Category

Berita

Disparpora Kab. Cianjur gelar Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019

By | Berita | No Comments

Disparpora Kab. Cianjur gelar Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019

Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Cianjur menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Para Pelaku Pariwisata melalui Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019 diselenggarakan pada Tanggal 3-5 Oktober 2019 di Bumi Ciherang, Pacet Cianjur.

Peserta yang diikuti Oleh 35 Orang dari berbagai kelembagaan dan komunitas, antara lain : Himpunan Pramuwisata Indonesia, Asita, PHRI, Bumdes, BPBD, Kompepar, GenPI Cianjur, dan Influencer Media Sosial.

Kegiatan hari pertama difokuskan untuk registrasi dan pembagian KIT untuk Peserta Kegiatan tersebut.
Kegiatan dilanjutkan hari kedua, Acara Pembukaan secara resmi dilaksanakan dan dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pemasaran.
Dilanjutkan dengan materi pertama untuk menyampaikan tentang Eco tourism Explanation oleh Kang Chacha Suta Aryana dari HPI Jabar.
Beliau menyampaikan dengan santai menyinggung sejarah ekowisata dan bagaimana sejatinya manusia untuk menyejahterakan perekonomian melalui ekowisata.

Disparpora Kab. Cianjur gelar Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019

Dilanjutkan materi kedua untuk menyampaikan Pramuwisata masih dengan Kang Chacha Suta Aryana, beliau menyampaikan Golongan Pramuwisata dan tugas serta peranan sebagai pramuwisata. Beliaupun menyampaikan sebagai seorang pramuwisata wajib untuk memahami potensi ekowisata yang dikembangkan di Indonesia dan memaparkan Tren Ekowisata.

Dilanjut materi ketiga tentang Pengetahuan Ekowisata yang disampaikan oleh Pak Sumaryadi.
Beliau memaparkan karakteristik ekowisata, Prinsip-prinsip mengembangkan ekowisata, Pengembanga Produk Ekowisata dan memberikan sebuah tips kepada peserta bagaimana caranya untuk menjadi Pemandu Wisata yang baik.

Dilanjut materi keempat tentang Teknik Pemandu Wisata /Ekowisata oleh Pak Ronal Andrianto.
Beliau menyampaikan bagaimana peran pemandu terkait dengan ekowisata dan memberikan gambaran Evaluasi Interpretasi sebagai tolok ukur berhasilnya pemandu wisata.
Kegiatan hari kedua telah selesai, seluruh peserta melaksanakan giat pribadi dan dilanjutkan keesokan harinya.

Hari ketiga, Peserta dan panitia bersiap-siap untuk melaksanakan perjalanan menuju D’Reungit Forrest, Kecamatan Sukanagara. Sebelum pemberangkatan, dilaksanakan berdoa dan Foto Bersama. Perjalanan kali ini dipandu oleh Pak Nano dari PHRI. Perjalanan kurang lebih 3 jam menuju lokasi. Selama perjalanan, peserta belajar untuk memandu perjalanan yang dipandu oleh Pak Khoirul Anam dari HPI, peserta sangat antusias dan perwakilan dari lembaga atau komunitas.
Setelah sampai D’Reungit Forrest, sebelum mekasanakan observasi, peserta putra melaksanakan Ibadah Sholat Jumat.
Setelah selesai peserta disuguhkan makan terlebih dahulu.
Dilanjut peserta berangkat ke tempat lokasi untuk melaksanakan kujungan dan observasi.
Kegiatan tersebut sekaligus penutupan kegiatan Peningkata Kapasitas Bagi Para Pelaku Pariwisata.

Bagaimana, menarik bukan artikel Disparpora Kab. Cianjur gelar Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019? bagi kalian yang ingin mengetahui lebih lanjut silahkan baca artikel yang lain ya.

Rakorda GenPI Jawa Barat

By | Berita | No Comments

Pangandaran- GenPI Jawa Barat telah melakukan Rapat Koordinasi Daerah di pangandaran pada tanggal 6-8 September 2019. Acara tersebut diisi dengan isu apa yang akan dilakukan GenPI Jawa Barat kedepan. Adapun daerah yang hadir saat itu ada dari Sukabumi, Cianjur, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bandung Raya, Cirebon, Majalengka, Kuningan, Ciamis, Tasikmalaya, Banjar dan tuan rumah Pangandaran.

Acara ini juga dihadiri oleh pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat untuk mengetahui progres apa yang akan di ambil oleh GenPI Jawa Barat. Acara ini juga diisi dengan Pelaporan Program-program GenPI wilayah selama setahun kebelakang dan memaparkan program-program wilayah untuk kedepannya sehingga kedepan GenPI wilayah tetap berkontribusi untuk daerahnya masing-masing.

Dalam kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi GenPI Jawa Barat untuk saling bertukar pikiran antar GenPI wilayah ada yang memperkenalkan makanan khas daerahnya dan ada yang memperkenalkan destinasi unggulan di wilahnya. Koordinator Jawa Barat Ghera Nugraha mengatakan “Kegiatan ini untuk mengambil sikap GenPI Jawa Barat kedepan ketika Mentri Pariwisata bukan lagi pak Arief Yahya. Acara ini juga menjadi pelaporan kegiatan GenPI wilayah selama setahun terakhir” ujarnya. Kegiatan yang berlangsung selama 3 (tiga) hari ini juga mengadakan Famtrip ke Cagar Alam Pangandaran. Kegiatan ini juga di akhiri dengan bersilaturahmi dengan keluarga Alm. Cipto salah satu Anggota GenPI Jawa Barat.

Dukung Pariwisata, Kereta Api Pangandaran Diluncurkan

By | Berita | No Comments

(foto: @abhele, Situ Cileunca, Pangalengan, Kab. Bandung)

Banjar – Aksesibilitas pariwisata Pangandaran semakin terbuka. Sebab, PT KAI meluncurkan rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar – Bandung – Gambir (PP). Peluncuran tersebut dilakukan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro di Stasiun Banjar, Rabu (2/1/2019).

Menurut Wagub Uu, Kabupaten Pangandaran berpotensi besar menjadi pariwisata unggulan Jawa Barat. Penambahan dan mempermudah aksesibilitas diharapkan bisa membuat geliat ekonomi bisa bergairah.

“Saya meminta (rute kereta api) ini supaya gencar dilakukan promosi. Supaya banyak calon penumpang yang memanfaatkan layanan ini,” katanya.

Dengan kapasitas 520 kursi, KA ini punya dua layanan, yaitu kelas eksekutif sebanyak empat gerbong, dan kelas ekonomi premium juga sebanyak empat gerbong.

(Foto: @irfanaziss, Langensari Kota Banjar)

Pemesanan Kereta Api Pangandaran bisa langsung dipesan lewat aplikasi KAI Access, laman kai.id, Contact Center 121, loket stasiun dan seluruh mitra penjualan tiket resmi KAI.

Saat ini, PT KAI tengah menggelar promo tiket perjalanan Kereta Api Pangandaran relasi Gambir – Banjar (PP) mulai Rp110 ribu untuk kelas ekonomi Premium, dan Rp160 ribu untuk kelas eksekutif.

Sementara untuk relasi Bandung- Banjar (PP) dikenakan biaya Rp1 dengan syarat dan ketentuan Pembelian Tiket Rp1 melalui Loket tidak dikenakan biaya alias gratis, Pembelian Tiket Rp1 melalui KAI Access dan Website KAI tidak dikenakan bea pesan, Pembelian Tiket Rp1 melalui channel eksternal dikenakan bea pesan sesuai kebijakan masing-masing channel, dan Pembelian Tiket Rp1 tidak dapat dilakukan di Ticket Vending Machine.

(Foto: @mang_koes33, Pantai Barat, Kabupaten Pangandaran)

Dengan layanan “single ticketing,” penumpang cukup memesan satu tiket untuk menikmati layanan KA Pangandaran serta Angkutan Lanjutannya. Angkutan Lanjutan sendiri dikelola oleh anak usaha KAI, yaitu PT KA Pariwisata.

Adapun jadwal keberangkatan dari Stasiun Gambir yakni pukul 07.50 WIB. Sementara keberangkatan kereta dari Stasiun Banjar pukul 13.55 WIB. Dengan kemudahan akses ini, masyarakat bisa menjangkau ke Pantai Pangandaran, Pantai Batu Karas, Green Canyon, dan lokasi wisata lainnya dengan lebih nyaman, mudah dan murah.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro menuturkan, dioperasikannya KA Pangandaran ini merupakan salah satu dukungan KAI terhadap program pariwisata Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia.

Terutama meningkatkan aksesibilitas masyarakat dari Jakarta, Bandung ke wilayah Garut, Tasikmalaya, Banjar dan Pangandaran. Sehingga, dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, budaya, dan perekonomian di Jawa Barat.

Setelah masa promo usai, Edi menyebut tarif akan menyesuaikan tarif batas atas dan bawah yang ditentukan pemerintah. Hal itu dilakukan supaya tidak menyalahi peraturan.

“Angkutan masal ini sifatnya membantu bukan bersaing dengan angkutan darat lainnya. Karena perjalanan meningkat, sekarang relatif macet. Jadi kita bantu, bukan bersaing,” sebutnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, sangat mengapresiasi hadirnya akses kereta ke Pangandaran.

“Ini bukti nyata dukungan untuk pariwisata Indonesia. Dukungan ini sangat dibutuhkan. Sebab untuk menjadikan pariwisata sebagai core economy bangsa, dibutuhkan semangat Indonesia Incorporated. Dan semangat ini yang diperlihatkan saat jalur kereta ke Pangandaran aktif,” paparnya, didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung.

Sedangkan Kabid Pemasaran Area I Kemenpar Wawan Gunawan, menilai akses pariwisata ke Jawa Barat semakin terbuka dengan hadirnya kereta ke Pangandaran.

“Akses menuju Jawa Barat semakin luas. Wisatawan yang ingin berkunjung kini mempunyai banyak pilihan. Tentu saja hal ini menjadi kabar baik bagi perkembangan pariwisata Jawa Barat,” tutur Wawan.

(Foto: Ranar Pradipto, Jembatan Cirahong, Ciamis)

Menteri Pariwisata langsung memberikan apresiasi atas kerjasama seluruh stakeholder untuk mendukung sektor pariwisata. Menurutnya aksesibilitas merupakan salah satu faktor utama berkembangnya kepariwisataan.

“Saya selalu mengatakan, perkembangan kepariwisataan itu rumusnya 3A. Aksesibilitas, Amenitas serta Atraksi. Kalau atraksi, pangandaran sudah tidak diragukan. Dengan penambahan aksesibilatas ini saya yakin pariwisata Pangandaran akan cepat berkembang. Terimakasih PT KAI. Terimakasih Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berkomitmen kuat menjadikan pariwisata ujung tombak perekonomian Jawa Barat,” ujar Menpar Arief.

Destinasi Digital Pasar Cijaringao Akan Segera Hadir di Bandung

Usung Konsep Unik, Destinasi Digital Pasar Cijaringao Akan Segera Digelar

By | Berita, Event | No Comments

Destinasi Digital yang sedang ramai dibicarakan oleh netizen, akan segara hadir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.  Anak-anak muda komunitas GenPI (Generasi Pesona Indonesia) Jawa Barat, berkolaborasi dengan Saung Angklung Udjo dan Ruang Kolabarasa, siap menggelar Pasar Cijaringao di  Kawasan Cijaringao Hejo Udjo, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Edisi perdana Pasar Cijaringao ini akan dihelat pada Minggu, 12 Agustus 2018. Selain pasar warga, akan hadir pula aksi ketangkasan Domba sekaligus Kontes Domba, permainan tradisional, pertunjukkan Seni budaya, Edukasi & Workshop Komunitas, serta pertunjukkan Musik Akustik Alam.

Destinasi digital adalah sebuah produk pariwisata yang kreatif dan dikemas secara kekinian (zaman now). Keinginan generasi milenial maupun individu yang senang ‘berbagi’ di media sosial menjadi potensi baik untuk meningkatkan pariwisata dunia digital ini.

Sebuah destinasi yang heboh di dunia maya, viral di media sosial, dan nge-hits di Instagram. Kids Zaman Now sering menyebut diferensiasi produk destinasi baru ini dengan istilah: “Instagramable.”

Menurut Taufik Hidayat, Director & Owner Saung Angklung Udjo, “Pasar Cijaringao adalah sebuah ruang publik yang akan menghadirkan segala aktivitas jual beli dan etalase kreativitas warga Cijaringao, sekaligus sebagai simpul seni budaya tradisional yang senantiasa mewartakan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Jawa Barat”.

“Ini akan menjadi sesuatu yang menarik, dan warna baru bagi pariwisata di Jawa Barat pada khususnya”, ujar Kang Opik, panggilan akrabnya.

Ketua Harian GenPI Jabar, Ricky Arnold menambahkan, “GenPI tidak hanya hore-hore saja. Komunitas ini komit untuk memajukan pariwisata Indonesia dengan cara cara unik. Misalkan dengan membuat pasar yang dihebohkan di media sosial. Commercial value-nya juga jalan. Bahkan pasar-pasar ini memberi kontribusi bagi masyarakat sekitar secara nyata.

“Yang berjualan di destinasi digital kan harus masyarakat sekitar. Dan yang dijual, harus memiliki ciri khas budaya setempat. Contohnya kuliner. Harus ada lapak makanan tradisi khas daerah setempat. Begitu juga dengan kerajinan tangannya,” papar Ricky.

Destinasi Digital ini bisa menjadi incubator buat GenPI untuk belajar 2C sekaligus, yakni memperkuat Creative Values sekaligus Commercial Values. Anak-anak muda millennials itu akan belajar bermedia sosial yang keren, positif, mengangkat dan mempromosikan kekuatan pariwisata Indonesia. Sekaligus belajar bisnis, menciptakan peluang, dan menggerakkan  ekonomi masyarakat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat mendukung dan tak lupa mengapresiasi akan segera hadirnya Pasar Cijaringao.

“Selamat atas segera hadirnya Pasar Cijaringao, semoga bisa ikut mendorong pertumbuhan pariwisata Indonesia” kata Arief Yahya.

Febri Hariyadi Cepat Di Lapangan Hijau, Ngebut di Fans Game

By | Berita | No Comments

JAKARTA – Febri Hariyadi adalah pesepakbola masa depan Indonesia asal klub Persib Bandung. Kelebihan Febri terletak pada kecepatan dan kelincahannya. Febri menjadi salah satu tumpuan Timnas Sepakbola Asian Games untuk mengobrak-abrik gawang lawan.

“Hal paling penting buat Saya adalah selalu introspeksi diri sendiri, agar Saya terus belajar menjadi yang lebih baik. Karena tanpa introspeksi diri, kita tidak akan pernah mau belajar sunguh-sungguh, bekerja lebih keras terus menerus dan tidak akan pernah tau seberapa jauh diri kita,” tulis Febri memotivasi diri lewat Instagram-nya @febrihariyadi13.

Febri lahir di Bandung, 19 Februari 1996. Namanya mulai mencuat saat membela Persib Bandung pada ajang Piala Jenderal Sudirman 2015. Turun sejak menit awal, ia mampu mencetak gol ke gawang Persela Lamongan. Laga itu tak akan dilupakannya.

Terlebih Pertandingan tersebut menjadi debutnya bersama tim senior. Waktu itu usianya masih 19 tahun.

Selain bekerja keras dan semangat berlatih, ternyata ada dua sosok dibalik kesuksesan Febri Haryadi. Pemain jebolan Maung Ngora ini percaya jika hasil yang diraihnya tidak semata-mata ia perjuangkan sendiri. Namun, ada ada doa kedua orang tuanya.

Oleh karena itu, Febri Sering meminta doa dari orang tuanya saat bertanding di luar kota. Melalui pesawat telepon, Febri meminta restu dari ayah Bambang Sutrisno dan ibunya Imas Kuraesin sebelum bertanding.

“Saya ingin memberikan kebahagiaan kepada orang tua dengan prestasi yang yang saya raih,” ujarnya.

Pemain jebolan SSB PRO UNI Bandung ini bisa dibilang memiliki kemampuan di atas rata-rata bagi pemain seumurannya. Kariernya berkembang begitu cepat. Ia sudah memperkuat Persib U-21 ketika usianya 17 tahun.

Kerja keras dan semangat berlatihnya membuat kemampuannya semakin matang, kelincahan kerap kali membuat bek lawan kerepotan. Ia berani berhadapan langsung head to head dengan bek lawan.

Febri adalah seorang pemain sayap murni, menyisir sisi lapangan dengan kecepatannya adalah kelebihannya. Ia sering kali melakukan umpan-umpan cantik bahkan mencetak gol. Walapun begitu ia masih membutuhkan pengalaman dan jam bermain lebih untuk mengasah kemampuannya.

Febri juga tampil impresif saat bermain di Piala Bhayangkara 2016 dan di Piala Presiden 2017. Ia pun diganjar dengan kontrak berdurasi empat tahun oleh Persib Bandung.

Febri pun menjadi salah satu pemain andalan Maung Bandung pada kompetisi Liga 1 2017 meski usianya masih muda.

Tampil mengesankan bersama Persib, membuat pelatih Timnas Indonesia U-22 Luis Milla memanggilnya untuk SEA Games Malaysia 2017. Beberapa kali menjadi starter, ia sering kali merepotkan pertahanan lawan, ia bahkan mencetak salah satu gol terbaik pada ajang tersebut.

Sayang, langkah timnas untuk meraih emas gagal setelah dikalahkan oleh tuan rumah Malaysia. Indonesia hanya sanggup meraih perunggu setelah mengalahkan Myanmar dengan skor 3-1. Febri tetap bersyukur dan berharap bisa berbuat banyak untuk timnas di masa mendatang.

Dan sebentar lagi kita akan menyaksikan lagi kebolehannya dalam bermain sepakbola bersama Timnas U23 di Asian Games 2018.

“Yuk #SatukanTekad dukung suksesnya Asian Games 2018! Tunjukan dukunganmu untuk Indonesia,” ujar Febri.

Nah, segala prestasi yang diraih Febri ini juga membawanya menjadi calon atlet terfavorit #PesonaAsianGames2018. Untuk menang, minimal dia harus masuk 4 besar dalam vote. Untuk vote Febri Hariyadi, klik link https://www.genpi.co/vote/asiangames lalu pilih dia.

Geopark Ciletuh Dapat Pengakuan UNESCO Global Geopark

By | Berita | No Comments

JAKARTA – Geopark Ciletuh, Palabuhanratu, resmi mendapatkan predikat sebagai Unesco Global Geopark (UGG). Selain Ciletuh, Unesco juga mengesahkan 12 geopark dari 11 negara sebagai UGG. Pengesahan disampaikan dalam sidang Executive Board Unesco ke 204, Komisi Programme and External Relations, Kamis (12/4) di Paris, Perancis.

“13 Usulan tersebut diterima tanpa perdebatan. Artinya, semua negara menyetujui kawasan Ciletuh,Palabuhanratu, sebagai UGG,” ujar Dana Budiman, General Manager Badan Pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Sabtu (14/4).

Bukan tanpa alasan Ciletuh mendapat pengakuan dunia. Faktanya, Geopark Ciletuh memang sangat oke. Modalnya sudah sangat kuat. Pada awal Agustus 2017, Geopark ini sudah dinilai tim UNESCO. Predikat ini tentunya membawa Ciletuh menjadi destinasi wisata dunia.

“Potensinya juga sangat besar. Keindahan alamnya lengkap. Ada landscape, gunung, air terjun, sawah, ladang, dan berujung di muara sungai ke laut. Karena itu harus cepat dikembangkan, agar bisa menghidupkan ekonomi masyarakatnya,” ujar Dana.

Geopark Ciletuh juga dikelilingi hamparan alluvial dengan batuan unik dan pemandangan yang indah. Selain itu, ada juga punya pantai yang keren.

Menariknya, Geopark Ciletuh juga punya ombak yang disukai surfer-surfer dunia. Tengok saja Pantai Cimaja. Pantai itu sering terpilih sebagai lokasi lomba Surfing berskala internasional,

Banyak hal yang dilakukan pemerintah untuk menjadikan Ciletuh sebagai kawasan terpadu. Misalnya seperti pemberdayaan masyarakat lokal, pengembangan desa binaan, pengembangan geowisata, pengembangan homestay, dan sebagainya.

Tak hanya dapat mempelajari adat dan budayanya saja, di Geopark Ciletuh wisatawan juga bisa menikmati beragam objek wisata eksotis. Mulai dari keindahan air terjun Awang, Taman Purba, bukit Panenjioan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Di kawasan seluas 37 ribu kilometer tersebut, terdapat banyak destinasi wisata kelas dunia. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan pemerintah dan masyarakat setempat untuk menjadikannya semakin baik, serta dikenal dunia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dari awal sudah yakin Geopark Ciletuh akan ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark (UGG).

“Rumus destinasi kelas dunia adalah atraction, access, dan tourism resource. Saya lihat Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sudah memiliki itu dan kita harapkan akan menjadi UGG,” katanya.

Tiga unsur yang harus dipenuhi agar menjadi UGG yaitu geodiversity, biodiversity, dan culture diversity, semua sudah ada di geoparkini. “Saya lihat sudah ada semua di sini. Saya sudah melihat dan menikmati Ujung Genteng. Sungguh luar biasa. Ini kepingan surga karunia Tuhan,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.(*)

Wow Presiden RI Kunjungi lagi Sukabumi

By | Berita | No Comments

Ada apa dengan Sukabumi..? Kok akhir-akhir ini sering dikunjungi Presiden RI..? akhir tahun 2017 Presiden RI shalat Idul Adha di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Kemudian selang berapa waktu datang lagi untuk ground breaking pembangunan Jalur Ganda, dan diawal tahun 2018 tepatnya pada tanggal 7 s/d 8 April 2018 presiden kembali datang ke Sukabumi dalam rangkaian kunjungan kerjanya.

Presiden RI Jokowi pernah mengatakan saat kunjungan ke sukabumi beberapa waktu yang lalu, Sukabumi, Jawa Barat, merupakan kota berkembang yang akan didukung dengan pembangunan infrastruktur.

“Sukabumi merupakan kota yang berkembang sudah lama, tetapi sekali lagi saya datang ke sini juga ingin melihat hal-hal yang bisa kita berikan ‘back up’ dari pemerintah pusat dan sudah kita lihat pertama mengenai jalan tol, kedua mengenai jalur kereta api double track, dan Bandara di Sukabumi,”. Presiden menyampaikan Sukabumi merupakan kota yang ramai dengan masyarakat yang begitu ramah.

Menurutnya, Kota Sukabumi juga memiliki kuliner yang lezat, salah satu contohnya yaitu ikan bakar, dan kuliner khas yang lainnya.

Nah.. pada kunjungan kerja yg sekarang presiden RI selain akan memonitor perkembangan pembangunan di Sukabumi, presiden berencana akan mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Sukabumi dalam konteks aksesibilitas infrastruktur. Hal itu tak terlepas potensi sumber daya alam di Kabupaten Sukabumi yang memiliki banyak tempat wisata indah dan daya tarik yang luar biasa.

Kota dan Kabupaten Sukabumi memiliki daya tarik tersendiri untuk mengundang banyak wisatawan datang ke Sukabumi, dimana Kota Sukabumi dengan andalannya di sektor perdagangan, seperti halnya Wisata Kuliner dan Fashion, dan juga Wisata Cagar Budaya yang menjadi andalan di Kota Sukabumi.

Semantara itu wisata alam sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Sukabumi, Sekarang di Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat telah ada kawasan Ciletuh-Palabuhanratu Geopark yang dalam waktu dekat ini akan di akui oleh UNESCO menjadi Ciletuh-Palabuhanratu UGG (Unesco Global Geopark), namun aksesibilitas pariwisatanya belum begitu baik, untuk itu selain percepatan pembangunan yang sudah dijalankan seperti Tol Bocimi, Jalur Ganda Kereta Api dan Bandara di Sukabumi, Pemerintah Pusat juga sedang mengerjakan proyek PLPR (Pelabuhan Laut Pengumpan Regional) dan ini akan menjadi akses yang mumpuni untuk mendukung sentra pariwisata di Kabupaten Sukabumi,” Nantinya PLPR akan digunakan sebagai pelabuhan pariwisata, namun di saat akhir pekan dan libur panjang. PLPR ini bukan hanya untuk kepentingan pariwisata saja. Lebih dari itu, untuk menunjang perekonomian masyarakat dari aspek bisnis lain. Sehingga dibutuhkan konektivitas ke ibu kota.
Kalau menggunakan jalur darat, berbisnis dari sini (Kabupaten Sukabumi) ke Jakarta tentu biayanya sangat tinggi. Jika nanti dermaga ini jadi, bisa dimanfaatkan untuk kepentingan berbisnis pula.

Nah udah kebayang dong jika semua insprastukrur itu sudah selesai akan banyak wisatawan baik lokal ataupun mancanegara akan datang ke Sukabumi, tinggal persiapan dari masyarakat sukabumi yang harus siap dengan semua ini. Selain nantinya akan mendongkrak perekonomian masyarakat di sukabumi, juga akan meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat sukabumi khususnya dan jawa barat, Indonesia pada umumnya.

Nah buat kalian yang penasaran degan sukabumi, yuk datang ke sukabumi, kalian bisa melihat dan merasakan sejuta keindahan yang ada di sukabumi, Presiden aja sering ke Sukabumi, masa kalian engga.!

Masjid Bernuansa Tiong Hoa di Indonesia

By | Berita | No Comments

Tahukah kalian? Di Indonesia ada beberapa Masjid bernuansa tiong hoa. Selain dapat beribadah, masjid masjid ini juga kaya akan sejarah. Diantaranya :
1. Masjid Tan Kok Liong, Cibinong, Bogor (2005)
2. Masjid Al – Imtizaj, Bandung (2010)
3. Masjid Lautze, Tamblong, Bandung (1997)
4. Masjid Lautze, Pasar Baru, Jakarta Pusat (1991)
5. Masjid Al-Mahdi, Armada, Magelang (2017)
6. Masjid KHM Bedjo Darmoleksono, Lambung
Sari, Malang (2010)
7. Masjid Nasional Sultan Mahmud Badarudin II, Palembang (Renovasi 2000 dan 2003)
8. Masjid Hidayatullah, Karet, Jakarta (Berdiri 1747, renovasi 1999)
9. Masjid Muhammad Cheng Ho, Gading, Surabaya (2002)

Pesona Kuda Renggong Sukses Hipnotis Wisatawan

By | Berita, Event, Wisata | No Comments

SUMEDANG – Atraksi wisata yang diperlihatkan 111 Kuda Renggong sukses menghipnotis wisatawan yang memadati Lapang Darongdong, Buahdua, Sabtu (10/2). Atraksi ini disaksikan lebih dari 10.000 wisatawan.

Antusiasme tinggi wisatawan membuat akses menuju lokasi mengalami kemacetan. Imbasnya, parade Kuda Renggong tertahan dan dibuat mengantri. Penyelenggara sempat dibuat kesulitan untuk mensterilkan area.

“Kami gembira dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Kuda Renggong memang luar biasa. Untuk itu, kami terus mengharapkan bantuan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Sumedang perlu banyak dukungan agar semua potensi bisa dikembangkan lebih baik seperti Kuda Renggong,” ungkap Bupati Sumedang Eka Setiawan.

Sementara Anggota DPR RI Dony Ahmad Munir mengatakan, atraksi Kuda Renggong selalu menggerakan perekonomian.

“Apa yang tersaji di sini sangat positif. Kalau nuansanya seperti ini, ekonomi masyarakat akan bergerak dengan adanya Kuda Renggong. Kami sangat senang. Apalagi nanti akan dibangun tempat pertunjukan khusus Kuda Renggong. Yang penting masyarakat tertib dalam menonton,” ujar Dony Ahmad.

Atraksi Kuda Renggong dibuka dengan pertunjukan silat, yang salah satunya ditampilkan kelompok Lipur Putra-Aida asal Gandasoli, Cisarua.

Aksi dibuka dengan gerakan kaki depan kuda yang dilipat. Selanjutnya, kuda mengangkat kaki depan, lalu melakukan simulasi duel dengan sang pawang.

Penampilan memukau tersebut langsung direspons yang wisatawan yang bersorak kagum. Para wisatawan pun sibuk mengabadikan momen tersebut melalui kamera handphone.

Kehebohan sempat terjadi saat kepala sang pawang dijepit kaki depan kuda lantaran kalah duel. Adrenalin penonton semakin dipicu ketika kedua kaki kuda menginjak perut sang pawang.

“Aksi-aksi kuda-kuda di sini sangat luar biasa. Sangat artistik dan menghibur. Meski terlihat berbahaya, tapi tetap aman karena sudah menjalani latihan rutin yang serius. Nantinya Festival Kuda Reanggong ini akan menjadi agenda rutin tahunan di Kemenpar. Jadi, atraksi besar seperti ini gaungnya akan lebih kencang lagi,” jelas Dony Ahmad.

Untuk mengurai ketegangan, aksi silat ditutup dengan ngibing. Sikap hormat ditunjukan kuda dengan melipat kaki depan. Kuda lalu berbaring di rumput diikuti sang pawang. Para tamu undangan khusus pun turun dari panggung dan ikut menari. Sambil menari, para tamu nyawer yang diterima sang pawang.

“Daya tarik event ini luar biasa. Kuda Renggong harusnya masuk dalam warisan budaya tak benda Sumedang. Kuda Renggong layak dipasarkan ke luar Jawa Barat, bahkan harus go internasional,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat Ida Hernida.

#PesonaKudaRenggong menjadi Trending Topics di Twitter


Usai silat, menu berikutnya adalah parade 111 Kuda Renggong yang dibagi dalam sembilan rombongan. Setiap rombongan terdiri dari 5-10 Kuda Renggong. Kuda ini dihias warna warni, lengkap dengan mahkota. Melengkapi aksi, setiap kuda dinaiki joki anak laki-laki dan perempuan dengan usia 6-10 tahun.

Joki kecil laki-laki mengenakan busana adat Sumedang lengkap dengan ikat kepalanya. Sedangkan joki perempuan berbusana tradisional hingga modern.

Salah seorang Joki Kuda Renggong, Bintang Krisna Farhan Ramdani (10), menilai Kuda Renggong sangat unik. Sebab, Kuda Renggong akan langsung bergerak menari saat musik terdengar.

“Kuda Renggong dilatih seperti itu. Mereka suka menari kalau ada musik. Saya senang bisa menaikinya. Gampang-gampang susah karena tergantung sangat dengan kudanya. Yang dibutuhkan keseimbangan. Latihan seminggu full dilakukan kalau ada pertunjukan,” ujar siswa SDN I Cijambu, Tanjungsari.

Parade Kuda Renggong menempuh jarak sekitar 1 kilometer. Rutenya dimulai dari Lapang Darongdong. Rombongan kemudian melewati kantor kecamatan, terminal sekaligus pasar Buahdua.

Namun, akibat kemacetan, hanya beberapa rombongan yang berparade sesuai skenario. Sedangkan sisanya terpaksa merevisi rute parade dan berputar di sekitar venue.

“Dengan antusiasme seperti ini, Pesona Wisata Atraksi 111 Kuda Renggong sangat sukses. Evaluasi dan perbaikan-perbaikan akan dilakukan. Tujuannya agar event seperti ini menjadi lebih baik lagi. Kami pun sangat optimis, Kuda Renggong akan menarik minat wisatawan lebih besar lagi,” tegas Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata 1 Wawan Gunawan.

Apresiasi juga diberikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar mengatakan, Sumedang harus segera melakukan perbaikan tampilan Kuda Renggong secara menyeluruh. Branding juga harus intesif dilakukan.

“Kuda Renggong terus menunjukan kekuatannya. Branding besar harus segera dilakukan agar Kuda Renggong semakin besar. Kemasannya juga harus ditingkatkan,” pungkasnya. (*)