Category

Berita

Febri Hariyadi Cepat Di Lapangan Hijau, Ngebut di Fans Game

By | Berita | No Comments

JAKARTA – Febri Hariyadi adalah pesepakbola masa depan Indonesia asal klub Persib Bandung. Kelebihan Febri terletak pada kecepatan dan kelincahannya. Febri menjadi salah satu tumpuan Timnas Sepakbola Asian Games untuk mengobrak-abrik gawang lawan.

“Hal paling penting buat Saya adalah selalu introspeksi diri sendiri, agar Saya terus belajar menjadi yang lebih baik. Karena tanpa introspeksi diri, kita tidak akan pernah mau belajar sunguh-sungguh, bekerja lebih keras terus menerus dan tidak akan pernah tau seberapa jauh diri kita,” tulis Febri memotivasi diri lewat Instagram-nya @febrihariyadi13.

Febri lahir di Bandung, 19 Februari 1996. Namanya mulai mencuat saat membela Persib Bandung pada ajang Piala Jenderal Sudirman 2015. Turun sejak menit awal, ia mampu mencetak gol ke gawang Persela Lamongan. Laga itu tak akan dilupakannya.

Terlebih Pertandingan tersebut menjadi debutnya bersama tim senior. Waktu itu usianya masih 19 tahun.

Selain bekerja keras dan semangat berlatih, ternyata ada dua sosok dibalik kesuksesan Febri Haryadi. Pemain jebolan Maung Ngora ini percaya jika hasil yang diraihnya tidak semata-mata ia perjuangkan sendiri. Namun, ada ada doa kedua orang tuanya.

Oleh karena itu, Febri Sering meminta doa dari orang tuanya saat bertanding di luar kota. Melalui pesawat telepon, Febri meminta restu dari ayah Bambang Sutrisno dan ibunya Imas Kuraesin sebelum bertanding.

“Saya ingin memberikan kebahagiaan kepada orang tua dengan prestasi yang yang saya raih,” ujarnya.

Pemain jebolan SSB PRO UNI Bandung ini bisa dibilang memiliki kemampuan di atas rata-rata bagi pemain seumurannya. Kariernya berkembang begitu cepat. Ia sudah memperkuat Persib U-21 ketika usianya 17 tahun.

Kerja keras dan semangat berlatihnya membuat kemampuannya semakin matang, kelincahan kerap kali membuat bek lawan kerepotan. Ia berani berhadapan langsung head to head dengan bek lawan.

Febri adalah seorang pemain sayap murni, menyisir sisi lapangan dengan kecepatannya adalah kelebihannya. Ia sering kali melakukan umpan-umpan cantik bahkan mencetak gol. Walapun begitu ia masih membutuhkan pengalaman dan jam bermain lebih untuk mengasah kemampuannya.

Febri juga tampil impresif saat bermain di Piala Bhayangkara 2016 dan di Piala Presiden 2017. Ia pun diganjar dengan kontrak berdurasi empat tahun oleh Persib Bandung.

Febri pun menjadi salah satu pemain andalan Maung Bandung pada kompetisi Liga 1 2017 meski usianya masih muda.

Tampil mengesankan bersama Persib, membuat pelatih Timnas Indonesia U-22 Luis Milla memanggilnya untuk SEA Games Malaysia 2017. Beberapa kali menjadi starter, ia sering kali merepotkan pertahanan lawan, ia bahkan mencetak salah satu gol terbaik pada ajang tersebut.

Sayang, langkah timnas untuk meraih emas gagal setelah dikalahkan oleh tuan rumah Malaysia. Indonesia hanya sanggup meraih perunggu setelah mengalahkan Myanmar dengan skor 3-1. Febri tetap bersyukur dan berharap bisa berbuat banyak untuk timnas di masa mendatang.

Dan sebentar lagi kita akan menyaksikan lagi kebolehannya dalam bermain sepakbola bersama Timnas U23 di Asian Games 2018.

“Yuk #SatukanTekad dukung suksesnya Asian Games 2018! Tunjukan dukunganmu untuk Indonesia,” ujar Febri.

Nah, segala prestasi yang diraih Febri ini juga membawanya menjadi calon atlet terfavorit #PesonaAsianGames2018. Untuk menang, minimal dia harus masuk 4 besar dalam vote. Untuk vote Febri Hariyadi, klik link https://www.genpi.co/vote/asiangames lalu pilih dia.

Geopark Ciletuh Dapat Pengakuan UNESCO Global Geopark

By | Berita | No Comments

JAKARTA – Geopark Ciletuh, Palabuhanratu, resmi mendapatkan predikat sebagai Unesco Global Geopark (UGG). Selain Ciletuh, Unesco juga mengesahkan 12 geopark dari 11 negara sebagai UGG. Pengesahan disampaikan dalam sidang Executive Board Unesco ke 204, Komisi Programme and External Relations, Kamis (12/4) di Paris, Perancis.

“13 Usulan tersebut diterima tanpa perdebatan. Artinya, semua negara menyetujui kawasan Ciletuh,Palabuhanratu, sebagai UGG,” ujar Dana Budiman, General Manager Badan Pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Sabtu (14/4).

Bukan tanpa alasan Ciletuh mendapat pengakuan dunia. Faktanya, Geopark Ciletuh memang sangat oke. Modalnya sudah sangat kuat. Pada awal Agustus 2017, Geopark ini sudah dinilai tim UNESCO. Predikat ini tentunya membawa Ciletuh menjadi destinasi wisata dunia.

“Potensinya juga sangat besar. Keindahan alamnya lengkap. Ada landscape, gunung, air terjun, sawah, ladang, dan berujung di muara sungai ke laut. Karena itu harus cepat dikembangkan, agar bisa menghidupkan ekonomi masyarakatnya,” ujar Dana.

Geopark Ciletuh juga dikelilingi hamparan alluvial dengan batuan unik dan pemandangan yang indah. Selain itu, ada juga punya pantai yang keren.

Menariknya, Geopark Ciletuh juga punya ombak yang disukai surfer-surfer dunia. Tengok saja Pantai Cimaja. Pantai itu sering terpilih sebagai lokasi lomba Surfing berskala internasional,

Banyak hal yang dilakukan pemerintah untuk menjadikan Ciletuh sebagai kawasan terpadu. Misalnya seperti pemberdayaan masyarakat lokal, pengembangan desa binaan, pengembangan geowisata, pengembangan homestay, dan sebagainya.

Tak hanya dapat mempelajari adat dan budayanya saja, di Geopark Ciletuh wisatawan juga bisa menikmati beragam objek wisata eksotis. Mulai dari keindahan air terjun Awang, Taman Purba, bukit Panenjioan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Di kawasan seluas 37 ribu kilometer tersebut, terdapat banyak destinasi wisata kelas dunia. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan pemerintah dan masyarakat setempat untuk menjadikannya semakin baik, serta dikenal dunia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dari awal sudah yakin Geopark Ciletuh akan ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark (UGG).

“Rumus destinasi kelas dunia adalah atraction, access, dan tourism resource. Saya lihat Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sudah memiliki itu dan kita harapkan akan menjadi UGG,” katanya.

Tiga unsur yang harus dipenuhi agar menjadi UGG yaitu geodiversity, biodiversity, dan culture diversity, semua sudah ada di geoparkini. “Saya lihat sudah ada semua di sini. Saya sudah melihat dan menikmati Ujung Genteng. Sungguh luar biasa. Ini kepingan surga karunia Tuhan,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.(*)

Wow Presiden RI Kunjungi lagi Sukabumi

By | Berita | No Comments

Ada apa dengan Sukabumi..? Kok akhir-akhir ini sering dikunjungi Presiden RI..? akhir tahun 2017 Presiden RI shalat Idul Adha di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Kemudian selang berapa waktu datang lagi untuk ground breaking pembangunan Jalur Ganda, dan diawal tahun 2018 tepatnya pada tanggal 7 s/d 8 April 2018 presiden kembali datang ke Sukabumi dalam rangkaian kunjungan kerjanya.

Presiden RI Jokowi pernah mengatakan saat kunjungan ke sukabumi beberapa waktu yang lalu, Sukabumi, Jawa Barat, merupakan kota berkembang yang akan didukung dengan pembangunan infrastruktur.

“Sukabumi merupakan kota yang berkembang sudah lama, tetapi sekali lagi saya datang ke sini juga ingin melihat hal-hal yang bisa kita berikan ‘back up’ dari pemerintah pusat dan sudah kita lihat pertama mengenai jalan tol, kedua mengenai jalur kereta api double track, dan Bandara di Sukabumi,”. Presiden menyampaikan Sukabumi merupakan kota yang ramai dengan masyarakat yang begitu ramah.

Menurutnya, Kota Sukabumi juga memiliki kuliner yang lezat, salah satu contohnya yaitu ikan bakar, dan kuliner khas yang lainnya.

Nah.. pada kunjungan kerja yg sekarang presiden RI selain akan memonitor perkembangan pembangunan di Sukabumi, presiden berencana akan mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Sukabumi dalam konteks aksesibilitas infrastruktur. Hal itu tak terlepas potensi sumber daya alam di Kabupaten Sukabumi yang memiliki banyak tempat wisata indah dan daya tarik yang luar biasa.

Kota dan Kabupaten Sukabumi memiliki daya tarik tersendiri untuk mengundang banyak wisatawan datang ke Sukabumi, dimana Kota Sukabumi dengan andalannya di sektor perdagangan, seperti halnya Wisata Kuliner dan Fashion, dan juga Wisata Cagar Budaya yang menjadi andalan di Kota Sukabumi.

Semantara itu wisata alam sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Sukabumi, Sekarang di Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat telah ada kawasan Ciletuh-Palabuhanratu Geopark yang dalam waktu dekat ini akan di akui oleh UNESCO menjadi Ciletuh-Palabuhanratu UGG (Unesco Global Geopark), namun aksesibilitas pariwisatanya belum begitu baik, untuk itu selain percepatan pembangunan yang sudah dijalankan seperti Tol Bocimi, Jalur Ganda Kereta Api dan Bandara di Sukabumi, Pemerintah Pusat juga sedang mengerjakan proyek PLPR (Pelabuhan Laut Pengumpan Regional) dan ini akan menjadi akses yang mumpuni untuk mendukung sentra pariwisata di Kabupaten Sukabumi,” Nantinya PLPR akan digunakan sebagai pelabuhan pariwisata, namun di saat akhir pekan dan libur panjang. PLPR ini bukan hanya untuk kepentingan pariwisata saja. Lebih dari itu, untuk menunjang perekonomian masyarakat dari aspek bisnis lain. Sehingga dibutuhkan konektivitas ke ibu kota.
Kalau menggunakan jalur darat, berbisnis dari sini (Kabupaten Sukabumi) ke Jakarta tentu biayanya sangat tinggi. Jika nanti dermaga ini jadi, bisa dimanfaatkan untuk kepentingan berbisnis pula.

Nah udah kebayang dong jika semua insprastukrur itu sudah selesai akan banyak wisatawan baik lokal ataupun mancanegara akan datang ke Sukabumi, tinggal persiapan dari masyarakat sukabumi yang harus siap dengan semua ini. Selain nantinya akan mendongkrak perekonomian masyarakat di sukabumi, juga akan meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat sukabumi khususnya dan jawa barat, Indonesia pada umumnya.

Nah buat kalian yang penasaran degan sukabumi, yuk datang ke sukabumi, kalian bisa melihat dan merasakan sejuta keindahan yang ada di sukabumi, Presiden aja sering ke Sukabumi, masa kalian engga.!

Masjid Bernuansa Tiong Hoa di Indonesia

By | Berita | No Comments

Tahukah kalian? Di Indonesia ada beberapa Masjid bernuansa tiong hoa. Selain dapat beribadah, masjid masjid ini juga kaya akan sejarah. Diantaranya :
1. Masjid Tan Kok Liong, Cibinong, Bogor (2005)
2. Masjid Al – Imtizaj, Bandung (2010)
3. Masjid Lautze, Tamblong, Bandung (1997)
4. Masjid Lautze, Pasar Baru, Jakarta Pusat (1991)
5. Masjid Al-Mahdi, Armada, Magelang (2017)
6. Masjid KHM Bedjo Darmoleksono, Lambung
Sari, Malang (2010)
7. Masjid Nasional Sultan Mahmud Badarudin II, Palembang (Renovasi 2000 dan 2003)
8. Masjid Hidayatullah, Karet, Jakarta (Berdiri 1747, renovasi 1999)
9. Masjid Muhammad Cheng Ho, Gading, Surabaya (2002)

Pesona Kuda Renggong Sukses Hipnotis Wisatawan

By | Berita, Event, Wisata | No Comments

SUMEDANG – Atraksi wisata yang diperlihatkan 111 Kuda Renggong sukses menghipnotis wisatawan yang memadati Lapang Darongdong, Buahdua, Sabtu (10/2). Atraksi ini disaksikan lebih dari 10.000 wisatawan.

Antusiasme tinggi wisatawan membuat akses menuju lokasi mengalami kemacetan. Imbasnya, parade Kuda Renggong tertahan dan dibuat mengantri. Penyelenggara sempat dibuat kesulitan untuk mensterilkan area.

“Kami gembira dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Kuda Renggong memang luar biasa. Untuk itu, kami terus mengharapkan bantuan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Sumedang perlu banyak dukungan agar semua potensi bisa dikembangkan lebih baik seperti Kuda Renggong,” ungkap Bupati Sumedang Eka Setiawan.

Sementara Anggota DPR RI Dony Ahmad Munir mengatakan, atraksi Kuda Renggong selalu menggerakan perekonomian.

“Apa yang tersaji di sini sangat positif. Kalau nuansanya seperti ini, ekonomi masyarakat akan bergerak dengan adanya Kuda Renggong. Kami sangat senang. Apalagi nanti akan dibangun tempat pertunjukan khusus Kuda Renggong. Yang penting masyarakat tertib dalam menonton,” ujar Dony Ahmad.

Atraksi Kuda Renggong dibuka dengan pertunjukan silat, yang salah satunya ditampilkan kelompok Lipur Putra-Aida asal Gandasoli, Cisarua.

Aksi dibuka dengan gerakan kaki depan kuda yang dilipat. Selanjutnya, kuda mengangkat kaki depan, lalu melakukan simulasi duel dengan sang pawang.

Penampilan memukau tersebut langsung direspons yang wisatawan yang bersorak kagum. Para wisatawan pun sibuk mengabadikan momen tersebut melalui kamera handphone.

Kehebohan sempat terjadi saat kepala sang pawang dijepit kaki depan kuda lantaran kalah duel. Adrenalin penonton semakin dipicu ketika kedua kaki kuda menginjak perut sang pawang.

“Aksi-aksi kuda-kuda di sini sangat luar biasa. Sangat artistik dan menghibur. Meski terlihat berbahaya, tapi tetap aman karena sudah menjalani latihan rutin yang serius. Nantinya Festival Kuda Reanggong ini akan menjadi agenda rutin tahunan di Kemenpar. Jadi, atraksi besar seperti ini gaungnya akan lebih kencang lagi,” jelas Dony Ahmad.

Untuk mengurai ketegangan, aksi silat ditutup dengan ngibing. Sikap hormat ditunjukan kuda dengan melipat kaki depan. Kuda lalu berbaring di rumput diikuti sang pawang. Para tamu undangan khusus pun turun dari panggung dan ikut menari. Sambil menari, para tamu nyawer yang diterima sang pawang.

“Daya tarik event ini luar biasa. Kuda Renggong harusnya masuk dalam warisan budaya tak benda Sumedang. Kuda Renggong layak dipasarkan ke luar Jawa Barat, bahkan harus go internasional,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat Ida Hernida.

#PesonaKudaRenggong menjadi Trending Topics di Twitter


Usai silat, menu berikutnya adalah parade 111 Kuda Renggong yang dibagi dalam sembilan rombongan. Setiap rombongan terdiri dari 5-10 Kuda Renggong. Kuda ini dihias warna warni, lengkap dengan mahkota. Melengkapi aksi, setiap kuda dinaiki joki anak laki-laki dan perempuan dengan usia 6-10 tahun.

Joki kecil laki-laki mengenakan busana adat Sumedang lengkap dengan ikat kepalanya. Sedangkan joki perempuan berbusana tradisional hingga modern.

Salah seorang Joki Kuda Renggong, Bintang Krisna Farhan Ramdani (10), menilai Kuda Renggong sangat unik. Sebab, Kuda Renggong akan langsung bergerak menari saat musik terdengar.

“Kuda Renggong dilatih seperti itu. Mereka suka menari kalau ada musik. Saya senang bisa menaikinya. Gampang-gampang susah karena tergantung sangat dengan kudanya. Yang dibutuhkan keseimbangan. Latihan seminggu full dilakukan kalau ada pertunjukan,” ujar siswa SDN I Cijambu, Tanjungsari.

Parade Kuda Renggong menempuh jarak sekitar 1 kilometer. Rutenya dimulai dari Lapang Darongdong. Rombongan kemudian melewati kantor kecamatan, terminal sekaligus pasar Buahdua.

Namun, akibat kemacetan, hanya beberapa rombongan yang berparade sesuai skenario. Sedangkan sisanya terpaksa merevisi rute parade dan berputar di sekitar venue.

“Dengan antusiasme seperti ini, Pesona Wisata Atraksi 111 Kuda Renggong sangat sukses. Evaluasi dan perbaikan-perbaikan akan dilakukan. Tujuannya agar event seperti ini menjadi lebih baik lagi. Kami pun sangat optimis, Kuda Renggong akan menarik minat wisatawan lebih besar lagi,” tegas Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata 1 Wawan Gunawan.

Apresiasi juga diberikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar mengatakan, Sumedang harus segera melakukan perbaikan tampilan Kuda Renggong secara menyeluruh. Branding juga harus intesif dilakukan.

“Kuda Renggong terus menunjukan kekuatannya. Branding besar harus segera dilakukan agar Kuda Renggong semakin besar. Kemasannya juga harus ditingkatkan,” pungkasnya. (*)

ViWI 2018 Disupport Penuh Industri Pariwisata

By | Berita | No Comments

GenPI Jabar – JAKARTA – Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kepariwisataan IV Tahun 2017, Selasa (12/12), langsung menggebrak. Acaranya heboh dan seru. The Kasablanka Hall (Kota kasablanka), Jakarta, sukses dibuat tercengang. Semua audience kompak memberikan applaus tinggi terhadap Kemenpar di tengah sound system dan lighting yang wow.

“Sukses pariwisata Indonesia di bawah komandan Pak Menteri Arief Yahya,” aku Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan yang memberikan ucapan selamat atas Rakornas Pariwisata IV ini.

Panggungnya terlihat sangat elegan. Ada LED backdropnya yang lebar dan panjang. Dan semuanya makin terasa komplit dengan pidato Menpar Arief Yahya yang ikut dipuji ribuan audience yang di amplifikasi melalui live online dari media online.

Sejak pagi hari, seribuan stakeholder pariwisata sudah berkumpul guna membahas berbagai hal penting pariwisata dalam rangka mewujudkan target pariwisata nasional 2018 sebanyak 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Semuanya dibuat senyap dengan Visit Wonderful Indonesia (ViWI) 2018.

Lantas apa sih Visit Wonderful Indonesia 2018 itu? Mengapa juga perlu dibuat ViWI di 2018? Dimana saja ViWI 2018 akan dijalankan? Dan siapa saja yang terlibat dalam ViWI 2018?

Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdani, terlihat sigap memaparkannya. Penjabaran, gambaran serta planning actionnya, langsung diterangkan dengan detail oleh pria yang dipercaya sebagai Ketua Visit Wonderful Indonesia 2018 itu.

“Visit Wonderful Indonesia (ViWI) 2018 merupakan program yang diinisiasi oleh industri baik tour operator, travel agent, hotel, transportasi, dan taman hiburan. Semuanya terkoneksi melalui asosiasi yang langsung atau tidak langsung nyambung dengan sektor pariwisata Indonesia,” ujar Haryadi Sukamdani, Selasa (12/12).

Goalnya? Apalagi kalau bukan mengejar target 17 juta kunjungan wisman di 2018. Programnya juga paralel mengejar target besar 20 juta wisman di 2019. “Kita harus lebih mampu ‘menjual’ pariwisata Indonesia secara langsung melalui produk pariwisata. Momentumnya sudah tepat. Sekarang branding Wonderful Indonesia sudah sangat ngehits. Terima kasih Pak Menpar Arief Yahya yang sudah sudah membuat pariwisata Indonesia mendunia. Branding awareness Wonderful Indonesia sudah sampai ada di mana-mana,” aku Haryadi.

Planningnya pun sudah disusun sangat jelas. Dari paparan Haryadi, ViWI akan digelar serentak di sejumlah daerah pada tiga bulan pertama 2018. Pihak-pihak yang dilibatkan juga sudah disounding. Dari mulai maskapai penerbangan asing dalam negeri, hotel, restoran, hingga biro perjalanan, semua akan ikutan action. Kota-kota yang dilibatkan juga sudah dipilih. Dan semuanya dipastikan memenuhi kriteria yang ditetapkan seperti sarana dan prasarana penunjang hotel seperti hotel, restoran, destinasi yang menarik, aksebilitas, hingga faktor keamanan wisatawan.

Pasarnya? Juga sudah disiapkan. Nantinya, ViWI 2018 akan dipasarkan di negara penghasil wsiman yang dominan bagi Indonesia. Wilayah ASEAN, Tiongkok, Jepang, Korea, Australia, Eropa, Timur Tengah-Arab dan South Asia (India dan Srilanka), menjadi target market utama ViWI 2018.

“Produk yang disiakan adalah 18 destinasi di Indonesia yang dipandang memiliki kecukupan 3A (Aksesibilitas, Amenitas dan Atraksi, Red). Tentunya memikiki even dengan jadwal yang pasti,” beber pria yang juga President Director PT Hotel Sahid International Tbk itu.

Kemenpar sendiri sudah menyiapkan 208 paket wisata untuk seluruh wilayah yang akan disasar. “Eropa kita siapkan 62 paket wisata baik berupa Hot Deals More for Less, Event. Selain itu, ada juga 13 paket Festival dan Digital Destination, Timur Tengah Arab (TTA),” ujarnya.

Tiongkok akan disentuh dengan tawaran 18 paket. Jepang dan Korea kebagian 21 paket. Sementara Asia Selatan (India dan Srilanka) sebanyak 31 paket. “Untuk wilayah ASEAN kita siapkan 53 paket dan Australia sebanyak 10 paket,” paparnya.

Marketnya sangat luas. Cakupannya menyentuh banyak negara. Karenanya, semua langsung diajak kerja bareng. . Apindo, ARKI, INACA, PHRI, PUTRI, ASPERAPI, ASITA, Gahawisri, Barindo, GIPI, Kadin, Astindo, Hippindo, APPBI, INACEB dan Organda, semuanya ikut dilibatkan.

”Kami bantu target pemerintah. Intinya, program ViWI 2018 ini menjadi program bersama, bukan hanya pemerintah saja,” jelas Hariyadi yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu.

Menpar juga ikutan bicara. Dia mengaku happy lantaran program ViWI 2018 langsung direspon banyak pihak. “Kita perlu Indonesia Incroporated. Semua kerja bareng untuk menciptakan sources of synergy. Arahnya harus size getting bigger, scope getting broader dan skill getting better. Jika maju serentak dan solid, maka kemenangan demi kemenangan bisa kita wujudkan,” beber Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI. (*)

Program ViWI 2108

Ada Program ViWI 2018 di Rakornas Pariwisata IV

By | Berita | No Comments

GenPI Jabar, Jakarta – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata IV yang digelar Kementerian Pariwisata di The Kasablanka Hall (Kota Kasablanka), Jakarta, 11-12 Desember 2017, fokus membahas Visit Wonderful Indonesia (ViWI) 2018. Kira-kira seperti apa warna-warninya?

Menteri Pariwisata terjun langsung mengawal ini. “Kita akan me-launcing Visit Wonderful Indonesia (ViWI) 2018. Juga memperkuat sinergisitas dengan spirit Indonesia Incorporated dengan semua elemen untuk meraih target pariwisata nasional 2018 sebanyak 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman),” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Selasa (12/2).

Dalam Rakornas Pariwisata IV ini akan ada beberapa pembahasan yang dibagi dalam beberapa kategori. “Indonesia Incorporated, Hot Deal -More for Less-, Calendar of Event Wonderful Indonesia (CoE WI) 2018 dan Destinasi Digital,” ujar Menpar.

Yang menarik adalah “Desinasi Digital” yang selama dua hari berturut-turut disampaikan di forum resmi Kemenpar. Pertama, saat penganugerahan Pewarta Wisata 2017 di Balairung Gedung Sapta Pesona, 10 Desember 2017. Lalu di Rakornas Pariwisata ke-4 tahun 2017 di Kota Kasablanka, Jakarta.

Yang dimaksud Destinasi Digital adalah sebuah destinasi baru, yang dilakukan anak-anak GenPI (Generasi Pesona Indonesia). Yakni membuat pasar-pasar yang Instagramable, yang layak selfie, sesuatu yang menjadi idaman kaum millenial yang acap dijuluki Kids Zaman Now itu.

“Sudah ada 7 pasar yang semuanya meledak. Pasar Karetan Semarang, Pasar Pancingan Lombok, Pasar Baba Boentjit Palembang, Pasar Siti Nurbaya Padang, Pasar Kaki Langit Jogja. Anak-anak GenPI yang ngegas membuat destinasi ala millenials itu,” papar Arief Yahya.

Selain itu, akan dilakukan sinkronisasi dengan industri pariwisata serta persiapan paket tour di masing-masing destinasi yang dikemas dalam paket tour ViWI 2018. “Kita menyiapkan CoE WI dan paket tour ViWI 2018 di 18 destinasi unggulan yang paling siap dalam mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.

Ke-18 destinasi tersebut tersebar di Sumatera (Medan/Danau Toba, Batam, Belitung, Padang, dan Palembang); Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Borobudur Joglosemar, Surabaya-Bromo-Tengger, dan Banyuwangi); Kalimantan (Balikpapan); Bali, Nusa Tenggara Barat (Lombok); Sulawesi (Makassar/Wakatobi dan Manado); dan Papua Barat (Raja Ampat).

Nantinya, segala penyiapan pelaksanaan CoE WI dan Paket tour ViWI 2018 akan melibatkan dukungan semua stakeholder pariwisata dalam semangat Indonesia Incorporated.

“Ini sebagai upaya memperkuat unsur 3A (Atraksi, Amenitas, Aksesbilitas) khususnya untuk penjualan paket-paket wisata yang banyak melibatkan industri pariwisata maupun perusahaan arilines,” lanjutnya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, CoE WI 2018 antara menyiapkan 100 premier event, 100 cultural event, dan dua event akbar yaitu Asian Games dan Annual Meeting IMF-WB. “Ini akan menjadi momentum untuk mendulang banyak wisman serta mengenalkan destinasi wisata Indonesia,” harapnya.

Bahkan 2 logo event besar itu dipasang di  LED Back Drop di Mal Kota Kasablanka itu. Menpar Arief  Yahya menjelaskan, untuk menyambut kehadiran puluhan ribu atlet, official, dan suporter dari 45 negara di ajang Asian Games di Jakarta dan Palembang Kemenpar bersama industri pariwisata dan dinas pariwisata daerah menyiapkan paket wisata (pre-on-post event) di sejumlah destinasi antara lain; Palembang, Banten, Bandung, Bali dan Lombok.

Begitu juga untuk menyambut event pertemuan IMF-World Bank (Annual Meeting IMF World Bank) di Bali pada Oktober 2018. Event yang bakal dihadiri 15.000 delegasi dari 189 negara anggota itu bakal disambut dengan 60 paket wisata. Destinasi Bali dan 6 destinasi Bali Beyond yakni Lombok, Komodo, Yogyakarta, Tana Toraja, Danau Toba dan Banyuwangi, ikut disentuh.

Hal lainnya adalah program paket ViWI normal atau paket ViWI hot deal 2018. “Program hot deal belum lama ini telah dilakukan oleh industri pariwisata dan kapal ferry di Batam dan berhasil mendatang wisman cross border dari Singapura dan Malaysia,” ujarnya.

Selain itu, juga ada pembahasan soal Digital Destination. Saat ini, Kemenpar sudah aktif menggarap sejumlah pasar. Pionirnya adalah Pasar Karetan yang merupakan bentuk kolaborasi masyarakat dan Generasi Pesona Indonesia (GenPI). Acaranya kini sukses menjadi atraksi wisata akan dikembangkan secara profesional dan siap dikujungi wisman dan wismnus. “Saya targetkan akan ada 100 pasar baru pada tahun 2018 nanti,” bahasnya.

Rakornas Pariwisata IV ini akan dihadiri sekitar 400 peserta dari Kementerian Pariwisata, instansi terkait, industri pariwisata, pemda, dan media. Pembicara yang akan ditampilkan terdiri dari Forum Gubernur, Forum Industri Pariwisata, Forum Airlines, Forum Perbankan, serta pembicara tamu diantaranya pelaku bisnis online pariwisata antara lain TripAdvisor dan Expedia.

Pada kesempatan ini Menpar Arif Yahya juga akan me-launcing E-Commerce, bookingina.com dan Asita Go serta menyaksikan penandatanganan kerja sama (PKS) dan MoU 75 brand dalam Co Branding WI/PI, dan Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kemenpar dengan 8 Asosiasi Industri Pariwisata ViWI 2018.

Pesona Wayang Ajen di GARUT meumukau masyarakat

By | Berita, Event | No Comments

Kabupaten Garut kembali semarak dengan pertunjukan Wayang Ajen di Alun-alun Kecamatan Limbangan, (4/11) pukul 19.30 malam. Ki Dalang Ajen, tampil dalam pertunjukan Wayang Milenial ini. Bukan sekadar aksi panggung, pertunjukan ini memuat pesan-pesan penting  mengembangkan pariwisata sekaligus membuka mata masyarakat tentang potensi besar desa wisata di Garut.

Read More