Category

Event

Asia Afrika carnival

By | Event | No Comments

Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-63 pada 13 Mei 2018 mendatang di Bandung, Jawa Barat, dipastikan akan berlangsung meriah.

Sebab, even bersejarah bagi perjalanan bangsa ini akan akbar dan semarak dengan penampilan Asian African Carnival 2018.
Karnaval rencana ini rencananya akan digelar pada 28 April 2018 dengan rute tempuh sepanjang Jalan Asia Afrika, Jalan Cikapundung Barat, Jalan Naripan, hingga Jalan Tamblong.

Selain sajian penampilan seni dan budaya dari perwakilan negara-negara anggota Asia-Afrika, penyelenggara juga akan melibatkan negara-negara sahabat. Hanya itu? Tidak. Akan ada juga “Bandung Sister Cities dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana. Menurut Pitana, penampilan karnaval ini akan menambah semarak dan semakin memberikan ruang bagi masyarakat.

Apalagi, panitia berinisiatif akan membuka sayembara yang ditujukan bagi para pelaku seni pagelaran dan peserta karnaval. “Kurasi konten akan ditekankan pada kegiatan karnaval kali ini. Setiap penampilan, akan diperhitungkan kontennya,” ujar Pitana. Dengan demikin, tidak akan memberikan kesan monoton pada para pengunjung. Terlebih, even ini masuk dalam Top 100 Calendar of Event (CoE) Kemenpar,” lanjut Pitana.

Untuk mengikuti sayembara, caranya cukup mudah. Para peserta bisa mendaftarkan via online melalui http://asiaafricaweek.com/carnival/form-carnival.html Dalam pendaftaran, para peminat bisa melakukan registrasi dengan mengisi nama atau kelompok yang akan berpartisipasi.

Jumlah anggota dalam setiap kelompok, minimal 5 orang atau anggota. Jangan lupa mengisi nomor telepon dan mencantumkan alamat email. “Nantinya para peserta sayembara harus dapat menampilkan hasil karya mereka masing-masing kepada para pengunjung,” ungkap Pitana.
Tidak main-main, karena menurut Pitana, sayembara ini akan memperebutkan total hadiah sebanyak puluhan juta rupiah. Kepala Bidang Pemasaran Area I Kemenpar, Wawan Gunawan menambahkan, gelaran Asian African Carnival 2018 akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Asian African Carnival kali ini akan menggunakan dua panggung utama yang ditempatkan di ruas Jalan Braga Pendek dan Jalan Soekarno.

Dengan adanya dua panggung utama ini, diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan akan semaraknya sebuah kegiatan.
“Nantinya juga akan hadir Kahitna yang akan ikut meramaikan Asian African Carnival, sehingga bisa memberikan kesan semarak yang berbeda,” tutur Wawan.
Karnaval kali ini akan dikemas dengan sangat apik, dengan menampilkan berbagai kebudayaan khas kebanggaan Indonesia. “Hal ini bertujuan agar salah satu kekayaan bangsa berupa kebudayaan, yang ditampilkan melalui kesenian, dapat terus dilestarikan dan tidak terkikis oleh zaman,” sambungnya. Menteri Pariwisata Arief Yahya menaruh harapan besar agar kegiatan ini dapat semakin interaktif dengan masyarakat. Dengan demikian, suasana karnavalnya akan sangat bagus dan masyarakat dapat ikut terlibat secara langsung di pagelaran budaya tersebut. Arief Yahya juga ingin agar di Bandung nanti, suasana itu terasa. Masyarakat ikut menikmati karnaval, jadi bukan hanya sekadar menonton.

Pentas acaranya pun dirancang tak biasa. Setelah menyiapkan lokasi acara, giliran penempatan spot panggung yang dirancang secara apik. “Eksposur medianya juga sangat besar. Ini akan berdampak baik bagi pariwisata Bandung dan tentunya Indonesia,” ujar Menpar Arief Yahya. “Ayo, datang dan meriahkan Asian African Carnival 2018 ini. Salam Pesona Indonesia, Wonderful Indonesia,” pungkas Menpar Arief Yahya. Ada yang berbeda! Di tahun 2018 ini, Asia Africa Week bakal menyajikan acara-acara menarik dan mengajak Anda semua untuk ikut serta.

Asia Afrika Week 2018 bakal digelar dari Senin, 23 April 2018 hingga Minggu, 29 April 2018 di Bandung. Masyarakat luas bisa terlibat di berbagai kegiatan yang ada. #AsiaAfricaCarnival2018

Berdasarkan rencna yang telah dimatangkan, Asia Africa Carnival tahun ini terbagi dalam lima kegiatan utama:

1. Youth Conference (Rabu-Kamis, 25-26 April 2018). Konferensi ini menitikberatkan pada perkembangan digital yang tentunya akan bermanfaat bagi masyarakat luas.

2. Cultural and Tourism Expo (Jumat, Sabu, Minggu, 27-29 April 2018). Pameran kebudayaan dan pariwisata dari masing-masing daerah yang akan menambah wawasan dan informasi bagi Warga Bandung.

3. Asian African Carnival (Sabtu, 28 April 2018). Perwakilan dari masing-masing daerah (negara sahabat, Sister Cities, Provinsi, Kota, Kabupaten) berjalan mengelilingi kawasan Jl Asia Afrika, menggunakan pakaian daerah atau kostum-kostum unik. Selain itu, dalam kegiatan ini diadakan juga sayembara carnival yang dibuka untuk umum, di mana para pegiat carnival punya berkesempatan mendapatkan hadiah menarik.

4. Unity Run (Minggu, 29 April 2018)
Kegiatan fun run yang juga mengajak peserta melewati bangunan cagar budaya yang ada di Kota Bandung yang selama ini tidak banyak diketahui.
Kegiatan Unity Run ini dibagi dalam 4 kategori, yaitu Umum, pelajar, atlet, kids dash, dan memperebutkan hadiah menarik serta ratusan doorprize.
5. Photo and Short Movie Competition. Kompetisi foto dan filem pendek ini sudah dirilis untuk umum sejak Maret lalu. Akan dipilih beberapa pemenang yang akan memperebutkan bermacam-macam hadiah dan akan dipamerkan pada 23-29 April 2018.

Nah, sudah kebayang, kan? Betapa semarak Asia Africa Carnival2018 akan berlangsung dan masyarakat umum bisa terlibat di dalamnya. Sebentar lagi nih: Asia Africa Week 2018! Pada perayaan tahun ini akan ada agenda acara Asian African Carnival. Ini salah satu menu utama di Asia Africa Week tahun ini.

Selain acara seni dan b hiudaya dari perwakilan anggota Asia Afrika, juga akan melibatkan negara-negara sahabat, Bandung Sister Cities, dan Kabupaten Kota di seluruh Indonesia. Untuk menambah semarak dan semakin memberikan ruang bagi masyarakat umum, maka panitia membuka sayembara untuk para pelaku seni pagelaran kriya karnaval. Mereka yang lolos, dapat menampilkan hasil karya mereka kepada para pengunjung dan memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah.

Kurasi konten akan ditekankan pada kegiatan karnaval kali ini, di mana setiap penampilan akan diperhitungkan kontennya sehingga tidak akan memberikan kesan monoton pada para pengunjung. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Asian African Carnival kali ini akan menghadirkan dua panggung utama yang akan ditempatkan di ruas Jl. Braga Pendek dan Jl. Soekarno.Dengan adanya dua panggung utama ini, diharapkan akan dapat mengakomodir kebutuhan semaraknya sebuah kegiatan.
Dengan melibatkan seniman nasional panitia yakin Asian African Carnival kali ini akan memberikan kesan semarak yang berbeda.

LAUNCHING LAYANG LAKBOK FESTIVAL art and culture festival in tatar galuh ciamis

By | Event | No Comments

Sampurasun, dalam rangka mensosialisasikan Layang Lakbok Festival kepada seluruh masyarakat dan media, kami mengadakan Launching Layang Lakbok Festival yang akan diselenggarakan pada:

Minggu, 15 April 2018
di Baregbeg – Sidaharja, Lakbok, Ciamis, Jawa Barat

Dengan rangkaian acara,
Conference Pers
Eduaksi Budaya – Nyerat Aksara Sunda
Pertunjukan Seni Budaya
Senja Sastra

Oleh karena itu, kami mengundang kepada semuanya untuk dapat berkenan hadir dan turut mempublikasikan kegiatan ini bersama yang akan dilaksanakan di bulan Agustus mendatang.
Haturnuhun.
#LayangLakbokFest #Lakbok #RawaLakbok #Galuh #Ciamis #ExploreCiamis #PesonaGaluh #PesonaJawaBaratku #PesonaIndonesia #NonomanGaluh #EduaksiBudaya #NyeratAksaraSunda #Sunda #Jawa #Pasundan #TatarGaluh #ExploreCiamis #ExploreGaluh

Semangat Genjot Pariwisata, Festival Tahu 2018 Lahirkan GenPi Sumedang 

By | Event | No Comments

SUMEDANG-Semangat Indonesia Incorporated untuk Pariwisata Indonesia sangat terasa di perhelatan Festival Tahu Sumedang 2018, Minggu (8/11). Semua unsur pariwisata yang biasa disebut dengan Penthahelix yakni Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah dan media melebur menjadi satu untuk pariwisata Indonesia. Buktinya, bertempat di Alun-alun Kota Sumedang, acara yang dihadiri ribuan orang itu melahirkan unsur pendukung pariwisata Indonesia yakni Generasi Pesona Indonesia (GenPI).

”Alhamdulillah, Sumedang juga kini sudah punya GenPI. Dan sengaja kami lahirkan bertepatan dengan acara Festival Tahu dan hari ulang tahun Kota Sumedang. Selamat atas lahirnya GenPI Sumedang, dan terima kasih Kemenpar telah mengayomi para nitizen dunia maya ini untuk tujuan yang mulia,”kata Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Sumedang, Sumarwan Hadisoemarto yang didampingi Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Sumedang Nana Suryana.

Dalam acara deklarasi tersebut, hadir juga perwakilan dari Kemenpar Kepala Bidang Area Jawa Deputi Pemasaran I Kemenpar Wawan Gunawan. Pria yang juga Dalang Wayang Ajen itu secara simbolis menyerahkan merchandise ke Ketua Genpi Sumedang Abi Firman sebagai tanda lahirnya GenPI Sumedang.

”Ini adalah keputusan yang hebat dan kekinian. GenPI saat ini adalah hal yang wajib dimiliki oleh seluruh daerah di Indonesia. kenapa ? karena nantinya mereka yang akan mengangkat nama baik daerah, nama besar daerah, ikon pariwisata daerah ke dunia nasional maupun internasional. Ini adalah komunitas anak muda yang harus diisi oleh anak jaman now yang sangat mencintai daerahnya,”kata Wawan saat deklarasi.

Wawan memaparkan, saat ini yang harus dilakukan para nitizen yang cinta dengan Sumedang adalah branding. Wawan memberikan contoh, Garut terkenal dengan Dodolnya, Bogor terkenal dengan tales dan asinannya, Garut juga terkenal akan dombanya, Majalengka juga terkenal dengan Duriannya. “Nah, Sumedang terkenal dengan Tahu-nya, sekarang kita harus berjuang, bukan hanya agar Tahu dikenal ke dunia internasional, namun juga kita harus menggiring para wisawatan untuk makan tahu di Sumedang. Kita harus bangkitkan pariwisata Sumedang,” ujar Wawan.

Deputi Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana didampingi Asdep Pemasaran Regional I Sumarni menambahkan, Genpi kini sudah punya visi dan misi yang jelas. GenPi juga patut bangga sudah punya platform baru bernama Genpi.co.

Kata Pitana, selain bersosmed secara online, membuat destinasi digital, GenPi juga 

dikumpulkan di satu tempat bernama GenPi.co. “Bahkan saya mendapatkan kabar bahwa platform ini bisa siaran langsung, bisa video story, dan juga karya-karya parannitizen bisa dipublish bahkan diapresiasi di situs tersebut, ini membuat seluruh GenPi bisa bersatu untuk pariwisata Indonesia,”ujar Pitana yang juga diamini Wawan. Genpi.co memang lahir untuk GenPi. Situs online dengan alamat www.genpi.co itu kini sudah bisa live streaming. 

Pitana juga meminta kepada semua daerah untuk bersama-sama mengumpulkan nitizen dalam satu wadah yakni GenPI termasuk yang telah dilakukan oleh Sumedang. “Genpi itu bukan komunitas biasa, genpi masuk dalam unsur Pentahelix pariwisata Indonesia yakni unsur ABCGM: Akademisi, Business, Community dan Government,”tambah Sumarni.

Genpi.co sangat cocok untuk GenPI dan semua pecinta pariwisata Indonesia karena GenPI diisi oleh nitizen, Blogger, Vloger, Fotografer, Videografer, Traveler, Jurnalis, Reporter dan Influencer. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyambut semua unsur GenPI dan platformnya serta mengucapkan selamat atas lahirnya  GenPi Sumedang.

Kata Menpar, bahwa dunia kini sudah mulai berubah, dan dunia kita sudah dalam genggaman. ” Selamat atas terbentuknya GenPi Sumedang dan GenPi-GenPi di seluruh Indonesia. More digital more global, more digital more personal, more digital, more profesional. GenPI sudah memberikan contoh yang baik dalam bersosial media, mari kita bergandeng tangan untuk membangun pariwisata Indonesia melalui sosial media,”kata Menpar Arief Yahya.(*)

Festival Tahu 2018 Membangun Ikon Sumedang Agar Semakin Go Internasional 

By | Event | No Comments

SUMEDANG- Halaman depan Kantor Bupati Sumedang alias alun-alun Sumedang Jawa Barat mendadak heboh dan meledak. Betapa tidak, daerah yang terkenal dengan alamnya yang sejuk itu menggelar event yang sangat menarik yakni Festival Tahu Sumedang 2018, Minggu pagi (8/4). 

Ribuan manusia tumplek blek di alun-alun yang memiliki design arsitek sunda itu. Area-area selfie yang Instagramble juga menghiasi setiap sudut. Bahkan, meja panjang yang untuk menampung ribuan tahu yang disantap terlihat manis di tengah jalan. 

“Ini adalah perjuangan kami terus menjaga branding, menjaga ikon, dan menjaga makanan Tahu menjadi lebih nasional bahkan go internasional,” kata Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Sumedang, Sumarwan Hadisoemarto. Bupati pecaya bahwa hal itu akan bisa terjadi dengan cepat dan viral.

Kata Bupati, mengapa akan cepat viral, karena pada perhelatan ini Sumedang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sebagai lokomotive promosi yang paling efektif di dunia pariwisata. 

“Terima kasih Kemenpar yang telah membawa media, melahirkan para nitizen yang tergabung di Generasi Pesona Indonesia. Karena memang promosi adalah tulang punggung mengangkat Sumedang akan tetap hidup dan terus bangkit,”ujar Bupati.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Sumedang Nana Suryana juga optimis merawat ikon akan tetap menjaga Sumedang di mata nasional maupun di mata internasional. “Ke depannya, kita harus terus berkarya membuat makanan Tahu yang punya inovasi yang menarik untuk wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Ikon ini menjadi objek sebagai sarana mendatangkan wisatawan untuk datang ke Sumedang. Silahkan datang ke Sumedang nikmati alam dan kulinernya serta masyarakat kami yang ramah-ramah,”kata Nana.

Kemenpar mendukung acara ini di bawah koordinasi Deputi Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana. Dia mengatakan, berpromosi dengan mengedepankan masakan atau kuliner Indonesia adalah cara yang efektif untuk Pariwisata Indonesia. Masakan Indonesia termasuk Tahu Sumedang itu tidak sembarangan hanya dengan rasa yang nikmat saja, namun masakan Indonesia itu ada sejarahnya, ada teorinya, ada filosofinya.

“Kuliner itu adalah sebagai kultur diplomasi bangsa kita, ini cara yang sangat baik, Sumedang harus terus menjaga ikon ini, tuangkan juga di sosial media, viralkan di semua platform, peran masyarakat menjaga ikon ini juga hal yang sangat penting dan wajib dilakukan,” ujar Pitana yang juga diamini Kepala Bidang Area Jawa Wawan Gunawan. Wawan hadir langsung di acara tersebut. 

Wawan menambahkan, setiap negara maupun daerah mengedepankan kuliner sebagai pintu masuk ke negara dan daerahnya, untuk memperkenalkan negara dan daerahnya, meningkatkan country image negara dan daerahnya, dan branding sebagai ciri khas setiap negara dan daerah. 

“Sumedang sebagai bagian dari Jawa Barat juga harus terus berkarya, bekerja, dan meningkatkan kualitas diri. Karena seperti yang diungkapkan oleh bapak Presiden Joko Widodo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya bahwa Pariwisata telah menjadi Core Bisnis unggulan bangsa Indonesia, karena dengan pariwisata masyarakat Sumedang dipastikan akan bertambah sejahtera dan maju,”kata Wawan yang diberikan kesempatan sambutan di depan ribuan masyarakat yang hadir. Seperti diketahui, festival ini hasil kerjasama PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoren Indonesia) Kabupaten Sumedang serta Kementerian Pariwisata. Acara ini digelar dalam rangkaian Hari Jadi Sumedang ke 440.(*)

Helaran Budaya Meriahkan Ultah Kota Sukabumi ke 104

By | Event | No Comments

Kamis, 28 Maret 2018 adalah event yang ditunggu – tunggu oleh masyarakat kota sukabumi khusus nyabudaya, karena Diporapar Kota Sukabumi menjadi penyelenggara Helaran Budaya dalam rangka memperingati HUT Kota Sukabumi yang ke 104.


Helaran budaya ini di hadiri oleh 15 Kota/Kabupaten di Jawa Barat dan 7 Kecamatan di Kota Sukabumi dengan menampilkan berbagai macam pertunjukan khas dari masing – masing peserta. Helaran budaya ini dimulai dari lapang merdeka kota sukabumi menelusuri jalan Re Martadinata – Jl. Siliwangi – Jl. RE Samsudin SH dan menunjukan atraksi khusus di depan para tamu undangan dan pejabat setempat yang menghadiri acara.
Penyelenggaraan acara Helaran ini selain peringatan HUT Kota Sukabumi yang ke 104, juga untuk menampilkan potensi – potensi pariwisata yang dimiliki dari setiap daerah dan perwakilan kecamatan di Kota Sukabumi.


Acara di mulai pada pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul pertama di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, para peserta helaran dari berbagai Kota/Kab se-Jawabarat berkumpul kemudian dilepas secara resmi oleh PLt Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Drs.H. Saleh Makbullah M.Si
Acara dilanjut dengan pawai helaran berkeliling di sepanjang jalan protokol Kota Sukabumi dengan route yang dilalui Lapang Merdeka (star) – Jalan Perintis Kemerdekaan – Jalan R.E. Martadinata – Jalan Siliwangi – Jalan R. Syamsudin S.H. – Balai Kota Sukabumi (performing dan finish). Rombongan Helaran Budaya Jawa Barat berakhir tepatnya di podyum Utama depan balaikota Sukabumi, rombongan di sambut dengan prosesi penyambutan oleh tari tarian khas dari Kota Sukabumi.
setelah prosesi penyambutan rombongan Helaran dilanjutkan berjalan ke depan podyum utama yang dihadiri oleh Muspida Kota Sukabumi dan tamu undangan lainnya.


Tepat di Podyum Utama Para Peserta Helaran tiap daerah menampilkan Kesenian masing masing daerahnya yang sudah disiapkan.
Satu persatu peserta tiap daerah termasuk Tuan Rumah Kota Sukabumi dengan ke-7 Kecamatannya tampil dengan ciri khasnya masing masing mulai dari Fashion, Atraksi, Kesenian dan kreatifitas dari masing masing daerah.
GenPi Jawa Barat turut hadir dalam kegiatan ini. hal ini dimaksudkan untuk memperkuat tali silaturrahmi antar daerah, dan sebagai bagian dari rencana pengembangan GenPi Sukabumi.
Selain itu, GenPi jawa Barat berkoordinasi dengan GenPi Nasional telah sukses dalam menaikkan hastag #PesonaBudayaHUTKotaSukabumi menjadi trending topic di twitter pada Rabu (28/3). hal ini tentunya menjadi upaya dalam rangka mempromosikan pariwisata Indonesia dan kekayaan budaya bangsa pada dunia.
selain dimeriahkan oleh pertunjukan seni dan budaya, Helaran ini pun semakin ramai dengan antusias masyarakat yang menyaksikan jalannya helaran, dan mengabadikan momen selama kegiatan berlangsung. karenanya, kegiatan ini pun didukung dengan penyelenggaraan lomba foto instagram GenPi Sukabumi.
lomba foto instagram GenPi Sukabumi yang dilaksanakan selama Helaran berlangsung menjadi keunikan tersendiri bagi masyarakat. kenapa? karena, untuk pertama kalinya Helaran Seni dan Budaya yang selalu menjadi kegiatan rutin Kota Sukabumi, dalam menyambut Hari Jadinya dimeriahkan dengan lomba foto. antusiasme masyarakat untuk mengikuti sangatlah tinggi. terbukti dari jumlah keikutsertaan peserta yang mencapai 152 peserta, terhitung deadline pada pukul 15.00.
Lomba Foto Instagram GenPi Sukabumi ini bertujuan untuk mengangkat kegiatan Helaran Seni dan Budaya, juga dalam mengembangkan kebiasaan masyarakat yang senang bermedia sosial menjadi suatu pertandingan yang bermanfaat.

Gebyar Pesona Budaya Garut 2018

By | Event | No Comments

GARUT – Mahakarya Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG 2018) kembali hadir pada 22 Februari 2018. Event yang digelar ke-16 kalinya ini bakal istimewa. Prosesi dan Gelaran Budaya, Festival Budaya serta Garut Creative Expo bakal membalut event tersebut.
“GPBG ini masuk ke dalam kalender 100 Event Nasional 2018. Kegiatan akan dipusatkan di lapang olah raga Ciateul Kabupaten Garut. Kapasitas gedung ini bisa menampung pengunjung sekitar 10.000 orang,“ kata Deputi Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana didampingi Kepala Bidang Pemasaran I Area Jawa, Wawan Gunawan, Selasa (23/1).

GPBG digelar berbarengan dengan HUT Kabupaten Garut ke-205. Mengusung tema “Gawe Rancage Mawa Raharja” (Kerja bersama untuk meraih kesejahteraan), GPBG juga menjadi ajang exshibishi dan event budaya berbasis Ekonomi Industri Creative.
“GPBG untuk menginspirasi para seniman dan budayawan. Selain itu, juga akan membuka peluang sebagai media tranding yang baik bagi para pelaku seni dan budaya serta Industri Pariwisata,” ujar Pitana.

Kegiatan ini akan diawali dengan jalan sehat bersama seluruh masyarakat Garut, pada 20 Februari 2018. Dilanjutkan grand opening pada tanggal 22 Februari 2018 pukul 08.00 WIB. Pembukaan akan diisi prosesi budaya dari perwakilan dari 7 Provinsi dan 10 kabupaten kota se-Indonesia.
“Juga ada penampilan 20 komunitas seni dan budaya, 9 masyarakat adat, perwakilan dari kecamatan dan desa seluruh kabupaten Garut. Puncaknya, akan dimeriahkan pagelaran Wayang Ajen yang fenomenal 24 Februari di Alun-Alun Karangpawitan,” kata Pitana.  Sementara itu, Garut kreatif akan diisi lebih dari 500 stan UMKM termasuk perwakilan 4 negara sahabat untuk ikut berpromosi. Kegiatan ini rencananya juga dihadiri 16 duta besar dari negara-negara sahabat. Yang meliput tidak hanya media lokal, media luar negeri juga datang. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut Budi Gan Gan Gumilar menambahkan, GPBG kali ini sangat istimewa.

Karena akan ada pemecahan rekor ORI Sangkar Burung Terbesar di Dunia. Selain itu, ada penampilan Rampak Silat Bambu Runcing oleh 700 pendekar dari 29 padepokan silat. “Tentu ini istimewa. Tujuannya untuk melestarikan seni dan budaya dan mempromosikan pariwisata. Yang paling penting adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke indonesia,” ujar Budi. Wawan Gunawan mengatakan, kegiatan ini akan menjadi pengungkit dalam pergerakan ekonomi. Karena mempunyai potensi yang sangat kuat untuk mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanegara untuk datang ke Garut. “Digelarnya acara ini akan menggerakkan perekonomian masyarakat. Wisata Kabupaten Garut juga ikut terpromosikan kepada wisnus dan wisman,” kata Wawan yang juga dalang Wayang Ajen ini. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi gelaran GPBG ini. Dikatakannya, selama ini, ketertarikan wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya wisman, 60 persen dipengaruhi oleh faktor budaya. “Jadi ketika ada pertunjukan budaya yang menyentuh hati nurani masyarakat, akan menjadi daya tarik positif yang sangat tinggi. Sehingga berpengaruh dalam peningkatan kunjungan wisman dan wisnus,” kata Menpar Arief Yahya. Melihat antusiasme yang tinggi dari masyarakat Garut  Menpar pun menilai bahwa masyarakat sudah sangat siap menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan. Terlebih Garut sejak sebelum zaman kemerdekaan sudah dikenal dengan kekayaan budaya, alam dan kulinernya. “Sekarang ini tinggal meningkatkan promosi Garut agar supaya bangkit lagi pariwisatanya. Menyatukan stakeholder pariwisata, atau yang kita sebut unsur pentahelix,” pungkas Menpar Arief Yahya.

.

.
#GebyarPesonaBudayaGarut
#VisitWonderfulIndonesia
#GenerasiPesonaIndonesia

LaLaLa festival di Lembang Bandung

By | Event | No Comments

Yuk, Tonton LaLaLa Festival di Lembang

BANDUNG – Mau merasakan serunya nonton konser musik di tengah hutan? Jika jawabannya iya, sebaiknya Anda bersiap ke Orchid Forest, Lembang Bandung Ada LaLaLa Festival yang siap menyapa 10 Maret 2018..

“Konser ini bukan konser musik biasa. Pengujung bisa menikmati berbagai jenis pertunjukan yang dipadu dengan unsur kecintaan kepada lingkungan hidup. Konser kali ini pasti lebih heboh dari konser tahun 2016,” kata Project Officer LaLaLa Festival Sarah Kasenda, Kamis (16/2).

Perpaduan seni dan alam ini membuat LaLaLa menjadi konser unik. Sangat layak dihadiri pecinta lingkungan yang mempunyai selera seni tinggi. Apalagi acara ini diadakan di Orchid Forest Lembang. Kawasan yang dikenal sebagai hutan pinus hijau dengan udara menyegarkan.

Menurut Sarah, konser ini akan membuat pengunjung bisa bersantai sambil menikmati makanan dan minuman dalam suasana yang menarik. Di malam hari akan ada penempatan lampu warna-warni di semua lokasi terpilih di hutan.

“Kami menyediakan semua hal terkait konser hutan yang anda butuhkan, dari karnaval, konser musik yang menampilkan lineup internasional dengan lebih dari satu tahap, festival makanan, situs camp, tempat tidur gantung, Bonfire, Video Mapping, Grand Dekorasi , dan masih banyak lagi,” ujar Sarah.

Jaminan konser seru pun diberikan dengan line up artis internasional yang akan tampil. Dari mulai Oh Wonder, blackbear, Bondax, Wafia, Tom Odell, RKCB, dan Blonde adalah sejumlah nama penampil mancanegara yang sudah dipastikan akan hadir.

Selain itu, dari dalam negeri juga akan ada The Groove, Rendy Pandugo, Adhitia Sofyan, Dipha Barus x Kallula x Nadin, Ten2Five, Reality Club, hingga Pusakata yang merupakan proyek solo dari Is mantan vokalis Payung Teduh.

“Buat yang mau ikutan bisa langsung mengunjungi www.lalalafest.com untuk mengetahui detail acaranya. Pembelian tiket juga bisa langsung disitus kami,” ujar Sarah.

Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut mengapresiasi konser tersebut. Menurutnya musik merupakan bahasa yang universal. Petikan gitar maupun tabuhan drum yang menghentak dapat membuat pesan positif pariwisata Indonesia. Terlebih dengan adanya kampanye peduli lingkungan, sehingga manfaatnya akan semakin banyak.

“Musik selalu terbukti menjadi endorser yang baik bagi pariwisata. Artis yang tampil akan memposting konsernya di media sosial. Ini akan berdampak besar. News value yang besar. Indirect Impact nya besar. Media valuenya lebih besar,” ujar Menpar Arief Yahya.  (*)

Citylink buka Rute ke Banyuwangi

By | Event | No Comments

Maskapai nasional Citylink tidak lama lagi akan lalu lalang dari Bumi Belambangan ke Ibukota Jakarta. Jika tidak ada halangan maskapai yang didominasikan warna hijau ini akan terbang dari Bandara Banyuwangi pada 15 Februari 2018. Adanya maskapai ini semakin memperlengkap penerbangan yang sudah ada yakni Garuda Airlines, Wings Air, dan Nam Air dengan tujuan Jakarta 3 kali sehari dan tujuan Surabaya 2 kali seharyyi.

Menggeliatnya ekonomi dan pariwisata Kabupaten Banyuwangi ini menjadi alasan anak perusahaan Garuda Indonesia Airlines ini untuk membuka rute Banyuwangi-Jakarta disetiap harinya.

Muhammad Yanuar Bramuda, selaku Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi menilai semakin banyak maskapai di Banyuwangi, berpotensi meningkatkan masyarakat luar Banyuwangi untuk datang ke Kota ujung timur Pulau Jawa ini.

Terlebih hotel-hotel baru di Banyuwangi juga bermunculan sehingga dapat menambah pilihan wisatawan untuk menginap dibeberapa tempat.

“Harapan kita (hadirnya Citylink) ini sejalan dengan lahirnya wisatawan ke Banyuwangi,” harap Bramuda.

Sementara itu setelah berhasil mendatangkan 4,6 juta wisatawan pada tahun lalu, Pemkab Banyuwangi menargetkan 5 juta wisatawan di tahun 2018.

Pesona Kuda Renggong Sukses Hipnotis Wisatawan

By | Berita, Event, Wisata | No Comments

SUMEDANG – Atraksi wisata yang diperlihatkan 111 Kuda Renggong sukses menghipnotis wisatawan yang memadati Lapang Darongdong, Buahdua, Sabtu (10/2). Atraksi ini disaksikan lebih dari 10.000 wisatawan.

Antusiasme tinggi wisatawan membuat akses menuju lokasi mengalami kemacetan. Imbasnya, parade Kuda Renggong tertahan dan dibuat mengantri. Penyelenggara sempat dibuat kesulitan untuk mensterilkan area.

“Kami gembira dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Kuda Renggong memang luar biasa. Untuk itu, kami terus mengharapkan bantuan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Sumedang perlu banyak dukungan agar semua potensi bisa dikembangkan lebih baik seperti Kuda Renggong,” ungkap Bupati Sumedang Eka Setiawan.

Sementara Anggota DPR RI Dony Ahmad Munir mengatakan, atraksi Kuda Renggong selalu menggerakan perekonomian.

“Apa yang tersaji di sini sangat positif. Kalau nuansanya seperti ini, ekonomi masyarakat akan bergerak dengan adanya Kuda Renggong. Kami sangat senang. Apalagi nanti akan dibangun tempat pertunjukan khusus Kuda Renggong. Yang penting masyarakat tertib dalam menonton,” ujar Dony Ahmad.

Atraksi Kuda Renggong dibuka dengan pertunjukan silat, yang salah satunya ditampilkan kelompok Lipur Putra-Aida asal Gandasoli, Cisarua.

Aksi dibuka dengan gerakan kaki depan kuda yang dilipat. Selanjutnya, kuda mengangkat kaki depan, lalu melakukan simulasi duel dengan sang pawang.

Penampilan memukau tersebut langsung direspons yang wisatawan yang bersorak kagum. Para wisatawan pun sibuk mengabadikan momen tersebut melalui kamera handphone.

Kehebohan sempat terjadi saat kepala sang pawang dijepit kaki depan kuda lantaran kalah duel. Adrenalin penonton semakin dipicu ketika kedua kaki kuda menginjak perut sang pawang.

“Aksi-aksi kuda-kuda di sini sangat luar biasa. Sangat artistik dan menghibur. Meski terlihat berbahaya, tapi tetap aman karena sudah menjalani latihan rutin yang serius. Nantinya Festival Kuda Reanggong ini akan menjadi agenda rutin tahunan di Kemenpar. Jadi, atraksi besar seperti ini gaungnya akan lebih kencang lagi,” jelas Dony Ahmad.

Untuk mengurai ketegangan, aksi silat ditutup dengan ngibing. Sikap hormat ditunjukan kuda dengan melipat kaki depan. Kuda lalu berbaring di rumput diikuti sang pawang. Para tamu undangan khusus pun turun dari panggung dan ikut menari. Sambil menari, para tamu nyawer yang diterima sang pawang.

“Daya tarik event ini luar biasa. Kuda Renggong harusnya masuk dalam warisan budaya tak benda Sumedang. Kuda Renggong layak dipasarkan ke luar Jawa Barat, bahkan harus go internasional,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat Ida Hernida.

#PesonaKudaRenggong menjadi Trending Topics di Twitter


Usai silat, menu berikutnya adalah parade 111 Kuda Renggong yang dibagi dalam sembilan rombongan. Setiap rombongan terdiri dari 5-10 Kuda Renggong. Kuda ini dihias warna warni, lengkap dengan mahkota. Melengkapi aksi, setiap kuda dinaiki joki anak laki-laki dan perempuan dengan usia 6-10 tahun.

Joki kecil laki-laki mengenakan busana adat Sumedang lengkap dengan ikat kepalanya. Sedangkan joki perempuan berbusana tradisional hingga modern.

Salah seorang Joki Kuda Renggong, Bintang Krisna Farhan Ramdani (10), menilai Kuda Renggong sangat unik. Sebab, Kuda Renggong akan langsung bergerak menari saat musik terdengar.

“Kuda Renggong dilatih seperti itu. Mereka suka menari kalau ada musik. Saya senang bisa menaikinya. Gampang-gampang susah karena tergantung sangat dengan kudanya. Yang dibutuhkan keseimbangan. Latihan seminggu full dilakukan kalau ada pertunjukan,” ujar siswa SDN I Cijambu, Tanjungsari.

Parade Kuda Renggong menempuh jarak sekitar 1 kilometer. Rutenya dimulai dari Lapang Darongdong. Rombongan kemudian melewati kantor kecamatan, terminal sekaligus pasar Buahdua.

Namun, akibat kemacetan, hanya beberapa rombongan yang berparade sesuai skenario. Sedangkan sisanya terpaksa merevisi rute parade dan berputar di sekitar venue.

“Dengan antusiasme seperti ini, Pesona Wisata Atraksi 111 Kuda Renggong sangat sukses. Evaluasi dan perbaikan-perbaikan akan dilakukan. Tujuannya agar event seperti ini menjadi lebih baik lagi. Kami pun sangat optimis, Kuda Renggong akan menarik minat wisatawan lebih besar lagi,” tegas Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata 1 Wawan Gunawan.

Apresiasi juga diberikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar mengatakan, Sumedang harus segera melakukan perbaikan tampilan Kuda Renggong secara menyeluruh. Branding juga harus intesif dilakukan.

“Kuda Renggong terus menunjukan kekuatannya. Branding besar harus segera dilakukan agar Kuda Renggong semakin besar. Kemasannya juga harus ditingkatkan,” pungkasnya. (*)