Category

Destinasi

Kampung Bunga Matahari di Ciranjang – Cianjur yang mempesona

By | Destinasi | No Comments

Cianjur – Sebuah kampung di Cianjur viral dimedsos setelah warga  sekitar menanam ratusan bunga matahari yang tumbuh di sepanjang jalan 300 meter, selain itu di area pemukiman warga juga ditanami bunga matahari, Kampung Bunga Matahari ini berlokasi di Kampung Bungbulang RT 02/RW 01, Desa Nanggalamekar, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.

“Awalnya salah satu warga masyarakat setempat mendapat beasiswa di China untuk melanjutkan Kuliah, disana pernah melihat tanaman bunga matahari yang tumbuh subur  dengan berbagai warna,warga  tersebut berinisiatif membuat hal serupa di kampungnya”ujar Hilman Kepala Desa Nanggalamekar

Bunga matahari ini sudah ditaman semenjak 3 bulan yang lalu, selain bunga yang warna nya kuning ada juga bunga matahari yang warnanya berbeda, hanya saja saat genpicianjur berkunjung bunga tersebut belum mekar

Bukan hanya warga Cianjur yang berkunjung ke Kampung Bunga Matahari, melainkan juga warga dari luar Cianjur sengaja datang untuk menikmati jalan setapak yang ditumbuhi bunga matahari mekar dengan subur di kanan dan kiri jalan tersebut.

Untuk bisa menikmati keindahan bunga matahari ini warga tidak harus merogoh kocek besar, biasanya akan ada warga atau Karang Taruna  yang membawa box kemudian berkeliling mendatangi pengunjung dan dengan ramahnya menyapa serta meminta sumbangan dengan membayar seikhlasnya, “uang tersebut akan digunakan warga untuk membeli bibit dan pupuk” ujar Hilman

Peran GenPI Cianjur sebagai komunitas pariwisata sangat gembira melihat ada potensi wisata baru yang bisa warga nikmati keindahannya di Cianjur, kami juga memnghimbau agar pengunjung terap mematuhi protokol kesehatan 3M ( Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jatak),  kedepannya GenPI Cianjur akan coba bekerjasama dengan Kampung Bunga Matahari dalam mengembangan daya tarik wisata yang ada di Kampung Bungbunlang Desa Nanggalamekar

Selain kampung bunga matahari, kedepannya akan ada Labirin yang terbuat dari ratusan bunga matahari serta kampung mural dengan pesan yang positif disetiap gambarnya

Saat tim GenPI Cianjur mengunjungi Kampung Bunga Matahari, 17/12/20 Kepala desa nanggalamekar juga tidak luput menjadi sorotan karena selalu menghimbau pengunjung yang datang untuk tetap memakai masker, apabila ada warga atau pengunjung yang tidak memakai masker, Hilman langsung membagikan masker secara gratis. (DS)

Geopark Ciletuh yang memukau

By | Destinasi | No Comments

Menurut penelitian para ahli geologi, kawasan Ciletuh termasuk ke dalam salah satu kawasan atau kompleks batuan tertua di Pulau Jawa. Bentang alam yang unik, menyerupai amphitheater raksasa yang menghadap ke Samudera Hindia menjadikan kawasan taman bumi atau yang biasa dikenal dengan sebutan Geopark ini sebagai salah satu daya tarik berbasis alam yang wajib diperhitungkan. Kawasan yang terdiri dari berbagai macam bentukan alam seperti pegunungan, sawah, sungai, air terjun, batuan dan laut ini, konon wilayah ini dulunya adalah lautan, sehingga menjadi salah satu keistimewaan utamanya.

PESONA BATU TUA

Nama Ciletuh berasal dari nama sungai yang membentang sejauh 50 km dari Desa Tamanjaya hingga Teluk Ciletuh, Pantai Palangpang, Desa Ciwaru. Selain Desa Ciwaru dan Desa Tamanjaya, Geopark Ciletuh juga meliputi tiga desa lainnya, yakni Desa Mekarmukti, Desa Ciemas, dan Desa Mandrajaya. Kawasan Geopark Ciletuh, Sukabumi Selatan, menyajikan bentang alam mempesona, menarik dan istimewa. Kawasan yang terletak di tepi Samudera Hindia ini ditempati oleh batuan Bancuh atau Melange yang patut dijadikan cagar geologi. Kawasan ini termasuk ke dalam salah satu batuan tertua di Pulau Jawa yang tersingkap ke permukaan, merupakan hasil interaksi dua lempeng tektonik yang diduga terjadi pada masa Kapur Akhir sampai Tersier Awal.Kawasan Geopark Ciletuh dapa dikelompokkan menjadi tiga blok atau segmen untuk objek pengamatn. Masing-masing blok mempunyai karakteristik yang khas, unik serta kelangkaan geologi dan biologi. Ketiga blok itu adalah Blok Gunung Badak-Teluk Ciletuh, Blok Citisuk-Cikepuh, Blok Citireum-Pangumbahan hingga ke Kawasan Ujung Genteng.

WISATA GEOLOGI

Kondisi visual di geopark tersebut bak surga dunia yang menawarkan pemandangan hamparan batu karang laut serta 10 air terjun pegunungan.Geopark Ciletuh berlatar belakang pegunungan dan laut.Untuk menikmati Geopark Ciletuh dikemas dalam paket wisata, di mana setiap orangnya dikenai biaya Rp. 350 ribu. Dengan biaya tersebut, pengunjung akan diajak berkeliling menggunakan mobil berpenggerak empat roda menyusuri hamparan batuan tua hasil proses sedimentasi jutaan tahun yang lalu. Pengunjung juga akan diajak berkeliling ke kawasan pedesaan, termasuk menginap di rumah penduduk. Wisatawan juga akan disuguhi masakan tradisional khas Sunda serta juga akan dipandu untuk melihat dari dekat proses pembuatan gula kelapa, termasuk makanan khas seperti Kayamangdan Cimplung. Dalam paket tersebut wisatawan juga dipandu untuk menyaksikan keindahan 10 air terjun di antaranya adalah Air Terjun Puncak Manik, Awang, Cimarinjung, Cikanteh, Codong, Codong Tengah dan Ngelay. Setelah air terjun kemudian wisatawan akan diantar ke dataran tinggi sambil menikmati keindahan dan panorama alam. Belum cukup, setelah itu wisatawan juga diajak untuk menyusuri gua-gua di samping laut pantai selatan, termasuk air terjun yang jatuh ke laut.

Semua keindahan dan kemegahan yang terdapat di Geopark Ciletuh, semuanya asli secara lahiriah disuguhkan dari alam dan keaslian budaya lokal.Adapun keindahan dan kemegahan Geopark Ciletuh menjadi salah satu obyek wajib kunjung di Provinsi Jawa Barat.