Category

Event

Pasar Kopi Bekasi menjadi ajang promosi kopi di Jawa Barat

By | Event | No Comments

Sobat wisata, siapa yang tidak tahu kopi. Salah satu olahan dari biji kopi ini sangat disukai oleh setiap kalangan, dari remaja hingga dewasa. untuk masalah kopi Indonesia juaranya. karena Indonesia memiliki berbagai macam kopi, mulai dari kopi Gayo, kopi Toraja, kopi Kintamani, kopi Flores, hingga kopi Jawa. Nah, di Jawa sendiri lebih tepatnya di Jawa Barat punya berbagai macam kopi yang di hasilkan para petani Kopi Jawa Barat. Ada kopi Puntang, Ciwidey, Cikuray, Gunung Halu, Papandayan. Nah di Kota Bekasi sendiri bakal di selenggarakn PASAR KOPI BEKASI. Bagi para pecinta kopi bisa datang kesana acaranya berada di Pasar Sinpasa Sumarecon Bekasi. Dari jam 14:00 – Selesai. Jangan sampai ketinggalan ya sobat wisata.

Pangandaran International Kite Festival di ikuti dari berbagai negara

By | Event | No Comments

Pangandaran International Kite Festival diikuti dari berbagai negara

Pangandaran- Pangandaran International Kite Festival telah di gelar selama 3 hari ini, Festival ini telah di laksanakan yang ke 30 dan dihadiri juga  oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang diadakan di Pantai Timur.   beliau memberikan pantun dalam sambutannya yaitu “Ikan sepat dipepes Ibu Cinta (Atalia Praratya, Red), enak dimakan sama sambal terasinya, Jawa Barat adalah provinsi pariwisata, dan Pangandaran primadonanya” begitulah pantun yang di lantunkan oleh RK, Sebutan untuk Ridwan Kamil.

Acara ini juga di ikuti oleh negara portugal, Spanyol, Francis, Malaysia dan negara India, yang di wakili oleh Youth Club, President Youth Club, Varun Chadha, sangat mengapresiasi acara tersebut “untuk Pemerintah dan para penyelenggara telah melakukan pekerjaan yang besar dalam menciptakan Festival ini. Saya pikir Festival tersebut harus dilakukan secara teratur. Hal ini akan meningkatkan hubungan antara berbagai negara” dan dia berharap Festival berikutnya bisa mengundang kami lagi dan kami akan memiliki lebih banyak hari untuk layang-layang terbang seperti Festival kami Ahmedabad.In Ahmedabad” ujar Varun Chadha. Perlu di ketahui juga Pangandaran Internasional Kite Festival menjadi satu-satunya ajang pertunjukan layang-layang di Jawa Barat yang menghadirkan berbagai macam bentuk layang-layang. Layang-layang yang di tunjukkan oleh para peserta di antaranya ada layang-layang Pikachu, kartun Smurf, Gurita dan juga ikon kota pangandaran itu sendiri yaitu ikan marlin. Acara ini juga di ramaikan dari berbagai daerah di indonesia salah satunya dari kota solo yang membawa layang-layang berbentuk kendaraan tradisional yaitu Becak.

Bagaimana, Seru bukan artikel Pangandaran International Kite Festival diikuti dari berbagai negara?

Meriahnya Festival Sukabumi Aya Aya Waé Aya Aya Waé

By | Event | No Comments

Meriahnya Festival Aya Aya Waé Aya Aya Waé Sukabumi

SUKABUMI- Masyarakat Sukabumi menghadiri acara Sukabumi Aya Aya Waé Aya Aya Waé Turut hadir pula Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi memberikan apresiasi atas terselenggaranya Sukabumi Aya Aya Waé Festival yang digelar di sekitar Tugu Adipura dan Jalan RE Martadinata sejak 5-6 Juli 2019. Kegiatan yang diinisiasi Polres Sukabumi Kota ini sebagai bentuk rasa terima kasih kepada warga dan elemen lainnya dalam mendukung kondisi wilayah yang aman dan kondusif.

Ajang Sukabumi Aya Aya Waé Festival menyuguhkan pertunjukkan seni dan budaya asal Sukabumi dan penampilan musik dari musisi Sukabumi. Misalnya penampilan seni bola leungeun seuneu atau seni bela diri silat boles dan barongsai.

Selain itu tersedia juga stand pameran dari berbagai instansi pemerintah, TNI/Polri, komunitas hingga kalangan jurnalis. Dalam acara tersebut turut hadir Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro, dan Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Kav Mujahidin serta Ketua DPRD Kota Sukabumi Yunus Suhandi.

‘’ Kapolres menginisiasi kegiatan Sukabumi Aya Aya Waé Festival ini sebagai bentuk rasa terimakasih dari kami Forkopimda kepada warga Kota Sukabumi,’’ ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dalam sambutannya di panggung utama festival, Sabtu (6/7). Di mana masyarakat mampu bersinergis dengan pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas wilayah Sukabumi.

Pemkot kata Fahmi, menyadari benar tanpa adanya dukungan dari warga maka Sukabumi tidak seaman dan sekondusif sekarang ini. Itulah sebabnya kebersamaan ini adalah bagian yang tidak akan dihilangkan dan akan terus dijaga serta dijalin.

Meriahnya Festival Aya Aya Waé Aya Aya Waé Sukabumi

Ke depan ungkap Fahmi, Sukabumi Aya Aya Waé Festival akan dijadikan sebagai agenda tahunan di wilayah Sukabumi. ‘’ Dasarnya pada perhelatan pertama ini respon warga sangat tinggi dan acara ramai,’’ cetus dia.

Targetnya kata Fahmi, pada tahun selanjutnya akan jauh lebih semarak. Hal ini membutuhkan dukungan semua elemen baik pemerintah dan berbagai komunitas untuk terus berkolaborasi. Terakhir wali kota berharap mari tetap terus bahagia untuk Sukabumi yang dicintai.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, ajang festival ini merupakan rangkaian hari Bhayangkara. Harapannya festival tersebut dapat mengangkat potensi seni budaya dan ekonomi kreatif di Sukabumi.

‘’ Ajang ini menjadi agenda rutin tahunan di Sukabumi,’’ cetus Susatyo. Sehingga Sukabumi akan memiliki media untuk menunjukkan berbagai potensi seni dan budaya serta yang lainnya kepada masyarakat. 

Gimana? Seru kan Meriahnya Festival Sukabumi Aya Aya Waé Aya Aya Waé 

Semarak Asia Afrika Festival 2019

By | Event | No Comments

Semarak Asia Afrika Festival 2019

Bandung – Suasana Kota Bandung weekend ini sangat meriah. Sekitar belasan ribu masyarakat memadati Jalan Asia Africa menyaksikan Asia Africa Carnival 2019 (AAC 1019), Sabtu (28/6).  Tahun ini AAC diikuti lebih dari 2.000 orang peserta. Mereka tidak hanya peserta dari mancanegara, sejumlah daerah juga ambil bagian dalam event yang menjadi bagian dari Asia Africa Festival 2019 ini.  Tahun ini AAF diisi konten khusus dukungan terhadap Palestina. Wali Kota Bandung Oded M Danial berharap Asia Africa Festival (AAF) 2019 bisa menjadi cerminan bagi kemajuan budaya dan pariwisata di Kota Bandung khususnya dan Indonesia umumnya. Kegiatan ini juga menjadi simbol persatuan dan perdamaian di antara negara-negara sahabat. “Saya harap event ini mencerminkan perdamaian antarbangsa dan terciptanya peradaban dunia yang berlandaskan demokrasi,” kata Oded, Sabtu (29/6).  Oded mengemukakan, AAF 2019 juga menjadi bukti dukungan nyata Kota Bandung, Indonesia, dan negara sahabat terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.  “Sesuai niat awal pelaksanaan KAA 1955 silam adalah menggelorakan perdamaian dunia dan kemerdekaan bangsa yang terjajah,” kata Oded.  Kegiatan tersebut dihadiri 20 duta besar atau delegasi yang berada di wilayah Asia dan Afrika.

(Para Duta Besar sedang menikmati acara)

Yakni Indonesia, Jepang, Maroko, Tunisia, Korea Utara, Aljazair, Ethiopia, Irak, Palestina, Mozambik, Nigeria, Zimbabwe, Myanmar, Libya, Laos, Afganistan, Kuwait, Guinea-Bissau, Afrika Selatan, dan Mesir.  Sekitar pukul 08.00-10.00 WIB, peserta yang terdiri dari duta besar dan delegasi dari 19 negara sahabat serta beberapa bupati dan wali kota di Indonesia melakukan historical walk.  Mereka berjalan kaki dari Pendopo Wali Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, menuju area Palestine Walk, Jalan Alun-Alun Timur.  Di lokasi tersebut, mereka melepas burung merpati sebagai simbol perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.  Usai itu, para tamu undangan menuju panggung utama di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika.  Pada pukul 10.00-12.00 WIB, Asia Africa Carnival (AAC) yang merupakan parade seni dan budaya dari kota dan kabupaten di Indonesia serta dari negara-negara sabahat Asia dan Afrika digelar.

Asia Africa Carnival menampilan kebudayaan tradisional dari negara kerabat seperti Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, India, Arab saudi dan beberapa negara Afrika. Karnaval diawali oleh satu regu pasukan berkuda dari Batalyon Kavaleri. Disusul delegasi kesenian Jepang. Lalu dari Tunisia dan negara-negara lainnya.  Tak ketinggalan perwakilan dari kota dan kabupaten se-Jawa Barat serta perwakilan dari kota/kabupaten di Indonesia. Berbagai seni budaya tradisional khas Jabar tersaji di karnaval tersebut.  Kali ini, karnaval akan melalui rute yang tidak terlalu panjang. Hanya sekitar 1,2 km. Iring-iringan tersebut melintasi Jalan Asia Afrika, Jalan Cikapundung Barat, Jalan Naripan, Jalan Tamblong, dan kembali ke Jalan Asia Afrika.  Kawasan jalan Asia Afrika sendiri ditutup sejak pukul 06.00 hingga 23.00, atau saat puncak acara yang dimeriahkan band Respatih. Ribuan peserta ini seolah-olah merefleksikan kebersamaan negara-negara Asia Afrika dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955 lalu.

 

Pelepas peserta Asian African Carnival 2019 dilakukan oleh Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Dalam sambutannya, Esthy memuji pelaksanaan Asian African Carnival 2019. “Gelaran ini bukti kepedulian Pemkot dan warga Kota Bandung terhadap perdamaian dunia. Saya berharap, acara ini bisa menjadi daya tarik wisata baru di Kota Bandung. Karena AAF merupakan salah satu kegiatan penting sehingga bisa menarik banyak wisatawan. Event ini juga penting untuk mengekspresikan kreativitas dari seniman dan budayawan,” ujar Esthy Esthy menjelaskan, apa yang disajikan Asian African Carnival ini luar biasa. Selain memotret masa depan, Asian African Carnival ini juga mengajak pengunjungnya bernostalgia. Ada banyak hiburan berkualitas yang akan menambah semarak malam akhir pekan.  “Asian African Carnival ini masuk dalam top 7 Wonderful Event Indonesia. Kita dari Kemenpar sangat support. Apalagi setiap tahun pelaksanaannya semakin baik jumlah peserta dan wisatawannya semakin baik.

Bandung memang tidak diragukan. Karena sudah sangat memenuhi 3A, yaitu atraksi, aksesibilitas, juga amenitasnya,” tutup Esthy. Tak hanya diisi karnaval, Asia Africa Festival 2019 juga akan dimeriahkan oleh hiburan musik. Panggung pentas musik terletak di pinggir Gedung Merdeka, Jalan Braga Pendek. Acara ini berlangsung hingga malam hari.  Hai, siapa yang sudah menyaksikan asia africa Carnival weekend ini di bandung.? gimana seru banget bukan..? nampak ribuan warga antusias menyaksikan event tahunan yang super keren ini  bahkan sampai ada yang rela berdesak desakan agar tak terlewatkan setiap momennya Pengunjung yang hadir tidak hanya dari dalam kota saja, bahkan ada yang dari luar kota sengaja datang untuk menyaksikan event ini ruas Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, dari Simpang Empat Tamblong-Asia Afrika hingga depan Alun-alun Bandung ditutup total untuk penyelenggaraan Asia Africa Festival (AAF) 2019.  Acara yang digelar Pemkot Bandung untuk memeriahkan peringatan ke-64 Konferensi Asia Afrika (KAA) di Kota Bandung itu berlangsung meriah.  Ribuan warga Kota Bandung dan wisatawan nusantara maupun mancanegara, tumpah ruah memadati jalan bersejarah itu.  Mereka rela berdesakan dan tersengat sinar matahari demi menyaksikan event tahunan dengan puncak acara Asian African Carnival (AAC) yang diikuti oleh 19 delegasi negara sahabat, perwakilan dari provinsi, kota, dan kabupaten se-Indonesia.  Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Wawan Gunawan mengatakan, banyak hal positif yang dapat dipetik diperhelatan ini.  Menurutnya, Konferensi Asia Afrika telah menjadi bagian sejarah dunia. Ini menandakan betapa Indonesia adalah negara besar.  “Dengan perhelatan ini semakin membuka mata dunia betapa besarnya nama Indonesia sejak dulu kala.  Bukan saja sebagai penonton, tetapi mampu menggerakkan dunia. Ini menjadi refleksi positif bagi generasi muda agar tidak lupa akan sejarah bangsanya,” ujar Wawan. Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat antusias dengan kegiatan ini. Menurutnya, Asian African Carnival 2019 adalah event internasional yang selalu mampu menyedot wisatawan dalam jumlah tinggi.  “Konferensi Asia Afrika tahun 1955 silam adalah salah satu momen bersejarah. Bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga negara-negara Asia dan Afrika lainnya.  Oleh karenanya, perhelatan Asian African Carnival bisa kita bilang menjadi refleksi kebersamaan itu,” kata Menpar Arief Yahya.  Menurut Menpar Arief, Asian African Carnival ini bukan event sembarangan. Ini adalah kegiatan internasional. Negara-negara tetangga selalu antusias ambil bagian dalam event ini. “Kemasannya selalu menarik dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Setiap digelar, kemeriahan pasti tersaji,” pungkas Menpar Arief Yahya.(*) Asia Afrika Carnival merupakan acara parade dari negara-negara Asia Afrika di sepanjang jalan bersejarah, dimana puluhan tahun yang lalu berbagai negara dari kedua benua bertemu.

Kota Bandung dijuluki dengan Capital of Asia Africa karena menjadi tuan rumah dari Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955. Karnaval Asia Afria juga menyuguhkan perayaan citarasa kuliner, pameran interaktif, workshop education dan talkshow, konser intim dan berbagai hiburan artis ibu kota turut memeriahkan event tersebut. Destinasi: Sebagai kota bersejarah, Bandung menyuguhkan berbagai destinasi sejarah salah satunya Museum Konferensi Asia Afrika, Tugu Asia Afrika, Gedubg Sate.  Selain itu juga destinasi wisata alam juga disuguhkan salah satunya Hutan Pinus Cikole, Pemandian Air Panas Sariater, dan wisata alam bersejarah Tangkuban Perahu.

Kuliner: Sebagai kota kembang, Bandung menghadirkan banyak cita rasa kuliner seperti Iga bakar, Nasi Liwet dan yang tengah populer saat ini jajanan pinggir jalan seperti Cilor, Seblak, Cuanki dan lain-lain. Akses: Saat ini Bandung juga sudah ditunjang oleh akses udara dari Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, menuju ke Jalan Asia Afrika wisatawan dapat memesan ojek online dengan jarak 5.8 km durasi 15 menit. Namun bagi para wisatawan dari Jakarta menuju Bandung disarankan untuk melalui jalur darat dan kereta api dengan durasi 3-4 jam.

Karnaval Asia Afrika atau Asian African Carnival mulai diselenggarakan saat peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika tahun 2015. Acara yang berlangsung sehari ini senantiasa meriah dan memperoleh sambutan yang luar biasa. Untuk tahun ini, karnaval yang menjadi menu utama dalam pergelaran Asia Africa Week 2018 ini akan diselenggarakan pada 13 Mei 2018.  Diprakarsai oleh Pesona Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Kota Bandung, event tahunan ini bertujuan untuk mempromosikan kerja sama ekonomi dan kebudayaan Asia Afrika, sekaligus mempromosikan dan merayakan Indonesia ke seluruh dunia. Terlepas dari itu, karnavalnya sendiri bisa dipastikan memberi suguhan yang unik dan menarik kepada para pengunjung.

Parade diikuti oleh para peserta dari negara-negara anggota Asia Afrika dan dari sejumlah kota dan kabupaten di Indonesia.  Mereka mengenakan kostum terbaik, dan tentunya unik, yang merepresentasikan tradisi dan budaya masing-masing.  Arak-arakan kolosal semacam ini sangatlah sayang bila dilewatkan, apalagi bila Anda adalah penghobi fotografi, banyak momen dan warna-warni indah yang menarik diabadikan dengan kamera Anda.  Tak hanya parade atau arak-arakan, para peserta karnaval juga mempersembahkan aneka atraksi seni, yang tentunya sangat menarik untuk ditonton, juga dipotret.  Selain itu, masih banyak hal-hal lainnya yang menarik antara lain festival kuliner, pameran interaktif, workshop, dan talkshow.

Menarik bukan Acara Semarak Asia Afrika Festival 2019? bagi kalian yang ingin bertanya bisa melalui Komentar berikut ya.

Asia Afrika Festival kembali digelar di kota Bandung

By | Event, Nasional | No Comments

Asia Afrika Festival digelar di kota Bandung

Bandung – Asia Afrika Festival 2019 di Bandung Berlangsung Juni Pemkot Bandung menjadwalkan Asia Afrika Festival (AAF) 2019 dilaksanakan pada akhir Juni ini. Acara tahunan yang sudah berlangsung sejak 2015 ini digelar sebagai salah satu top 10 event nasional. Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan secara umum tidak ada perbedaan AAF tahun ini dengan tahun sebelumnya. Acara akan dimulai pada bulan Mei dan puncaknya pada 29 Juni 2019. “Mudah-mudahan tahun ini dengan banyaknya pengalaman dan sosialisasi, sehingga keterlibatan masyarakat dan wisatawan bisa jadi triger perekonomian Bandung,” ujar Yana di Balai Kota Bandung.

 

Yana mengatakan saat ini Pemkot Bandung tengah melaksanakan proses administrasi pengiriman surat ke sejumlah negara sahabat yang tergabung dalam forum Asia Afrika. Diharapkan tahun ini akan lebih banyak negara sahabat yang bisa turut terlibat. Kadisbudpar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengatakan sejak pertama kali digelar jumlah pengunjung yang datang ke AAF terus meningkat. Bahkan tahun ini ia menargetkan bisa menggaet 100 ribu pengunjung. “Event ini bukan hanya milik Kota Bandung saja tapi sudah menjadi perhatian nasional,” katanya. Kenny menjelaskan sejak pertama kali digelar AAF akan dibagi menjadi tiga event yakni pra event, road to main event dan main event.

Dalam pra event akan ada dua sub event yakni Asia Afrika Ramadhan Fair dan Ngabuburit On The Street yang rencananya digelar pada 19 Mei hingga 9 Juni 2019. Kemudian road to main event akan digelar Asia Afrika X-Po dan Asia Afrika Geographic and Food Market dengan melibatkan UMKM, hotel dan resto binaan Disbudpar Kota Bandung. “Sebagai puncak acara AAF 2019 akan digelar di Jalan Sukarno dan Cikapundung Riversport pada 29 Juni 2019,” ujar Kenny. Asia Afrika Festival (AAF) tahun ini bakal digelar 29 Juni 2019. Festival ini juga akan menjadi gerbang Kota Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Experience Festival (WEF) 2020.

Gelaran WEF merupakan agenda rutin pagelaran budaya yang melibatkan lebih dari 70 negara. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari menuturkan, pada 2019 ini WEF bakal digelar di Rumania. Oleh karena itu, pada AAF 2019 ini, Kenny sengaja mengundang salah satu wali kota di Rumania. “Asia Afrika festival sebenarnya ada rangkaian untuk 2020 itu World Experience Festival. Ini semacam multiculture, heritage culture, dan salah satunya musik daerah. Kalau memang jodohnya, maka tahun depan akan ada 70 kebudayaan dari berbagai negara akan tampil di Kota Bandung. Inisiasinya kita akan mengundang Wali Kota Cluj Rumania untuk datang ke sini,” ucap Kenny Kenny memaparkan, WEF menjadi salah satu festival yang mendapat dukungan dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa Bangsa (UNESCO).

Karenanya, pihaknya kini terus berusaha agar UNESCO memberikan kepercayaan ke Kota Bandung untuk menjadi tuan rumah di 2020. Jika terpilih, lanjut Kenny, akan memberikan dampak positif kepada sektor pariwisata Kota Bandung. Tak hanya itu, WEF dapat membuka kerja sama dengan kota-kota dunia. “Keinginan menggelar World Experience ke Kota Bandung itu selain menarik wisatawan juga ingin menginisiasi kerja sama antarkota,” terang Kenny. Kenny melanjutkan, untuk AAF 2019 ini akan dibuka dengan rangkaian pagelaran tari mulai 29 Juni 2019.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Produk Seni dan Budaya Disbudpar Kota Bandung Sigit Iskandar menuturkan, pihaknya juga telah menyiapkan festival kuliner Asia Afrika. “Geografic dan food market Asia Afrika digelar di Braga 21-27 Juni. Beragam makanan Asia Afrika akan kita tampilkan,” ujar Sigit. Sigit menegaskan, sebagai acara utama AAF 2019 akan dilaksanakan pada 29 Juni mendatang dengan menampilkan karnaval budaya. AAF 2019 menempati posisi keempat acara unggulan di Indonesia dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia.
“Karena ada Pemilu dan masuk bulan puasa, sesuai dengan arahan Kemenpar maka jatuh pada 29 Juni. Di Agenda Kemenpar Asia Afrika Festival masuk ke jajaran top ten even nasional dan menempati peringkat keempat,” pungkasnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat antusias dengan kegiatan ini. Menurutnya, Asia Afrika Festival 2019 adalah event internasional yang selalu mampu menyedot wisatawan dalam jumlah tinggi.

“Asia Afrika Festival ini bukan event sembarangan. Ini adalah kegiatan internasional. Negara-negara tetangga selalu antusias ambil bagian dalam event ini. Kemasannya selalu menarik dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Setiap digelar, kemeriahan pasti tersaji,” tutup Menpar Arief Yahya.

(Asia Afrika Festival kembali di gelar)

Asia Afrika Festival kembali digelar di kota Bandung

Salah satu Event Kalender Pariwisata Asia Afrika Festival (AAF) tahun ini akan segera kembali digelar di Kota Kembang Bandung. Pertama kali digelar sejak tahun 2015, Asia Afrika Festival merupakan salah satu gebyar karnaval untuk memperingati kota Bandung sebagai ibu kota Asia Afrika. Acara ini diusung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota Bandung. Pada 2019 ini, AAF akan diadakan mulai dari pertengahan Mei hingga bulan Juni nanti. Meskipun bersifat lokal, tetapi acara ini boleh dibilang sebagai salah satu event yang menjadi perhatian nasional. AAF akan menyasar berbagai peserta dari berbagai daerah dan negara terutama yang dahulu pernah tergabung dalam Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955.

Kadisbudpar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengatakan bahwa peningkatan jumlah kunjungan ke acara ini terus bertambah sejak pertama kali diadakan. Pada tahun ini bahkan kunjungan ditargetkan dapat menggaet hingga 100 ribu pengunjung. Ditambahkan oleh Kenny, event ini nantinya akan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu pra event, road to main event, dan main event.

Pra event sendiri nantinya akan dibagi menjadi dua bagian sub event yang akan diselenggarakan mulai 19 Mei hingga 9 Juni 2019, yakni Asia Afrika Ramadhan Fair dan Ngabuburit On the Street. Untuk road to main event, rencananya akan digelar Asia Afrika X-Po dan Asia Afrika Geographic and Food Market yang akan melibatkan sejumlah pihak seperti UMKM, restoran dan hotel yang dibina oleh Disbudpar Kota Bandung.

Sementara itu main Event sebagai acara puncak akan digelar pada 29 Juni 2019 di Jalan Soekarno dan Cikapundung Riversport. Menurut Kenny, pembagian tiga event tersebut sudah diberlakukan sejak pertama kali AAF digelar. Pada 2018 lalu penyelanggaraan acara ini bahkan telah dimeriahkan oleh 2.876 peserta.

Tercatat, ada 15 provinsi di seluruh Indonesia yang tergabung di dalamnya, seperti Aceh, Lamandau, Jambi, Nias, Manado, Majalengka, Subang, Ciamis, hingga Banjarmasin. Tak ketinggalan 15 negara Asia Afrika juga ikut memeriahkan ajang tersebut. Karnaval tersebut melalui iring-iringan rute yang pendek, yaitu sekitar 1,2 km dari Jalan Asia Afrika, Jalan Cikapundung Barat, Jalan Naripan, Jalan Tamblong, hingga kembali lagi ke Jalan Asia Afrika. Lomba lari Unity Run dengan lintasan sepanjang 6.3 km juga menjadi salah satu kemeriahan yang tak terlupakan. Pengadaan AAF boleh dibilang merupakan salah satu upaya untuk menggelorakan kembali semangat Konferensi Asia Afrika yang pada masanya pernah dihadiri oleh 29 negara dari Asia dan Afrika. Sebagai lokasi pengadaan KAA, Bandung merupakan salah satu kota di dunia yang menyimpan sejarah dunia yang penting. Melalui peristiwa bersejarah tersebut, puluhan negara di Asia Afrika mendapatkan semangat dan inspirasi mereka untuk memperoleh hak kemerdekaan.

Gimana sobat wisata jangan lupa komentar di artikel Asia Afrika Festival kembali digelar di kota Bandung agar pembaca yang lain bisa mengetahui info-info tentang Asia Afrika lagi.

Yuk Saksikan Kehebatan Pencak Silat di MOG 2019

By | Event | No Comments

Yuk Saksikan Kehebatan Pencak Silat di MOG 2019

TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya akan kembali menggelar Memory of Galunggung (MOG) pada 12-13 Juli mendatang. Ada yang berbeda dari kemasan MOG tahun ini. Namun dijamin lebih spesial. Karena akan melibat seni bela diri pencak silat yang sedang naik daun.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalya, Asep Saeful Bachri mengatakan, pencak silat adalah salah satu kebudayaan nusantara yang sangat patut dibanggakan.

“Berbagai prestasi telah dicapai sampai level international, mulai dari borongan medali di Asian Games, sampai maestro silat asli Tasikmalaya Yayan Ruhian berhasil membawa pencak silat ke Hollywood,” ujarnya, Minggu (9/6).

Sedangkan Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto mengatakan, di event Memory of Galunggung kali ini, pencak silat akan menjadi daya tarik para maestro silat Nusantara untuk “Padungdung” menampilkan keindahan seni pencak silat.

“Semoga kang Yayan Ruhian sebagai putra daerah bersedia “rurumpaheun” di kesibukannya untuk memberi motivasi kepada para pesilat lokal dan bersama sama Padungdung di Puseur Galunggung,” harapnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, event tahunan ini diselenggarakan untuk mengenang peristiwa meletusnya Gunung Galunggung pada tahun 1982 silam.

“Masyarakat Desa Linggajati, penggiat pariwisata, dan Kompepar Galunggung, berkolaborasi untuk membuat event tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Bukan lagi untuk memperingati bencana, tetapi merefleksikan ajaran luhur Galunggung, antara lain sebagai pusat keilmuan, peradaban, dan spiritual,” jelas Rizki.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung berharap seluruh masyarakat khususnya Tasikmalaya hadir pada acara tersebut. Ia mengajak masyarakat setempat menjadi saksi awal perjuangan besar, untuk mewujudkan kembali nilai ajaran luhur nenek moyang, antara lain tentang kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Yuk Saksikan Kehebatan Pencak Silat di MOG 2019

“Mari kita wujudkan kembali reaktivasi budaya yang berbudaya. Mengembalikan adat dan budaya Nusantara sebagai identitas bangsa di tengah masyarakat yang pragmatis,” ujar Adella.

Sementara itu, Kabid Pemasaran I Area Jawa Kemenpar Wawan Gunawan menuturkan, tema yang diangkat pada MOG 2019 ini yaitu ‘Gandrung Mulasara’. Acara akan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti Galunggung Coffeecamp, Istigosah Akbar, Galunggung Ngabiseka, dan Gandrung Mulasara.

Kemudian ada Pasar Digital GenPI, Simfoni Galunggung, Padungdung di Puseur Galunggung, permainan tradisional, lomba tumpeng hias, dan movie screening. Kegiatan MOG sendiri rencananya akan dipusatkan di objek wisata Cipanas Galunggung, Tasikmalaya, Jawa Barat.

“MOG menjadi acara rutin tahunan yang juga didukung oleh Kementerian Pariwisata. Dari sini, diharapkan kegiatan MOG bisa berlangsung lebih meriah, dari tahun ke tahun. Kita berharap acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi ada hal lebih besar yang bisa diambil. Misalnya pariwisata di Tasikmalaya semakin berkembang,” ungkapnya.

Dalam acara itu, penggiat pariwisata dan masyarakat akan melakukan sistem barter budaya. Masyarakat akan memberikan sumber daya yang dimiliki. Sedangkan penggiat pariwisata memberikan bangunan bale kampung. Bale ini bisa dipergunakan untuk keperluan masyarakat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, memajukan pariwisata harus didukung dengan atraksi yang lain dari biasanya. Atraksi atau event yang disajikan harus benar-benar memukau pengunjung. Paling tidak, pengunjung harus terkesan pada gelaran tersebut sehingga muncul dorongan untuk datang kembali tahun depan.

“Agar event tidak terkesan monoton dan menjemukan, penyelenggara wajib melakukan evaluasi atas gelaran yang sudah ditampilkan. Yang kurang harus dimaksimalkan, yang sudah baik harus menjadi lebih baik. Jangan sampai prestasi menurun,” kata mantan Dirut Telkom tersebut.

Menteri Pariwisata Terbaik Asia Pasifik ini menambahkan, MOG sudah dilaksanakan sejak tahun 2010 lalu. Artinya, sudah banyak pengalaman dan tahu persis reaksi masyarakat terhadap kegiatan ini.

“Dari kegiatan ini, kunjungan wisatawan harus dimaksimalkan. Minimal untuk wisatawan domestik. Sehingga, nantinya bisa memberi peningkatan nilai-nilai ekonomi bagi pemerintah, industri, dan masyarakat,” tandasnya.(*)

Bagaimana, menarik bukan artikel Yuk Saksikan Kehebatan Pencak Silat di MOG 2019? Bagi kalian yang ingin mengetahui informasi seputar event pariwisata Jawa Barat bisa melihat berbagai macam artikel yang sudah tersedia.

Kemenpar Dukung Jelajah Alam Pangandaran (JAP)

By | Event | No Comments

Kemenpar Dukung Jelajah Alam Pangandaran (JAP)

Memperkenalkan keindahan alam Pangandaran melalui kegiatan Jelajah Alam 2019
Pangandaran, Kementrian Pariwisata yang dipimpin oleh Arief yahya mendukung event yang berada di kabupaten Pangandaran, salah satunya adalah Jelajah Alam Pangandaran (JAP) 2019. Sabtu, (20/04/2019) Pangandaran,
Dalam sambutanya bupati Pangandaran menyampaikan “kegiatan ini kegiatan yang bagus dan tidak menggandalkan anggaran pemerintah, ini suatu hal yang baik dan kita berikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, kegiatan ini juga sebagai upaya kita meningkatkan kunjungan wisata, pasalnya pantai kita selama tiga bulan sepi pengunjung, Dengan di adakan nya kegiatan jelajah alam ini, kita ingin tunjukan bahwa tidak hanya pantai saja yang kita miliki  tetapi ada juga gunung dan sungai. Event Ini juga sebagai salah satu promosi untuk mendatangkan wisatawan dengan cara mengelar event automotif yang mudah-mudahan bisa menjadi event tahunan.” pungkasnya.

(Wawan gunawan, tiga dari kiri, H. Jeje Wiradinata, tengah)

Kabid Pemasaran Area 1 Kemenpar Wawan gunawan mengatakan “Kementrian Pariwisata hadir di kabupaten pangandaran tentu ada peran, semoga kegiatan ini dijadikan agenda tahunan, COE Calendar OF Event kabupaten pangandaran, bagai mana ini bisa di branding menjadi daya tarik wisata. Pariwisata dijadikan sektor unggulan untuk membangun daerah, saya yakin seyakin-yakin nya daerah akan cepat maju, kuliner di pangandaran juga enak enak”., papar wawan kepada media.

“Pangandaran sudah sangat strategis sekali tinggal kita bagaimana mempromosikanya, saya juga sudah suruh share kegiatan JAP ini di seluruh Indonesia, Dari segi fasilitas sudah mulai Nampak di pangandaran, mulai dari hotel berbintang dan juga restoran yang enak-enak, disini tempat-tempat atraksinya sudah ada untuk melihat pertunjukan, apa sih yang gak ada di pangandaran, mulai dari laut gunung dan sungai juga ada.” lanjut wawan kepada awak media.

(Kemenpar Dukung Jelajah Alam Pangandaran (JAP))

Kemenpar Dukung Jelajah Alam Pangandaran (JAP)

Sungainya saja bisa kita nikmati pasalnya ditempat lain ada sungai bagus hanya bisa dilihat tidak bisa di nikmati.
Di pangandaran sediri memiliki budaya ronggeng gunung yang bisa di branding dan dikemas sedemikian rupa menjadi ikon budaya kabupaten pangandaran, apa bedanya dengan yang ada di pasisir utara, bagaimana Gandrung Sewu di banyuwangi yang menjadi ikon atraksi budaya di sana, yang bisa mendatangkan wisatawan ke Banyuwangi, hanya ingin melihat atraksi Gandrung Sewu, sebetulnya di Pangandaran juga ada ronggeng gunung sampai kulinernya juga ada pindang gunung.
Semoga Jelajah Alam Pangandaran (JAP) Tahun 2020 dapat ditentukan watu tanggal dan tempatnya sudah pasti, event-event di pangandaran tidak hanya JAP ada juga festival layang layang, festival kuliner dan juga festival budaya dan kesenian. pungkasnya. Nah bagaimana seru bukan jika kamu ingin menanyakan sesuatu tentang artikel Kemenpar Dukung Jelajah Alam Pangandaran (JAP). silahkan komentar ya. 

Fotografer dari 7 Provinsi Ikut Jambore Fotografi Nasional di Sumedang

By | Event | No Comments

SUMEDANG – Sumedang memiliki cara tersendiri untuk mengenalkan potensi wisatanya. Caranya melalui Jambore Fotografi Nasional 2019. Acara ini dijamin bakal keren. Karena, pesertanya berasal dari sekitar 7 provinsi di Indonesia.

Jambore Fotografi Nasional akan digelar 16-17 Februari 2019. Lokasinya ada di Kampung Toga, Desa Sukahayu, Sumedang Selatan, Sumedang, Jawa Barat.

“Posisi Sumedang sebagai tuan rumah Jambore Fotografi Nasional tentu sangat menguntungkan. Sebab, potensi branding besar-besaran terbuka lebar. Kami tahu, agenda ini banyak diikuti oleh fotografer hebat dari berbagai daerah,” kata Kepala Disparbudpora Sumedang Agus Sukandar, Minggu (20/1).

Jambore Fotografi Nasional 2019 diikuti oleh 26 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Selain Jawa Barat, peserta juga berasal dari Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara (Manado), dan Papua.

Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa mengungkapkan, event digelar masif.

“Jambore Fotografi Nasional digelar meriah. Pesertanya sangat banyak. Program ini akan efektif untuk promosi destinasi pariwisata. Sebab, potensi setiap daerah akan diekplorasi total dan direkam melalui sebuah foto. Nantinya foto-foto ini ditampilkan ke publik melalui berbagai media,” ungkap Rizki.

Sumedang yang dikenal dengan julukan Kota Tahu, memang sedang mengoptimalkan sektor pariwisata. Mereka bahkan sudah mencanangkan Sumedang Puseur Budaya Sunda di tahun 2019. Artinya, adalah Sumedang Pusat Budaya Sunda.

“Bukan hanya alam dan budayanya, para pelaku industri pariwisata Sumedang sangat solid. Mereka bersinergi untuk mengoptimalkan aspek bisnis dari industri pariwisata. Jambore Fotografi Nasional akan menjadi investasi positif. Sebab, arus wisatawan akan mengalir sesudahnya,” terang Kiki-sapaan Rizki Handayani Mustafa.

Jambore Fotografi Nasional akan menghadirkan tokoh-tokoh fotografi nasional. Seperti Fotografer Senior Kompas Arbain Rambey, Fotografer Senior Darwis Triadi, serta Fotografer Senior Bandung Sjuaibun Ilias. Bergabung juga Yoga Ogre yang menjadi Fotografer sekaligus Motivator Muda Pelaku Ekonomi Kreatif.

“Berada di Sumedang, para peserta Jambore Fotografi Nasional akan dimanjakan dengan objek terbaik. Selain alamnya, Sumedang juga kaya dengan budaya. Nuansa tradisional ini memiliki karakter kuat dan detailnya juga luar biasa,” tegas Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung.

Memancing adrenalin para fotografer, Sumedang akan menampilkan ragam seni dan budaya. Jumlahnya ada 26 kesenian hingga budaya dan kaulinan barudak lembur. Ada juga human interest, foto konsep tradisional, kolaborasi musik etnik Sunda, dan atraksi kuda silat. Disajikan juga kesenian Tarawangsa Sumedang, pameran foto juga produk unggulan ekonomi kreatif.

“Sumedang adalah destinasi yang lengkap. Semuanya ada. Budayanya sangat banyak dan unik, lalu alamnya indah. Selama ini, budaya dan alam menjadi salah kekuatan sekaligus paket wisata terbaik di Sumedang. Para peserta memiliki space lebar untuk mengekplorasi adrenalin karena objeknya banyak. Destinasinya keren,” jelas Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Kemenpar Wawan Gunawan.

Kota Tahu memiliki banyak pilihan destinasi. Sumedang menawarkan destinasi Situ Biru Cilembang, Paralayang Batu Dua, Kampung Toga, Mata Air Sirah Cipelang, juga Gunung Kunci. Ada juga Wisata Alam Pangjugjugan, Puncak Damar Jatigede, Kampung Karuhun, hingga Arung Jeram Pangcalikan. Untuk akses Jati Gede lainnya, Panenjoan Jatigede, Kampung Buricak Burinong, juga Tanjung Duriat

“Sumedang luar biasa. Sangat ideal sebagai lokasi Jambore Fotografi Nasional. Obyek yang ditawarkan sangat banyak. Kami harap peserta bisa memanfaatkan program ini untuk mendapatkan foto terbaik. Sebab, nantinya juga akan ada input dari para fotografer senior dengan reputasi besar,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya. (*)

Tari Batik Lokatmala turut meriahkan Acara Pembukaan Pameran Seni Rupa Murni Kota Sukabumi

By | Event | No Comments

yang ngaku orang Sukabumi pasti tau dong Batik Lokatmala Sukabumi? Batik asal Sukabumi yang semakin berkembang dari hari ke hari bukan saja di kenal di daerahnya bahkan sudah merambak ke Nasional sampai Internasional, Ceu Fonna panggilan akrab Pemilik Batik Lokatmala Sukabumi seakan tidak kehabisan ide untuk terus menghasilkan karya karya terbaik dari batik yang dihasilkannya sesuai dengan konsep awal yaitu mengangkat budaya daerah dan juga sekaligus untuk membantu menghidupi kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam rangka menumbuhkan kembali rasa cinta kepada kebudayaan traditional yang menjadi warisan leluhur. Kini, sejumlah motif batik tulis Lokatmala telah banyak dihasilkan. Setiap motif yang dibuat memiliki referensi dan filosofinya.
nah disamping membantik lokatmala juga mempunyai sanggar tari loh.,! yang diberi nama Sanggar Lokatmala , ada beberapa jenis tarian yang sudah di populerkan oleh sanggar lokatmala di antaranya tari Julang Ngapak, Tari Jaipong dan yang lainnya.
Hari Senin 22 Oktober 2018 Lokatmala mendapatkan kesempatan untuk mempersembahkan salah satu tarian terbarunya yaitu Tari Batik untuk tampil di acara Opening Ceremonial Pameran Seni Rupa Murni III bertempat di gedung seni AHER Kota Sukabumi yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, di awali dengan tarian penyambutan sampai penampilan tarian di atas panggung.

Tari Batik Lokamatla ini merupakan tarian khas dari Sukabumi sekaligus mengenalkan budaya dan kearifan lokal serta mengenalkan batik Sukabumi kepada para tamu undangan yang hadir pada kegiatan tersebut, adapun motif batik yang digunakan yaitu Jenis Batik Tjiwangi dengan filosifi Legenda Nyi Mas Tjiwangi Cikundul dari Sukabumi.


Ceu Fonna mengatakan alhamdulillah Sanggar Lokatmala dipercayai untuk menampilakn tarian di pembukaan acara Pameran Seni Rupa Murni Kota Sukabumi “jujur saja sebetulnya Tarian ini dadakan dan latihannyapun hanya memerlukan Semalam sebelum besok tampil, bikin tusuk konde dari canting juga dadakan’. ungkapnya “Akan tetapi tambah ceu Fonna ‘Alhamdulillah bisa menampilkan yang maksimal terlihat dari antusias penonton yang menyaksikan sangat begitu menikmati’. Ucapnya


Ceu Fonna Juga berharap “Semoga Seni Murni dan Budaya Batik makin berkembang, Semakin tersosialisasikan bahwa batik maupun seni rupa murni adalah suatu proses perpaduan keilmuan, tehnik dan rasa yang menghasilkankarya seni berkearifan lokal yang bisa merepresentasikan Kota Sukabumi” ujarnya
Wow keren banget kan..? kalau kalian tertarik dengan hasil karya batik Lokatmala dan juga sanggar tari Lokatmala Sukabumi, jangan diem diem bae ,Kuy datang ke sukabumi dan Kunjungi Gerai nya di JL Kenari 20-Z Kota Sukabumi dan juga bisa tanya tanya seputar batik lokatmala langsung dengan pemiliknya.