Category

Nasional

Asia Afrika Festival kembali digelar di kota Bandung

By | Event, Nasional | One Comment

Asia Afrika Festival digelar di kota Bandung

Bandung – Asia Afrika Festival 2019 di Bandung Berlangsung Juni Pemkot Bandung menjadwalkan Asia Afrika Festival (AAF) 2019 dilaksanakan pada akhir Juni ini. Acara tahunan yang sudah berlangsung sejak 2015 ini digelar sebagai salah satu top 10 event nasional. Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan secara umum tidak ada perbedaan AAF tahun ini dengan tahun sebelumnya. Acara akan dimulai pada bulan Mei dan puncaknya pada 29 Juni 2019. “Mudah-mudahan tahun ini dengan banyaknya pengalaman dan sosialisasi, sehingga keterlibatan masyarakat dan wisatawan bisa jadi triger perekonomian Bandung,” ujar Yana di Balai Kota Bandung.

 

Yana mengatakan saat ini Pemkot Bandung tengah melaksanakan proses administrasi pengiriman surat ke sejumlah negara sahabat yang tergabung dalam forum Asia Afrika. Diharapkan tahun ini akan lebih banyak negara sahabat yang bisa turut terlibat. Kadisbudpar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengatakan sejak pertama kali digelar jumlah pengunjung yang datang ke AAF terus meningkat. Bahkan tahun ini ia menargetkan bisa menggaet 100 ribu pengunjung. “Event ini bukan hanya milik Kota Bandung saja tapi sudah menjadi perhatian nasional,” katanya. Kenny menjelaskan sejak pertama kali digelar AAF akan dibagi menjadi tiga event yakni pra event, road to main event dan main event.

Dalam pra event akan ada dua sub event yakni Asia Afrika Ramadhan Fair dan Ngabuburit On The Street yang rencananya digelar pada 19 Mei hingga 9 Juni 2019. Kemudian road to main event akan digelar Asia Afrika X-Po dan Asia Afrika Geographic and Food Market dengan melibatkan UMKM, hotel dan resto binaan Disbudpar Kota Bandung. “Sebagai puncak acara AAF 2019 akan digelar di Jalan Sukarno dan Cikapundung Riversport pada 29 Juni 2019,” ujar Kenny. Asia Afrika Festival (AAF) tahun ini bakal digelar 29 Juni 2019. Festival ini juga akan menjadi gerbang Kota Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Experience Festival (WEF) 2020.

Gelaran WEF merupakan agenda rutin pagelaran budaya yang melibatkan lebih dari 70 negara. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari menuturkan, pada 2019 ini WEF bakal digelar di Rumania. Oleh karena itu, pada AAF 2019 ini, Kenny sengaja mengundang salah satu wali kota di Rumania. “Asia Afrika festival sebenarnya ada rangkaian untuk 2020 itu World Experience Festival. Ini semacam multiculture, heritage culture, dan salah satunya musik daerah. Kalau memang jodohnya, maka tahun depan akan ada 70 kebudayaan dari berbagai negara akan tampil di Kota Bandung. Inisiasinya kita akan mengundang Wali Kota Cluj Rumania untuk datang ke sini,” ucap Kenny Kenny memaparkan, WEF menjadi salah satu festival yang mendapat dukungan dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa Bangsa (UNESCO).

Karenanya, pihaknya kini terus berusaha agar UNESCO memberikan kepercayaan ke Kota Bandung untuk menjadi tuan rumah di 2020. Jika terpilih, lanjut Kenny, akan memberikan dampak positif kepada sektor pariwisata Kota Bandung. Tak hanya itu, WEF dapat membuka kerja sama dengan kota-kota dunia. “Keinginan menggelar World Experience ke Kota Bandung itu selain menarik wisatawan juga ingin menginisiasi kerja sama antarkota,” terang Kenny. Kenny melanjutkan, untuk AAF 2019 ini akan dibuka dengan rangkaian pagelaran tari mulai 29 Juni 2019.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Produk Seni dan Budaya Disbudpar Kota Bandung Sigit Iskandar menuturkan, pihaknya juga telah menyiapkan festival kuliner Asia Afrika. “Geografic dan food market Asia Afrika digelar di Braga 21-27 Juni. Beragam makanan Asia Afrika akan kita tampilkan,” ujar Sigit. Sigit menegaskan, sebagai acara utama AAF 2019 akan dilaksanakan pada 29 Juni mendatang dengan menampilkan karnaval budaya. AAF 2019 menempati posisi keempat acara unggulan di Indonesia dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia.
“Karena ada Pemilu dan masuk bulan puasa, sesuai dengan arahan Kemenpar maka jatuh pada 29 Juni. Di Agenda Kemenpar Asia Afrika Festival masuk ke jajaran top ten even nasional dan menempati peringkat keempat,” pungkasnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat antusias dengan kegiatan ini. Menurutnya, Asia Afrika Festival 2019 adalah event internasional yang selalu mampu menyedot wisatawan dalam jumlah tinggi.

“Asia Afrika Festival ini bukan event sembarangan. Ini adalah kegiatan internasional. Negara-negara tetangga selalu antusias ambil bagian dalam event ini. Kemasannya selalu menarik dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Setiap digelar, kemeriahan pasti tersaji,” tutup Menpar Arief Yahya.

(Asia Afrika Festival kembali di gelar)

Asia Afrika Festival kembali digelar di kota Bandung

Salah satu Event Kalender Pariwisata Asia Afrika Festival (AAF) tahun ini akan segera kembali digelar di Kota Kembang Bandung. Pertama kali digelar sejak tahun 2015, Asia Afrika Festival merupakan salah satu gebyar karnaval untuk memperingati kota Bandung sebagai ibu kota Asia Afrika. Acara ini diusung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota Bandung. Pada 2019 ini, AAF akan diadakan mulai dari pertengahan Mei hingga bulan Juni nanti. Meskipun bersifat lokal, tetapi acara ini boleh dibilang sebagai salah satu event yang menjadi perhatian nasional. AAF akan menyasar berbagai peserta dari berbagai daerah dan negara terutama yang dahulu pernah tergabung dalam Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955.

Kadisbudpar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengatakan bahwa peningkatan jumlah kunjungan ke acara ini terus bertambah sejak pertama kali diadakan. Pada tahun ini bahkan kunjungan ditargetkan dapat menggaet hingga 100 ribu pengunjung. Ditambahkan oleh Kenny, event ini nantinya akan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu pra event, road to main event, dan main event.

Pra event sendiri nantinya akan dibagi menjadi dua bagian sub event yang akan diselenggarakan mulai 19 Mei hingga 9 Juni 2019, yakni Asia Afrika Ramadhan Fair dan Ngabuburit On the Street. Untuk road to main event, rencananya akan digelar Asia Afrika X-Po dan Asia Afrika Geographic and Food Market yang akan melibatkan sejumlah pihak seperti UMKM, restoran dan hotel yang dibina oleh Disbudpar Kota Bandung.

Sementara itu main Event sebagai acara puncak akan digelar pada 29 Juni 2019 di Jalan Soekarno dan Cikapundung Riversport. Menurut Kenny, pembagian tiga event tersebut sudah diberlakukan sejak pertama kali AAF digelar. Pada 2018 lalu penyelanggaraan acara ini bahkan telah dimeriahkan oleh 2.876 peserta.

Tercatat, ada 15 provinsi di seluruh Indonesia yang tergabung di dalamnya, seperti Aceh, Lamandau, Jambi, Nias, Manado, Majalengka, Subang, Ciamis, hingga Banjarmasin. Tak ketinggalan 15 negara Asia Afrika juga ikut memeriahkan ajang tersebut. Karnaval tersebut melalui iring-iringan rute yang pendek, yaitu sekitar 1,2 km dari Jalan Asia Afrika, Jalan Cikapundung Barat, Jalan Naripan, Jalan Tamblong, hingga kembali lagi ke Jalan Asia Afrika. Lomba lari Unity Run dengan lintasan sepanjang 6.3 km juga menjadi salah satu kemeriahan yang tak terlupakan. Pengadaan AAF boleh dibilang merupakan salah satu upaya untuk menggelorakan kembali semangat Konferensi Asia Afrika yang pada masanya pernah dihadiri oleh 29 negara dari Asia dan Afrika. Sebagai lokasi pengadaan KAA, Bandung merupakan salah satu kota di dunia yang menyimpan sejarah dunia yang penting. Melalui peristiwa bersejarah tersebut, puluhan negara di Asia Afrika mendapatkan semangat dan inspirasi mereka untuk memperoleh hak kemerdekaan.

Gimana sobat wisata jangan lupa komentar di artikel Asia Afrika Festival kembali digelar di kota Bandung agar pembaca yang lain bisa mengetahui info-info tentang Asia Afrika lagi.

Presiden Jokowi Terima Obama di Kebun Raya Bogor

By | Berita, Nasional | No Comments

Meskipun awan mendung mengitari Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, namun tidak mengurangi kehangatan pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama di Istana Kepresidenan Bogor pada Jumat (30/06/2017).

Obama yang mengenakan kemeja lengan panjang, berwarna biru muda dipadukan dengan celana panjang berwarna gelap, tiba di Istana Kepresidenan Bogor pada pukul 15.30 WIB. Kedatangan mantan Presiden AS ini disambut langsung oleh Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo serta putra Presiden, Kaesang Pangarep.

Ketika memasuki Istana Kepresidenan Bogor, Obama terlebih dahulu mengisi buku tamu dan kemudian memasuki ruang Garuda Istana Kepresidenan Bogor untuk kemudian berbincang santai di beranda belakang. Setelahnya, Presiden Jokowi yang mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih kemudian mengajak Obama menuju Cafe Grand Garden, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari kawasan Istana Bogor dengan menggunakan golf cart.

Tiba di Cafe Grand Garden yang berada di kawasan Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi dan Barack Obama kemudian menikmati hidangan teh dan beragam jajanan pasar, seperti onde-onde, talam ubi, kue mangkok, panada cakalang, dan lemper ayam.

Saat tengah berbincang selama 10 menit, hujan pun turun, sehingga keduanya berpindah ke ruangan balkon cafe. Kali ini, bakso kuah menjadi jamuan yang menemani perbincangan keduanya di tengah hujan yang mengguyur kawasan Bogor.

Setelah berbincang cukup lama, Presiden Jokowi dan Obama pun mengakhiri pertemuan tersebut dengan berfoto bersama dan pada pukul 16.30 WIB, Obama meninggalkan cafe tersebut untuk kembali ke Jakarta dengan berkendaraan mobil.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan di tengah-tengah liburannya ke Indonesia, Obama telah meluangkan waktu untuk minum teh bersama Presiden Jokowi di Kebun Raya Bogor.

Retno menjelaskan bahwa undangan Presiden Jokowi kepada Obama sudah mulai disampaikan sejak awal 2015. “Undangan berlibur ke Indonesia diulang kembali pada saat Presiden Jokowi berkunjung ke Washington DC Oktober 2015,” ucap Retno.

Setelah Obama tidak menjabat lagi sebagai presiden, Presiden Jokowi kembali mengundang Obama untuk berlibur ke Indonesia. “Presiden mengirim undangan tertulis kepada Obama untuk berlibur ke Indonesia,” ujar Retno.

Sebelum tiba di Jakarta siang tadi, Obama terlebih dahulu menghabiskan waktunya di Indonesia dengan mengunjungi Pulau Bali pada tanggal 23-28 Juni 2017, dan Yogyakarta pada 28-30 Juni 2017. Esok hari, Sabtu 1 Juli 2017, rencananya Obama akan menjadi pembicara dalam Kongres Diaspora Indonesia ke-4. (Bey Machmudin)