penuh adrenaline, terbyarkan dangan panorama surge yang tersembunyi di antara bukit hijau dan sawah terasering.

tidak hanya berdiam diri kami melanjutkan perjalanan ke bawah menuju air terjun itu, menapaki teras-teras sawah kami menyempatkan berfoto, lumayan deh udah jauh-jauh masa gak bawa bukti, ya cukup foto yang bikin kesel teman-teman yang belum datang kesini.

sekitar 10 menit meniti jalan di lereng bukit terasering, akhirnya kami sampai juga di air terjun yang memukau ini, tidak hentinya kami berdecak kagum dengan keindahan yang tuhan berikan ke pada negeri ini. tebing batu hitam setinggi  kurang lebih 50 meter mengalir air jernih membentuk untaian lembut aliran air yang menyejukan. air tejun weringis sungguh cantik, dan masih sangat alami, jarang masyarakat yang tau keberadaan air terjun ini. walau letaknya sangat mudah dijangkau, namun karena belum banyaknya infromasi mengenai keberadaan air terjun weringis membuat air terjun weringis tidak sepopuler beberapa air terjun yang ada di pangandaran.

air terjun ini belum dikelola oleh siapapun sebagai objek wisata, padahal pemandangan disini memungkinkan kawasan air terjun yang berada diantara lembah terasering manjadi daya tarik tersendiri.

asal di kelola dengan baik pasti akan memberikan dampak yang posistif bagi ekonomi warga sekitar. namun terlepas dari itu semua kami bersyukur karena kami masih dapat menikmati keindahan air terjun weringis tanpa banyak orang yang datang.

pokonya puas sekali dapat melihat dengan mata kepala sendiri air terjun yang memukau ini, kalian mesti datang untuk melihatnya langsung.

Catatan kecil.

jika ingin berkunjung ke air tejun weringis lebih asik saat musim tanam padi, atau ketika sawah teraseringnya sedang ditanami padi, karena selain pemandangan air terjun yang cantik, sawah terasering disana bakal membuat kalian gak akan melewatkan moment berfoto dengan latar terasering. dijamin bikin baper teman-teman yang kurang piknik.

karena belum ada warung dan fasilitas lengkap, diusahakan kalian harus mempersiapkannya dengan matang. walau lokasi dekat perumahan warga, tidak lucu kan sampai sana kehausan dan lupa bawa air mineral. kalo kalian bisa minum air sungai sih gak papa, paling nanti dikira kodok ngorek di pinggir kali.