Category

Berita

Intip Keunikan Imah Gede, Dapur Terbesar di Kasepuhan Ciptagelar

By | Berita | No Comments

Intip Keunikan Imah Gede, Dapur Terbesar di Kasepuhan Ciptagelar

Sukabumi – Imah gede adalah sebuah dapur besar yang ada di kampung Kasepuhan Ciptagelar. Dapur ini merupakan tempat berkumpulnya warga saat mempersiapkan makanan untuk acara ritual adat padi. Beruntungnya, kelompok mahasiswa IPB jurusan Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) yang sedang meneliti kearifan lokal kampung Kasepuhan Ciptagelar bisa merasakan dan menikmati keunikan Imah Gede ini. Pada saat melaksanakan kunjungan, Kasepuhan Ciptagelar sedang mengadakan acara ritual padi, dari situlah kelompok mahasiswa IPB yang tergabung sebagai panitia The 6th Connection IPB University dapat mengetahui beberapa hal menarik yang menjadi ciri khas imah gede antara lain, pada saat mempersiapkan ritual padi, dapur ini dikenal sebagai dapur yang tidak pernah padam tungku masaknya selama 24 jam. Sebab selalu ada tamu yang mengunjungi imah gede, baik itu dari kasepuhan di tempat lain maupun dari pengunjung yang sengaja berkunjung untuk melihat ritual adat padi. Biasanya di dapur ini terdapat pembagian shift yang dibagi kedalam dua shift. Shift pertama dari terbit matahari hingga terbenamnya matahari diisi oleh ibu- ibu, sedangkan shift ke – dua dari terbenamnya matahari hingga terbit matahari diisi oleh bapa-bapa.

Tak hanya keunikan tungku masak yang tidak pernah padam, ternyata ada keunikan lain yang dilakukan di dapur ini loh, yaitu berupa pembagian kerja untuk mengolah makanan. Nah pembagian kerja yang terdapat di dapur ini ternyata diwarisi secara turun temurun. Ketika ada pembagian kerja untuk memasak, ketua adat tidak perlu repot-repot untuk membagi tugas, sebab masyarakat telah mengetahui tugasnya masing masing. Misalnya ketika nenek moyang mereka biasa memasak nasi maka keturunannya akan melanjutkan tugas tersebut, begitupun pada jenis masakan lainnya sehingga ini menjadi keunikan sendiri masyarakat Kasepuhan Ciptagelar pada saat mempersiapkan ritual adat padi. Ketika sedang diadakan ritual padi masyarakat kasepuhan memasak dengan jumlah yang sangat besar, dana untuk bahan makanan yang disediakan pun terbilang fantastis, yaitu sekitar angka 100 jutaan. Wah ternyata acara ritual padi saja menghabiskan dana sebesar itu ya, pasti kalian bertanya – tanya, dana yang didapatkan dari mana? Nah dana yang didapatkan itu berasal dari iuran warga yang dilakukan setiap minggu sebesar Rp5000 untuk acara ini,.Makanya tidak heran jika acara ini mengundang keunikan tersendiri bagi para pengunjung.

Nah biasanya jenis masakan yang dimasak sangat beragam biasanya masakan yang dimasak itu lebih dari 30 macam olahan masakan. Seperti yang dikatakan salah satu masyarakat di sana bahwa banyak olahan masakan yang dibuat pada saat mempersiapkan acara ritual padi. Ibu – ibu akan membuat makanan dan kue yang bervariasi baik itu berupa lauk pauk, makan pembuka, hingga makanan penutup. Makanan yang dibuat tidak hanya makanan pokok, melainkan ada makanan ritual yang dibuat yaitu berupa tumpeng nasi yang di dalamnya terdapat harta karun atau berbagai masakan yang bahan utamanya terbuat dari daging rusa.

Wahh ternyata banyak sekali keunikan yang di dapatkan dari satu kearifan lokal yang ada di Kampung Kasepuhan Ciptagelar ini, itulah beberapa kearifan lokal yang ada di Kampung  Adat Kasepuhan Ciptagelar .

Mahasiswa HIMASIERA IPB mengadakan lomba fotografi dan vlog Global Synergy of Local Wisdom in New Normal Era

By | Berita | No Comments

Mahasiswa HIMASIERA IPB mengadakan lomba fotografi dan vlog Global Synergy of Local Wisdom in New Normal Era

The 6th Connection merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Peminat Ilmu-Ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (HIMASIERA) IPB. The 6th Connection mempresentasikan Himasiera dan Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat lebih dalam melalui rangkaian acara yang mengombinasikan elemen komunikasi dan pengembangan masyarakat. Pada tahun ini, The 6th Connection mengadakan perlombaan fotografi dan vlog dengan tema Global Synergy of Local Wisdom in New Normal Era. Menyesuaikan keadaan dunia yang berada di tengah-tengah pandemi Covid-19, The 6th Connection mengusung rangkaian acara yang merepresentasikan suatu tatanan atau perilaku hidup baru guna mengantisipasi penyebaran virus yang kemudian dikaitkan dengan budaya masyarakat atau kearifan lokal, yang mana hal tersebut dianggap sebagai strategi kehidupan baru yang berbentuk perilaku masyarakat dalam mengatasi permasalahannya.

The 6th Connection terdiri atas rangkaian acara yang dikemas secara komunikatif sebagai ajang untuk memicu sinergitas antara stakeholder dalam implikasi pemberdayaan masyarakat di era baru selama pandemi Covid-19. Terdapat 3 rangkaian besar dalam pagelaran The 6th Connection 2020 yaitu :

  1. Reswara Competition merupakan kegiatan perlombaan Fotografi dan Video Blog (VLOG) dengan tema sinergitas atau keterkaitan antara budaya masyarakat setempat dengan penerapan “New Normal Era” selama pandemi Covid-19. Untuk perlombaan Video Blog (VLOG) sendiri mengangkat sub tema lingkungan, sosial, ekonomi, dan kesehatan lingkungan sekitar selama New Normal Era yang dikaitkan dengan kebudayaan setempat. The 6th Connection menawarkan total hadiah sebesar 10 juta rupiah bagi 4 pemenang dalam setiap kategori perlombaan.
  2. 3D Virtual Exhibition merupakan kegiatan pameran yang akan menampilkan hasil karya dari seluruh pastisipan. Pameran ini akan ditampilkan secara 3D dan virtual melalui website resmi The 6th Teknologi 3D akan membawa kita seperti berjalan di ruangan yang di dalamnya berisi karya para peserta, hasil eksplorasi, dan pengetahuan kebudayaan selama acara berlangsung.
  3. LIVE Streaming berupa kegiatan turun lapang di desa adat yaitu Desa Adat Ciptagelar, Jawa Barat, yang akan dilakukan oleh 8 panitia. Dalam kegiatan ini, kita akan belajar dan mengenal kearifan lokal di desa tersebut langsung bersama masyarakat adat dan ditampilkan secara LIVE melalui Youtube yang akan tersambung dengan website dan Instagram kami pada 10 Oktober 2020 mendatang pukul 13.00 WIB.

Untuk mengetahui seputar lomba dan rangkaian lainnya, follow instagram kami di @connection_ipb atau website connection.skpm.ipb.ac.id

Jawa Barat Targetkan Juara Umum Diajang API 2020

By | Berita | No Comments

Jawa Barat Targetkan Juara Umum Diajang API 2020

KARAWANG, Kamis (16/7/2020)
Kini giliran Puncak sempur menjadi jagoan Karawang dalam Anugerah Pesona Indonesia 2020 (API 2020), setelah tahun sebelumnya wisata kampung boneka di Cikampek masuk Nominasi API dikategori Destinasi Wisata Belanja Terpopuler.

Anugerah Pesona Indonesia ini merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, seperti diterangkan Dadan Hendrayana Kepala Bidang Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kabid Promosi Pariwisata Disparbud) Kabupaten Karawang bahwa Puncak Sempur tahun ini merupakan satu-satunya destinasi wisata yang masuk nominasi API 2020 dikategori Destinasi Wisata Dataran Tinggi Terpopuler.

“Alhamdulillah tahun ini ada puncak sempur yang masuk nominasi API 2020, setalah sebelumnya Kampung Boneka, kami sempat mengajukan beberapa destinasi ke kementrian, tapi yang muncul dan masuk nominasi adalah puncak sempur dikategori Destinasi Wisata Dataran Tinggi Terpopuler,” ujar Kabid Promosi Wisata Disparbud

Dadan juga menjelaskan saat ini Jawa Barat termasuk yang paling banyak masuk nominasi API, “Jawa Barat sendiri sekarang banyak yang masuk nominasi dari beberapa Kategori, bahkan Disparbud Provinsi Jabar saat ini menargetkan juara umum,” tambahnya.

“Anime masyarakat dibandingkan tahun lalu sekarang lebih ramai seperti saya pernah lihat dibeberapa akun influencer yang memposting nominasi API tersebut, padahal kami belum posting karena akan mulai voting nanti di tanggal 1 agustus, rencana beberapa hari sebelum voting baru kami posting,” pungkas Dadan.

Dadan Hendrayana Kabid Promosi Pariwisata juga berharap saat ini Puncak sempur dapat menjadi juara satu dalam Kategori destinasi wisata Dataran Tinggi Terpopuler.

“Tentunya ini karena dukungan dari komponen masyarakat, semoga kedepan banyak destinasi Wisata dikarawang masuk nominasi,” tutupnya.

Ada tempat baru di Sungai Jingkem Kabupaten Bekasi

By | Berita | No Comments

Foto by instagram/@sakaraw

Ada tempat baru di Sungai Jingkem Kabupaten Bekasi

Kabupaten Bekasi – Bupati Kabupaten Bekasi Eka Supriatmaja telah membuka Saung Usaha Untuk Pedagang di Sungai Jingkem, Saung tersebut dibantu oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bekasi sebagai wujud nyata Baznas Kabupaten Bekasi membantu masyarakat Kabupaten Bekasi.

Bupati Kabupaten Bekasi sangat senang karena wisata di Kabupaten Bekasi didukung dari berbagai pihak, Dalam sambutan nya bupati bekasi berujar “Dinas Pendidikan sudah kita perintahkan untuk wisuda sekolahnya di Kabupaten Bekasi aja agar anak-anak kita mengenal Bekasi, jangan sampai orang Cikarang bingung dimana sih sungai jingkem. Nanti akan kita bantu mempromosikan melalui dinas pariwisata.” ujar eka dalam sambutan pembukaan di saung usaha untuk pedagang di sungai jingkem.

Perlu diketahui juga Sungai Jingkem menjadi salah satu daya tarik wisata yang berada di Kabupaten Bekasi dan berlokasi di Desa Samudera Jaya, Destinasi ini juga menawarkan pengalaman berbeda dengan disuguhkan aneka macam mangrove di sepanjang sungai. Destinasi yang berada di pinggir laut ini menjadi salah satu penghasilan masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar berharap sungai jingkem dapat menjadi pemasukan utama. jika kalian ingin masuk ke sungai jingkem, ada beberapa macam spot selfie, diantaranya jembatan yang berbentuk love dan juga jembatn penyebrangan antar Dermaga. 

Untuk menuju ke sungai jingkem wisatawan bisa menaiki perahu melalui Jembatan Cinta yang berada di Taruma Jaya. Dengan merogoh kocek yang tidak terlalu dalam, bisa menuju ke sungai jingkem.

Pemkot Bekasi Resmi Merilis Logo HUT Kota Bekasi Ke-23

By | Berita | No Comments

Pemkot Bekasi Resmi Merilis Logo HUT Kota Bekasi Ke-23

Kota Bekasi – Untuk mendukung publikasi dan menyemarakkan HUT Kota Bekasi Ke-23, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Bekasi resmi merilis logo HUT Kota Bekasi Ke-23. Sebelumnya, lomba desain logo HUT Kota Bekasi dibuat untuk umum dan tercatat diikuti 180-an peserta dengan total hasil karya mencapai 390-an desain logo. Kegiatan lomba dimulai dari 1-14 Februari 2020 sesuai tema HUT Kota Bekasi Ke-23 yakni “Tersedianya Sarana dan Prasarana yang Memadai Menuju Masyarakat yang Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan di Kota Bekasi”. Terpilih hasil karya Zulkifli dari Riau, sebagai logo resmi HUT Kota Bekasi Ke-23. Logo HUT Kota Bekasi ini dapat dipergunakan untuk keperluan publikasi Pemerintah Kota Bekasi hingga satu tahun kedepan. File logo HUT Kota Bekasi Ke-23 dapat di unduh atau didownload pada: http://bit.ly/Logohutkotabekasi23.

Ketua Tim Juri, Harun Al Rasyid mengatakan pihaknya membantu penilaian lomba logo HUT Kota Bekasi Ke-23 tahun 2020. Dua juri lainnya, Tommy Sastroatdmojo, dan Rizki Trestianto. “Karya Zulkifli ini terpilih dan menurut tim juri dapat mewakili tema yang diusung pada HUT Kota Bekasi Ke-23, dan memenuhi unsur penilaian,” kata Harun al-Rasyid, saat konferensi pers di Ruang Press Room Bagian Humas, Kantor Walikota Bekasi, Senin, (17/2/2020). Ia menyebutkan 5 kriteria unsur dalam lomba logo HUT Kota Bekasi Ke-23 seperti orisinalitas karya, relevansi logo dengan tema HUT Kota Bekasi Ke-23, unsur estetika dengan pengaplikasian logo pada berbagai platform media publikasi. “Dari kriteria itu kami memilih 30 karya dari ratusan desain yang masuk. kemudian mengerucut 5 buah, lalu 3 buah dan terpilih satu untuk dijadikan Logo HUT Ke-23 Kota Bekasi. Terimakasih kepada para semua peserta dalam menyumbangkan ide dan pemikiran dalam sebuah logo untuk Kota Bekasi,” kata Harun Al Rasyid. Berikut beberapa uraian berberapa komponen dalam desain logo. Pertama, Tugu Patriot dengan bambu runcing berujung lima yang berdiri tegak dan pilar batas wilayah melambangkan bahwa Kota Bekasi salah Kota Patriot, serta awan abu-abu melambangkan bahwa Kota Bekasi adalah kota yang bersejarah. Angka 23, dengan bentuk ulir menuju keatas merepresentasikan salah satu tema HUT Ke-23 Kota Bekasi yaitu menjadikan Kota Bekasi sebagai kota yang maju dan selalu mengembangkan potensi-potensi daerah secara berkelanjutan.

Warna Gradasi Merah dan Kuning melambangkan energi, samangat, keberanian, keharmonisan serta kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi. Warna Biru dan Ungu melambangkan ketenangan, keceriaan, kenyamanan, kepuasan wawasan dan kreatifitas masyarakat Kota Bekasi dalam kehidupan sosialnya. Sedangkan warna hijau melambangkan kesuburan dan ketenangan Kota Bekasi yang selalu tumbuh menjadi kota yang lebih maju. Dalam logo terpilih ini juga terdapat 5 Ikon Infrastruktur Kota Bekasi yang dicantumkan yaitu Tugu Patriot sebagai lambang Kota Bekasi sebagai kota yang punya sejarah perjuangan para patriot, serta rumah ibadah yang merepresentasikan bahwa Kota Bekasi menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk menjadi kota yang sejahtera dan Ihsan dalam keberagamannya. Dan terakhir bentuk ombak melambangkan bahwa Kota Bekasi sangat memperhatikan kesejahteraan masyarakat dalam berkehidupan sosial. Diketahui, Kota Bekasi akan berulang tahun ke-23 pada 10 Maret 2020 yang akan datang. Terhitung sejak 23 tahun lalu, di tanggal 10 Maret 1997, Kota Bekasi berpisah dari Kabupaten Bekasi dan menjadi pemerintah otonom tersendiri. (goeng)

Sobat Wisata bagi kamu yang ingin mendowonload Logo HUT Kota Bekasi bisa juga jangan lupa share artikel Pemkot Bekasi Resmi Merilis Logo HUT Kota Bekasi Ke-23 ya !

Rakorwil ke 1 GenPI Subang

By | Berita | No Comments

Subang – GenPI Subang melakukan Rapat Koordinasi Wilayah pada tanggal 19 Januari 2020 bertempat di Gedung PLUT KUMKM Subang. Acara tersebut diisi dengan pengenalan GenPI, penyusunan pengurus dan pembahasan program yang akan dilakukan GenPI Subang kedepan. Dihadiri oleh anggota GenPI dari berbagai wilayah Subang, acara Rakorwil ini juga menjadi ajang silaturahim dan memperkuat tali persahabatan antar anggota GenPI Subang. Acara ini juga dihadiri oleh pihak Dinas Pariwisata dan Pemuda dan Olah Raga kabupaten Subang untuk mengetahui progres apa yang akan di ambil oleh GenPI Subang. Dalam acara ini disepakati Budiana Yusuf sebagai koordinator GenPI Wilayah Subang untuk masa jabatan dua tahun kedepan. Dalam acara ini GenPI Subang juga menyusun program-program yang akan dikerjakan kedepan sehingga GenPI Subang tetap berkontribusi mendukung dan menyukseskan program Subang Jawara Wisata (program kerja terlampir). Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta rapat. “”GenPI Subang siap membantu Pariwisata subang dengan beberapa kegiatan yang sudah di susun dalam program GenPI selama satu tahun kedepan. Kita harapkan Pariwisata yang ada di subang akan semakin dikenal oleh wisatawan domestik maupun internasional” ucap budiana yusuf. Adapun beberapa struktur yang telah ditetapkan dalam Rapat Koordinasi Wilayah Tersebut. 

Koordinator Wilayah : Budiana Yusuf, Sekretaris : Yayan Sopian. Bendahara : Ikhsan Putra Pratama
Divisi Online (IG, FB, Twitter) Koordinator : Fera Herawati Anggota : Dede Irwan Ardiansyah, Ade Mulyana, Rahmat Solihin, Divisi Offline (Event, Pasar Digital), Koordinator : Rizky Hutagalung. Anggota : Puteri Nurutami, Dewi, Yuliana Farida, Yuliyanti Pratiwi, Ratna Dewi Ayu Kusumah, Septia Eka Anggun Yusnia, Ajeng Mutia Syifa, Aulia, Divisi Kreatif (Desain, Foto, Video), Koordinator : Yayang Willy Rukmana, Anggota : Harry Budiman, Hamdan Musadad, Galih Gifari, Riki M Mulya, Rully Ramadan, Hana Fitriani, Divisi Humas, Koordinator : Wisnu Setia Ramdani, Anggota : Emzy Ardiwinata, Divisi SDM, Koordinator : Dindin Nugraha, Anggota : Dadang Firmansyah, Badrun Khoeroni. 

Disparpora Kab. Cianjur gelar Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019

By | Berita | No Comments

Disparpora Kab. Cianjur gelar Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019

Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Cianjur menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Para Pelaku Pariwisata melalui Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019 diselenggarakan pada Tanggal 3-5 Oktober 2019 di Bumi Ciherang, Pacet Cianjur.

Peserta yang diikuti Oleh 35 Orang dari berbagai kelembagaan dan komunitas, antara lain : Himpunan Pramuwisata Indonesia, Asita, PHRI, Bumdes, BPBD, Kompepar, GenPI Cianjur, dan Influencer Media Sosial.

Kegiatan hari pertama difokuskan untuk registrasi dan pembagian KIT untuk Peserta Kegiatan tersebut.
Kegiatan dilanjutkan hari kedua, Acara Pembukaan secara resmi dilaksanakan dan dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pemasaran.
Dilanjutkan dengan materi pertama untuk menyampaikan tentang Eco tourism Explanation oleh Kang Chacha Suta Aryana dari HPI Jabar.
Beliau menyampaikan dengan santai menyinggung sejarah ekowisata dan bagaimana sejatinya manusia untuk menyejahterakan perekonomian melalui ekowisata.

Disparpora Kab. Cianjur gelar Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019

Dilanjutkan materi kedua untuk menyampaikan Pramuwisata masih dengan Kang Chacha Suta Aryana, beliau menyampaikan Golongan Pramuwisata dan tugas serta peranan sebagai pramuwisata. Beliaupun menyampaikan sebagai seorang pramuwisata wajib untuk memahami potensi ekowisata yang dikembangkan di Indonesia dan memaparkan Tren Ekowisata.

Dilanjut materi ketiga tentang Pengetahuan Ekowisata yang disampaikan oleh Pak Sumaryadi.
Beliau memaparkan karakteristik ekowisata, Prinsip-prinsip mengembangkan ekowisata, Pengembanga Produk Ekowisata dan memberikan sebuah tips kepada peserta bagaimana caranya untuk menjadi Pemandu Wisata yang baik.

Dilanjut materi keempat tentang Teknik Pemandu Wisata /Ekowisata oleh Pak Ronal Andrianto.
Beliau menyampaikan bagaimana peran pemandu terkait dengan ekowisata dan memberikan gambaran Evaluasi Interpretasi sebagai tolok ukur berhasilnya pemandu wisata.
Kegiatan hari kedua telah selesai, seluruh peserta melaksanakan giat pribadi dan dilanjutkan keesokan harinya.

Hari ketiga, Peserta dan panitia bersiap-siap untuk melaksanakan perjalanan menuju D’Reungit Forrest, Kecamatan Sukanagara. Sebelum pemberangkatan, dilaksanakan berdoa dan Foto Bersama. Perjalanan kali ini dipandu oleh Pak Nano dari PHRI. Perjalanan kurang lebih 3 jam menuju lokasi. Selama perjalanan, peserta belajar untuk memandu perjalanan yang dipandu oleh Pak Khoirul Anam dari HPI, peserta sangat antusias dan perwakilan dari lembaga atau komunitas.
Setelah sampai D’Reungit Forrest, sebelum mekasanakan observasi, peserta putra melaksanakan Ibadah Sholat Jumat.
Setelah selesai peserta disuguhkan makan terlebih dahulu.
Dilanjut peserta berangkat ke tempat lokasi untuk melaksanakan kujungan dan observasi.
Kegiatan tersebut sekaligus penutupan kegiatan Peningkata Kapasitas Bagi Para Pelaku Pariwisata.

Bagaimana, menarik bukan artikel Disparpora Kab. Cianjur gelar Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019? bagi kalian yang ingin mengetahui lebih lanjut silahkan baca artikel yang lain ya.

Rakorda GenPI Jawa Barat

By | Berita | No Comments

Pangandaran- GenPI Jawa Barat telah melakukan Rapat Koordinasi Daerah di pangandaran pada tanggal 6-8 September 2019. Acara tersebut diisi dengan isu apa yang akan dilakukan GenPI Jawa Barat kedepan. Adapun daerah yang hadir saat itu ada dari Sukabumi, Cianjur, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bandung Raya, Cirebon, Majalengka, Kuningan, Ciamis, Tasikmalaya, Banjar dan tuan rumah Pangandaran.

Acara ini juga dihadiri oleh pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat untuk mengetahui progres apa yang akan di ambil oleh GenPI Jawa Barat. Acara ini juga diisi dengan Pelaporan Program-program GenPI wilayah selama setahun kebelakang dan memaparkan program-program wilayah untuk kedepannya sehingga kedepan GenPI wilayah tetap berkontribusi untuk daerahnya masing-masing.

Dalam kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi GenPI Jawa Barat untuk saling bertukar pikiran antar GenPI wilayah ada yang memperkenalkan makanan khas daerahnya dan ada yang memperkenalkan destinasi unggulan di wilahnya. Koordinator Jawa Barat Ghera Nugraha mengatakan “Kegiatan ini untuk mengambil sikap GenPI Jawa Barat kedepan ketika Mentri Pariwisata bukan lagi pak Arief Yahya. Acara ini juga menjadi pelaporan kegiatan GenPI wilayah selama setahun terakhir” ujarnya. Kegiatan yang berlangsung selama 3 (tiga) hari ini juga mengadakan Famtrip ke Cagar Alam Pangandaran. Kegiatan ini juga di akhiri dengan bersilaturahmi dengan keluarga Alm. Cipto salah satu Anggota GenPI Jawa Barat.

Dukung Pariwisata, Kereta Api Pangandaran Diluncurkan

By | Berita | No Comments

(foto: @abhele, Situ Cileunca, Pangalengan, Kab. Bandung)

Banjar – Aksesibilitas pariwisata Pangandaran semakin terbuka. Sebab, PT KAI meluncurkan rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar – Bandung – Gambir (PP). Peluncuran tersebut dilakukan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro di Stasiun Banjar, Rabu (2/1/2019).

Menurut Wagub Uu, Kabupaten Pangandaran berpotensi besar menjadi pariwisata unggulan Jawa Barat. Penambahan dan mempermudah aksesibilitas diharapkan bisa membuat geliat ekonomi bisa bergairah.

“Saya meminta (rute kereta api) ini supaya gencar dilakukan promosi. Supaya banyak calon penumpang yang memanfaatkan layanan ini,” katanya.

Dengan kapasitas 520 kursi, KA ini punya dua layanan, yaitu kelas eksekutif sebanyak empat gerbong, dan kelas ekonomi premium juga sebanyak empat gerbong.

(Foto: @irfanaziss, Langensari Kota Banjar)

Pemesanan Kereta Api Pangandaran bisa langsung dipesan lewat aplikasi KAI Access, laman kai.id, Contact Center 121, loket stasiun dan seluruh mitra penjualan tiket resmi KAI.

Saat ini, PT KAI tengah menggelar promo tiket perjalanan Kereta Api Pangandaran relasi Gambir – Banjar (PP) mulai Rp110 ribu untuk kelas ekonomi Premium, dan Rp160 ribu untuk kelas eksekutif.

Sementara untuk relasi Bandung- Banjar (PP) dikenakan biaya Rp1 dengan syarat dan ketentuan Pembelian Tiket Rp1 melalui Loket tidak dikenakan biaya alias gratis, Pembelian Tiket Rp1 melalui KAI Access dan Website KAI tidak dikenakan bea pesan, Pembelian Tiket Rp1 melalui channel eksternal dikenakan bea pesan sesuai kebijakan masing-masing channel, dan Pembelian Tiket Rp1 tidak dapat dilakukan di Ticket Vending Machine.

(Foto: @mang_koes33, Pantai Barat, Kabupaten Pangandaran)

Dengan layanan “single ticketing,” penumpang cukup memesan satu tiket untuk menikmati layanan KA Pangandaran serta Angkutan Lanjutannya. Angkutan Lanjutan sendiri dikelola oleh anak usaha KAI, yaitu PT KA Pariwisata.

Adapun jadwal keberangkatan dari Stasiun Gambir yakni pukul 07.50 WIB. Sementara keberangkatan kereta dari Stasiun Banjar pukul 13.55 WIB. Dengan kemudahan akses ini, masyarakat bisa menjangkau ke Pantai Pangandaran, Pantai Batu Karas, Green Canyon, dan lokasi wisata lainnya dengan lebih nyaman, mudah dan murah.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro menuturkan, dioperasikannya KA Pangandaran ini merupakan salah satu dukungan KAI terhadap program pariwisata Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia.

Terutama meningkatkan aksesibilitas masyarakat dari Jakarta, Bandung ke wilayah Garut, Tasikmalaya, Banjar dan Pangandaran. Sehingga, dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, budaya, dan perekonomian di Jawa Barat.

Setelah masa promo usai, Edi menyebut tarif akan menyesuaikan tarif batas atas dan bawah yang ditentukan pemerintah. Hal itu dilakukan supaya tidak menyalahi peraturan.

“Angkutan masal ini sifatnya membantu bukan bersaing dengan angkutan darat lainnya. Karena perjalanan meningkat, sekarang relatif macet. Jadi kita bantu, bukan bersaing,” sebutnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, sangat mengapresiasi hadirnya akses kereta ke Pangandaran.

“Ini bukti nyata dukungan untuk pariwisata Indonesia. Dukungan ini sangat dibutuhkan. Sebab untuk menjadikan pariwisata sebagai core economy bangsa, dibutuhkan semangat Indonesia Incorporated. Dan semangat ini yang diperlihatkan saat jalur kereta ke Pangandaran aktif,” paparnya, didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung.

Sedangkan Kabid Pemasaran Area I Kemenpar Wawan Gunawan, menilai akses pariwisata ke Jawa Barat semakin terbuka dengan hadirnya kereta ke Pangandaran.

“Akses menuju Jawa Barat semakin luas. Wisatawan yang ingin berkunjung kini mempunyai banyak pilihan. Tentu saja hal ini menjadi kabar baik bagi perkembangan pariwisata Jawa Barat,” tutur Wawan.

(Foto: Ranar Pradipto, Jembatan Cirahong, Ciamis)

Menteri Pariwisata langsung memberikan apresiasi atas kerjasama seluruh stakeholder untuk mendukung sektor pariwisata. Menurutnya aksesibilitas merupakan salah satu faktor utama berkembangnya kepariwisataan.

“Saya selalu mengatakan, perkembangan kepariwisataan itu rumusnya 3A. Aksesibilitas, Amenitas serta Atraksi. Kalau atraksi, pangandaran sudah tidak diragukan. Dengan penambahan aksesibilatas ini saya yakin pariwisata Pangandaran akan cepat berkembang. Terimakasih PT KAI. Terimakasih Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berkomitmen kuat menjadikan pariwisata ujung tombak perekonomian Jawa Barat,” ujar Menpar Arief.