Category

Event

Tari Batik Lokatmala turut meriahkan Acara Pembukaan Pameran Seni Rupa Murni Kota Sukabumi

By | Event | No Comments

yang ngaku orang Sukabumi pasti tau dong Batik Lokatmala Sukabumi? Batik asal Sukabumi yang semakin berkembang dari hari ke hari bukan saja di kenal di daerahnya bahkan sudah merambak ke Nasional sampai Internasional, Ceu Fonna panggilan akrab Pemilik Batik Lokatmala Sukabumi seakan tidak kehabisan ide untuk terus menghasilkan karya karya terbaik dari batik yang dihasilkannya sesuai dengan konsep awal yaitu mengangkat budaya daerah dan juga sekaligus untuk membantu menghidupi kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam rangka menumbuhkan kembali rasa cinta kepada kebudayaan traditional yang menjadi warisan leluhur. Kini, sejumlah motif batik tulis Lokatmala telah banyak dihasilkan. Setiap motif yang dibuat memiliki referensi dan filosofinya.
nah disamping membantik lokatmala juga mempunyai sanggar tari loh.,! yang diberi nama Sanggar Lokatmala , ada beberapa jenis tarian yang sudah di populerkan oleh sanggar lokatmala di antaranya tari Julang Ngapak, Tari Jaipong dan yang lainnya.
Hari Senin 22 Oktober 2018 Lokatmala mendapatkan kesempatan untuk mempersembahkan salah satu tarian terbarunya yaitu Tari Batik untuk tampil di acara Opening Ceremonial Pameran Seni Rupa Murni III bertempat di gedung seni AHER Kota Sukabumi yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, di awali dengan tarian penyambutan sampai penampilan tarian di atas panggung.

Tari Batik Lokamatla ini merupakan tarian khas dari Sukabumi sekaligus mengenalkan budaya dan kearifan lokal serta mengenalkan batik Sukabumi kepada para tamu undangan yang hadir pada kegiatan tersebut, adapun motif batik yang digunakan yaitu Jenis Batik Tjiwangi dengan filosifi Legenda Nyi Mas Tjiwangi Cikundul dari Sukabumi.


Ceu Fonna mengatakan alhamdulillah Sanggar Lokatmala dipercayai untuk menampilakn tarian di pembukaan acara Pameran Seni Rupa Murni Kota Sukabumi “jujur saja sebetulnya Tarian ini dadakan dan latihannyapun hanya memerlukan Semalam sebelum besok tampil, bikin tusuk konde dari canting juga dadakan’. ungkapnya “Akan tetapi tambah ceu Fonna ‘Alhamdulillah bisa menampilkan yang maksimal terlihat dari antusias penonton yang menyaksikan sangat begitu menikmati’. Ucapnya


Ceu Fonna Juga berharap “Semoga Seni Murni dan Budaya Batik makin berkembang, Semakin tersosialisasikan bahwa batik maupun seni rupa murni adalah suatu proses perpaduan keilmuan, tehnik dan rasa yang menghasilkankarya seni berkearifan lokal yang bisa merepresentasikan Kota Sukabumi” ujarnya
Wow keren banget kan..? kalau kalian tertarik dengan hasil karya batik Lokatmala dan juga sanggar tari Lokatmala Sukabumi, jangan diem diem bae ,Kuy datang ke sukabumi dan Kunjungi Gerai nya di JL Kenari 20-Z Kota Sukabumi dan juga bisa tanya tanya seputar batik lokatmala langsung dengan pemiliknya.

Kuy.! Datang dan Saksikan Ciletuh Palabuhanratu Geopark Festival 2018

By | Event | No Comments

Halo sobat wisata Sudah ada rencana liburan kemana akhir pekan ini…? kalau belum ada rencana segera kosongkan waktu luang di akhir pekan ini untuk pergi ke Sukabumi. disana ada yang namanya Geopark Ciletuh kalian akan disuguhi dengan pemandangan yang luar biasa, merasakan ketenangan alam yang damai dan memesona.

Foto : Puncak Darma (Bambang Bengal)

Geopark Ciletuh Sukabumi ini adalah salah satu lokasi liburan keren yang sagat rekomended,Terutama untuk kalian yang ingin berwisata alam dengan tantangan. Geopark Ciletuh Sukabumi atau taman alam batuan tertua di pulau jawa ini merupakan tempat wisata alam yang keren di Jawa Barat yang telah resmi ditetapkan oleh UNESCO menjadi bagian dari jaringan geopark dunia, yakni Unesco Global Geopark (UGG) pada April 2018 lalu dan disampaikan dalam sidang ke-204 Executive Board Unesco, Komisi Programme & External Relations di Paris.
Bermacam suguhan alam yang beragam bisia kita nikmati dari mulai pantai, air terjun hingga perbukitan dan sejumlah pulau. adapun Destinasi Wisatanya antara lain Panenjoan, Curug Sodong, Curug Cimarinjung, Pulau Kunti, Pulau Badak, Pulau Mandra, Pantai Palangpang dan Puncak Darma. Dari puncak tersebut, kalian bisa menikmati pemandangan bentang alam nan indah seperti gunung, tebing hingga lautan, bahkan perjalanan menuju puncak juga menyuguhkan alam persawahan yang tak kalah menarik.
Nah, di akhir pekan ini kebetulan Pemerintah Provinsi Jabar melelui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dan didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pariwisata, Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Badan Pengelola Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu menggelar acara yang seru banget namanya Festival Geopark Ciletuh 2018 yang akan berlangsung pada Tanggal 12-14 Oktober 2018 , event ini sudah Masuk ke dalam 100 Calender Of Event Kementerian Pariwisata Indonesia, Festival Geopark Ciletuh 2018 bakal menawarkan banyak kegiatan menarik, melibatkan kebudayaan lokal, ratusan seniman bakal menyuguhkan berbagai atraksi menarik, dari pertunjukan budaya dan seni serta suguhan kuliner khas yang terdapat di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Melibatkan masyarakat setempat, aneka kesenian yang akan ditampilkan meliputi pencak silat, gondang, tari liliuran, tari Cepet, Kacapi Buhun, wayang golek, tutunggulan dan lain-lain. tak hanya itu, di event ini akan dilaksanakan Pemecahan Rekor Dunia dengan 5000 Penari Jipeng yang akan berlokasi di Panenjoan desa Taman Jaya Sukabumi.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menganggap event ini wajib didatangi para pecinta seni dan budaya. Karena atraksi yang ditampilkan akan sangat berkelas.
“Ada banyak alasan mengapa kita harus datang ke Festival Geopark Ciletuh. Pertama, festival ini berada di lokasi yang sangat luar biasa. Di Ciletuh Sukabumi. Kedua, tentu saja karena atraksinya. Banyak agenda seni dan budaya,” papar Arief Yahya.
Gimana sudah kebayang serunya kan…? jangan pake lama mikir, langsung meluncur ke Sukabumi dan rasakan sensasi yang luar bisa yang kalian akan dapatkan di Geopark Ciletuh- Palabuhanratu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Ida Hernida SH, MSi, mengatakan ujicoba geowisata menjadi salah satu sasaran penyelenggaraan CGF2018 untuk meningkatkan giat pariwisata dalam kawasan Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, karenanya selain kegiatan di venue utama, kegiatan tersebar di 18 area geosite Geopark Ciletuh Palabuhanratu, yaitu Kasepuhan Sinar Resmi, Geyser Cisolok, Pantai Citepus, Geopark Information Center, Pantai Palabuhanratu, Jembatan Bagbagan, Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa, Pantai Loji, Puncak Gebang, Puncak Darma, Puncak Aher, Desa Budaya Girimukti, Panenjoan, Puncak Manik, Bukit Cinta, Bukit Panyawangan, Pantai Palangpang, Leuwi Kenit. Penyelenggara menyediakan paket- paket wisata daytour dan halfday tour yang dapat diikuti oleh wisatawan yang hadir di CGF2018. Untuk akomodasi, wisatawan boleh memilih untuk tinggal di homestay, ataupun membawa tenda sendiri di area camping dalam CGF2018.

Destinasi Digital Pasar Cijaringao Akan Segera Hadir di Bandung

Usung Konsep Unik, Destinasi Digital Pasar Cijaringao Akan Segera Digelar

By | Berita, Event | No Comments

Destinasi Digital yang sedang ramai dibicarakan oleh netizen, akan segara hadir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.  Anak-anak muda komunitas GenPI (Generasi Pesona Indonesia) Jawa Barat, berkolaborasi dengan Saung Angklung Udjo dan Ruang Kolabarasa, siap menggelar Pasar Cijaringao di  Kawasan Cijaringao Hejo Udjo, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Edisi perdana Pasar Cijaringao ini akan dihelat pada Minggu, 12 Agustus 2018. Selain pasar warga, akan hadir pula aksi ketangkasan Domba sekaligus Kontes Domba, permainan tradisional, pertunjukkan Seni budaya, Edukasi & Workshop Komunitas, serta pertunjukkan Musik Akustik Alam.

Destinasi digital adalah sebuah produk pariwisata yang kreatif dan dikemas secara kekinian (zaman now). Keinginan generasi milenial maupun individu yang senang ‘berbagi’ di media sosial menjadi potensi baik untuk meningkatkan pariwisata dunia digital ini.

Sebuah destinasi yang heboh di dunia maya, viral di media sosial, dan nge-hits di Instagram. Kids Zaman Now sering menyebut diferensiasi produk destinasi baru ini dengan istilah: “Instagramable.”

Menurut Taufik Hidayat, Director & Owner Saung Angklung Udjo, “Pasar Cijaringao adalah sebuah ruang publik yang akan menghadirkan segala aktivitas jual beli dan etalase kreativitas warga Cijaringao, sekaligus sebagai simpul seni budaya tradisional yang senantiasa mewartakan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Jawa Barat”.

“Ini akan menjadi sesuatu yang menarik, dan warna baru bagi pariwisata di Jawa Barat pada khususnya”, ujar Kang Opik, panggilan akrabnya.

Ketua Harian GenPI Jabar, Ricky Arnold menambahkan, “GenPI tidak hanya hore-hore saja. Komunitas ini komit untuk memajukan pariwisata Indonesia dengan cara cara unik. Misalkan dengan membuat pasar yang dihebohkan di media sosial. Commercial value-nya juga jalan. Bahkan pasar-pasar ini memberi kontribusi bagi masyarakat sekitar secara nyata.

“Yang berjualan di destinasi digital kan harus masyarakat sekitar. Dan yang dijual, harus memiliki ciri khas budaya setempat. Contohnya kuliner. Harus ada lapak makanan tradisi khas daerah setempat. Begitu juga dengan kerajinan tangannya,” papar Ricky.

Destinasi Digital ini bisa menjadi incubator buat GenPI untuk belajar 2C sekaligus, yakni memperkuat Creative Values sekaligus Commercial Values. Anak-anak muda millennials itu akan belajar bermedia sosial yang keren, positif, mengangkat dan mempromosikan kekuatan pariwisata Indonesia. Sekaligus belajar bisnis, menciptakan peluang, dan menggerakkan  ekonomi masyarakat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat mendukung dan tak lupa mengapresiasi akan segera hadirnya Pasar Cijaringao.

“Selamat atas segera hadirnya Pasar Cijaringao, semoga bisa ikut mendorong pertumbuhan pariwisata Indonesia” kata Arief Yahya.

Batik Sukabumi yang MenDunia

By | Event | No Comments

Halo sahabat Genpi, Tau gak kalau di Sukabumi juga ada pengrajin batik khas yang sudah mendunia., selama ini kalau kita mendengar pengrajin batik pasti sudah otomatis tertuju pada daerah pekalongan, Jogja atau Solo, namun siapa sangka, Kota Sukabumi yang dikenal sebagai Kota Mochi manpu menghadirkan batik hkas yang cukup membanggakan.

ya, namanya Batik Lokatmala asal Kota Sukabumi, Batik Lokatmala ini pada pekan lalu mendapat kesempatan untuk memperkenalkan batik secara langsung dikancah internasional, pada tanggal 12 maret sampi dengan 24 maret 2018.
Sebut saja ceu Fonna Pemilik Batik Lokatmala ini mendapatkan kesempatan menjadi instruktur batik dari Indonesia yang menarik minat International Foreign Women Association (IFWA) dan juga ikut menggelar workshop batik. Animonya cukup besar, peserta mencapai 140 orang dari kalangan isteri duta besar dan pejabat Pakistan, serta para diplomat. 


Ceu Fonna menjelaskan “ saya di undang oleh KBRI untuk mengisi lokakarya sekaligus mengajarkan tehnik membatik kepada para istri duta besar negara sahabat. Ucapnya
Ceu fonna juga megatakan “dalam rangka workshop batik untuk istri dubes juga sekalian workshop Universitas Fatimah Jinnah,” singkatnya


Ini menjadi suatu kebanggakan untuk ceu fona sendiri, untuk warga sukabumi Jawabarat, Umumnya untuk Indonesia.
apalagi selama ini Ceu Fonna dengan batik Lokatmalanya terus berusaha menggali kearifan lokal sukabumi melalui karya-karya batiknya yang luar biasa.

Berbagai Macam Batik Sukabumi

Fotografer dan Vlogger Ramaikan Lomba Marathon Digital #GoesToPasarCikundul

By | Event | No Comments

(Sukabumi) – Kawasan Wisata Pemandian Air Panas Cikundul hari ini dipenuhi oleh Fotografer, Blogger, dan Vlogger dalam rangkaian acara #GoesToPasarCikundul. Para penggiat hobi digital ini rupanya tengah mengikuti lomba foto dan vlog untuk mempromosikan kawasan terpadu wisata Cikundul. Pemandian Air Panas Cikundul sendiri merupakan salah satu objek wisata yang berada di Kota Sukabumi. Berada di Kecamatan Lembursitu, dengan jarak 7 KM dan waktu tempuh sekitar 15-20 menit dari pusat kota. Pemandian Cikundul berdiri sejak tahun 1990 dengan nama “Tirta Daya Bumi” yang diresmikan oleh Walikota Sukabumi saat itu, Ibu Molly.

Namun. Seiring dengan berjalannya waktu, pemandian pun diubah namanya menjadi Cikundul, dengan mengembangkan beberapa kawasan wisata terpadu di sekitarnya. Beberapa Kawasan wisata tersebut diantaranya Agro Edu wisata Cikundul, Bumi Perkemahan Cikundul, Hutan Kota Kibitay, dan juga makam Eyang Cikundul. Pada perlombaan kali ini, peserta ditantang untuk membuat konten menarik, yang dapat meningkatkan citra dan promosi Kawasan wisata terpadu Cikundul tersebut.

perlombaan ini juga menjadi bagian dari rangkaian acara menuju Pasar Cikundul yang nantinya akan menjadi pasar terpadu kerajinan, oleh-oleh, dan kuliner khas Sukabumi. Selain perlombaan, hari ini kawasan wisata Pemandian Air Panas Cikundul dimeriahkan dengan penampilan Ibing Pencak Silat dan perform Fleur dari Belanda. Semakin meriah acara ini dengan uji coba Pasar Cikundul yang menampilkan kerajinan dan karya masyarakat, salah satunya dari Komunitas Mini Figur Sukabumi.

Kawasan Pemandian Air Panas Cikundul sangat cocok dikunjungi saat berakhir pekan, khususnya saat waktu bersama keluarga. Karena, kini Pemandian Air Panas Cikundul dilengkapi dengan fasilitas Gazebo, juga ruang terbuka yang dapat digunakan untuk bersantai selain berendam atau berenang. Adapun fasilitas utama Pemandian Air Panas Cikundul diantaranya Kolam Air Panas, Kolam Air Dingin, Kamar Berendam, Cottage, dan Arung Jeram melewati Sungai Cimandiri. Harga nya pun sangat terjangkau. cukup merogoh kocek 8.000 rupiah, sahabat sudah bisa menikmati fasilitas yang ada. Namun, untuk Kamar Berendam sendiri ada tiket khusus yang harus dibeli, yakni seharga 30.000 rupiah. Apabila ingin mencoba Arung Jeram, Cikundul dapat menjadi rekomendasi karena sungainya yang tenang. selain itu, harganya terbilang cukup murah, yakni 150.000 untuk 5 orang
Selain itu, Pemandian Air Panas Cikundul sangat cocok bagi penikmat fotografi.

karena, banyak sekali spot foto kece disini. salah satunya rumah pohon. Rencananya Sendiri, Pasar Cikundul yang akan dibangun di kawasan wisata terpadu Cikundul ini akan menjadi pasar promosi dan kerajinan oleh-oleh khas Sukabumi. didorong dengan promosi digital yang akan membuat orang semakin tertarik untuk berkunjung ke Pasar Cikundul, karena kondisi pasar yang akan dikonsep sedemikian rupa sehingga tampak kekinian dan instagramable. Event Lomba Marathon di Pemandian Air Panas Cikundul pun disemarakkan dengan kehadiran para blogger nasional yang berekebisi dalam perlombaan kali ini, Sehingga diharapkan, pada launching Pasar Cikundul nanti, Kawasan Wisata Terpadu Cikundul dapat menjadi objek wisata unggulan di Kota Sukabumi.

Asia Afrika carnival

By | Event | No Comments

Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-63 pada 13 Mei 2018 mendatang di Bandung, Jawa Barat, dipastikan akan berlangsung meriah.

Sebab, even bersejarah bagi perjalanan bangsa ini akan akbar dan semarak dengan penampilan Asian African Carnival 2018.
Karnaval rencana ini rencananya akan digelar pada 28 April 2018 dengan rute tempuh sepanjang Jalan Asia Afrika, Jalan Cikapundung Barat, Jalan Naripan, hingga Jalan Tamblong.

Selain sajian penampilan seni dan budaya dari perwakilan negara-negara anggota Asia-Afrika, penyelenggara juga akan melibatkan negara-negara sahabat. Hanya itu? Tidak. Akan ada juga “Bandung Sister Cities dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana. Menurut Pitana, penampilan karnaval ini akan menambah semarak dan semakin memberikan ruang bagi masyarakat.

Apalagi, panitia berinisiatif akan membuka sayembara yang ditujukan bagi para pelaku seni pagelaran dan peserta karnaval. “Kurasi konten akan ditekankan pada kegiatan karnaval kali ini. Setiap penampilan, akan diperhitungkan kontennya,” ujar Pitana. Dengan demikin, tidak akan memberikan kesan monoton pada para pengunjung. Terlebih, even ini masuk dalam Top 100 Calendar of Event (CoE) Kemenpar,” lanjut Pitana.

Untuk mengikuti sayembara, caranya cukup mudah. Para peserta bisa mendaftarkan via online melalui http://asiaafricaweek.com/carnival/form-carnival.html Dalam pendaftaran, para peminat bisa melakukan registrasi dengan mengisi nama atau kelompok yang akan berpartisipasi.

Jumlah anggota dalam setiap kelompok, minimal 5 orang atau anggota. Jangan lupa mengisi nomor telepon dan mencantumkan alamat email. “Nantinya para peserta sayembara harus dapat menampilkan hasil karya mereka masing-masing kepada para pengunjung,” ungkap Pitana.
Tidak main-main, karena menurut Pitana, sayembara ini akan memperebutkan total hadiah sebanyak puluhan juta rupiah. Kepala Bidang Pemasaran Area I Kemenpar, Wawan Gunawan menambahkan, gelaran Asian African Carnival 2018 akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Asian African Carnival kali ini akan menggunakan dua panggung utama yang ditempatkan di ruas Jalan Braga Pendek dan Jalan Soekarno.

Dengan adanya dua panggung utama ini, diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan akan semaraknya sebuah kegiatan.
“Nantinya juga akan hadir Kahitna yang akan ikut meramaikan Asian African Carnival, sehingga bisa memberikan kesan semarak yang berbeda,” tutur Wawan.
Karnaval kali ini akan dikemas dengan sangat apik, dengan menampilkan berbagai kebudayaan khas kebanggaan Indonesia. “Hal ini bertujuan agar salah satu kekayaan bangsa berupa kebudayaan, yang ditampilkan melalui kesenian, dapat terus dilestarikan dan tidak terkikis oleh zaman,” sambungnya. Menteri Pariwisata Arief Yahya menaruh harapan besar agar kegiatan ini dapat semakin interaktif dengan masyarakat. Dengan demikian, suasana karnavalnya akan sangat bagus dan masyarakat dapat ikut terlibat secara langsung di pagelaran budaya tersebut. Arief Yahya juga ingin agar di Bandung nanti, suasana itu terasa. Masyarakat ikut menikmati karnaval, jadi bukan hanya sekadar menonton.

Pentas acaranya pun dirancang tak biasa. Setelah menyiapkan lokasi acara, giliran penempatan spot panggung yang dirancang secara apik. “Eksposur medianya juga sangat besar. Ini akan berdampak baik bagi pariwisata Bandung dan tentunya Indonesia,” ujar Menpar Arief Yahya. “Ayo, datang dan meriahkan Asian African Carnival 2018 ini. Salam Pesona Indonesia, Wonderful Indonesia,” pungkas Menpar Arief Yahya. Ada yang berbeda! Di tahun 2018 ini, Asia Africa Week bakal menyajikan acara-acara menarik dan mengajak Anda semua untuk ikut serta.

Asia Afrika Week 2018 bakal digelar dari Senin, 23 April 2018 hingga Minggu, 29 April 2018 di Bandung. Masyarakat luas bisa terlibat di berbagai kegiatan yang ada. #AsiaAfricaCarnival2018

Berdasarkan rencna yang telah dimatangkan, Asia Africa Carnival tahun ini terbagi dalam lima kegiatan utama:

1. Youth Conference (Rabu-Kamis, 25-26 April 2018). Konferensi ini menitikberatkan pada perkembangan digital yang tentunya akan bermanfaat bagi masyarakat luas.

2. Cultural and Tourism Expo (Jumat, Sabu, Minggu, 27-29 April 2018). Pameran kebudayaan dan pariwisata dari masing-masing daerah yang akan menambah wawasan dan informasi bagi Warga Bandung.

3. Asian African Carnival (Sabtu, 28 April 2018). Perwakilan dari masing-masing daerah (negara sahabat, Sister Cities, Provinsi, Kota, Kabupaten) berjalan mengelilingi kawasan Jl Asia Afrika, menggunakan pakaian daerah atau kostum-kostum unik. Selain itu, dalam kegiatan ini diadakan juga sayembara carnival yang dibuka untuk umum, di mana para pegiat carnival punya berkesempatan mendapatkan hadiah menarik.

4. Unity Run (Minggu, 29 April 2018)
Kegiatan fun run yang juga mengajak peserta melewati bangunan cagar budaya yang ada di Kota Bandung yang selama ini tidak banyak diketahui.
Kegiatan Unity Run ini dibagi dalam 4 kategori, yaitu Umum, pelajar, atlet, kids dash, dan memperebutkan hadiah menarik serta ratusan doorprize.
5. Photo and Short Movie Competition. Kompetisi foto dan filem pendek ini sudah dirilis untuk umum sejak Maret lalu. Akan dipilih beberapa pemenang yang akan memperebutkan bermacam-macam hadiah dan akan dipamerkan pada 23-29 April 2018.

Nah, sudah kebayang, kan? Betapa semarak Asia Africa Carnival2018 akan berlangsung dan masyarakat umum bisa terlibat di dalamnya. Sebentar lagi nih: Asia Africa Week 2018! Pada perayaan tahun ini akan ada agenda acara Asian African Carnival. Ini salah satu menu utama di Asia Africa Week tahun ini.

Selain acara seni dan b hiudaya dari perwakilan anggota Asia Afrika, juga akan melibatkan negara-negara sahabat, Bandung Sister Cities, dan Kabupaten Kota di seluruh Indonesia. Untuk menambah semarak dan semakin memberikan ruang bagi masyarakat umum, maka panitia membuka sayembara untuk para pelaku seni pagelaran kriya karnaval. Mereka yang lolos, dapat menampilkan hasil karya mereka kepada para pengunjung dan memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah.

Kurasi konten akan ditekankan pada kegiatan karnaval kali ini, di mana setiap penampilan akan diperhitungkan kontennya sehingga tidak akan memberikan kesan monoton pada para pengunjung. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Asian African Carnival kali ini akan menghadirkan dua panggung utama yang akan ditempatkan di ruas Jl. Braga Pendek dan Jl. Soekarno.Dengan adanya dua panggung utama ini, diharapkan akan dapat mengakomodir kebutuhan semaraknya sebuah kegiatan.
Dengan melibatkan seniman nasional panitia yakin Asian African Carnival kali ini akan memberikan kesan semarak yang berbeda.

LAUNCHING LAYANG LAKBOK FESTIVAL art and culture festival in tatar galuh ciamis

By | Event | No Comments

Sampurasun, dalam rangka mensosialisasikan Layang Lakbok Festival kepada seluruh masyarakat dan media, kami mengadakan Launching Layang Lakbok Festival yang akan diselenggarakan pada:

Minggu, 15 April 2018
di Baregbeg – Sidaharja, Lakbok, Ciamis, Jawa Barat

Dengan rangkaian acara,
Conference Pers
Eduaksi Budaya – Nyerat Aksara Sunda
Pertunjukan Seni Budaya
Senja Sastra

Oleh karena itu, kami mengundang kepada semuanya untuk dapat berkenan hadir dan turut mempublikasikan kegiatan ini bersama yang akan dilaksanakan di bulan Agustus mendatang.
Haturnuhun.
#LayangLakbokFest #Lakbok #RawaLakbok #Galuh #Ciamis #ExploreCiamis #PesonaGaluh #PesonaJawaBaratku #PesonaIndonesia #NonomanGaluh #EduaksiBudaya #NyeratAksaraSunda #Sunda #Jawa #Pasundan #TatarGaluh #ExploreCiamis #ExploreGaluh

Semangat Genjot Pariwisata, Festival Tahu 2018 Lahirkan GenPi Sumedang 

By | Event | No Comments

SUMEDANG-Semangat Indonesia Incorporated untuk Pariwisata Indonesia sangat terasa di perhelatan Festival Tahu Sumedang 2018, Minggu (8/11). Semua unsur pariwisata yang biasa disebut dengan Penthahelix yakni Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah dan media melebur menjadi satu untuk pariwisata Indonesia. Buktinya, bertempat di Alun-alun Kota Sumedang, acara yang dihadiri ribuan orang itu melahirkan unsur pendukung pariwisata Indonesia yakni Generasi Pesona Indonesia (GenPI).

”Alhamdulillah, Sumedang juga kini sudah punya GenPI. Dan sengaja kami lahirkan bertepatan dengan acara Festival Tahu dan hari ulang tahun Kota Sumedang. Selamat atas lahirnya GenPI Sumedang, dan terima kasih Kemenpar telah mengayomi para nitizen dunia maya ini untuk tujuan yang mulia,”kata Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Sumedang, Sumarwan Hadisoemarto yang didampingi Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Sumedang Nana Suryana.

Dalam acara deklarasi tersebut, hadir juga perwakilan dari Kemenpar Kepala Bidang Area Jawa Deputi Pemasaran I Kemenpar Wawan Gunawan. Pria yang juga Dalang Wayang Ajen itu secara simbolis menyerahkan merchandise ke Ketua Genpi Sumedang Abi Firman sebagai tanda lahirnya GenPI Sumedang.

”Ini adalah keputusan yang hebat dan kekinian. GenPI saat ini adalah hal yang wajib dimiliki oleh seluruh daerah di Indonesia. kenapa ? karena nantinya mereka yang akan mengangkat nama baik daerah, nama besar daerah, ikon pariwisata daerah ke dunia nasional maupun internasional. Ini adalah komunitas anak muda yang harus diisi oleh anak jaman now yang sangat mencintai daerahnya,”kata Wawan saat deklarasi.

Wawan memaparkan, saat ini yang harus dilakukan para nitizen yang cinta dengan Sumedang adalah branding. Wawan memberikan contoh, Garut terkenal dengan Dodolnya, Bogor terkenal dengan tales dan asinannya, Garut juga terkenal akan dombanya, Majalengka juga terkenal dengan Duriannya. “Nah, Sumedang terkenal dengan Tahu-nya, sekarang kita harus berjuang, bukan hanya agar Tahu dikenal ke dunia internasional, namun juga kita harus menggiring para wisawatan untuk makan tahu di Sumedang. Kita harus bangkitkan pariwisata Sumedang,” ujar Wawan.

Deputi Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana didampingi Asdep Pemasaran Regional I Sumarni menambahkan, Genpi kini sudah punya visi dan misi yang jelas. GenPi juga patut bangga sudah punya platform baru bernama Genpi.co.

Kata Pitana, selain bersosmed secara online, membuat destinasi digital, GenPi juga 

dikumpulkan di satu tempat bernama GenPi.co. “Bahkan saya mendapatkan kabar bahwa platform ini bisa siaran langsung, bisa video story, dan juga karya-karya parannitizen bisa dipublish bahkan diapresiasi di situs tersebut, ini membuat seluruh GenPi bisa bersatu untuk pariwisata Indonesia,”ujar Pitana yang juga diamini Wawan. Genpi.co memang lahir untuk GenPi. Situs online dengan alamat www.genpi.co itu kini sudah bisa live streaming. 

Pitana juga meminta kepada semua daerah untuk bersama-sama mengumpulkan nitizen dalam satu wadah yakni GenPI termasuk yang telah dilakukan oleh Sumedang. “Genpi itu bukan komunitas biasa, genpi masuk dalam unsur Pentahelix pariwisata Indonesia yakni unsur ABCGM: Akademisi, Business, Community dan Government,”tambah Sumarni.

Genpi.co sangat cocok untuk GenPI dan semua pecinta pariwisata Indonesia karena GenPI diisi oleh nitizen, Blogger, Vloger, Fotografer, Videografer, Traveler, Jurnalis, Reporter dan Influencer. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyambut semua unsur GenPI dan platformnya serta mengucapkan selamat atas lahirnya  GenPi Sumedang.

Kata Menpar, bahwa dunia kini sudah mulai berubah, dan dunia kita sudah dalam genggaman. ” Selamat atas terbentuknya GenPi Sumedang dan GenPi-GenPi di seluruh Indonesia. More digital more global, more digital more personal, more digital, more profesional. GenPI sudah memberikan contoh yang baik dalam bersosial media, mari kita bergandeng tangan untuk membangun pariwisata Indonesia melalui sosial media,”kata Menpar Arief Yahya.(*)

Festival Tahu 2018 Membangun Ikon Sumedang Agar Semakin Go Internasional 

By | Event | No Comments

SUMEDANG- Halaman depan Kantor Bupati Sumedang alias alun-alun Sumedang Jawa Barat mendadak heboh dan meledak. Betapa tidak, daerah yang terkenal dengan alamnya yang sejuk itu menggelar event yang sangat menarik yakni Festival Tahu Sumedang 2018, Minggu pagi (8/4). 

Ribuan manusia tumplek blek di alun-alun yang memiliki design arsitek sunda itu. Area-area selfie yang Instagramble juga menghiasi setiap sudut. Bahkan, meja panjang yang untuk menampung ribuan tahu yang disantap terlihat manis di tengah jalan. 

“Ini adalah perjuangan kami terus menjaga branding, menjaga ikon, dan menjaga makanan Tahu menjadi lebih nasional bahkan go internasional,” kata Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Sumedang, Sumarwan Hadisoemarto. Bupati pecaya bahwa hal itu akan bisa terjadi dengan cepat dan viral.

Kata Bupati, mengapa akan cepat viral, karena pada perhelatan ini Sumedang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sebagai lokomotive promosi yang paling efektif di dunia pariwisata. 

“Terima kasih Kemenpar yang telah membawa media, melahirkan para nitizen yang tergabung di Generasi Pesona Indonesia. Karena memang promosi adalah tulang punggung mengangkat Sumedang akan tetap hidup dan terus bangkit,”ujar Bupati.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Sumedang Nana Suryana juga optimis merawat ikon akan tetap menjaga Sumedang di mata nasional maupun di mata internasional. “Ke depannya, kita harus terus berkarya membuat makanan Tahu yang punya inovasi yang menarik untuk wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Ikon ini menjadi objek sebagai sarana mendatangkan wisatawan untuk datang ke Sumedang. Silahkan datang ke Sumedang nikmati alam dan kulinernya serta masyarakat kami yang ramah-ramah,”kata Nana.

Kemenpar mendukung acara ini di bawah koordinasi Deputi Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana. Dia mengatakan, berpromosi dengan mengedepankan masakan atau kuliner Indonesia adalah cara yang efektif untuk Pariwisata Indonesia. Masakan Indonesia termasuk Tahu Sumedang itu tidak sembarangan hanya dengan rasa yang nikmat saja, namun masakan Indonesia itu ada sejarahnya, ada teorinya, ada filosofinya.

“Kuliner itu adalah sebagai kultur diplomasi bangsa kita, ini cara yang sangat baik, Sumedang harus terus menjaga ikon ini, tuangkan juga di sosial media, viralkan di semua platform, peran masyarakat menjaga ikon ini juga hal yang sangat penting dan wajib dilakukan,” ujar Pitana yang juga diamini Kepala Bidang Area Jawa Wawan Gunawan. Wawan hadir langsung di acara tersebut. 

Wawan menambahkan, setiap negara maupun daerah mengedepankan kuliner sebagai pintu masuk ke negara dan daerahnya, untuk memperkenalkan negara dan daerahnya, meningkatkan country image negara dan daerahnya, dan branding sebagai ciri khas setiap negara dan daerah. 

“Sumedang sebagai bagian dari Jawa Barat juga harus terus berkarya, bekerja, dan meningkatkan kualitas diri. Karena seperti yang diungkapkan oleh bapak Presiden Joko Widodo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya bahwa Pariwisata telah menjadi Core Bisnis unggulan bangsa Indonesia, karena dengan pariwisata masyarakat Sumedang dipastikan akan bertambah sejahtera dan maju,”kata Wawan yang diberikan kesempatan sambutan di depan ribuan masyarakat yang hadir. Seperti diketahui, festival ini hasil kerjasama PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoren Indonesia) Kabupaten Sumedang serta Kementerian Pariwisata. Acara ini digelar dalam rangkaian Hari Jadi Sumedang ke 440.(*)