All Posts By

admin

Kampung Adat Ciptagelar

By | Budaya | No Comments

Kampung Adat Ciptagelar

Sukabumi – Kampung Adat Ciptagelar termasuk ke dalam wilayah Kasepuhan, atau kelompok masyarakat atau komunitas yang hidup serta bertingkah laku sesuai dengan aturan adat istiadat lama.Secara etimologi, Kasepuhan yang berasal dari kata Sepuh, bermakna tua, atau dihormati dan dituakan.Kampung ini berada di Desa Sirnarosa, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.Wilayah adat ini terletak di lereng bukit bagian selatan Taman Nasional Gunung Halimun dan termasuk ke dalam Kesatuan Adat Banten Kidul.

Asal-usul penduduk Kampung Adat Ciptagelar sering dihubungkan dengan keturunan Prabu Siliwangi dan merupakan salah satu tempat pelarian keturunan dan pengikut Kerajaan Sunda Pajajaran.Konon, banyak pengikut dan keturunan Prabu Siliwangi yang terpencar di beberapa wilayah di Jawa Barat, diantaranya, wilayah pedalaman Bogor, Sukabumi dan Banten. Masyarakat Kampung Adat Ciptagelar merupakan masyarakat yang masih melestarikancara hidup masyarakat Sunda kuno.

Bertani dan berladang merupakan dua bidang pokok masyarakat Kampung Adat Ciptagelar dalam memenuhi kehidupan mereka.Sementara bidang lainnya adalah beternak dan berkebun. Bila sawah dalam masa Boyor, yakni yang berarti cukup banyak airnya, biasanya difungsikan juga untuk memelihara ikan, dan apabila musim kering lahan pertanian akan ditanami jenis tanaman yang memiliki waktu panen pendek. Pekerjaan lain yang menjadi penunjang adalah membuat aneka kerajinan anyaman, memproduksi gula, dan lain sebagainya. Selesai masa panen, setiap keluarga biasanya akan menyisihkan dua ikat padi untuk diserahkan kepada Sesepuh Girang sebagai Tatali panen, dan padi itu biasanya akan disimpan di lumbung komunal atau Leuit, yang juga dapat berfungsi sebagai cadangan jika datang musim paceklik. Salah satu lumbung komunal di kampung ini adalah Leuit Si Jimat, yang difungsikan untuk menyimpan Indung Pare atau bibit padi. Terdapat pula istilah Maro, yaitu sistem bagi dua antara pemilik dan penggarap yang berlaku dalam pertanian dan juga peternakan.Selain itu ada juga istilah Bawon, yakni sistem perbantuan di saat panen. Misalnya jika seseorang membantu memanen padi sebanyak lima ikat, maka akan mendapat satu ikat. Hal yang sama juga berlaku ketika menumbuk padi menjadi beras. Adapun peraturan adat di kampung ini melarang untuk menjual padi atau beras beserta hasil olahannya.Hal ini merupakan bentuk

penghormatan mereka terhadap padi yang merupakan kebiasaan dari masyarakat Sunda lama.Namun pada masa kini, masyarakat telah diizinkan untuk menjual padi apabila mengalami cadangan berlebih. Menjual padi dan beras pada saat sekarang juga dilakukan terutama untuk membiayai pembangunan berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan, contohnya pembangunan saluran air, jalan, jembatan dan lain sebagainya.

Masyarakat Kampung Adat Ciptagelar juga memiliki aturan yang mereka tetapkan terhadap wilayah-wilayah hutan yang berada di wilayah mereka.Hutan tua atau yang disebut dengan Leuweung Kolot merupakan hutan dengan kerapatan tinggi dan banyaknya flora dan fauna yang jelas tidak boleh dieksploitasi. Kemudian Leuweung Titipan, merupakan wilayah hutan yang harus dijaga dan tidak boleh digunakan tanpa mendapat izin dari Sesepuh Girang. Yang terakhir adalah Leuweung Sampalan, yakni wilayah hutan yang boleh dimanfaatkan untuk keperluan menggarap lading, perkebunan, menggembalakan ternak, mencari kayu bakar, dll.Salah satu yang menarik dari kampung ini adalah sistem pemerintahan adat.Abah Anom berperan sebagai kepala adat yang memiliki peranan dan pengaruh penting.Secara struktural, Kasepuhan adat dipimpin oleh Kolot Girang yang didampingi oleh Sesepuh Induk.Selama ini cukup jarang ada konflik karena masyarakatnya memegang teguh aturan adat mereka.Adapun dalam pembangunan fasilitas umum, warga masih melakukan sistem Gotong-Royong.Selain itu di Kampung Adat Ciptagelar juga terdapat beberapa perangkat adat lain yang menopang jalannya kehidupan masyarakat kampung ini adalah Mabeurang atau dukun bayi, Bengkong atau dukun sunat, Dukun Tani, Dukun Jiwa, Paninggaran atau juru jaga lahan pertanian, Juru Doa, Juru Pantun, Juru Sawer, dan beberapa perangkat lainnya untuk menjalankan tugas keamanan. Selain itu ada juga pengawal atau ajudan yang menemani Kolot Lembur jika bepergian dinas, juga ada seorang Pujangga yang bertugas memainkan Kecapi Buhun sembari berpantun.

Sistem religi masyarakat Kampung Adat Ciptagelar adalah kepercayaan Sunda kuno yakni yang bersinkretis antara agama Hindhu dan Islam.Hal ini terutama terlihat pada saat upacara-upacara adat yang mereka selenggarakan. Masyarakat Kampung Adat Ciptagelar memiliki beberapa rangkaian ritual yang lebih banyak berkaitan dengan proses pertanian, yakni daur hidup padi dari mulia menanam hingga panen dalam alam kepercayaan masyarakat, di antaranya adalah:

  • Ngaseuk, yakni menanam padi yang didahului dengan upacara memohon keselamatan dan kemanandan berziarah ke pemakaman leluhur;
  • Sapang Jadian Pare, satu minggu setelah penanaman padi diadakan ritual untuk meminta restu kepada sang ibu yang mana representasi dari bumi, untuk ditanami. Diiringi dengan memohon restu leluhur dan Sang Pencipta agar padi tumbuh dengan baik;
  • Pare Nyiram, Mapag Pare Beukah, saat padi keluar bunga, mereka melakukan ritual yang bertujuan untuk memohon padi agar tumbuh dengan baik dan terhindar dari hama;
  • Sawenan, ritual yang diselenggarakan setelah bulir padi mulai keluar;
  • Mipit Pare, ritual yang digelar saat akan memotong padi, tujuannya untuk meminta izin kepada leluhur dan juga agar diberikan hasil panen yang melimpah;
  • Nganyaran atau Ngabukti, ritual saat padi ditumbuk dan dimasak untuk pertama kali;
  • Ponggokan, tradisi berkumpul para Sesepuh untuk membahas masalah kependudukan berdasarkan pajak masing-masing orang. Tradisi berkumpul ini biasanya dilakukan seminggu sebelum ritual Seren Taun dan tentang penyelenggaraan Seren Taun akan dibahas pada kesempatan ini;
  • Seren Taun, merupakan puncak acara dalam daur hidup padi. Acara ini digelar setiap tahunnya sebagai bagian dari tradisi menghormati para leluhur dan Dewi Sang Hyang Pohaci atau Dewi Sri. Acara ini digelar dengan berbagai bentuk kesenian. Yang utama adalah padi dibawa dengan diarak untuk kemudian disimpan di lumbung-lumbung, salah satunya di lumbung komunal.

 

Selain upacara yang terkait dengan pertanian, ada juga upacara lain yang dilakukan oleh masyarakat kampung adat ini, di antaranya adalah:

  • Selamatan, dilaksanakan pada tanggal 14 bulan purnama;
  • Nyawen, dilaksanakan pada bulan sapar dengan ritual pemasangan jimat kampung;
  • Beberes, upacara untuk menghindarkan masalah karena pelanggaran;
  • Sedekah Maulud dan Rewah, ritual saling mengirim makanan.

Terdapat tiga jalur utama menuju Kampung Adat Ciptagelar.Jalur pertama merupakan jalur dengan visualisasi paling indah, yakni jalur sepanjang 28 km dari Pelabuhan Ratu menuju Sukawayana.Jalur yang membelah hutan sepanjang 9 km ini dibangun hanya dalam waktu tiga hari.Tiap warga mendapat jatah pembangunan 1 m jalan dengan satu cangkul. Jalur kedua menuju kampung adat ini adalah melewati Kampung Sirnaresmi sejauh 12,6 km. Yang terakhir adalah jalur ketiga, yakni jalur terpanjang namun kondisi jalannya sudah beraspal, melewati Cicadas-Cikadu-Gunung Bongkok di wilayah Kabupaten Lebak.

Ada tempat baru di Sungai Jingkem Kabupaten Bekasi

By | Berita | No Comments

Foto by instagram/@sakaraw

Ada tempat baru di Sungai Jingkem Kabupaten Bekasi

Kabupaten Bekasi – Bupati Kabupaten Bekasi Eka Supriatmaja telah membuka Saung Usaha Untuk Pedagang di Sungai Jingkem, Saung tersebut dibantu oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bekasi sebagai wujud nyata Baznas Kabupaten Bekasi membantu masyarakat Kabupaten Bekasi.

Bupati Kabupaten Bekasi sangat senang karena wisata di Kabupaten Bekasi didukung dari berbagai pihak, Dalam sambutan nya bupati bekasi berujar “Dinas Pendidikan sudah kita perintahkan untuk wisuda sekolahnya di Kabupaten Bekasi aja agar anak-anak kita mengenal Bekasi, jangan sampai orang Cikarang bingung dimana sih sungai jingkem. Nanti akan kita bantu mempromosikan melalui dinas pariwisata.” ujar eka dalam sambutan pembukaan di saung usaha untuk pedagang di sungai jingkem.

Perlu diketahui juga Sungai Jingkem menjadi salah satu daya tarik wisata yang berada di Kabupaten Bekasi dan berlokasi di Desa Samudera Jaya, Destinasi ini juga menawarkan pengalaman berbeda dengan disuguhkan aneka macam mangrove di sepanjang sungai. Destinasi yang berada di pinggir laut ini menjadi salah satu penghasilan masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar berharap sungai jingkem dapat menjadi pemasukan utama. jika kalian ingin masuk ke sungai jingkem, ada beberapa macam spot selfie, diantaranya jembatan yang berbentuk love dan juga jembatn penyebrangan antar Dermaga. 

Untuk menuju ke sungai jingkem wisatawan bisa menaiki perahu melalui Jembatan Cinta yang berada di Taruma Jaya. Dengan merogoh kocek yang tidak terlalu dalam, bisa menuju ke sungai jingkem.

Yuk Ikuti Lomba Rayakan Kemerdekaan, Menangkan Total Hadiah 1 Milyar

By | Event, Nasional | No Comments

Jakarta, 6 Agustus 2020 – Pemerintah mengajak seluruh masyarakat Indonesia memaknai HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat kreativitas dan suka cita tanpa melupakan makna kemerdekaan dan patriotisme untuk sama-sama optimistis bangkit dari pandemi COVID-19.

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani dalam jumpa pers “Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia”, Kamis (6/8/2020) mengatakan, walaupun saat ini Indonesia berada dalam situasi keterbatasan akibat pandemi COVID-19, namun tidak mengurangi makna peringatan HUT ke-75 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2020.

“Kita tidak bisa menghindari kondisi seperti sekarang ini akibat pandemi COVID-19, jadi kita harus bisa beradaptasi dengan situasi ini dan tetap kreatif,” kata Giri Adnyani.

Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Jenderal Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti, dan Sekretaris Menteri BUMN Susyanto.

Giri mengatakan, Kemenparekraf menyiapkan lomba merayakan kemerdekaan dengan mengangkat tema “Cinta Indonesia”. Dalam lomba ini masyarakat diajak untuk menuangkan kreativitasnya dengan membuat video berdurasi 3 menit yang mencerminkan “Kerja Bersama Kita Bangkit”.

Konsep video merayakan/memeriahkan HUT ke-75 Tahun Kemerdekaan RI ini diisi dengan upaya mempercantik lingkungan dan tetap menjaga protokol kesehatan. Serta menunjukkan rasa cinta Indonesia dengan menyanyikan bersama lagu Indonesia Raya dengan berdiri tegap sikap sempurna, saat dikumandangkan lagu Indonesia Raya secara serentak pada 17 Agustus pukul 10.17 WIB.

“Pendaftaran telah dibuka dan peserta dapat memulai mengirimkan karyanya pada 17 Agustus malam, karena sikap sempurna dan penghormatan bendera harus diambil tepat pada tanggal 17 Agustus 2020 pukul 10.17 WIB,” kata Ni Wayan Giri Adnyani.

Kemenparekraf/Baparekraf menyiapkan hadiah total sebesar Rp 1 miliar serta satu trophy, Piala Presiden. Untuk keterangan lebih lanjut dapat dilihat di website hutri75.kemenparekraf.go.id.

Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama menjelaskan, jauh hari sebelum pandemi, pemerintah telah menyiapkan acara peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI yang lebih besar dari biasanya. Namun situasi saat ini tidak bisa ditolak sehingga acara disesuaikan dengan lebih banyak menggelar event secara daring yang dibarengi dengan gelaran kreatif.

“Tema kemerdekaan tahun ini adalah ‘Indonesia Maju’. Jadi kita berharap di 75 tahun kemerdekaan ini, Indonesia menjadi negara maju dari segi ekonomi, sosial, politik, dan lain-lain. Dan itu tergambar dari peringatan ini,” kata Setya Utama.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjelaskan, rangkaian peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI akan tetap dilaksanakan mulai dari pidato kenegaraan, pelantikan anggota Paskibra nasional, hingga penaikan dan penurunan bendera Merah Putih dari Istana Merdeka. Juga peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan, namun dalam format yang sedikit berbeda dengan pembatasan jumlah orang.

Kesemuanya dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan ketat dan akan disiarkan secara daring agar dapat disaksikan seluruh masyarakat Indonesia di dalam dan luar negeri. Termasuk detik-detik proklamasi dimana masyarakat diajak untuk mengambil sikap sempurna pada pukul 10.17 WIB pada 17 Agustus 2020 dan melakukan penghormatan bendera.

“Pemerintah provinsi, kabupaten/kota dapat memanfaatkan fasilitas yang dimiliki untuk membunyikan sirine sebagai tanda memasuki waktu tersebut. Sehingga masyarakat diharapkan bersama-sama dapat mengikuti momen tersebut,” kata Heru Budi.

Sebelum dan sesudah penaikan dan bendera nantinya juga akan diisi dengan berbagai acara hiburan untuk memberikan kemeriahan.

” juga akan ada acara khusus yang disiarkan langsung dari Istana Merdeka yang dapat dinantikan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Heru.

HardFest Pesona Jati Gede Kembali di gelar

By | Event | No Comments
HardFest Pesona Jatigede 2020 yang akan digelar pada 12-13 Juni 2020 acara yang sudah dilaksanakan 3 kali ini telah cukup mendatangkan wisatawan. even yang mengambil tempat di Kawasan Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat diprediksi berlangsung lebih meriah dan seru. Beragam potensi Sumedang akan disajikan masif sebagai daya tarik utama pariwisata. Destinasi berjuluk Kota Tahu ini memiliki alam dan budaya eksotis. Evennya beragam dengan skala internasional. Selain atraksi, aksesibilitas dan amenitasnya bagus. Kota Tahu juga ditopang industri ekonomi kreatif kompetitif dari lini kuliner, ukiran kayu/meubel, sepatu rajutan, bahkan senapan angin. “HardFest Pesona Jatigede 2020 pasti akan digelar lebih meriah. Semua kekayaan dan potensi pariwisata Sumedang akan ditampilkan. Sebab, posisinya sangat strategis sebagai penegasan betapa potensialnya beragam produk pariwisata dan ekonomi kreatif di sini. Bagaimana pun, kami terus mendorong Kawasan Waduk Jatigede sebagai KEK Pariwisata,” ungkap Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, Jumat (14/2).
Sebelumnya taukah kamu apa itu Waduk Jatigede? Waduk Jatigede merupakan sebuah waduk yang terletak di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Pembangunan Waduk Jatigede ini telah lama direncanakan. Bahkan mungkin di luar dugaan, rencana pembuatan waduh ini telah ada sejak zaman Hindia Belanda. Waduk ini mulai dibangun pada 2008 di masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono dan baru diresmikan pada tahun 2015 serta beroperasi penuh pada 2017. Waduk ini dibangun dengan membendung aliran Sungai Cimanuk di wilayah Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedangdengan dengan kapasitas tampung 979,5 juta meter kubik air.  Sebagaimana waduk lainnya, Waduk Jatigede pun memiliki fungsi utama untuk sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).  Selain itu, Waduk Jatigede juga berfungsi sebagai sarana budidaya perikanan air tawar, sarana olahraga air, sarana rekreasi, dan lain sebagainya. Waduk Jatigede difungsikan sebagai pusat pengairan untuk 90.000 hektar lahan pertanian produktif di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Majalengka.  Selain itu, air yang berasal dari Waduk Jatigede juga dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Waduk ini juga akan memasok air bersih bagi warga sekitarnya dengan kapasitas hingga 3.500 meter kubik per detik.  Selain itu, waduk ini juga akan meredam terjadinya banjir bagi 14.000 hektar kawasan di Jawa barat.  Selain memiliki manfaat teknis, Waduk Jatigede juga menawarkan keindahan alam yang ‘tak sengaja’ terbentuk akibat proses penggenangan. Puncak-puncak bukit yang berada di area genangan berpadu dengan hamparan air yang merefleksikan birunya warna langit menciptakan panorama yang memanjakan mata.  Memanfaatkan keindahan yang tersedia tersebut, masyarakat di sekitar sana menjadikan lokasi tersebut sebagai kawasan wisata alam.  Watuk Jatigede sebagai waduk kedua terbesar di Indonesia, memang dikenal sebagai salah satu tempat wisata yang harus dikunjungi bila sedang berlibur ke Sumedang.

SUBANG TRAIL RUN SUMMERFEST 2020

By | Event | No Comments

SUBANG TRAIL RUN SUMMERFEST 2020

Pada 29 Maret 2020 mendatang, Pemkab Subang akan menyelenggaraka kegiatan Trail Run untuk yang pertamakalinya. Mengambil lokasi start dan finish di venue Paralayang dan Gantole Bukit Santiong Kebun Teh Ciater, Subang. Subang Trail Run Summerfest 2020 akan melombakan 2 (dua) nomor lari, yaitu half Marathon dengan jarak tempuh 20 KM dan 5 KM, flag off start pada pkl. 06:00 WIB. Rute Subang Trail Run Summerfest 2020 dipastikan akan menantang, karena akan melalu berbabagi macam rute, gunung yang memiliki jalanan terjal dan juga jalanan aspal namun tetap menonjolkan keindahan Alam Subang. Rute lomba yang akan dilewati oleh para peserta Trail Run Summerfest 2020 pun telah melalui proses kalibrasi. Sport tourism merupakan salah satu sektor pariwisata teratas yang mampu mendatangkan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Kegiatan ini diselenggarakan guna mendongkrak angka kunjungan wisatawan. Pemkab Subang harus jeli dan konsisten dalam mengembangkan sektor pariwisata strategis yang dimiliki. Lewat perhelatan Subang Trail Run Summerfest 2020 yang akan menjadi agenda tahunan Pemkab Subang, akan ada lebih banyak lagi wisatawan yang dapat digiring masuk ke Subang.

Semoga dengan adanya kegiatan Subang Trail Run Summerfest 2020  akan membawa dampak positif bagi pembangunan pariwisata Subang , sekaligus menjadi peluang strategis dalam mendukung target Pemkab Subang menjaring wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. Perhelatan ini juga bertujuan untuk memacu laju roda ekonomi, serta mendorong perbaikan infrastruktur daerah. Tujuan lainya dari gelaran Subang Trail Run Summerfest 2020  adalah, mampu membuktikan pada dunia bahwa kawasan Subang dapat menjadi tempat wisata yang layak dan nyaman bagi para wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. Subang Trail Run Summerfest 2020 akan mengusung tema “Potensi Wisata Alam Subang”. Pemkab Subang berharap,melalui tema tersebut Subang Trail Run Summerfest 2020 dapat semakin menyulut semangat para runners Indonesia dan dunia untuk menikmati keindahan Alam Subang dan berlomba taklukan race course ‘menantang’ yang memiliki tingkat rintangan cukup tinggi.

Dengan adanya kegiatan Subang Trail Run Summerfest 2020 ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian Subang. Setidaknya, dalam Subang Trail Run Summerfest 2020 terjadi peningkatan hunian kamar hotel dan penginapan – penginapan seprti villa dll. Selain itu, Subang Trail Run Summerfest 2020 juga memiliki dampak signifikan pada laju perekonomian masyarakat Subang, terutama pada sektor transportasi dan kuliner.

Untuk para runners dan masyarakat umum  bisa mendaftarkan dirinya untuk hadir di kegiat Subang Trail Run Summerfest 2020 dengan cara mendaftarkan diri di website yang telah kami buka, Yaitu www.subangtrailrun.com.\

Jangan Lupa Share artikel SUBANG TRAIL RUN SUMMERFEST 2020  ya!

Pemkot Bekasi Resmi Merilis Logo HUT Kota Bekasi Ke-23

By | Berita | No Comments

Pemkot Bekasi Resmi Merilis Logo HUT Kota Bekasi Ke-23

Kota Bekasi – Untuk mendukung publikasi dan menyemarakkan HUT Kota Bekasi Ke-23, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Bekasi resmi merilis logo HUT Kota Bekasi Ke-23. Sebelumnya, lomba desain logo HUT Kota Bekasi dibuat untuk umum dan tercatat diikuti 180-an peserta dengan total hasil karya mencapai 390-an desain logo. Kegiatan lomba dimulai dari 1-14 Februari 2020 sesuai tema HUT Kota Bekasi Ke-23 yakni “Tersedianya Sarana dan Prasarana yang Memadai Menuju Masyarakat yang Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan di Kota Bekasi”. Terpilih hasil karya Zulkifli dari Riau, sebagai logo resmi HUT Kota Bekasi Ke-23. Logo HUT Kota Bekasi ini dapat dipergunakan untuk keperluan publikasi Pemerintah Kota Bekasi hingga satu tahun kedepan. File logo HUT Kota Bekasi Ke-23 dapat di unduh atau didownload pada: http://bit.ly/Logohutkotabekasi23.

Ketua Tim Juri, Harun Al Rasyid mengatakan pihaknya membantu penilaian lomba logo HUT Kota Bekasi Ke-23 tahun 2020. Dua juri lainnya, Tommy Sastroatdmojo, dan Rizki Trestianto. “Karya Zulkifli ini terpilih dan menurut tim juri dapat mewakili tema yang diusung pada HUT Kota Bekasi Ke-23, dan memenuhi unsur penilaian,” kata Harun al-Rasyid, saat konferensi pers di Ruang Press Room Bagian Humas, Kantor Walikota Bekasi, Senin, (17/2/2020). Ia menyebutkan 5 kriteria unsur dalam lomba logo HUT Kota Bekasi Ke-23 seperti orisinalitas karya, relevansi logo dengan tema HUT Kota Bekasi Ke-23, unsur estetika dengan pengaplikasian logo pada berbagai platform media publikasi. “Dari kriteria itu kami memilih 30 karya dari ratusan desain yang masuk. kemudian mengerucut 5 buah, lalu 3 buah dan terpilih satu untuk dijadikan Logo HUT Ke-23 Kota Bekasi. Terimakasih kepada para semua peserta dalam menyumbangkan ide dan pemikiran dalam sebuah logo untuk Kota Bekasi,” kata Harun Al Rasyid. Berikut beberapa uraian berberapa komponen dalam desain logo. Pertama, Tugu Patriot dengan bambu runcing berujung lima yang berdiri tegak dan pilar batas wilayah melambangkan bahwa Kota Bekasi salah Kota Patriot, serta awan abu-abu melambangkan bahwa Kota Bekasi adalah kota yang bersejarah. Angka 23, dengan bentuk ulir menuju keatas merepresentasikan salah satu tema HUT Ke-23 Kota Bekasi yaitu menjadikan Kota Bekasi sebagai kota yang maju dan selalu mengembangkan potensi-potensi daerah secara berkelanjutan.

Warna Gradasi Merah dan Kuning melambangkan energi, samangat, keberanian, keharmonisan serta kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi. Warna Biru dan Ungu melambangkan ketenangan, keceriaan, kenyamanan, kepuasan wawasan dan kreatifitas masyarakat Kota Bekasi dalam kehidupan sosialnya. Sedangkan warna hijau melambangkan kesuburan dan ketenangan Kota Bekasi yang selalu tumbuh menjadi kota yang lebih maju. Dalam logo terpilih ini juga terdapat 5 Ikon Infrastruktur Kota Bekasi yang dicantumkan yaitu Tugu Patriot sebagai lambang Kota Bekasi sebagai kota yang punya sejarah perjuangan para patriot, serta rumah ibadah yang merepresentasikan bahwa Kota Bekasi menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk menjadi kota yang sejahtera dan Ihsan dalam keberagamannya. Dan terakhir bentuk ombak melambangkan bahwa Kota Bekasi sangat memperhatikan kesejahteraan masyarakat dalam berkehidupan sosial. Diketahui, Kota Bekasi akan berulang tahun ke-23 pada 10 Maret 2020 yang akan datang. Terhitung sejak 23 tahun lalu, di tanggal 10 Maret 1997, Kota Bekasi berpisah dari Kabupaten Bekasi dan menjadi pemerintah otonom tersendiri. (goeng)

Sobat Wisata bagi kamu yang ingin mendowonload Logo HUT Kota Bekasi bisa juga jangan lupa share artikel Pemkot Bekasi Resmi Merilis Logo HUT Kota Bekasi Ke-23 ya !

SEMARAK CAP GO MEH SUKABUMI

By | Budaya, Event | No Comments

SEMARAK CAP GO MEH KOTA SUKABUMI

Sukabumi – Suasana pusat Kota Sukabumi pada Jumat (14/2) siang tampak ramai dan setiap jalan protokol dipadati ribuan warga. Mereka menyaksikan acara kirab atau pawai Festival Budaya Cap Go Meh yang baru kembali dilaksanakan pada 2020. Festival Cap Go Meh terakhir digelar pada 2012 atau delapan tahun lalu. Acara yang berlangsung semarak ini dihadiri Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan  Hamami, Sekertaris Daerah Kota Sukabumi Dida Sembada dan unsur Forkopimda lainnya serta tokoh masyarakat. Acara Festival Budaya Cap Go Meh dipusatkan di Vihara Widhi Sakti Jalan Pejagalan Nomor 20 Kota Sukabumi. Selanjutnya digelar kirab Festival Cap Go Meh yang terdiri dari atraksi barongsai, liong, marching band, calung, dan lain sebagainya yang dilepas wali kota menyusuri jalanan Kota Sukabumi. ”Festival budaya Cap Go Meh 2020 ini hasil kolaborasi pemda, aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat Sukabumi,” ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Gelaran ini semoga makin menunjukkan adanya keberkahan bagi kota dari waktu ke waktu.

Kota sukabumi ungkap Fahmi merupakan kota terkecil di Jabar baik dari sisi luas wilayah 48 kilometer persegi dan sedikit dari jumlah penduduk 344 ribu penduduk. Akan tetapi patut berbangga meskipun luas wilayah kecil dan warga sedikit tapi dianugerahi berbagai keanekeragaman seni budaya salah satunya Cap Go Meh. Sehingga lanjut Fahmi, mari bersama-sama merekatkan persatuan dan jalin persaudaraan serta kolaborasi yang indah di tengah perbedaan yang ada. Selain itu marilah bersepakat dengan hal yang sejalan dan toleransi dalam hal berbeda. ”Sudah 8 tahun tidak dilaksanakan festival Cap Go Meh dan kini bisa kembali digelar,” ujar Fahmi. Acara imi diharapkan makin mempererat persatuan dan jaga sukabumi kita dari potensi perpecahan, intoleransi beragama dan berbudaya agar Sukabumi makin maju dan warganya bersatu padu. Terakhir wali kota berpesan karena arak-arakan maka warga tetep menjaga ketertiban dan kebersihan. Ia tidak ingin Festival menghadirkan sampah dimana-mana dan mari bangun kebersamaan diantara semua elemen.


Michael Permana, Ketua Panitia Pelaksana Cap Go Meh 2571 / 2020 mengatakan, kegiatan Cap Go Meh terakhir dilaksanakan pada 2012 dan warga sangat antusias. ” Kami pada tahun ini memberanikan diri melakanakan kegiatan dan mendapatkan respon positif,” cetus dia. Festival pada 2020 selama dua hari sejak 13 Februari hingga 14 Februari. Di mana hari ini Jumat puncak acara dengan kirab kesenian yakni marching band, lion, barongsai, kesenian calung kuda lumping dan boles. Pawai mengambil rute jalan Pelabuhan II, Jalan Harun Kabir, Jalan Ahmad Yani kembali ke Odeon melalui Jalan Sudirman, Nyomplong dan Pejagalan. Selain itu ada sebanyak 54 tenan kuliner menjual makanan dari UMKM dan perusahaan di sekitar Vihara Widhi Sakti.

Gimana seru bukan SEMARAK CAP GO MEH SUKABUMI? yuk baca artikel lainnya tentang CAP GO MEH BOGOR

 

BOGOR STREET FESTIVAL 2020 : RAYAKAN KEBERAGAMAN DALAM KERUKUNAN

By | Event | One Comment

BOGOR STREET FESTIVAL 2020 : RAYAKAN KEBERAGAMAN DALAM KERUKUNAN

Bogor Street Festival telah diadakan kembali pada tanggal 8 Februari 2020, Festival yang mengangkat Rayakan Keberagaman Dalam Kerukunan ini menampilkan tarian – tarian kesenian daerah yang berada di nasional. Acara tahunan yang masuk dalam kalender wisata nasional ini memikat perhatian masyarakat yang berada di luar kota bogor, Acara ini juga menampilkan Marawis, Marching Band, Marawis, Parade Seni dan Budaya Nasional.Pengunjung yang datang ke Acara Bogor Street Festival ini juga menari perhatian masyarakat di luar Bogor. sebut saja annisa yang datang jauh dari Kota Bekasi untuk menikmati acara Cap Go Meh bogor ini “saya baru pertama kali datang kesini karena di ajak temen, nggak nyesel sih datang kesini karena kita tidak hanya menikmati kesenian Tradisional China, tetapi kita juga bisa menikmati kesenian  yang berada di Jawa Barat” ujar anisa, Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga mengatakan “Acara ini bukan sekadar festival Cap Go Meh, tetapi ini adalah sebuah perayaan terhadap perbedaan. Seperti kita ketahui bahwa kita bangsa Indonesia terlahir berbeda-beda sehingga kita harus belajar menghargai perbedaan.” ujar Wishnutama.

Gimana Menarik bukan Artikel BOGOR STREET FESTIVAL 2020 : RAYAKAN KEBERAGAMAN DALAM KERUKUNAN. Ikuti terus berita tentang Event Pariwisata Jawa Barat.

Rakorwil ke 1 GenPI Subang

By | Berita | No Comments

Subang – GenPI Subang melakukan Rapat Koordinasi Wilayah pada tanggal 19 Januari 2020 bertempat di Gedung PLUT KUMKM Subang. Acara tersebut diisi dengan pengenalan GenPI, penyusunan pengurus dan pembahasan program yang akan dilakukan GenPI Subang kedepan. Dihadiri oleh anggota GenPI dari berbagai wilayah Subang, acara Rakorwil ini juga menjadi ajang silaturahim dan memperkuat tali persahabatan antar anggota GenPI Subang. Acara ini juga dihadiri oleh pihak Dinas Pariwisata dan Pemuda dan Olah Raga kabupaten Subang untuk mengetahui progres apa yang akan di ambil oleh GenPI Subang. Dalam acara ini disepakati Budiana Yusuf sebagai koordinator GenPI Wilayah Subang untuk masa jabatan dua tahun kedepan. Dalam acara ini GenPI Subang juga menyusun program-program yang akan dikerjakan kedepan sehingga GenPI Subang tetap berkontribusi mendukung dan menyukseskan program Subang Jawara Wisata (program kerja terlampir). Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta rapat. “”GenPI Subang siap membantu Pariwisata subang dengan beberapa kegiatan yang sudah di susun dalam program GenPI selama satu tahun kedepan. Kita harapkan Pariwisata yang ada di subang akan semakin dikenal oleh wisatawan domestik maupun internasional” ucap budiana yusuf. Adapun beberapa struktur yang telah ditetapkan dalam Rapat Koordinasi Wilayah Tersebut. 

Koordinator Wilayah : Budiana Yusuf, Sekretaris : Yayan Sopian. Bendahara : Ikhsan Putra Pratama
Divisi Online (IG, FB, Twitter) Koordinator : Fera Herawati Anggota : Dede Irwan Ardiansyah, Ade Mulyana, Rahmat Solihin, Divisi Offline (Event, Pasar Digital), Koordinator : Rizky Hutagalung. Anggota : Puteri Nurutami, Dewi, Yuliana Farida, Yuliyanti Pratiwi, Ratna Dewi Ayu Kusumah, Septia Eka Anggun Yusnia, Ajeng Mutia Syifa, Aulia, Divisi Kreatif (Desain, Foto, Video), Koordinator : Yayang Willy Rukmana, Anggota : Harry Budiman, Hamdan Musadad, Galih Gifari, Riki M Mulya, Rully Ramadan, Hana Fitriani, Divisi Humas, Koordinator : Wisnu Setia Ramdani, Anggota : Emzy Ardiwinata, Divisi SDM, Koordinator : Dindin Nugraha, Anggota : Dadang Firmansyah, Badrun Khoeroni.