Category

Event

HardFest Pesona Jati Gede Kembali di gelar

By | Event | No Comments
HardFest Pesona Jatigede 2020 yang akan digelar pada 12-13 Juni 2020 acara yang sudah dilaksanakan 3 kali ini telah cukup mendatangkan wisatawan. even yang mengambil tempat di Kawasan Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat diprediksi berlangsung lebih meriah dan seru. Beragam potensi Sumedang akan disajikan masif sebagai daya tarik utama pariwisata. Destinasi berjuluk Kota Tahu ini memiliki alam dan budaya eksotis. Evennya beragam dengan skala internasional. Selain atraksi, aksesibilitas dan amenitasnya bagus. Kota Tahu juga ditopang industri ekonomi kreatif kompetitif dari lini kuliner, ukiran kayu/meubel, sepatu rajutan, bahkan senapan angin. “HardFest Pesona Jatigede 2020 pasti akan digelar lebih meriah. Semua kekayaan dan potensi pariwisata Sumedang akan ditampilkan. Sebab, posisinya sangat strategis sebagai penegasan betapa potensialnya beragam produk pariwisata dan ekonomi kreatif di sini. Bagaimana pun, kami terus mendorong Kawasan Waduk Jatigede sebagai KEK Pariwisata,” ungkap Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, Jumat (14/2).
Sebelumnya taukah kamu apa itu Waduk Jatigede? Waduk Jatigede merupakan sebuah waduk yang terletak di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Pembangunan Waduk Jatigede ini telah lama direncanakan. Bahkan mungkin di luar dugaan, rencana pembuatan waduh ini telah ada sejak zaman Hindia Belanda. Waduk ini mulai dibangun pada 2008 di masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono dan baru diresmikan pada tahun 2015 serta beroperasi penuh pada 2017. Waduk ini dibangun dengan membendung aliran Sungai Cimanuk di wilayah Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedangdengan dengan kapasitas tampung 979,5 juta meter kubik air.  Sebagaimana waduk lainnya, Waduk Jatigede pun memiliki fungsi utama untuk sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).  Selain itu, Waduk Jatigede juga berfungsi sebagai sarana budidaya perikanan air tawar, sarana olahraga air, sarana rekreasi, dan lain sebagainya. Waduk Jatigede difungsikan sebagai pusat pengairan untuk 90.000 hektar lahan pertanian produktif di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Majalengka.  Selain itu, air yang berasal dari Waduk Jatigede juga dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Waduk ini juga akan memasok air bersih bagi warga sekitarnya dengan kapasitas hingga 3.500 meter kubik per detik.  Selain itu, waduk ini juga akan meredam terjadinya banjir bagi 14.000 hektar kawasan di Jawa barat.  Selain memiliki manfaat teknis, Waduk Jatigede juga menawarkan keindahan alam yang ‘tak sengaja’ terbentuk akibat proses penggenangan. Puncak-puncak bukit yang berada di area genangan berpadu dengan hamparan air yang merefleksikan birunya warna langit menciptakan panorama yang memanjakan mata.  Memanfaatkan keindahan yang tersedia tersebut, masyarakat di sekitar sana menjadikan lokasi tersebut sebagai kawasan wisata alam.  Watuk Jatigede sebagai waduk kedua terbesar di Indonesia, memang dikenal sebagai salah satu tempat wisata yang harus dikunjungi bila sedang berlibur ke Sumedang.

SUBANG TRAIL RUN SUMMERFEST 2020

By | Event | No Comments

SUBANG TRAIL RUN SUMMERFEST 2020

Pada 29 Maret 2020 mendatang, Pemkab Subang akan menyelenggaraka kegiatan Trail Run untuk yang pertamakalinya. Mengambil lokasi start dan finish di venue Paralayang dan Gantole Bukit Santiong Kebun Teh Ciater, Subang. Subang Trail Run Summerfest 2020 akan melombakan 2 (dua) nomor lari, yaitu half Marathon dengan jarak tempuh 20 KM dan 5 KM, flag off start pada pkl. 06:00 WIB. Rute Subang Trail Run Summerfest 2020 dipastikan akan menantang, karena akan melalu berbabagi macam rute, gunung yang memiliki jalanan terjal dan juga jalanan aspal namun tetap menonjolkan keindahan Alam Subang. Rute lomba yang akan dilewati oleh para peserta Trail Run Summerfest 2020 pun telah melalui proses kalibrasi. Sport tourism merupakan salah satu sektor pariwisata teratas yang mampu mendatangkan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Kegiatan ini diselenggarakan guna mendongkrak angka kunjungan wisatawan. Pemkab Subang harus jeli dan konsisten dalam mengembangkan sektor pariwisata strategis yang dimiliki. Lewat perhelatan Subang Trail Run Summerfest 2020 yang akan menjadi agenda tahunan Pemkab Subang, akan ada lebih banyak lagi wisatawan yang dapat digiring masuk ke Subang.

Semoga dengan adanya kegiatan Subang Trail Run Summerfest 2020  akan membawa dampak positif bagi pembangunan pariwisata Subang , sekaligus menjadi peluang strategis dalam mendukung target Pemkab Subang menjaring wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. Perhelatan ini juga bertujuan untuk memacu laju roda ekonomi, serta mendorong perbaikan infrastruktur daerah. Tujuan lainya dari gelaran Subang Trail Run Summerfest 2020  adalah, mampu membuktikan pada dunia bahwa kawasan Subang dapat menjadi tempat wisata yang layak dan nyaman bagi para wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. Subang Trail Run Summerfest 2020 akan mengusung tema “Potensi Wisata Alam Subang”. Pemkab Subang berharap,melalui tema tersebut Subang Trail Run Summerfest 2020 dapat semakin menyulut semangat para runners Indonesia dan dunia untuk menikmati keindahan Alam Subang dan berlomba taklukan race course ‘menantang’ yang memiliki tingkat rintangan cukup tinggi.

Dengan adanya kegiatan Subang Trail Run Summerfest 2020 ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian Subang. Setidaknya, dalam Subang Trail Run Summerfest 2020 terjadi peningkatan hunian kamar hotel dan penginapan – penginapan seprti villa dll. Selain itu, Subang Trail Run Summerfest 2020 juga memiliki dampak signifikan pada laju perekonomian masyarakat Subang, terutama pada sektor transportasi dan kuliner.

Untuk para runners dan masyarakat umum  bisa mendaftarkan dirinya untuk hadir di kegiat Subang Trail Run Summerfest 2020 dengan cara mendaftarkan diri di website yang telah kami buka, Yaitu www.subangtrailrun.com.\

Jangan Lupa Share artikel SUBANG TRAIL RUN SUMMERFEST 2020  ya!

SEMARAK CAP GO MEH SUKABUMI

By | Event | No Comments

SEMARAK CAP GO MEH KOTA SUKABUMI

Sukabumi – Suasana pusat Kota Sukabumi pada Jumat (14/2) siang tampak ramai dan setiap jalan protokol dipadati ribuan warga. Mereka menyaksikan acara kirab atau pawai Festival Budaya Cap Go Meh yang baru kembali dilaksanakan pada 2020. Festival Cap Go Meh terakhir digelar pada 2012 atau delapan tahun lalu. Acara yang berlangsung semarak ini dihadiri Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan  Hamami, Sekertaris Daerah Kota Sukabumi Dida Sembada dan unsur Forkopimda lainnya serta tokoh masyarakat. Acara Festival Budaya Cap Go Meh dipusatkan di Vihara Widhi Sakti Jalan Pejagalan Nomor 20 Kota Sukabumi. Selanjutnya digelar kirab Festival Cap Go Meh yang terdiri dari atraksi barongsai, liong, marching band, calung, dan lain sebagainya yang dilepas wali kota menyusuri jalanan Kota Sukabumi. ”Festival budaya Cap Go Meh 2020 ini hasil kolaborasi pemda, aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat Sukabumi,” ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Gelaran ini semoga makin menunjukkan adanya keberkahan bagi kota dari waktu ke waktu.

Kota sukabumi ungkap Fahmi merupakan kota terkecil di Jabar baik dari sisi luas wilayah 48 kilometer persegi dan sedikit dari jumlah penduduk 344 ribu penduduk. Akan tetapi patut berbangga meskipun luas wilayah kecil dan warga sedikit tapi dianugerahi berbagai keanekeragaman seni budaya salah satunya Cap Go Meh. Sehingga lanjut Fahmi, mari bersama-sama merekatkan persatuan dan jalin persaudaraan serta kolaborasi yang indah di tengah perbedaan yang ada. Selain itu marilah bersepakat dengan hal yang sejalan dan toleransi dalam hal berbeda. ”Sudah 8 tahun tidak dilaksanakan festival Cap Go Meh dan kini bisa kembali digelar,” ujar Fahmi. Acara imi diharapkan makin mempererat persatuan dan jaga sukabumi kita dari potensi perpecahan, intoleransi beragama dan berbudaya agar Sukabumi makin maju dan warganya bersatu padu. Terakhir wali kota berpesan karena arak-arakan maka warga tetep menjaga ketertiban dan kebersihan. Ia tidak ingin Festival menghadirkan sampah dimana-mana dan mari bangun kebersamaan diantara semua elemen.


Michael Permana, Ketua Panitia Pelaksana Cap Go Meh 2571 / 2020 mengatakan, kegiatan Cap Go Meh terakhir dilaksanakan pada 2012 dan warga sangat antusias. ” Kami pada tahun ini memberanikan diri melakanakan kegiatan dan mendapatkan respon positif,” cetus dia. Festival pada 2020 selama dua hari sejak 13 Februari hingga 14 Februari. Di mana hari ini Jumat puncak acara dengan kirab kesenian yakni marching band, lion, barongsai, kesenian calung kuda lumping dan boles. Pawai mengambil rute jalan Pelabuhan II, Jalan Harun Kabir, Jalan Ahmad Yani kembali ke Odeon melalui Jalan Sudirman, Nyomplong dan Pejagalan. Selain itu ada sebanyak 54 tenan kuliner menjual makanan dari UMKM dan perusahaan di sekitar Vihara Widhi Sakti.

Gimana seru bukan SEMARAK CAP GO MEH SUKABUMI? yuk baca artikel lainnya tentang CAP GO MEH BOGOR

 

BOGOR STREET FESTIVAL 2020 : RAYAKAN KEBERAGAMAN DALAM KERUKUNAN

By | Event | No Comments

BOGOR STREET FESTIVAL 2020 : RAYAKAN KEBERAGAMAN DALAM KERUKUNAN

Bogor Street Festival telah diadakan kembali pada tanggal 8 Februari 2020, Festival yang mengangkat Rayakan Keberagaman Dalam Kerukunan ini menampilkan tarian – tarian kesenian daerah yang berada di nasional. Acara tahunan yang masuk dalam kalender wisata nasional ini memikat perhatian masyarakat yang berada di luar kota bogor, Acara ini juga menampilkan Marawis, Marching Band, Marawis, Parade Seni dan Budaya Nasional.Pengunjung yang datang ke Acara Bogor Street Festival ini juga menari perhatian masyarakat di luar Bogor. sebut saja annisa yang datang jauh dari Kota Bekasi untuk menikmati acara Cap Go Meh bogor ini “saya baru pertama kali datang kesini karena di ajak temen, nggak nyesel sih datang kesini karena kita tidak hanya menikmati kesenian Tradisional China, tetapi kita juga bisa menikmati kesenian  yang berada di Jawa Barat” ujar anisa, Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga mengatakan “Acara ini bukan sekadar festival Cap Go Meh, tetapi ini adalah sebuah perayaan terhadap perbedaan. Seperti kita ketahui bahwa kita bangsa Indonesia terlahir berbeda-beda sehingga kita harus belajar menghargai perbedaan.” ujar Wishnutama.

Gimana Menarik bukan Artikel BOGOR STREET FESTIVAL 2020 : RAYAKAN KEBERAGAMAN DALAM KERUKUNAN. Ikuti terus berita tentang Event Pariwisata Jawa Barat.

PesonaRarajahWayang

By | Event | No Comments

PesonaRarajahWayang

Sejak ditetapkan dalam daftar Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 7 November 2003, Wayang resmi menjadi warisan budaya yang diakui dunia.  Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang.  Penetapan Hari Wayang merupakan bagian dari upaya transformasi nilai-nilai luhur kehidupan yang tersirat dalam seni pewayangan.  Oleh karena itu, Hari Wayang tidak boleh dimaknai secara seremonial di panggung megah saja.  Tetapi bisa juga dinikmati oleh kalangan masyarakat umum.

Dede Ridwan selaku Ketua Komunitas Natar Budaya Wayang Ajen Subang, melihat bahwa Wayang yang telah ditetapkan oleh UNESCO itu sebagai aset budaya Indonesia.  “Ruhnya harus terus hidup mengakar di masyarakat. Maka pada tanggal 9 November 2019 kami bermaksud menggelar peringatan Hari Wayang Dunia yang bertajuk “Ngarajah Wayang” di Saung Sawah Wayang Ajen Sukamelang Subang Jawa Barat mulai pukul 12.10 – 22.30 WIB,” papar Dede Ridwan, Kamis (7/11).  Kegiatannya akan diisi oleh berbagai aktivitas yang menghubungkan masyarakat dengan Wayang.

Seperti Workshop Wayang untuk pelajar Sekolah Dasar, Gemar Wayang. “Kegiatannya berupa aktivitas generasi muda berdialog dan memainkan wayang golek ditemani Dalang Cilik Aming Ajen dari Pandeglang dan Dalang Bubun Subandara Ajen dari Karawang,” ujar Dede didampingi Deden Ndog selaku wakil ketua. Nanu Munajar selaku praktisi seni pertunjukan rakyat Jawa Barat sekaligus Dosen pengajar seni di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menuturkan, acara digelar dengan nuansa alami dengan konsep pemaduan seni di alam terbuka karena kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Makanya disajikan juga seni musik religi, pusi Sufi dan Tausiah. Dilanjutkan bertukar tangkap gagasan mengenai Wayang dalam bentuk diskusi terbuka, atau Ngadu Bako. Selain itu akan disajikan pula Show Case Wayang Laptop oleh ananda Widodo Jayakusumah dari SMK Kesenian Subang.  Lalu ditutup oleh pagelaran Wayang Kreasi berupa Wayang Catur oleh Mang Ayi Maestro Pantun Subang.  Hadir pula Komunitas Natar Budaya Wayang Ajen (NBWGA) Priangan Timur dibawah asuhan Ki Dalang Atep Ajen. Mereka akan menampilkan helaran kostum karakter dan wayang.

Helaran wayang lahir dari proses kreatif budaya dengan bertema dasar motif wayang dan kujang, sebagai maha karya budaya peninggalan sejarah Tatar Pasundan, yang dikolaborasikan dengan tema pewayangan, khususnya wayang ajen. Jadi, semua motif ornamen fashionnya berbentuk dasar kujang pasundan dan wayang, ujar Atep.  “NBWGA”, Priangan Timur adalah sebuah komunitas dan wadah kreatif yang diprakarsai oleh orang-orang yang peduli terhadap seni tradisi dan ruang kreatif di Priangan Timur, dengan tujuan untuk menggairahkan semangat dan animo masyarakat dalam rangka  mencintai, melestarikan, serta mengembangkan seni budaya, khususnya Wayang Ajen.  Helaran menampilkan kostum karakter Kujang Wayang Satria, Kujang Batik wayang, Kujang Gatotkaca, Taméng & Tombak wayang, dan kostum Gunungan Wayang Ajen.  Ngarajah wayang akan dilaksanakan di Saung Sawah Wayang Ajen Sukamelang Subang, Jawa Barat. Nuansa religi akan dibalut dalam sajian pertunjukan Rajah ngaruat Murwakala oleh Bah Nanu Munajar dan Enjang.

Berbarengan juga dengan peresmian Komunitas Natar Budaya Wayang Ajen Subang oleh Ki Dalang Wawan Ajen yang merupakan CEO Wayang Ajen Production.  Menurut ketua pelaksana kegiatan Asep Kusmana, acara ini digagas Ki Dalang Wawan Ajen.  “Kami mengembangkan ide-ide kreatifnya dengan mengajak komunitas dan masyarakat untuk merespon momentum hari wayang dunia ini.  Besar harapan kami dari Komunitas Natar Budaya Wayang Ajen Subang kegiatan ini tidak hanya mampu mempertahankan Wayang sebagai kekayaan budaya Indonesia semata melainkan lebih jauh bisa memberikan dampak ekonomi secara signifikan pada masyarakat sekitar,” paparnya.  Asep Kusmana menambahkan, harapannya Sukamelang Subang bisa menjadi salah satu Destinasi unggulan Jawa Barat. Khususnya dalam hal inkubasi dan pengembangan Wayang inovatif.

Sekaligus atraktif menarik wisatawan domestik dan luar negeri.  Deputi Bidang Pengembangan  Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Dadang Rizki Ratman lalu menerangkan, potensi Sukamelang memiliki banyak potensi yang bisa diangkat saat Peringatan Hari Wayang Dunia. “Subang memang destinasi yang menarik. Ada banyak atraksi yang bisa dinikmati di sana. Fasilitas penunjangnya juga lengkap dan bagus. Kawasan ini semakin terkenal dengan Peringatan Hari Wayang Dunia. Apalagi, wayang terus mendapatkan pengakuan dan tempat di dunia,” terang Dadang.  Asisten Deputi Destinasi Regional II Kemenparekraf Wawan Gunawan menjelaskan, potensi besar dari wayang akan terus digali, ekplorasi ide-ide dalam wayang akan disualisasikan dalam bentuk aksi di masyarakat.

PesonaRarajahWayang

Saung Wayang Ajen Sukamelang Subang Jawa Barat kedepannya akan dijadikan destinasi wisata wayang dunia ini.  “Peringatan Hari Wayang Dunia 2019 akan memberi impact positif bagi Sukamelang dan Subang.  Ada value promosi dengan ujung potensi besar secara ekonomi yang bisa dinikmati masyarakatnya.  Terlepas dari itu, event ini bagus bagi pemahaman publik. Potensinya terus digali sehingga memberi manfaat termasuk konservasi,” jelas Wawan.  Ratusan wayang dibawa oleh 108 orang saat acara peringatan hari wayang sedunia. Wayang-wayang itu dikirab dari Museum Wayang, Pondok Tingal, menuju Pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Peserta kirab kemudian melakukan doa bersama di  Pelataran Candi Borobudur.  Acara yang dikemas dalam laku (berjalan) sambil membawa wayang kulit dan wayang kardus. Peserta kirab ini ada yang anak-anak, remaja dan orang tua

Dalam laku wayang ini, para peserta terlihat sangat antusias sekali saat berarak-arakan dari Pondok Tingal hingga pelataran candi.  Sesampainya di Pelataran Candi Borobudur, mereka kemudian berdoa bersama. “Ini adalah hari dan bulan bakti wayang. Kami mengadakan sebuah festival yang bertajuk World Wayang Way yang artinya bahwa festival ini, menurut saya akan berjalan lama sekali karena wayang sebagai jalan hidup,” kata Eko Sunyoto, salah satu panitia World Wayang Way saat ditemui di Pelataran Candi Borobudur, Kamis (7/11/2019).  Menurutny kegiatan tersebut dilakukan dengan meditasi wayang yakni berjalan dengan hening dari Poondok Tingal hingga candi.  “Kami melakukan sebuah meditasi wayang, kami dari Museum Wayang Pondok Tingal menuju ke Pelataran Candi Borobudur.

Kami bermeditasi dengan perjalanan hening, henung dan heneng. Inilah sebenarnya, bagaimana cara kita memasyarakatkan wayang. Jadi, sekarang anak-anak milenial itu adalah experience, jadi pengalaman, bagaimana mereka memegang wayang, bagaimana mereka merasakan menjadi dalang,” ujar Eko. “Jadi merekapun siap menjadi dalang bagi diri pribadi mereka. Jadi, ini namanya meditasi, meditation work, mereka berjalan menggunakan wayang dan mereka juga menjadi dalang untuk mereka sendiri,” katanya.  Saat disinggung laku wayang tersebut menuju Candi Borobudur, kata Eko, Candi Borobudur merupakan salah satu ibunya wayang.  Hal ini karena sebenarnya wayang tersebut telah digambarkan di Candi Borobudur dalam kehidupan sehari-hari. “Kami melakukan di Borobudur, salah satunya karena ini merupakan ibunya wayang.  Karena sebenarnya wayang telah digambarkan disini dalam bentuk kehidupan sehari-hari sebagai suatu keutamaan leluhur yang dipatahkan pada reliefnya.

Sebenarnya itu sama juga ketika melihat wayang beber. Sama beberannya, cuma beber di kertas atau di kain, kalau ini dibeberkannya di relief,” tutur Eko.  Salah satu peserta, Ica Puja Lera Lestari (9), mengaku, senang ikut dalam kirab wayang. Sebelumnya juga pernah ikut dan ini kali keduanya mengikuti kirab wayang.  “Saya senang aja bisa ikut kirab. Saya sering lihat wayang dan tokoh yang disenangi nakula sadewa,” ujarnya.

Selamat ulang tahun ke 1 Pasar Cikundul

By | Event | No Comments

Selamat ulang tahun ke 1 Pasar Cikundul

Pasar Digital Cikundul, Kecamatan Lembursitu tahun ini menginjak usia satu tahun. Kini, setelah setahun berjalan tempat tersebut menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Sukabumi. Sebagai rasa syukur, pada Minggu (22/9) digelar tasyakur 1 tahun Pasar Digital Cikundul yang dihadiri Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Ketua Tim Penggerak PKK Fitri Hayati Fahmi. Selama ini, keberadaan Pasar Cikundul yang tepatnya berada di kawasan wisata pemandian air panas Cikundul, Lembursitu menyajikan kuliner tradisional dan kesenian khas Sukabumi. ” Pasar Digital Cikundul ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kota Sukabumi,” ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Di mana pengelolaan Pasar Cikundul ini dilakukan komunitas Generasi pesona Indonesia (Genpi).

(Walikota Sukabumi menghadiri 1 tahun pasar cikundul)

Ke depan pemerintah kota harus hadir dalam mengembangkan dan memajukan Pasar Cikundul. Terutama dari segi tampilan agar perkembangannya jauh melesat dibandingkan sebelumnya. Wali kota mengatakan, di Pasar Cikundul ini disajikan kuliner masa lalu dan tradisional yang kini sangat jarang ditemui. Selain itu seni budaya yang menjadi ciri khas Sukabumi. Sehingga kata Fahmi, anak muda bisa menikmati kuliner zamam dulu dan kesenian tradisional secara bersamaan. Koordinator Pasar Digital Cikundul Agus Rustiawandi menambahkan, Pasar Cikundul adalah sebuah destinasi pasar kuliner tradisional mingguan berbasis Pemasaran digital di Sukabumi. Di dalamnya menggelar kegiatan apresiasi seni dan budaya untuk masyarakat. ”Pasar ini mempromosikan kuliner jajanan tradisional yang ada di Kota Sukabumi,” ujar Agus. Secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk mengenal dan mencintai kuliner jajanan tradisional Kota Sukabumi.

Agus menerangkan, banyak menu makanan khas tradisional di Kota Sukabumi yang selama ini mempunyai potensi yang luar biasa bila digarap dengan sungguh-sungguh dan bahan bakunya yang berlimpah di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Ia mengatakan jumlah pengunjung cukup banyak dan dalam setahun mencapai sekitar 5.000 orang.

Pasar Kopi Bekasi menjadi ajang promosi kopi di Jawa Barat

By | Event | No Comments

Sobat wisata, siapa yang tidak tahu kopi. Salah satu olahan dari biji kopi ini sangat disukai oleh setiap kalangan, dari remaja hingga dewasa. untuk masalah kopi Indonesia juaranya. karena Indonesia memiliki berbagai macam kopi, mulai dari kopi Gayo, kopi Toraja, kopi Kintamani, kopi Flores, hingga kopi Jawa. Nah, di Jawa sendiri lebih tepatnya di Jawa Barat punya berbagai macam kopi yang di hasilkan para petani Kopi Jawa Barat. Ada kopi Puntang, Ciwidey, Cikuray, Gunung Halu, Papandayan. Nah di Kota Bekasi sendiri bakal di selenggarakn PASAR KOPI BEKASI. Bagi para pecinta kopi bisa datang kesana acaranya berada di Pasar Sinpasa Sumarecon Bekasi. Dari jam 14:00 – Selesai. Jangan sampai ketinggalan ya sobat wisata.

Pangandaran International Kite Festival di ikuti dari berbagai negara

By | Event | No Comments

Pangandaran International Kite Festival diikuti dari berbagai negara

Pangandaran- Pangandaran International Kite Festival telah di gelar selama 3 hari ini, Festival ini telah di laksanakan yang ke 30 dan dihadiri juga  oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang diadakan di Pantai Timur.   beliau memberikan pantun dalam sambutannya yaitu “Ikan sepat dipepes Ibu Cinta (Atalia Praratya, Red), enak dimakan sama sambal terasinya, Jawa Barat adalah provinsi pariwisata, dan Pangandaran primadonanya” begitulah pantun yang di lantunkan oleh RK, Sebutan untuk Ridwan Kamil.

Acara ini juga di ikuti oleh negara portugal, Spanyol, Francis, Malaysia dan negara India, yang di wakili oleh Youth Club, President Youth Club, Varun Chadha, sangat mengapresiasi acara tersebut “untuk Pemerintah dan para penyelenggara telah melakukan pekerjaan yang besar dalam menciptakan Festival ini. Saya pikir Festival tersebut harus dilakukan secara teratur. Hal ini akan meningkatkan hubungan antara berbagai negara” dan dia berharap Festival berikutnya bisa mengundang kami lagi dan kami akan memiliki lebih banyak hari untuk layang-layang terbang seperti Festival kami Ahmedabad.In Ahmedabad” ujar Varun Chadha. Perlu di ketahui juga Pangandaran Internasional Kite Festival menjadi satu-satunya ajang pertunjukan layang-layang di Jawa Barat yang menghadirkan berbagai macam bentuk layang-layang. Layang-layang yang di tunjukkan oleh para peserta di antaranya ada layang-layang Pikachu, kartun Smurf, Gurita dan juga ikon kota pangandaran itu sendiri yaitu ikan marlin. Acara ini juga di ramaikan dari berbagai daerah di indonesia salah satunya dari kota solo yang membawa layang-layang berbentuk kendaraan tradisional yaitu Becak.

Bagaimana, Seru bukan artikel Pangandaran International Kite Festival diikuti dari berbagai negara?

Meriahnya Festival Sukabumi Aya Aya Waé Aya Aya Waé

By | Event | No Comments

Meriahnya Festival Aya Aya Waé Aya Aya Waé Sukabumi

SUKABUMI- Masyarakat Sukabumi menghadiri acara Sukabumi Aya Aya Waé Aya Aya Waé Turut hadir pula Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi memberikan apresiasi atas terselenggaranya Sukabumi Aya Aya Waé Festival yang digelar di sekitar Tugu Adipura dan Jalan RE Martadinata sejak 5-6 Juli 2019. Kegiatan yang diinisiasi Polres Sukabumi Kota ini sebagai bentuk rasa terima kasih kepada warga dan elemen lainnya dalam mendukung kondisi wilayah yang aman dan kondusif.

Ajang Sukabumi Aya Aya Waé Festival menyuguhkan pertunjukkan seni dan budaya asal Sukabumi dan penampilan musik dari musisi Sukabumi. Misalnya penampilan seni bola leungeun seuneu atau seni bela diri silat boles dan barongsai.

Selain itu tersedia juga stand pameran dari berbagai instansi pemerintah, TNI/Polri, komunitas hingga kalangan jurnalis. Dalam acara tersebut turut hadir Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro, dan Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Kav Mujahidin serta Ketua DPRD Kota Sukabumi Yunus Suhandi.

‘’ Kapolres menginisiasi kegiatan Sukabumi Aya Aya Waé Festival ini sebagai bentuk rasa terimakasih dari kami Forkopimda kepada warga Kota Sukabumi,’’ ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dalam sambutannya di panggung utama festival, Sabtu (6/7). Di mana masyarakat mampu bersinergis dengan pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas wilayah Sukabumi.

Pemkot kata Fahmi, menyadari benar tanpa adanya dukungan dari warga maka Sukabumi tidak seaman dan sekondusif sekarang ini. Itulah sebabnya kebersamaan ini adalah bagian yang tidak akan dihilangkan dan akan terus dijaga serta dijalin.

Meriahnya Festival Aya Aya Waé Aya Aya Waé Sukabumi

Ke depan ungkap Fahmi, Sukabumi Aya Aya Waé Festival akan dijadikan sebagai agenda tahunan di wilayah Sukabumi. ‘’ Dasarnya pada perhelatan pertama ini respon warga sangat tinggi dan acara ramai,’’ cetus dia.

Targetnya kata Fahmi, pada tahun selanjutnya akan jauh lebih semarak. Hal ini membutuhkan dukungan semua elemen baik pemerintah dan berbagai komunitas untuk terus berkolaborasi. Terakhir wali kota berharap mari tetap terus bahagia untuk Sukabumi yang dicintai.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, ajang festival ini merupakan rangkaian hari Bhayangkara. Harapannya festival tersebut dapat mengangkat potensi seni budaya dan ekonomi kreatif di Sukabumi.

‘’ Ajang ini menjadi agenda rutin tahunan di Sukabumi,’’ cetus Susatyo. Sehingga Sukabumi akan memiliki media untuk menunjukkan berbagai potensi seni dan budaya serta yang lainnya kepada masyarakat. 

Gimana? Seru kan Meriahnya Festival Sukabumi Aya Aya Waé Aya Aya Waé