Category

Event

Helaran Budaya Meriahkan Ultah Kota Sukabumi ke 104

By | Event | No Comments

Kamis, 28 Maret 2018 adalah event yang ditunggu – tunggu oleh masyarakat kota sukabumi khusus nyabudaya, karena Diporapar Kota Sukabumi menjadi penyelenggara Helaran Budaya dalam rangka memperingati HUT Kota Sukabumi yang ke 104.


Helaran budaya ini di hadiri oleh 15 Kota/Kabupaten di Jawa Barat dan 7 Kecamatan di Kota Sukabumi dengan menampilkan berbagai macam pertunjukan khas dari masing – masing peserta. Helaran budaya ini dimulai dari lapang merdeka kota sukabumi menelusuri jalan Re Martadinata – Jl. Siliwangi – Jl. RE Samsudin SH dan menunjukan atraksi khusus di depan para tamu undangan dan pejabat setempat yang menghadiri acara.
Penyelenggaraan acara Helaran ini selain peringatan HUT Kota Sukabumi yang ke 104, juga untuk menampilkan potensi – potensi pariwisata yang dimiliki dari setiap daerah dan perwakilan kecamatan di Kota Sukabumi.


Acara di mulai pada pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul pertama di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, para peserta helaran dari berbagai Kota/Kab se-Jawabarat berkumpul kemudian dilepas secara resmi oleh PLt Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Drs.H. Saleh Makbullah M.Si
Acara dilanjut dengan pawai helaran berkeliling di sepanjang jalan protokol Kota Sukabumi dengan route yang dilalui Lapang Merdeka (star) – Jalan Perintis Kemerdekaan – Jalan R.E. Martadinata – Jalan Siliwangi – Jalan R. Syamsudin S.H. – Balai Kota Sukabumi (performing dan finish). Rombongan Helaran Budaya Jawa Barat berakhir tepatnya di podyum Utama depan balaikota Sukabumi, rombongan di sambut dengan prosesi penyambutan oleh tari tarian khas dari Kota Sukabumi.
setelah prosesi penyambutan rombongan Helaran dilanjutkan berjalan ke depan podyum utama yang dihadiri oleh Muspida Kota Sukabumi dan tamu undangan lainnya.


Tepat di Podyum Utama Para Peserta Helaran tiap daerah menampilkan Kesenian masing masing daerahnya yang sudah disiapkan.
Satu persatu peserta tiap daerah termasuk Tuan Rumah Kota Sukabumi dengan ke-7 Kecamatannya tampil dengan ciri khasnya masing masing mulai dari Fashion, Atraksi, Kesenian dan kreatifitas dari masing masing daerah.
GenPi Jawa Barat turut hadir dalam kegiatan ini. hal ini dimaksudkan untuk memperkuat tali silaturrahmi antar daerah, dan sebagai bagian dari rencana pengembangan GenPi Sukabumi.
Selain itu, GenPi jawa Barat berkoordinasi dengan GenPi Nasional telah sukses dalam menaikkan hastag #PesonaBudayaHUTKotaSukabumi menjadi trending topic di twitter pada Rabu (28/3). hal ini tentunya menjadi upaya dalam rangka mempromosikan pariwisata Indonesia dan kekayaan budaya bangsa pada dunia.
selain dimeriahkan oleh pertunjukan seni dan budaya, Helaran ini pun semakin ramai dengan antusias masyarakat yang menyaksikan jalannya helaran, dan mengabadikan momen selama kegiatan berlangsung. karenanya, kegiatan ini pun didukung dengan penyelenggaraan lomba foto instagram GenPi Sukabumi.
lomba foto instagram GenPi Sukabumi yang dilaksanakan selama Helaran berlangsung menjadi keunikan tersendiri bagi masyarakat. kenapa? karena, untuk pertama kalinya Helaran Seni dan Budaya yang selalu menjadi kegiatan rutin Kota Sukabumi, dalam menyambut Hari Jadinya dimeriahkan dengan lomba foto. antusiasme masyarakat untuk mengikuti sangatlah tinggi. terbukti dari jumlah keikutsertaan peserta yang mencapai 152 peserta, terhitung deadline pada pukul 15.00.
Lomba Foto Instagram GenPi Sukabumi ini bertujuan untuk mengangkat kegiatan Helaran Seni dan Budaya, juga dalam mengembangkan kebiasaan masyarakat yang senang bermedia sosial menjadi suatu pertandingan yang bermanfaat.

Gebyar Pesona Budaya Garut 2018

By | Event | No Comments

GARUT – Mahakarya Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG 2018) kembali hadir pada 22 Februari 2018. Event yang digelar ke-16 kalinya ini bakal istimewa. Prosesi dan Gelaran Budaya, Festival Budaya serta Garut Creative Expo bakal membalut event tersebut.
“GPBG ini masuk ke dalam kalender 100 Event Nasional 2018. Kegiatan akan dipusatkan di lapang olah raga Ciateul Kabupaten Garut. Kapasitas gedung ini bisa menampung pengunjung sekitar 10.000 orang,“ kata Deputi Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana didampingi Kepala Bidang Pemasaran I Area Jawa, Wawan Gunawan, Selasa (23/1).

GPBG digelar berbarengan dengan HUT Kabupaten Garut ke-205. Mengusung tema “Gawe Rancage Mawa Raharja” (Kerja bersama untuk meraih kesejahteraan), GPBG juga menjadi ajang exshibishi dan event budaya berbasis Ekonomi Industri Creative.
“GPBG untuk menginspirasi para seniman dan budayawan. Selain itu, juga akan membuka peluang sebagai media tranding yang baik bagi para pelaku seni dan budaya serta Industri Pariwisata,” ujar Pitana.

Kegiatan ini akan diawali dengan jalan sehat bersama seluruh masyarakat Garut, pada 20 Februari 2018. Dilanjutkan grand opening pada tanggal 22 Februari 2018 pukul 08.00 WIB. Pembukaan akan diisi prosesi budaya dari perwakilan dari 7 Provinsi dan 10 kabupaten kota se-Indonesia.
“Juga ada penampilan 20 komunitas seni dan budaya, 9 masyarakat adat, perwakilan dari kecamatan dan desa seluruh kabupaten Garut. Puncaknya, akan dimeriahkan pagelaran Wayang Ajen yang fenomenal 24 Februari di Alun-Alun Karangpawitan,” kata Pitana.  Sementara itu, Garut kreatif akan diisi lebih dari 500 stan UMKM termasuk perwakilan 4 negara sahabat untuk ikut berpromosi. Kegiatan ini rencananya juga dihadiri 16 duta besar dari negara-negara sahabat. Yang meliput tidak hanya media lokal, media luar negeri juga datang. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut Budi Gan Gan Gumilar menambahkan, GPBG kali ini sangat istimewa.

Karena akan ada pemecahan rekor ORI Sangkar Burung Terbesar di Dunia. Selain itu, ada penampilan Rampak Silat Bambu Runcing oleh 700 pendekar dari 29 padepokan silat. “Tentu ini istimewa. Tujuannya untuk melestarikan seni dan budaya dan mempromosikan pariwisata. Yang paling penting adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke indonesia,” ujar Budi. Wawan Gunawan mengatakan, kegiatan ini akan menjadi pengungkit dalam pergerakan ekonomi. Karena mempunyai potensi yang sangat kuat untuk mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanegara untuk datang ke Garut. “Digelarnya acara ini akan menggerakkan perekonomian masyarakat. Wisata Kabupaten Garut juga ikut terpromosikan kepada wisnus dan wisman,” kata Wawan yang juga dalang Wayang Ajen ini. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi gelaran GPBG ini. Dikatakannya, selama ini, ketertarikan wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya wisman, 60 persen dipengaruhi oleh faktor budaya. “Jadi ketika ada pertunjukan budaya yang menyentuh hati nurani masyarakat, akan menjadi daya tarik positif yang sangat tinggi. Sehingga berpengaruh dalam peningkatan kunjungan wisman dan wisnus,” kata Menpar Arief Yahya. Melihat antusiasme yang tinggi dari masyarakat Garut  Menpar pun menilai bahwa masyarakat sudah sangat siap menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan. Terlebih Garut sejak sebelum zaman kemerdekaan sudah dikenal dengan kekayaan budaya, alam dan kulinernya. “Sekarang ini tinggal meningkatkan promosi Garut agar supaya bangkit lagi pariwisatanya. Menyatukan stakeholder pariwisata, atau yang kita sebut unsur pentahelix,” pungkas Menpar Arief Yahya.

.

.
#GebyarPesonaBudayaGarut
#VisitWonderfulIndonesia
#GenerasiPesonaIndonesia

LaLaLa festival di Lembang Bandung

By | Event | No Comments

Yuk, Tonton LaLaLa Festival di Lembang

BANDUNG – Mau merasakan serunya nonton konser musik di tengah hutan? Jika jawabannya iya, sebaiknya Anda bersiap ke Orchid Forest, Lembang Bandung Ada LaLaLa Festival yang siap menyapa 10 Maret 2018..

“Konser ini bukan konser musik biasa. Pengujung bisa menikmati berbagai jenis pertunjukan yang dipadu dengan unsur kecintaan kepada lingkungan hidup. Konser kali ini pasti lebih heboh dari konser tahun 2016,” kata Project Officer LaLaLa Festival Sarah Kasenda, Kamis (16/2).

Perpaduan seni dan alam ini membuat LaLaLa menjadi konser unik. Sangat layak dihadiri pecinta lingkungan yang mempunyai selera seni tinggi. Apalagi acara ini diadakan di Orchid Forest Lembang. Kawasan yang dikenal sebagai hutan pinus hijau dengan udara menyegarkan.

Menurut Sarah, konser ini akan membuat pengunjung bisa bersantai sambil menikmati makanan dan minuman dalam suasana yang menarik. Di malam hari akan ada penempatan lampu warna-warni di semua lokasi terpilih di hutan.

“Kami menyediakan semua hal terkait konser hutan yang anda butuhkan, dari karnaval, konser musik yang menampilkan lineup internasional dengan lebih dari satu tahap, festival makanan, situs camp, tempat tidur gantung, Bonfire, Video Mapping, Grand Dekorasi , dan masih banyak lagi,” ujar Sarah.

Jaminan konser seru pun diberikan dengan line up artis internasional yang akan tampil. Dari mulai Oh Wonder, blackbear, Bondax, Wafia, Tom Odell, RKCB, dan Blonde adalah sejumlah nama penampil mancanegara yang sudah dipastikan akan hadir.

Selain itu, dari dalam negeri juga akan ada The Groove, Rendy Pandugo, Adhitia Sofyan, Dipha Barus x Kallula x Nadin, Ten2Five, Reality Club, hingga Pusakata yang merupakan proyek solo dari Is mantan vokalis Payung Teduh.

“Buat yang mau ikutan bisa langsung mengunjungi www.lalalafest.com untuk mengetahui detail acaranya. Pembelian tiket juga bisa langsung disitus kami,” ujar Sarah.

Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut mengapresiasi konser tersebut. Menurutnya musik merupakan bahasa yang universal. Petikan gitar maupun tabuhan drum yang menghentak dapat membuat pesan positif pariwisata Indonesia. Terlebih dengan adanya kampanye peduli lingkungan, sehingga manfaatnya akan semakin banyak.

“Musik selalu terbukti menjadi endorser yang baik bagi pariwisata. Artis yang tampil akan memposting konsernya di media sosial. Ini akan berdampak besar. News value yang besar. Indirect Impact nya besar. Media valuenya lebih besar,” ujar Menpar Arief Yahya.  (*)

Citylink buka Rute ke Banyuwangi

By | Event | No Comments

Maskapai nasional Citylink tidak lama lagi akan lalu lalang dari Bumi Belambangan ke Ibukota Jakarta. Jika tidak ada halangan maskapai yang didominasikan warna hijau ini akan terbang dari Bandara Banyuwangi pada 15 Februari 2018. Adanya maskapai ini semakin memperlengkap penerbangan yang sudah ada yakni Garuda Airlines, Wings Air, dan Nam Air dengan tujuan Jakarta 3 kali sehari dan tujuan Surabaya 2 kali seharyyi.

Menggeliatnya ekonomi dan pariwisata Kabupaten Banyuwangi ini menjadi alasan anak perusahaan Garuda Indonesia Airlines ini untuk membuka rute Banyuwangi-Jakarta disetiap harinya.

Muhammad Yanuar Bramuda, selaku Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi menilai semakin banyak maskapai di Banyuwangi, berpotensi meningkatkan masyarakat luar Banyuwangi untuk datang ke Kota ujung timur Pulau Jawa ini.

Terlebih hotel-hotel baru di Banyuwangi juga bermunculan sehingga dapat menambah pilihan wisatawan untuk menginap dibeberapa tempat.

“Harapan kita (hadirnya Citylink) ini sejalan dengan lahirnya wisatawan ke Banyuwangi,” harap Bramuda.

Sementara itu setelah berhasil mendatangkan 4,6 juta wisatawan pada tahun lalu, Pemkab Banyuwangi menargetkan 5 juta wisatawan di tahun 2018.

Pesona Kuda Renggong Sukses Hipnotis Wisatawan

By | Berita, Event, Wisata | No Comments

SUMEDANG – Atraksi wisata yang diperlihatkan 111 Kuda Renggong sukses menghipnotis wisatawan yang memadati Lapang Darongdong, Buahdua, Sabtu (10/2). Atraksi ini disaksikan lebih dari 10.000 wisatawan.

Antusiasme tinggi wisatawan membuat akses menuju lokasi mengalami kemacetan. Imbasnya, parade Kuda Renggong tertahan dan dibuat mengantri. Penyelenggara sempat dibuat kesulitan untuk mensterilkan area.

“Kami gembira dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Kuda Renggong memang luar biasa. Untuk itu, kami terus mengharapkan bantuan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Sumedang perlu banyak dukungan agar semua potensi bisa dikembangkan lebih baik seperti Kuda Renggong,” ungkap Bupati Sumedang Eka Setiawan.

Sementara Anggota DPR RI Dony Ahmad Munir mengatakan, atraksi Kuda Renggong selalu menggerakan perekonomian.

“Apa yang tersaji di sini sangat positif. Kalau nuansanya seperti ini, ekonomi masyarakat akan bergerak dengan adanya Kuda Renggong. Kami sangat senang. Apalagi nanti akan dibangun tempat pertunjukan khusus Kuda Renggong. Yang penting masyarakat tertib dalam menonton,” ujar Dony Ahmad.

Atraksi Kuda Renggong dibuka dengan pertunjukan silat, yang salah satunya ditampilkan kelompok Lipur Putra-Aida asal Gandasoli, Cisarua.

Aksi dibuka dengan gerakan kaki depan kuda yang dilipat. Selanjutnya, kuda mengangkat kaki depan, lalu melakukan simulasi duel dengan sang pawang.

Penampilan memukau tersebut langsung direspons yang wisatawan yang bersorak kagum. Para wisatawan pun sibuk mengabadikan momen tersebut melalui kamera handphone.

Kehebohan sempat terjadi saat kepala sang pawang dijepit kaki depan kuda lantaran kalah duel. Adrenalin penonton semakin dipicu ketika kedua kaki kuda menginjak perut sang pawang.

“Aksi-aksi kuda-kuda di sini sangat luar biasa. Sangat artistik dan menghibur. Meski terlihat berbahaya, tapi tetap aman karena sudah menjalani latihan rutin yang serius. Nantinya Festival Kuda Reanggong ini akan menjadi agenda rutin tahunan di Kemenpar. Jadi, atraksi besar seperti ini gaungnya akan lebih kencang lagi,” jelas Dony Ahmad.

Untuk mengurai ketegangan, aksi silat ditutup dengan ngibing. Sikap hormat ditunjukan kuda dengan melipat kaki depan. Kuda lalu berbaring di rumput diikuti sang pawang. Para tamu undangan khusus pun turun dari panggung dan ikut menari. Sambil menari, para tamu nyawer yang diterima sang pawang.

“Daya tarik event ini luar biasa. Kuda Renggong harusnya masuk dalam warisan budaya tak benda Sumedang. Kuda Renggong layak dipasarkan ke luar Jawa Barat, bahkan harus go internasional,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat Ida Hernida.

#PesonaKudaRenggong menjadi Trending Topics di Twitter


Usai silat, menu berikutnya adalah parade 111 Kuda Renggong yang dibagi dalam sembilan rombongan. Setiap rombongan terdiri dari 5-10 Kuda Renggong. Kuda ini dihias warna warni, lengkap dengan mahkota. Melengkapi aksi, setiap kuda dinaiki joki anak laki-laki dan perempuan dengan usia 6-10 tahun.

Joki kecil laki-laki mengenakan busana adat Sumedang lengkap dengan ikat kepalanya. Sedangkan joki perempuan berbusana tradisional hingga modern.

Salah seorang Joki Kuda Renggong, Bintang Krisna Farhan Ramdani (10), menilai Kuda Renggong sangat unik. Sebab, Kuda Renggong akan langsung bergerak menari saat musik terdengar.

“Kuda Renggong dilatih seperti itu. Mereka suka menari kalau ada musik. Saya senang bisa menaikinya. Gampang-gampang susah karena tergantung sangat dengan kudanya. Yang dibutuhkan keseimbangan. Latihan seminggu full dilakukan kalau ada pertunjukan,” ujar siswa SDN I Cijambu, Tanjungsari.

Parade Kuda Renggong menempuh jarak sekitar 1 kilometer. Rutenya dimulai dari Lapang Darongdong. Rombongan kemudian melewati kantor kecamatan, terminal sekaligus pasar Buahdua.

Namun, akibat kemacetan, hanya beberapa rombongan yang berparade sesuai skenario. Sedangkan sisanya terpaksa merevisi rute parade dan berputar di sekitar venue.

“Dengan antusiasme seperti ini, Pesona Wisata Atraksi 111 Kuda Renggong sangat sukses. Evaluasi dan perbaikan-perbaikan akan dilakukan. Tujuannya agar event seperti ini menjadi lebih baik lagi. Kami pun sangat optimis, Kuda Renggong akan menarik minat wisatawan lebih besar lagi,” tegas Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata 1 Wawan Gunawan.

Apresiasi juga diberikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar mengatakan, Sumedang harus segera melakukan perbaikan tampilan Kuda Renggong secara menyeluruh. Branding juga harus intesif dilakukan.

“Kuda Renggong terus menunjukan kekuatannya. Branding besar harus segera dilakukan agar Kuda Renggong semakin besar. Kemasannya juga harus ditingkatkan,” pungkasnya. (*)

Keseruan GenPI Jabar di Halimun Salak

Keseruan GenPI Jabar dalam Jamming Jungle di Halimun Salak

By | Event | No Comments

Ketika rasa jengah menguasai pikiran para penghuni Kota. Tidak ada salahnya meluangkan sedikit waktu guna melepaskan beban dari segala bentuk rutinitas. Salah satunya dengan rekreasi atau berwisata ria. Menjamah dan merasakan sudut-sudut Indonesia yang mempesona.

Atas dasar permasalahan tersebut, sekelompok anak muda yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Komunitas Pecinta Seni (KOMPENI) menyelenggarakan sebuah art exhibition serta music concert yang berlokasi di Camping Ground Curug Ngumpet 1 tepatnya di Gunung Bunder, Kota Bogor yang dilaksanakan pada tanggal 13-14 Februari 2015 lalu. Event tersebut mereka namakan Jamming Jungle, sebuah pagelaran apresiasi seni yang dibalut ke dalam aktivitas wisata alam, yakni camping.

Jamming Jungle ke-dua kembali digelar pada hari Sabtu 09-10 Desember 2017, yang kini bekerjasama dengan Genersi Pesona Indonesia (GenPI) Jawa Barat. Bertempat di Bumi Perkemahan Ciputri, desa Tapos 1, kecamatan Tenjolaya, kabupaten Bogor yang masih masuk ke dalam zona pemanfaatan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Resort Gunung Bunder.

Pegunungan Halimun Salak merupakan hutan hujan tropis terluas di tanah Jawa, dan salah satu pemegang kekayaan biodiversitas penting di Indonesia yang menyuguhkan banyak pesona alam, budaya serta kearifan lokal khas Nusantara. Keanekaragaman pesonanya, kekuatan nuansa yang damai nan eksotik menjadi alasan kuat dipilihnya lokasi tersebut.

Dalam hal ini KOMPENI bersama GenPI Jabar, mencoba menaruh harapan ke dalam acara yang diberi judul “Jamming Jungle with Generasi Pesona Indonesia”, yakni meningkatkan kepedulian terhadap alam dan kesadaran akan pariwisata Indonesia bagi masyarakat luas, terkhus untuk Kaula muda. Karena begitu melimpah pesona Alam Indonesia beserta isinya yang indah untuk dinikmati. Seperti tagline yang diusungkan, yakni “Ciptakan Nuansa, Bangkitkan Rasa, Hidupkan Suara”.

Selain dimeriahkan oleh aksi sekumpulan anak muda pecinta seni tersebut, seperti music performence, art exhibition. Sharing session mengenai gerakan GenPI itu sendiri, telah melahirkan beberapa rekomendasi yang nantinya akan segera ditindak lanjuti. Diantaranya adalah pengukuhan GenPI Bogor sebagai sub wilayah dari GenPI Jabar.

Aktivitas yang tak kalah seru dan mengesankan adalah Halimun Adventure Journey, sebuah aktivitas wisata minat khusus bergendre petualangan dan edukasi yang dilakukan di tengah pegunungan Halimun Salak. Aktivitas wisata yang diusung oleh Wisata Halimun tersebut berisi jelajah hutan Halimun Salak, mengunjungi atraksi wisata tirta di “Surganya Air Terjun” di Bogor, yakni desa Tapos,  kecamatan Tenjolaya. Serta menjamah tujuh titik warisan purbakala di Kompleks Situs Cibalay.

Dalam kesempatan tersebut, Laskar Digital Merah Putih yang berdomisili di Bogor, dimana mereka menjadi panitia pelaksana mengundang beberapa perwakilan komunitas dari berbagai gendre, seperti Komunitas Blogger Bogor, Bogor Ngariun, Komunitas Ikat Sunda, Forum Desa Wisata dan masih banyak yang lainnya. Tak ingin hilang kesempatan, Mojang Jajaka Kota Bogor pun turut hadir di acara tersebut.

Sangkuriang Lapis Bogor (brand lokal) Wisata Halimun (penyedia jasa wisata minat khusus di gugusan Halimun Salak), Desa Wisata Malasari, salah satu desa wisata di kabupaten bogor yang baru saja meraih penghargaan Indonesian Sustanaible Tourism Award tahun 2017 kategori Pelestarian Lingkungan, Koperasi Rizki Anugerah Gunsal beserta masyarakat setempat turut mendukung acara Jamming Jungle with Generasi Pesona Indonesia.

Mojang Bogor bersama GenPI Jabar dalam Jamming Jungle di Halimun Salak

Mojang Bogor bersama GenPI Jabar dalam Jamming Jungle di Halimun Salak

Pesona Wayang Ajen di GARUT meumukau masyarakat

By | Berita, Event | No Comments

Kabupaten Garut kembali semarak dengan pertunjukan Wayang Ajen di Alun-alun Kecamatan Limbangan, (4/11) pukul 19.30 malam. Ki Dalang Ajen, tampil dalam pertunjukan Wayang Milenial ini. Bukan sekadar aksi panggung, pertunjukan ini memuat pesan-pesan penting  mengembangkan pariwisata sekaligus membuka mata masyarakat tentang potensi besar desa wisata di Garut.

Read More

Surga Surfing di Ciletuh Gelar Festival Selancar Skala Dunia

Surga Surfing di Ciletuh Gelar Festival Selancar Skala Dunia

By | Event, Wisata | No Comments

genijabar.org – Surga Surfing di Ciletuh Gelar Festival Selancar Skala Dunia – Taman alam batuan tua Ciletuh , di Pelabuhan Ratu menghelat festival selancar berskala dunia selama dua hari, mulai dari 14 sampai 15 Oktober 2017. Gelaran ini bertajuk “Cimaja Geosurf Challenge, Our Amazing Adventure.”

Panitia sengaja menghelat gelaran ini di Ciletuh. Kawasan ini masuk dalam daftar Geopark Dunia dari UNESCO. Ciletuh taman alam batuan tua, membentang menyerupai amfiteater raksasa mirip seperti tapal kuda dan menghadap langsung ke Samudera Hindia .

Validasi Ciletuh-Palabuhan Ratu Geopark sudah berlangsung 1-4 Agustus 2017 oleh Asesor UNESCO, Alexandru Andrassanu dan Soojae Lee didampingi oleh observer Hanang Samodra. Hasil observasi tersebut menjadi topik bahasa dalam Asia Pacific Geopark Network Symposium ke 5 di China dan akan dilanjutkan ke sidang UNESCO April 2018. Sedangkan untuk penetapan, menunggu September 2018 bertepatan dengan UNESCO Global Geopark Symposium.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, atraksi surfing menjadi salah satu agenda wisata andalan untuk menjual Ciletuh ke dunia. Jurus 3A terdiri dari akses, atraksi, dan amenitas untuk membangun destinasi wisata harus terus bergulir. Tiga A itu, kata dia, saling terkait, saling terkoneksi satu dengan yang lain.

“Atraksi Ciletuh sebagai geopark, luar biasa! kelas dunia, tapi akses menuju ke Ciletuh masih susah, 6 jam dari Bandung, itu terlalu jauh dan lama waktu tempuhnya,” seru Arief.

“Bila ingin menjadi global player, selain akses harus dibenahi, juga dari sisi Amenitas. sekarang hotel, resort, homestay, ber bintang 4-5 masih belum siap. Sementara kalau ingin menjadi global player, harus siap menggunakan global standart,” papar mantan Direktur Utama PT Telkom ini..

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Ida Hernida SH M.Si menjelaskan, Cimaja Geosurf Challenge, Our Amazing Adventure untuk mendorong promosi dan destinasi wisata di Ciletuh.

“Kami terus realisasikan dukungan terhadap komitmen pencapaian kepada UNESCO Global Geopark (UGG), di mana dengan kejuaraan surfing internasional ini akan lebih mendorong promosi dan kualitas wisata Ciletuh-Palabuhanratu sebagai kawasan geopark dunia,” papar Ida Hernida.

Peselancar dari Eropa, Amerika Serika, dan Asia ambil bagian dalam festival selancar ini. Indonesia sendiri mengirimkan 14 peselancar dari Bali, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Sumatera Selatan, samapi Yogyakarta. Bahkan, tuan rumah Jawa Barat mengikutsertaka 35 surfer advance mayoritas peselancar dari Kabupaten Sukabumi.

Ida melanjutkan, spot surfing di Ciletuh ini telah mendunia, memiliki daya tarik pantai eksotis berupa hamparan aluvial dengan batuan alam bulat-bulat lonjong di sepanjang pantai. Pantai Cimaja sekaligus ‘surga’ bagi para surfer lantaran memiliki ombak point break secara simultan sepanjang tahun.

Selain Pantai Cimaja, Indonesia memiliki spot surfing bertaraf dunia lain seperti di Pantai Ombak Tujuh,Cipaku (Ujung Genting), Loji Beach Break, Citepus, Karang Naya (Samudra Beach), Karang Papak (Sunset Beach), dan Karanghawu.

Sedangkan, pantai-pantai lain dengan ombak point break antara lain: Haurber Point (Ujunggenteng), Mama’s Point (Ujunggenteng), Turtle Beach (Ujunggenteng), Ombak Tujuh, Loji Point, Karang Sari, Cimaja, Indocator, Pajagan Point, dan Karang Haji.

Selain lomba surfing, panitia menghelat kegiatan dengan melibatkan komunitas surfing, komunitas pencinta lingkungan, komunitas jeep, komunitas perahu, komunitas budaya, komunitas Balawista, asosiasi pariwisata, siswa dari sekolah umum maupun kejuruan pariwisata, PKK berupa kegiatan Etalase AGAT2017, Geoculture Show, Sinarresmi Geoculture Visit, Mangrove Conservation, Beach Clean Up Challenge, AGAT2017 Instagram Challenge, AGAT2017 Photo and Writing Challenge dan AGAT2017 Kids Activities Programs

Presiden Joko Widodo pernah berjanji mempercepat penyelesaian pembangunan jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) pada 2019, selain Tol Jakarta-Bogor-Palabuhanratu (Jagoratu) untuk memudahkan akses pengunjung asing atau lokal ke Ciletuh.

“Apabila Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi selesai, waktu tempuh menuju ke Sukabumi akan semakin pendek. Selain itu, rencana pembangunan bandara di Citarate atau Cikembar bisa direalisaikan, ini akan semakin membuat Gepark Ciletuh mendunia,” ujar Jokowi.

Sukseskan Surga Surfing di Ciletuh Gelar Festival Selancar Skala Dunia!