All Posts By

admin

Fotografer dari 7 Provinsi Ikut Jambore Fotografi Nasional di Sumedang

By | Event | No Comments

SUMEDANG – Sumedang memiliki cara tersendiri untuk mengenalkan potensi wisatanya. Caranya melalui Jambore Fotografi Nasional 2019. Acara ini dijamin bakal keren. Karena, pesertanya berasal dari sekitar 7 provinsi di Indonesia.

Jambore Fotografi Nasional akan digelar 16-17 Februari 2019. Lokasinya ada di Kampung Toga, Desa Sukahayu, Sumedang Selatan, Sumedang, Jawa Barat.

“Posisi Sumedang sebagai tuan rumah Jambore Fotografi Nasional tentu sangat menguntungkan. Sebab, potensi branding besar-besaran terbuka lebar. Kami tahu, agenda ini banyak diikuti oleh fotografer hebat dari berbagai daerah,” kata Kepala Disparbudpora Sumedang Agus Sukandar, Minggu (20/1).

Jambore Fotografi Nasional 2019 diikuti oleh 26 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Selain Jawa Barat, peserta juga berasal dari Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara (Manado), dan Papua.

Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa mengungkapkan, event digelar masif.

“Jambore Fotografi Nasional digelar meriah. Pesertanya sangat banyak. Program ini akan efektif untuk promosi destinasi pariwisata. Sebab, potensi setiap daerah akan diekplorasi total dan direkam melalui sebuah foto. Nantinya foto-foto ini ditampilkan ke publik melalui berbagai media,” ungkap Rizki.

Sumedang yang dikenal dengan julukan Kota Tahu, memang sedang mengoptimalkan sektor pariwisata. Mereka bahkan sudah mencanangkan Sumedang Puseur Budaya Sunda di tahun 2019. Artinya, adalah Sumedang Pusat Budaya Sunda.

“Bukan hanya alam dan budayanya, para pelaku industri pariwisata Sumedang sangat solid. Mereka bersinergi untuk mengoptimalkan aspek bisnis dari industri pariwisata. Jambore Fotografi Nasional akan menjadi investasi positif. Sebab, arus wisatawan akan mengalir sesudahnya,” terang Kiki-sapaan Rizki Handayani Mustafa.

Jambore Fotografi Nasional akan menghadirkan tokoh-tokoh fotografi nasional. Seperti Fotografer Senior Kompas Arbain Rambey, Fotografer Senior Darwis Triadi, serta Fotografer Senior Bandung Sjuaibun Ilias. Bergabung juga Yoga Ogre yang menjadi Fotografer sekaligus Motivator Muda Pelaku Ekonomi Kreatif.

“Berada di Sumedang, para peserta Jambore Fotografi Nasional akan dimanjakan dengan objek terbaik. Selain alamnya, Sumedang juga kaya dengan budaya. Nuansa tradisional ini memiliki karakter kuat dan detailnya juga luar biasa,” tegas Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung.

Memancing adrenalin para fotografer, Sumedang akan menampilkan ragam seni dan budaya. Jumlahnya ada 26 kesenian hingga budaya dan kaulinan barudak lembur. Ada juga human interest, foto konsep tradisional, kolaborasi musik etnik Sunda, dan atraksi kuda silat. Disajikan juga kesenian Tarawangsa Sumedang, pameran foto juga produk unggulan ekonomi kreatif.

“Sumedang adalah destinasi yang lengkap. Semuanya ada. Budayanya sangat banyak dan unik, lalu alamnya indah. Selama ini, budaya dan alam menjadi salah kekuatan sekaligus paket wisata terbaik di Sumedang. Para peserta memiliki space lebar untuk mengekplorasi adrenalin karena objeknya banyak. Destinasinya keren,” jelas Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Kemenpar Wawan Gunawan.

Kota Tahu memiliki banyak pilihan destinasi. Sumedang menawarkan destinasi Situ Biru Cilembang, Paralayang Batu Dua, Kampung Toga, Mata Air Sirah Cipelang, juga Gunung Kunci. Ada juga Wisata Alam Pangjugjugan, Puncak Damar Jatigede, Kampung Karuhun, hingga Arung Jeram Pangcalikan. Untuk akses Jati Gede lainnya, Panenjoan Jatigede, Kampung Buricak Burinong, juga Tanjung Duriat

“Sumedang luar biasa. Sangat ideal sebagai lokasi Jambore Fotografi Nasional. Obyek yang ditawarkan sangat banyak. Kami harap peserta bisa memanfaatkan program ini untuk mendapatkan foto terbaik. Sebab, nantinya juga akan ada input dari para fotografer senior dengan reputasi besar,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya. (*)

Dukung Pariwisata, Kereta Api Pangandaran Diluncurkan

By | Berita | No Comments

(foto: @abhele, Situ Cileunca, Pangalengan, Kab. Bandung)

Banjar – Aksesibilitas pariwisata Pangandaran semakin terbuka. Sebab, PT KAI meluncurkan rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar – Bandung – Gambir (PP). Peluncuran tersebut dilakukan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro di Stasiun Banjar, Rabu (2/1/2019).

Menurut Wagub Uu, Kabupaten Pangandaran berpotensi besar menjadi pariwisata unggulan Jawa Barat. Penambahan dan mempermudah aksesibilitas diharapkan bisa membuat geliat ekonomi bisa bergairah.

“Saya meminta (rute kereta api) ini supaya gencar dilakukan promosi. Supaya banyak calon penumpang yang memanfaatkan layanan ini,” katanya.

Dengan kapasitas 520 kursi, KA ini punya dua layanan, yaitu kelas eksekutif sebanyak empat gerbong, dan kelas ekonomi premium juga sebanyak empat gerbong.

(Foto: @irfanaziss, Langensari Kota Banjar)

Pemesanan Kereta Api Pangandaran bisa langsung dipesan lewat aplikasi KAI Access, laman kai.id, Contact Center 121, loket stasiun dan seluruh mitra penjualan tiket resmi KAI.

Saat ini, PT KAI tengah menggelar promo tiket perjalanan Kereta Api Pangandaran relasi Gambir – Banjar (PP) mulai Rp110 ribu untuk kelas ekonomi Premium, dan Rp160 ribu untuk kelas eksekutif.

Sementara untuk relasi Bandung- Banjar (PP) dikenakan biaya Rp1 dengan syarat dan ketentuan Pembelian Tiket Rp1 melalui Loket tidak dikenakan biaya alias gratis, Pembelian Tiket Rp1 melalui KAI Access dan Website KAI tidak dikenakan bea pesan, Pembelian Tiket Rp1 melalui channel eksternal dikenakan bea pesan sesuai kebijakan masing-masing channel, dan Pembelian Tiket Rp1 tidak dapat dilakukan di Ticket Vending Machine.

(Foto: @mang_koes33, Pantai Barat, Kabupaten Pangandaran)

Dengan layanan “single ticketing,” penumpang cukup memesan satu tiket untuk menikmati layanan KA Pangandaran serta Angkutan Lanjutannya. Angkutan Lanjutan sendiri dikelola oleh anak usaha KAI, yaitu PT KA Pariwisata.

Adapun jadwal keberangkatan dari Stasiun Gambir yakni pukul 07.50 WIB. Sementara keberangkatan kereta dari Stasiun Banjar pukul 13.55 WIB. Dengan kemudahan akses ini, masyarakat bisa menjangkau ke Pantai Pangandaran, Pantai Batu Karas, Green Canyon, dan lokasi wisata lainnya dengan lebih nyaman, mudah dan murah.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro menuturkan, dioperasikannya KA Pangandaran ini merupakan salah satu dukungan KAI terhadap program pariwisata Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia.

Terutama meningkatkan aksesibilitas masyarakat dari Jakarta, Bandung ke wilayah Garut, Tasikmalaya, Banjar dan Pangandaran. Sehingga, dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, budaya, dan perekonomian di Jawa Barat.

Setelah masa promo usai, Edi menyebut tarif akan menyesuaikan tarif batas atas dan bawah yang ditentukan pemerintah. Hal itu dilakukan supaya tidak menyalahi peraturan.

“Angkutan masal ini sifatnya membantu bukan bersaing dengan angkutan darat lainnya. Karena perjalanan meningkat, sekarang relatif macet. Jadi kita bantu, bukan bersaing,” sebutnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, sangat mengapresiasi hadirnya akses kereta ke Pangandaran.

“Ini bukti nyata dukungan untuk pariwisata Indonesia. Dukungan ini sangat dibutuhkan. Sebab untuk menjadikan pariwisata sebagai core economy bangsa, dibutuhkan semangat Indonesia Incorporated. Dan semangat ini yang diperlihatkan saat jalur kereta ke Pangandaran aktif,” paparnya, didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung.

Sedangkan Kabid Pemasaran Area I Kemenpar Wawan Gunawan, menilai akses pariwisata ke Jawa Barat semakin terbuka dengan hadirnya kereta ke Pangandaran.

“Akses menuju Jawa Barat semakin luas. Wisatawan yang ingin berkunjung kini mempunyai banyak pilihan. Tentu saja hal ini menjadi kabar baik bagi perkembangan pariwisata Jawa Barat,” tutur Wawan.

(Foto: Ranar Pradipto, Jembatan Cirahong, Ciamis)

Menteri Pariwisata langsung memberikan apresiasi atas kerjasama seluruh stakeholder untuk mendukung sektor pariwisata. Menurutnya aksesibilitas merupakan salah satu faktor utama berkembangnya kepariwisataan.

“Saya selalu mengatakan, perkembangan kepariwisataan itu rumusnya 3A. Aksesibilitas, Amenitas serta Atraksi. Kalau atraksi, pangandaran sudah tidak diragukan. Dengan penambahan aksesibilatas ini saya yakin pariwisata Pangandaran akan cepat berkembang. Terimakasih PT KAI. Terimakasih Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berkomitmen kuat menjadikan pariwisata ujung tombak perekonomian Jawa Barat,” ujar Menpar Arief.

Wow 15 GenPi di Jawa Barat diresmikan Gubernur Jawa Barat

By | Tips | No Comments

Gedung Sate Festival pada Sabtu (17/11) dipastikan menjadi hal yang spesial bagi Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jawa Barat. Pasalnya, perhelatan itu juga jadi momentum pengukuhan komunitas anak milenial pecinta pariwisata itu.

Tak main-main, pengukuhan GenPI Jawa Barat dilakukan sendiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Lokasinya di area panggung utama Gedung Sate Festival 2018, pukul 10.00 WIB.

Koodinator GenPI Jawa Barat Ghera Nugraha mengungkapkan kebanggaan dengan momen pengukuhan tersebut.

Menurutnya, GenPI (Generasi Pesona Indonesia) saat ini telah dijadikan komunitas yang memiliki peran untuk membantu dan berkerjasama dalam mempromosikan Pariwisata Indonesia, termasuk di Jawa Barat.

Ghera melanjutkan, pengukuhan GenPI di 15 kawasan Jawa Barat ini oleh merupakan momen yang tepat untuk membuktikan bahwa Pariwisata adalah Lokomotif Provinsi Jawa Barat.

“Karena GenPI Jawa Barat berkomitmen sejak awal menjadi komunitas yang terdepan untuk mempromosikan pariwisata Jawa Barat,” jelas Ghera, Jumat (16/11).

Gedung Sate Festival 2018 sendiri akan menghadirkan berbagai kemeriahan. Ada Bazar, Lomba Foto Instagram, Lomba Kostum, hingga penampilan dari berbagai grup Angklung.

Festival ini juga diramaikan oleh penampilan berbagai artis dan musisi. Beberapa di antaranya adalah T-Five, Angsa dan Srigala serta pedangdut Via Vallen.

 

Tari Batik Lokatmala turut meriahkan Acara Pembukaan Pameran Seni Rupa Murni Kota Sukabumi

By | Event | No Comments

yang ngaku orang Sukabumi pasti tau dong Batik Lokatmala Sukabumi? Batik asal Sukabumi yang semakin berkembang dari hari ke hari bukan saja di kenal di daerahnya bahkan sudah merambak ke Nasional sampai Internasional, Ceu Fonna panggilan akrab Pemilik Batik Lokatmala Sukabumi seakan tidak kehabisan ide untuk terus menghasilkan karya karya terbaik dari batik yang dihasilkannya sesuai dengan konsep awal yaitu mengangkat budaya daerah dan juga sekaligus untuk membantu menghidupi kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam rangka menumbuhkan kembali rasa cinta kepada kebudayaan traditional yang menjadi warisan leluhur. Kini, sejumlah motif batik tulis Lokatmala telah banyak dihasilkan. Setiap motif yang dibuat memiliki referensi dan filosofinya.
nah disamping membantik lokatmala juga mempunyai sanggar tari loh.,! yang diberi nama Sanggar Lokatmala , ada beberapa jenis tarian yang sudah di populerkan oleh sanggar lokatmala di antaranya tari Julang Ngapak, Tari Jaipong dan yang lainnya.
Hari Senin 22 Oktober 2018 Lokatmala mendapatkan kesempatan untuk mempersembahkan salah satu tarian terbarunya yaitu Tari Batik untuk tampil di acara Opening Ceremonial Pameran Seni Rupa Murni III bertempat di gedung seni AHER Kota Sukabumi yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, di awali dengan tarian penyambutan sampai penampilan tarian di atas panggung.

Tari Batik Lokamatla ini merupakan tarian khas dari Sukabumi sekaligus mengenalkan budaya dan kearifan lokal serta mengenalkan batik Sukabumi kepada para tamu undangan yang hadir pada kegiatan tersebut, adapun motif batik yang digunakan yaitu Jenis Batik Tjiwangi dengan filosifi Legenda Nyi Mas Tjiwangi Cikundul dari Sukabumi.


Ceu Fonna mengatakan alhamdulillah Sanggar Lokatmala dipercayai untuk menampilakn tarian di pembukaan acara Pameran Seni Rupa Murni Kota Sukabumi “jujur saja sebetulnya Tarian ini dadakan dan latihannyapun hanya memerlukan Semalam sebelum besok tampil, bikin tusuk konde dari canting juga dadakan’. ungkapnya “Akan tetapi tambah ceu Fonna ‘Alhamdulillah bisa menampilkan yang maksimal terlihat dari antusias penonton yang menyaksikan sangat begitu menikmati’. Ucapnya


Ceu Fonna Juga berharap “Semoga Seni Murni dan Budaya Batik makin berkembang, Semakin tersosialisasikan bahwa batik maupun seni rupa murni adalah suatu proses perpaduan keilmuan, tehnik dan rasa yang menghasilkankarya seni berkearifan lokal yang bisa merepresentasikan Kota Sukabumi” ujarnya
Wow keren banget kan..? kalau kalian tertarik dengan hasil karya batik Lokatmala dan juga sanggar tari Lokatmala Sukabumi, jangan diem diem bae ,Kuy datang ke sukabumi dan Kunjungi Gerai nya di JL Kenari 20-Z Kota Sukabumi dan juga bisa tanya tanya seputar batik lokatmala langsung dengan pemiliknya.

Kuy.! Datang dan Saksikan Ciletuh Palabuhanratu Geopark Festival 2018

By | Event | No Comments

Halo sobat wisata Sudah ada rencana liburan kemana akhir pekan ini…? kalau belum ada rencana segera kosongkan waktu luang di akhir pekan ini untuk pergi ke Sukabumi. disana ada yang namanya Geopark Ciletuh kalian akan disuguhi dengan pemandangan yang luar biasa, merasakan ketenangan alam yang damai dan memesona.

Foto : Puncak Darma (Bambang Bengal)

Geopark Ciletuh Sukabumi ini adalah salah satu lokasi liburan keren yang sagat rekomended,Terutama untuk kalian yang ingin berwisata alam dengan tantangan. Geopark Ciletuh Sukabumi atau taman alam batuan tertua di pulau jawa ini merupakan tempat wisata alam yang keren di Jawa Barat yang telah resmi ditetapkan oleh UNESCO menjadi bagian dari jaringan geopark dunia, yakni Unesco Global Geopark (UGG) pada April 2018 lalu dan disampaikan dalam sidang ke-204 Executive Board Unesco, Komisi Programme & External Relations di Paris.
Bermacam suguhan alam yang beragam bisia kita nikmati dari mulai pantai, air terjun hingga perbukitan dan sejumlah pulau. adapun Destinasi Wisatanya antara lain Panenjoan, Curug Sodong, Curug Cimarinjung, Pulau Kunti, Pulau Badak, Pulau Mandra, Pantai Palangpang dan Puncak Darma. Dari puncak tersebut, kalian bisa menikmati pemandangan bentang alam nan indah seperti gunung, tebing hingga lautan, bahkan perjalanan menuju puncak juga menyuguhkan alam persawahan yang tak kalah menarik.
Nah, di akhir pekan ini kebetulan Pemerintah Provinsi Jabar melelui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dan didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pariwisata, Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Badan Pengelola Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu menggelar acara yang seru banget namanya Festival Geopark Ciletuh 2018 yang akan berlangsung pada Tanggal 12-14 Oktober 2018 , event ini sudah Masuk ke dalam 100 Calender Of Event Kementerian Pariwisata Indonesia, Festival Geopark Ciletuh 2018 bakal menawarkan banyak kegiatan menarik, melibatkan kebudayaan lokal, ratusan seniman bakal menyuguhkan berbagai atraksi menarik, dari pertunjukan budaya dan seni serta suguhan kuliner khas yang terdapat di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Melibatkan masyarakat setempat, aneka kesenian yang akan ditampilkan meliputi pencak silat, gondang, tari liliuran, tari Cepet, Kacapi Buhun, wayang golek, tutunggulan dan lain-lain. tak hanya itu, di event ini akan dilaksanakan Pemecahan Rekor Dunia dengan 5000 Penari Jipeng yang akan berlokasi di Panenjoan desa Taman Jaya Sukabumi.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menganggap event ini wajib didatangi para pecinta seni dan budaya. Karena atraksi yang ditampilkan akan sangat berkelas.
“Ada banyak alasan mengapa kita harus datang ke Festival Geopark Ciletuh. Pertama, festival ini berada di lokasi yang sangat luar biasa. Di Ciletuh Sukabumi. Kedua, tentu saja karena atraksinya. Banyak agenda seni dan budaya,” papar Arief Yahya.
Gimana sudah kebayang serunya kan…? jangan pake lama mikir, langsung meluncur ke Sukabumi dan rasakan sensasi yang luar bisa yang kalian akan dapatkan di Geopark Ciletuh- Palabuhanratu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Ida Hernida SH, MSi, mengatakan ujicoba geowisata menjadi salah satu sasaran penyelenggaraan CGF2018 untuk meningkatkan giat pariwisata dalam kawasan Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, karenanya selain kegiatan di venue utama, kegiatan tersebar di 18 area geosite Geopark Ciletuh Palabuhanratu, yaitu Kasepuhan Sinar Resmi, Geyser Cisolok, Pantai Citepus, Geopark Information Center, Pantai Palabuhanratu, Jembatan Bagbagan, Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa, Pantai Loji, Puncak Gebang, Puncak Darma, Puncak Aher, Desa Budaya Girimukti, Panenjoan, Puncak Manik, Bukit Cinta, Bukit Panyawangan, Pantai Palangpang, Leuwi Kenit. Penyelenggara menyediakan paket- paket wisata daytour dan halfday tour yang dapat diikuti oleh wisatawan yang hadir di CGF2018. Untuk akomodasi, wisatawan boleh memilih untuk tinggal di homestay, ataupun membawa tenda sendiri di area camping dalam CGF2018.

Destinasi Digital Pasar Cijaringao Akan Segera Hadir di Bandung

Usung Konsep Unik, Destinasi Digital Pasar Cijaringao Akan Segera Digelar

By | Berita, Event | No Comments

Destinasi Digital yang sedang ramai dibicarakan oleh netizen, akan segara hadir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.  Anak-anak muda komunitas GenPI (Generasi Pesona Indonesia) Jawa Barat, berkolaborasi dengan Saung Angklung Udjo dan Ruang Kolabarasa, siap menggelar Pasar Cijaringao di  Kawasan Cijaringao Hejo Udjo, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Edisi perdana Pasar Cijaringao ini akan dihelat pada Minggu, 12 Agustus 2018. Selain pasar warga, akan hadir pula aksi ketangkasan Domba sekaligus Kontes Domba, permainan tradisional, pertunjukkan Seni budaya, Edukasi & Workshop Komunitas, serta pertunjukkan Musik Akustik Alam.

Destinasi digital adalah sebuah produk pariwisata yang kreatif dan dikemas secara kekinian (zaman now). Keinginan generasi milenial maupun individu yang senang ‘berbagi’ di media sosial menjadi potensi baik untuk meningkatkan pariwisata dunia digital ini.

Sebuah destinasi yang heboh di dunia maya, viral di media sosial, dan nge-hits di Instagram. Kids Zaman Now sering menyebut diferensiasi produk destinasi baru ini dengan istilah: “Instagramable.”

Menurut Taufik Hidayat, Director & Owner Saung Angklung Udjo, “Pasar Cijaringao adalah sebuah ruang publik yang akan menghadirkan segala aktivitas jual beli dan etalase kreativitas warga Cijaringao, sekaligus sebagai simpul seni budaya tradisional yang senantiasa mewartakan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Jawa Barat”.

“Ini akan menjadi sesuatu yang menarik, dan warna baru bagi pariwisata di Jawa Barat pada khususnya”, ujar Kang Opik, panggilan akrabnya.

Ketua Harian GenPI Jabar, Ricky Arnold menambahkan, “GenPI tidak hanya hore-hore saja. Komunitas ini komit untuk memajukan pariwisata Indonesia dengan cara cara unik. Misalkan dengan membuat pasar yang dihebohkan di media sosial. Commercial value-nya juga jalan. Bahkan pasar-pasar ini memberi kontribusi bagi masyarakat sekitar secara nyata.

“Yang berjualan di destinasi digital kan harus masyarakat sekitar. Dan yang dijual, harus memiliki ciri khas budaya setempat. Contohnya kuliner. Harus ada lapak makanan tradisi khas daerah setempat. Begitu juga dengan kerajinan tangannya,” papar Ricky.

Destinasi Digital ini bisa menjadi incubator buat GenPI untuk belajar 2C sekaligus, yakni memperkuat Creative Values sekaligus Commercial Values. Anak-anak muda millennials itu akan belajar bermedia sosial yang keren, positif, mengangkat dan mempromosikan kekuatan pariwisata Indonesia. Sekaligus belajar bisnis, menciptakan peluang, dan menggerakkan  ekonomi masyarakat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat mendukung dan tak lupa mengapresiasi akan segera hadirnya Pasar Cijaringao.

“Selamat atas segera hadirnya Pasar Cijaringao, semoga bisa ikut mendorong pertumbuhan pariwisata Indonesia” kata Arief Yahya.

Atraksi Wisata Baru buat Generasi Milenial Kab Kuningan

By | Wisata | No Comments

Kuningan – Inilah, salah satu offline event Generasi Pesona Indonesia (GenPI). Komunitas netizen yang concern di sektor pariwisata di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Kuningan ini membuat Pasar Maya Asih. Betul-betul pasar riil, tempat bertemu buyers dan sellers di suatu tempat.

Tetapi, kreativitas anak-anak muda GenPI Kuningan kali ini mengemas pasar dengan cara yang sangat unik dan kekinian. Khas anak-anak muda yang selalu berpikir beda, mencari sudut pandang yang asyik, bukan hanya offline, tetapi juga online.

“Itulah digital lifestyle anak-anak muda, selalu memikirkan impression, objek foto Instagramable, interaktif, viral, trending topic, dan tema-tema khas online social media. Di mana ada objek anti mainstream, di situ mereka berkumpul,” kata Muhamad Samsudin selaku Kordinator GenPI Kuningan.

Pasar Maya Asih yang di desain anak muda GenPI Kuningan ini sama. Bukan sekedar bertemu kuliner yang khas, langka, dan sensasional. Tetapi juga 1001 titik selfie yang “memaksa” pengunjung mengeluarkan smartphone-nya dan memasang aplikasi camera-nya.

Ini beda dengan pasar-pasar zaman dulu, yang hanya membutuhkan lapak, tempat menata barang dagangan, bertemulah pembeli dan penjual. Pasar Maya Asih ini pasar penuh aturan. “Karena aturan itu sendiri sudah unik dan bisa diceritakan di media sosial,”.

Digital lifestyle itu, kata Sam, harus interaktif, berbasis online, bercerita dengan video, gambar, sedikit text, viral alias dari HP ke HP. Bukan lagi dari mulut ke mulut, karena “mulut” mereka adalah gadget, signal, dan wifi.

Pasar ini, mengajak netizens dan komunitasnya untuk “kopi darat”, minum kopiv ke Pasar Maya Asih. “Kami ingin mendownload komunitas medsos dengan followers, subscribers, friends yang berinteraksi di online, kumpul secara offline,”

“Silakan klik hastag #PasarMayaAsih, di situlah interaksi promosi Pasar Maya Asih yang heboh,” kata Sam. Sisi sociopreneurshipnya, mengajak masyarakat Kelurahan Cigugur, Kabupaten Kuningan untuk berjualan dengan konsep back to nature, traditional style, dan sentuhan media social friendly.

Bupati Kuningan H Acep Purnama, SH., MH yang hadir dalam Grand Launching Pasar Maya Asih menjelaskan. Pasar yang dihidupkan setiap Minggu pagi pukul 07.00 sampai 13.00 WIB itu sangat bagus untuk atraksi baru di Kuningan. Pasar yang didesain untuk orang bersantai, berhari Minggu, berlibur bersama keluarga, sahabat, handai tolan, karib, termasuk friends dan followers nya.

Acep melihat Pasar Maya Asih itu sebagai digital sociopreneurship. Digital, karena sebagai produk, hanya dipromosikan melalui media sosial oleh anak anak Generasi Pesona Indonesia. Bahkan beberapa kali menjadi trending topic di Twitter dan heboh di media sosial seperti Instagram, Facebook dan Youtube.

Febri Hariyadi Cepat Di Lapangan Hijau, Ngebut di Fans Game

By | Berita | No Comments

JAKARTA – Febri Hariyadi adalah pesepakbola masa depan Indonesia asal klub Persib Bandung. Kelebihan Febri terletak pada kecepatan dan kelincahannya. Febri menjadi salah satu tumpuan Timnas Sepakbola Asian Games untuk mengobrak-abrik gawang lawan.

“Hal paling penting buat Saya adalah selalu introspeksi diri sendiri, agar Saya terus belajar menjadi yang lebih baik. Karena tanpa introspeksi diri, kita tidak akan pernah mau belajar sunguh-sungguh, bekerja lebih keras terus menerus dan tidak akan pernah tau seberapa jauh diri kita,” tulis Febri memotivasi diri lewat Instagram-nya @febrihariyadi13.

Febri lahir di Bandung, 19 Februari 1996. Namanya mulai mencuat saat membela Persib Bandung pada ajang Piala Jenderal Sudirman 2015. Turun sejak menit awal, ia mampu mencetak gol ke gawang Persela Lamongan. Laga itu tak akan dilupakannya.

Terlebih Pertandingan tersebut menjadi debutnya bersama tim senior. Waktu itu usianya masih 19 tahun.

Selain bekerja keras dan semangat berlatih, ternyata ada dua sosok dibalik kesuksesan Febri Haryadi. Pemain jebolan Maung Ngora ini percaya jika hasil yang diraihnya tidak semata-mata ia perjuangkan sendiri. Namun, ada ada doa kedua orang tuanya.

Oleh karena itu, Febri Sering meminta doa dari orang tuanya saat bertanding di luar kota. Melalui pesawat telepon, Febri meminta restu dari ayah Bambang Sutrisno dan ibunya Imas Kuraesin sebelum bertanding.

“Saya ingin memberikan kebahagiaan kepada orang tua dengan prestasi yang yang saya raih,” ujarnya.

Pemain jebolan SSB PRO UNI Bandung ini bisa dibilang memiliki kemampuan di atas rata-rata bagi pemain seumurannya. Kariernya berkembang begitu cepat. Ia sudah memperkuat Persib U-21 ketika usianya 17 tahun.

Kerja keras dan semangat berlatihnya membuat kemampuannya semakin matang, kelincahan kerap kali membuat bek lawan kerepotan. Ia berani berhadapan langsung head to head dengan bek lawan.

Febri adalah seorang pemain sayap murni, menyisir sisi lapangan dengan kecepatannya adalah kelebihannya. Ia sering kali melakukan umpan-umpan cantik bahkan mencetak gol. Walapun begitu ia masih membutuhkan pengalaman dan jam bermain lebih untuk mengasah kemampuannya.

Febri juga tampil impresif saat bermain di Piala Bhayangkara 2016 dan di Piala Presiden 2017. Ia pun diganjar dengan kontrak berdurasi empat tahun oleh Persib Bandung.

Febri pun menjadi salah satu pemain andalan Maung Bandung pada kompetisi Liga 1 2017 meski usianya masih muda.

Tampil mengesankan bersama Persib, membuat pelatih Timnas Indonesia U-22 Luis Milla memanggilnya untuk SEA Games Malaysia 2017. Beberapa kali menjadi starter, ia sering kali merepotkan pertahanan lawan, ia bahkan mencetak salah satu gol terbaik pada ajang tersebut.

Sayang, langkah timnas untuk meraih emas gagal setelah dikalahkan oleh tuan rumah Malaysia. Indonesia hanya sanggup meraih perunggu setelah mengalahkan Myanmar dengan skor 3-1. Febri tetap bersyukur dan berharap bisa berbuat banyak untuk timnas di masa mendatang.

Dan sebentar lagi kita akan menyaksikan lagi kebolehannya dalam bermain sepakbola bersama Timnas U23 di Asian Games 2018.

“Yuk #SatukanTekad dukung suksesnya Asian Games 2018! Tunjukan dukunganmu untuk Indonesia,” ujar Febri.

Nah, segala prestasi yang diraih Febri ini juga membawanya menjadi calon atlet terfavorit #PesonaAsianGames2018. Untuk menang, minimal dia harus masuk 4 besar dalam vote. Untuk vote Febri Hariyadi, klik link https://www.genpi.co/vote/asiangames lalu pilih dia.

Soft launching pasar digital Maya Asih GenPi Kuningan

By | Wisata | No Comments

Pasar Maya Asih akan hadir di Hutan Kota Kelurahan Cigugur Kuningan Jawa Barat. Pasar Maya Asih menghadirkan kuliner tradisional, aneka jajan tradisional, handcraft dan kaulinan budak (permainan tradisional). Selain itu kerajinan unik dari janur juga dihadirkan disini untuk launching pada 15 Juli 2018. Pengunjung juga bisa mencoba pengalaman Manjat Tebing yang ada di area Hutan Kota Mayasih.

Paket Komplit! tak hanya kuliner, belanja dan bermain permainan tradisional atau dalam bahasa sundanya Alimpaido, buat para pecinta Fotografi dan Instagarmable akan ada hunting foto dan lomba vlog dalam soft launching Pasar Maya Asih tanggal 8 Juli 2018. Berbagai lomba menarik dalam kegiatan Pasar Digital yang dilaksanakan setiap hari minggu tersebut juga sudah disiapkan untuk pengunjung yang hadir, seperti balap enggrang, panahan tradisional.

Tujuan #PesonaPasarDigital adalah mempraktekan Digital Sosiopreneurship oleh teman – teman GenPI. Dengan Spirit yang dibangun : Go Green! Dan mengajak netizen ramah lingkungan.  Pasar Maya Asih akan menampilkan tema yang berbeda – beda setiap minggunya. Pasar Maya Asih diharapkan menjadi destinasi wisata baru, juga menjadi wadah komunitas untuk kumpul dan berkolaborasi. Untuk akses ke Hutan Kota Mayasih bisa menggunakan kendaraan pribadi, taksi, ojek online. Waktu yang ditempuh dari Kota Kunungan untuk sampai ke Pasar Maya Asih butuh waktu sekitar 1/2 jam. 

Catat tanggal mainnya ya… Pasar Maya Asih mulai 8 Juli 2018 setiap minggu pukul 07.00 – 13.00 WIB