All Posts By

admin

Asia Afrika carnival

By | Event | No Comments

Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-63 pada 13 Mei 2018 mendatang di Bandung, Jawa Barat, dipastikan akan berlangsung meriah.

Sebab, even bersejarah bagi perjalanan bangsa ini akan akbar dan semarak dengan penampilan Asian African Carnival 2018.
Karnaval rencana ini rencananya akan digelar pada 28 April 2018 dengan rute tempuh sepanjang Jalan Asia Afrika, Jalan Cikapundung Barat, Jalan Naripan, hingga Jalan Tamblong.

Selain sajian penampilan seni dan budaya dari perwakilan negara-negara anggota Asia-Afrika, penyelenggara juga akan melibatkan negara-negara sahabat. Hanya itu? Tidak. Akan ada juga “Bandung Sister Cities dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana. Menurut Pitana, penampilan karnaval ini akan menambah semarak dan semakin memberikan ruang bagi masyarakat.

Apalagi, panitia berinisiatif akan membuka sayembara yang ditujukan bagi para pelaku seni pagelaran dan peserta karnaval. “Kurasi konten akan ditekankan pada kegiatan karnaval kali ini. Setiap penampilan, akan diperhitungkan kontennya,” ujar Pitana. Dengan demikin, tidak akan memberikan kesan monoton pada para pengunjung. Terlebih, even ini masuk dalam Top 100 Calendar of Event (CoE) Kemenpar,” lanjut Pitana.

Untuk mengikuti sayembara, caranya cukup mudah. Para peserta bisa mendaftarkan via online melalui http://asiaafricaweek.com/carnival/form-carnival.html Dalam pendaftaran, para peminat bisa melakukan registrasi dengan mengisi nama atau kelompok yang akan berpartisipasi.

Jumlah anggota dalam setiap kelompok, minimal 5 orang atau anggota. Jangan lupa mengisi nomor telepon dan mencantumkan alamat email. “Nantinya para peserta sayembara harus dapat menampilkan hasil karya mereka masing-masing kepada para pengunjung,” ungkap Pitana.
Tidak main-main, karena menurut Pitana, sayembara ini akan memperebutkan total hadiah sebanyak puluhan juta rupiah. Kepala Bidang Pemasaran Area I Kemenpar, Wawan Gunawan menambahkan, gelaran Asian African Carnival 2018 akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Asian African Carnival kali ini akan menggunakan dua panggung utama yang ditempatkan di ruas Jalan Braga Pendek dan Jalan Soekarno.

Dengan adanya dua panggung utama ini, diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan akan semaraknya sebuah kegiatan.
“Nantinya juga akan hadir Kahitna yang akan ikut meramaikan Asian African Carnival, sehingga bisa memberikan kesan semarak yang berbeda,” tutur Wawan.
Karnaval kali ini akan dikemas dengan sangat apik, dengan menampilkan berbagai kebudayaan khas kebanggaan Indonesia. “Hal ini bertujuan agar salah satu kekayaan bangsa berupa kebudayaan, yang ditampilkan melalui kesenian, dapat terus dilestarikan dan tidak terkikis oleh zaman,” sambungnya. Menteri Pariwisata Arief Yahya menaruh harapan besar agar kegiatan ini dapat semakin interaktif dengan masyarakat. Dengan demikian, suasana karnavalnya akan sangat bagus dan masyarakat dapat ikut terlibat secara langsung di pagelaran budaya tersebut. Arief Yahya juga ingin agar di Bandung nanti, suasana itu terasa. Masyarakat ikut menikmati karnaval, jadi bukan hanya sekadar menonton.

Pentas acaranya pun dirancang tak biasa. Setelah menyiapkan lokasi acara, giliran penempatan spot panggung yang dirancang secara apik. “Eksposur medianya juga sangat besar. Ini akan berdampak baik bagi pariwisata Bandung dan tentunya Indonesia,” ujar Menpar Arief Yahya. “Ayo, datang dan meriahkan Asian African Carnival 2018 ini. Salam Pesona Indonesia, Wonderful Indonesia,” pungkas Menpar Arief Yahya. Ada yang berbeda! Di tahun 2018 ini, Asia Africa Week bakal menyajikan acara-acara menarik dan mengajak Anda semua untuk ikut serta.

Asia Afrika Week 2018 bakal digelar dari Senin, 23 April 2018 hingga Minggu, 29 April 2018 di Bandung. Masyarakat luas bisa terlibat di berbagai kegiatan yang ada. #AsiaAfricaCarnival2018

Berdasarkan rencna yang telah dimatangkan, Asia Africa Carnival tahun ini terbagi dalam lima kegiatan utama:

1. Youth Conference (Rabu-Kamis, 25-26 April 2018). Konferensi ini menitikberatkan pada perkembangan digital yang tentunya akan bermanfaat bagi masyarakat luas.

2. Cultural and Tourism Expo (Jumat, Sabu, Minggu, 27-29 April 2018). Pameran kebudayaan dan pariwisata dari masing-masing daerah yang akan menambah wawasan dan informasi bagi Warga Bandung.

3. Asian African Carnival (Sabtu, 28 April 2018). Perwakilan dari masing-masing daerah (negara sahabat, Sister Cities, Provinsi, Kota, Kabupaten) berjalan mengelilingi kawasan Jl Asia Afrika, menggunakan pakaian daerah atau kostum-kostum unik. Selain itu, dalam kegiatan ini diadakan juga sayembara carnival yang dibuka untuk umum, di mana para pegiat carnival punya berkesempatan mendapatkan hadiah menarik.

4. Unity Run (Minggu, 29 April 2018)
Kegiatan fun run yang juga mengajak peserta melewati bangunan cagar budaya yang ada di Kota Bandung yang selama ini tidak banyak diketahui.
Kegiatan Unity Run ini dibagi dalam 4 kategori, yaitu Umum, pelajar, atlet, kids dash, dan memperebutkan hadiah menarik serta ratusan doorprize.
5. Photo and Short Movie Competition. Kompetisi foto dan filem pendek ini sudah dirilis untuk umum sejak Maret lalu. Akan dipilih beberapa pemenang yang akan memperebutkan bermacam-macam hadiah dan akan dipamerkan pada 23-29 April 2018.

Nah, sudah kebayang, kan? Betapa semarak Asia Africa Carnival2018 akan berlangsung dan masyarakat umum bisa terlibat di dalamnya. Sebentar lagi nih: Asia Africa Week 2018! Pada perayaan tahun ini akan ada agenda acara Asian African Carnival. Ini salah satu menu utama di Asia Africa Week tahun ini.

Selain acara seni dan b hiudaya dari perwakilan anggota Asia Afrika, juga akan melibatkan negara-negara sahabat, Bandung Sister Cities, dan Kabupaten Kota di seluruh Indonesia. Untuk menambah semarak dan semakin memberikan ruang bagi masyarakat umum, maka panitia membuka sayembara untuk para pelaku seni pagelaran kriya karnaval. Mereka yang lolos, dapat menampilkan hasil karya mereka kepada para pengunjung dan memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah.

Kurasi konten akan ditekankan pada kegiatan karnaval kali ini, di mana setiap penampilan akan diperhitungkan kontennya sehingga tidak akan memberikan kesan monoton pada para pengunjung. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Asian African Carnival kali ini akan menghadirkan dua panggung utama yang akan ditempatkan di ruas Jl. Braga Pendek dan Jl. Soekarno.Dengan adanya dua panggung utama ini, diharapkan akan dapat mengakomodir kebutuhan semaraknya sebuah kegiatan.
Dengan melibatkan seniman nasional panitia yakin Asian African Carnival kali ini akan memberikan kesan semarak yang berbeda.

Geopark Ciletuh Dapat Pengakuan UNESCO Global Geopark

By | Berita | No Comments

JAKARTA – Geopark Ciletuh, Palabuhanratu, resmi mendapatkan predikat sebagai Unesco Global Geopark (UGG). Selain Ciletuh, Unesco juga mengesahkan 12 geopark dari 11 negara sebagai UGG. Pengesahan disampaikan dalam sidang Executive Board Unesco ke 204, Komisi Programme and External Relations, Kamis (12/4) di Paris, Perancis.

“13 Usulan tersebut diterima tanpa perdebatan. Artinya, semua negara menyetujui kawasan Ciletuh,Palabuhanratu, sebagai UGG,” ujar Dana Budiman, General Manager Badan Pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Sabtu (14/4).

Bukan tanpa alasan Ciletuh mendapat pengakuan dunia. Faktanya, Geopark Ciletuh memang sangat oke. Modalnya sudah sangat kuat. Pada awal Agustus 2017, Geopark ini sudah dinilai tim UNESCO. Predikat ini tentunya membawa Ciletuh menjadi destinasi wisata dunia.

“Potensinya juga sangat besar. Keindahan alamnya lengkap. Ada landscape, gunung, air terjun, sawah, ladang, dan berujung di muara sungai ke laut. Karena itu harus cepat dikembangkan, agar bisa menghidupkan ekonomi masyarakatnya,” ujar Dana.

Geopark Ciletuh juga dikelilingi hamparan alluvial dengan batuan unik dan pemandangan yang indah. Selain itu, ada juga punya pantai yang keren.

Menariknya, Geopark Ciletuh juga punya ombak yang disukai surfer-surfer dunia. Tengok saja Pantai Cimaja. Pantai itu sering terpilih sebagai lokasi lomba Surfing berskala internasional,

Banyak hal yang dilakukan pemerintah untuk menjadikan Ciletuh sebagai kawasan terpadu. Misalnya seperti pemberdayaan masyarakat lokal, pengembangan desa binaan, pengembangan geowisata, pengembangan homestay, dan sebagainya.

Tak hanya dapat mempelajari adat dan budayanya saja, di Geopark Ciletuh wisatawan juga bisa menikmati beragam objek wisata eksotis. Mulai dari keindahan air terjun Awang, Taman Purba, bukit Panenjioan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Di kawasan seluas 37 ribu kilometer tersebut, terdapat banyak destinasi wisata kelas dunia. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan pemerintah dan masyarakat setempat untuk menjadikannya semakin baik, serta dikenal dunia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dari awal sudah yakin Geopark Ciletuh akan ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark (UGG).

“Rumus destinasi kelas dunia adalah atraction, access, dan tourism resource. Saya lihat Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sudah memiliki itu dan kita harapkan akan menjadi UGG,” katanya.

Tiga unsur yang harus dipenuhi agar menjadi UGG yaitu geodiversity, biodiversity, dan culture diversity, semua sudah ada di geoparkini. “Saya lihat sudah ada semua di sini. Saya sudah melihat dan menikmati Ujung Genteng. Sungguh luar biasa. Ini kepingan surga karunia Tuhan,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.(*)

LAUNCHING LAYANG LAKBOK FESTIVAL art and culture festival in tatar galuh ciamis

By | Event | No Comments

Sampurasun, dalam rangka mensosialisasikan Layang Lakbok Festival kepada seluruh masyarakat dan media, kami mengadakan Launching Layang Lakbok Festival yang akan diselenggarakan pada:

Minggu, 15 April 2018
di Baregbeg – Sidaharja, Lakbok, Ciamis, Jawa Barat

Dengan rangkaian acara,
Conference Pers
Eduaksi Budaya – Nyerat Aksara Sunda
Pertunjukan Seni Budaya
Senja Sastra

Oleh karena itu, kami mengundang kepada semuanya untuk dapat berkenan hadir dan turut mempublikasikan kegiatan ini bersama yang akan dilaksanakan di bulan Agustus mendatang.
Haturnuhun.
#LayangLakbokFest #Lakbok #RawaLakbok #Galuh #Ciamis #ExploreCiamis #PesonaGaluh #PesonaJawaBaratku #PesonaIndonesia #NonomanGaluh #EduaksiBudaya #NyeratAksaraSunda #Sunda #Jawa #Pasundan #TatarGaluh #ExploreCiamis #ExploreGaluh

Semangat Genjot Pariwisata, Festival Tahu 2018 Lahirkan GenPi Sumedang 

By | Event | No Comments

SUMEDANG-Semangat Indonesia Incorporated untuk Pariwisata Indonesia sangat terasa di perhelatan Festival Tahu Sumedang 2018, Minggu (8/11). Semua unsur pariwisata yang biasa disebut dengan Penthahelix yakni Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah dan media melebur menjadi satu untuk pariwisata Indonesia. Buktinya, bertempat di Alun-alun Kota Sumedang, acara yang dihadiri ribuan orang itu melahirkan unsur pendukung pariwisata Indonesia yakni Generasi Pesona Indonesia (GenPI).

”Alhamdulillah, Sumedang juga kini sudah punya GenPI. Dan sengaja kami lahirkan bertepatan dengan acara Festival Tahu dan hari ulang tahun Kota Sumedang. Selamat atas lahirnya GenPI Sumedang, dan terima kasih Kemenpar telah mengayomi para nitizen dunia maya ini untuk tujuan yang mulia,”kata Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Sumedang, Sumarwan Hadisoemarto yang didampingi Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Sumedang Nana Suryana.

Dalam acara deklarasi tersebut, hadir juga perwakilan dari Kemenpar Kepala Bidang Area Jawa Deputi Pemasaran I Kemenpar Wawan Gunawan. Pria yang juga Dalang Wayang Ajen itu secara simbolis menyerahkan merchandise ke Ketua Genpi Sumedang Abi Firman sebagai tanda lahirnya GenPI Sumedang.

”Ini adalah keputusan yang hebat dan kekinian. GenPI saat ini adalah hal yang wajib dimiliki oleh seluruh daerah di Indonesia. kenapa ? karena nantinya mereka yang akan mengangkat nama baik daerah, nama besar daerah, ikon pariwisata daerah ke dunia nasional maupun internasional. Ini adalah komunitas anak muda yang harus diisi oleh anak jaman now yang sangat mencintai daerahnya,”kata Wawan saat deklarasi.

Wawan memaparkan, saat ini yang harus dilakukan para nitizen yang cinta dengan Sumedang adalah branding. Wawan memberikan contoh, Garut terkenal dengan Dodolnya, Bogor terkenal dengan tales dan asinannya, Garut juga terkenal akan dombanya, Majalengka juga terkenal dengan Duriannya. “Nah, Sumedang terkenal dengan Tahu-nya, sekarang kita harus berjuang, bukan hanya agar Tahu dikenal ke dunia internasional, namun juga kita harus menggiring para wisawatan untuk makan tahu di Sumedang. Kita harus bangkitkan pariwisata Sumedang,” ujar Wawan.

Deputi Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana didampingi Asdep Pemasaran Regional I Sumarni menambahkan, Genpi kini sudah punya visi dan misi yang jelas. GenPi juga patut bangga sudah punya platform baru bernama Genpi.co.

Kata Pitana, selain bersosmed secara online, membuat destinasi digital, GenPi juga 

dikumpulkan di satu tempat bernama GenPi.co. “Bahkan saya mendapatkan kabar bahwa platform ini bisa siaran langsung, bisa video story, dan juga karya-karya parannitizen bisa dipublish bahkan diapresiasi di situs tersebut, ini membuat seluruh GenPi bisa bersatu untuk pariwisata Indonesia,”ujar Pitana yang juga diamini Wawan. Genpi.co memang lahir untuk GenPi. Situs online dengan alamat www.genpi.co itu kini sudah bisa live streaming. 

Pitana juga meminta kepada semua daerah untuk bersama-sama mengumpulkan nitizen dalam satu wadah yakni GenPI termasuk yang telah dilakukan oleh Sumedang. “Genpi itu bukan komunitas biasa, genpi masuk dalam unsur Pentahelix pariwisata Indonesia yakni unsur ABCGM: Akademisi, Business, Community dan Government,”tambah Sumarni.

Genpi.co sangat cocok untuk GenPI dan semua pecinta pariwisata Indonesia karena GenPI diisi oleh nitizen, Blogger, Vloger, Fotografer, Videografer, Traveler, Jurnalis, Reporter dan Influencer. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyambut semua unsur GenPI dan platformnya serta mengucapkan selamat atas lahirnya  GenPi Sumedang.

Kata Menpar, bahwa dunia kini sudah mulai berubah, dan dunia kita sudah dalam genggaman. ” Selamat atas terbentuknya GenPi Sumedang dan GenPi-GenPi di seluruh Indonesia. More digital more global, more digital more personal, more digital, more profesional. GenPI sudah memberikan contoh yang baik dalam bersosial media, mari kita bergandeng tangan untuk membangun pariwisata Indonesia melalui sosial media,”kata Menpar Arief Yahya.(*)

Festival Tahu 2018 Membangun Ikon Sumedang Agar Semakin Go Internasional 

By | Event | No Comments

SUMEDANG- Halaman depan Kantor Bupati Sumedang alias alun-alun Sumedang Jawa Barat mendadak heboh dan meledak. Betapa tidak, daerah yang terkenal dengan alamnya yang sejuk itu menggelar event yang sangat menarik yakni Festival Tahu Sumedang 2018, Minggu pagi (8/4). 

Ribuan manusia tumplek blek di alun-alun yang memiliki design arsitek sunda itu. Area-area selfie yang Instagramble juga menghiasi setiap sudut. Bahkan, meja panjang yang untuk menampung ribuan tahu yang disantap terlihat manis di tengah jalan. 

“Ini adalah perjuangan kami terus menjaga branding, menjaga ikon, dan menjaga makanan Tahu menjadi lebih nasional bahkan go internasional,” kata Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Sumedang, Sumarwan Hadisoemarto. Bupati pecaya bahwa hal itu akan bisa terjadi dengan cepat dan viral.

Kata Bupati, mengapa akan cepat viral, karena pada perhelatan ini Sumedang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sebagai lokomotive promosi yang paling efektif di dunia pariwisata. 

“Terima kasih Kemenpar yang telah membawa media, melahirkan para nitizen yang tergabung di Generasi Pesona Indonesia. Karena memang promosi adalah tulang punggung mengangkat Sumedang akan tetap hidup dan terus bangkit,”ujar Bupati.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Sumedang Nana Suryana juga optimis merawat ikon akan tetap menjaga Sumedang di mata nasional maupun di mata internasional. “Ke depannya, kita harus terus berkarya membuat makanan Tahu yang punya inovasi yang menarik untuk wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Ikon ini menjadi objek sebagai sarana mendatangkan wisatawan untuk datang ke Sumedang. Silahkan datang ke Sumedang nikmati alam dan kulinernya serta masyarakat kami yang ramah-ramah,”kata Nana.

Kemenpar mendukung acara ini di bawah koordinasi Deputi Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana. Dia mengatakan, berpromosi dengan mengedepankan masakan atau kuliner Indonesia adalah cara yang efektif untuk Pariwisata Indonesia. Masakan Indonesia termasuk Tahu Sumedang itu tidak sembarangan hanya dengan rasa yang nikmat saja, namun masakan Indonesia itu ada sejarahnya, ada teorinya, ada filosofinya.

“Kuliner itu adalah sebagai kultur diplomasi bangsa kita, ini cara yang sangat baik, Sumedang harus terus menjaga ikon ini, tuangkan juga di sosial media, viralkan di semua platform, peran masyarakat menjaga ikon ini juga hal yang sangat penting dan wajib dilakukan,” ujar Pitana yang juga diamini Kepala Bidang Area Jawa Wawan Gunawan. Wawan hadir langsung di acara tersebut. 

Wawan menambahkan, setiap negara maupun daerah mengedepankan kuliner sebagai pintu masuk ke negara dan daerahnya, untuk memperkenalkan negara dan daerahnya, meningkatkan country image negara dan daerahnya, dan branding sebagai ciri khas setiap negara dan daerah. 

“Sumedang sebagai bagian dari Jawa Barat juga harus terus berkarya, bekerja, dan meningkatkan kualitas diri. Karena seperti yang diungkapkan oleh bapak Presiden Joko Widodo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya bahwa Pariwisata telah menjadi Core Bisnis unggulan bangsa Indonesia, karena dengan pariwisata masyarakat Sumedang dipastikan akan bertambah sejahtera dan maju,”kata Wawan yang diberikan kesempatan sambutan di depan ribuan masyarakat yang hadir. Seperti diketahui, festival ini hasil kerjasama PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoren Indonesia) Kabupaten Sumedang serta Kementerian Pariwisata. Acara ini digelar dalam rangkaian Hari Jadi Sumedang ke 440.(*)

Wow Presiden RI Kunjungi lagi Sukabumi

By | Berita | No Comments

Ada apa dengan Sukabumi..? Kok akhir-akhir ini sering dikunjungi Presiden RI..? akhir tahun 2017 Presiden RI shalat Idul Adha di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Kemudian selang berapa waktu datang lagi untuk ground breaking pembangunan Jalur Ganda, dan diawal tahun 2018 tepatnya pada tanggal 7 s/d 8 April 2018 presiden kembali datang ke Sukabumi dalam rangkaian kunjungan kerjanya.

Presiden RI Jokowi pernah mengatakan saat kunjungan ke sukabumi beberapa waktu yang lalu, Sukabumi, Jawa Barat, merupakan kota berkembang yang akan didukung dengan pembangunan infrastruktur.

“Sukabumi merupakan kota yang berkembang sudah lama, tetapi sekali lagi saya datang ke sini juga ingin melihat hal-hal yang bisa kita berikan ‘back up’ dari pemerintah pusat dan sudah kita lihat pertama mengenai jalan tol, kedua mengenai jalur kereta api double track, dan Bandara di Sukabumi,”. Presiden menyampaikan Sukabumi merupakan kota yang ramai dengan masyarakat yang begitu ramah.

Menurutnya, Kota Sukabumi juga memiliki kuliner yang lezat, salah satu contohnya yaitu ikan bakar, dan kuliner khas yang lainnya.

Nah.. pada kunjungan kerja yg sekarang presiden RI selain akan memonitor perkembangan pembangunan di Sukabumi, presiden berencana akan mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Sukabumi dalam konteks aksesibilitas infrastruktur. Hal itu tak terlepas potensi sumber daya alam di Kabupaten Sukabumi yang memiliki banyak tempat wisata indah dan daya tarik yang luar biasa.

Kota dan Kabupaten Sukabumi memiliki daya tarik tersendiri untuk mengundang banyak wisatawan datang ke Sukabumi, dimana Kota Sukabumi dengan andalannya di sektor perdagangan, seperti halnya Wisata Kuliner dan Fashion, dan juga Wisata Cagar Budaya yang menjadi andalan di Kota Sukabumi.

Semantara itu wisata alam sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Sukabumi, Sekarang di Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat telah ada kawasan Ciletuh-Palabuhanratu Geopark yang dalam waktu dekat ini akan di akui oleh UNESCO menjadi Ciletuh-Palabuhanratu UGG (Unesco Global Geopark), namun aksesibilitas pariwisatanya belum begitu baik, untuk itu selain percepatan pembangunan yang sudah dijalankan seperti Tol Bocimi, Jalur Ganda Kereta Api dan Bandara di Sukabumi, Pemerintah Pusat juga sedang mengerjakan proyek PLPR (Pelabuhan Laut Pengumpan Regional) dan ini akan menjadi akses yang mumpuni untuk mendukung sentra pariwisata di Kabupaten Sukabumi,” Nantinya PLPR akan digunakan sebagai pelabuhan pariwisata, namun di saat akhir pekan dan libur panjang. PLPR ini bukan hanya untuk kepentingan pariwisata saja. Lebih dari itu, untuk menunjang perekonomian masyarakat dari aspek bisnis lain. Sehingga dibutuhkan konektivitas ke ibu kota.
Kalau menggunakan jalur darat, berbisnis dari sini (Kabupaten Sukabumi) ke Jakarta tentu biayanya sangat tinggi. Jika nanti dermaga ini jadi, bisa dimanfaatkan untuk kepentingan berbisnis pula.

Nah udah kebayang dong jika semua insprastukrur itu sudah selesai akan banyak wisatawan baik lokal ataupun mancanegara akan datang ke Sukabumi, tinggal persiapan dari masyarakat sukabumi yang harus siap dengan semua ini. Selain nantinya akan mendongkrak perekonomian masyarakat di sukabumi, juga akan meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat sukabumi khususnya dan jawa barat, Indonesia pada umumnya.

Nah buat kalian yang penasaran degan sukabumi, yuk datang ke sukabumi, kalian bisa melihat dan merasakan sejuta keindahan yang ada di sukabumi, Presiden aja sering ke Sukabumi, masa kalian engga.!

Helaran Budaya Meriahkan Ultah Kota Sukabumi ke 104

By | Event | No Comments

Kamis, 28 Maret 2018 adalah event yang ditunggu – tunggu oleh masyarakat kota sukabumi khusus nyabudaya, karena Diporapar Kota Sukabumi menjadi penyelenggara Helaran Budaya dalam rangka memperingati HUT Kota Sukabumi yang ke 104.


Helaran budaya ini di hadiri oleh 15 Kota/Kabupaten di Jawa Barat dan 7 Kecamatan di Kota Sukabumi dengan menampilkan berbagai macam pertunjukan khas dari masing – masing peserta. Helaran budaya ini dimulai dari lapang merdeka kota sukabumi menelusuri jalan Re Martadinata – Jl. Siliwangi – Jl. RE Samsudin SH dan menunjukan atraksi khusus di depan para tamu undangan dan pejabat setempat yang menghadiri acara.
Penyelenggaraan acara Helaran ini selain peringatan HUT Kota Sukabumi yang ke 104, juga untuk menampilkan potensi – potensi pariwisata yang dimiliki dari setiap daerah dan perwakilan kecamatan di Kota Sukabumi.


Acara di mulai pada pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul pertama di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, para peserta helaran dari berbagai Kota/Kab se-Jawabarat berkumpul kemudian dilepas secara resmi oleh PLt Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Drs.H. Saleh Makbullah M.Si
Acara dilanjut dengan pawai helaran berkeliling di sepanjang jalan protokol Kota Sukabumi dengan route yang dilalui Lapang Merdeka (star) – Jalan Perintis Kemerdekaan – Jalan R.E. Martadinata – Jalan Siliwangi – Jalan R. Syamsudin S.H. – Balai Kota Sukabumi (performing dan finish). Rombongan Helaran Budaya Jawa Barat berakhir tepatnya di podyum Utama depan balaikota Sukabumi, rombongan di sambut dengan prosesi penyambutan oleh tari tarian khas dari Kota Sukabumi.
setelah prosesi penyambutan rombongan Helaran dilanjutkan berjalan ke depan podyum utama yang dihadiri oleh Muspida Kota Sukabumi dan tamu undangan lainnya.


Tepat di Podyum Utama Para Peserta Helaran tiap daerah menampilkan Kesenian masing masing daerahnya yang sudah disiapkan.
Satu persatu peserta tiap daerah termasuk Tuan Rumah Kota Sukabumi dengan ke-7 Kecamatannya tampil dengan ciri khasnya masing masing mulai dari Fashion, Atraksi, Kesenian dan kreatifitas dari masing masing daerah.
GenPi Jawa Barat turut hadir dalam kegiatan ini. hal ini dimaksudkan untuk memperkuat tali silaturrahmi antar daerah, dan sebagai bagian dari rencana pengembangan GenPi Sukabumi.
Selain itu, GenPi jawa Barat berkoordinasi dengan GenPi Nasional telah sukses dalam menaikkan hastag #PesonaBudayaHUTKotaSukabumi menjadi trending topic di twitter pada Rabu (28/3). hal ini tentunya menjadi upaya dalam rangka mempromosikan pariwisata Indonesia dan kekayaan budaya bangsa pada dunia.
selain dimeriahkan oleh pertunjukan seni dan budaya, Helaran ini pun semakin ramai dengan antusias masyarakat yang menyaksikan jalannya helaran, dan mengabadikan momen selama kegiatan berlangsung. karenanya, kegiatan ini pun didukung dengan penyelenggaraan lomba foto instagram GenPi Sukabumi.
lomba foto instagram GenPi Sukabumi yang dilaksanakan selama Helaran berlangsung menjadi keunikan tersendiri bagi masyarakat. kenapa? karena, untuk pertama kalinya Helaran Seni dan Budaya yang selalu menjadi kegiatan rutin Kota Sukabumi, dalam menyambut Hari Jadinya dimeriahkan dengan lomba foto. antusiasme masyarakat untuk mengikuti sangatlah tinggi. terbukti dari jumlah keikutsertaan peserta yang mencapai 152 peserta, terhitung deadline pada pukul 15.00.
Lomba Foto Instagram GenPi Sukabumi ini bertujuan untuk mengangkat kegiatan Helaran Seni dan Budaya, juga dalam mengembangkan kebiasaan masyarakat yang senang bermedia sosial menjadi suatu pertandingan yang bermanfaat.

Hasil Rakornas Kementrian Pariwisata I

By | Tips | No Comments

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata I Kementerian Pariwisata berakhir, Jumat (23/3) sore.
Rapat di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), menghasilkan sejumlah rumusan. Dan ini akan menjadi landasan dalam menentukan program utama Kemenpar tahun 2018.
Staf Khusus Bidang Komunikasi Kemenpar, Don Kardono, mengatakan destinasi digital dan nomadic tourism merupakan sebuah terobosan.
Sebuah langkah nyata untuk mengembangkan pariwisata Indonesia. Keduanya sangat tepat diaplikasikan untuk menjawab tantangan saat ini.
“Tidak bisa dipungkiri, industri digital telah mengubah dunia dengan generasi milenia-nya. Dari tiada menjadi ada. Mengubah seluruh tatanan. Baik itu pekerjaan, pola hidup, maupun perilaku berwisata. Destinasi digital dan nomadic tourism adalah formula tepat untuk menjawab tantangan tersebut,” ungkap Don Kardono.

Mengenai destinasi digital Don Kardono mengatakan, gaya hidup wisatawan milenia adalah serba digital. Generasi yang disebut generasi zaman now, mencari informasi destinasi, memperbandingkan antar produk melalui digital. Untuk itu, destinasi pun berubah ke arah destinasi digital.
Konsepnya harus yang Instagramable. Dekorasi harus bagus. Agar terlihat kece buat berselfie. Destinasi digital memiliki positioning, differentiation, dan branding.
Positioning-nya, yaitu esteem economy. Differentiation-nya Instagrammable dan digitalable photogenic. Sementara branding-nya, menjadi destinasi zaman now.
“Destinasi digital ala anak-anak GenPI, konsepnya simple. Tetapi, dipikirkan matang. Sangat Instagramable. Kalau di foto, layak posting di medsos, dan banyak likes, comments, banyak repost, share, dan interaksi positif. Saat ini sudah ada 11 pasar digital ala anak GenPI. Tahun ini target Kemenpar membangun 100 destinasi digital baru,” ujar Don Kardono.


Don Kardono menambahkan, destinasi digital bikinan GenPI ini memberikan commercial value dan creative value. Anak-anak GenPI bisa menciptakan bisnis bidang 3A (Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas) di destinasi wisata.
Dijelaskannya, untuk membuat destinasi digital dibutuhkan peran aktif pemerintah daerah. Dalam hal ini, pemerintah daerah wajib menyediakan lahan dan infrastruktur dasar. Yaitu terdiri dari Jalan, Air, Listrik (JALIS), juga utilitas dasar berupa telekomunikasi yaitu koneksi WiFi, serta manajemen sampah, toilet.
“Kami akan mendorong peran aktif daerah untuk segera menyiapkan segala kebutuhan dasar. Sehingga percepatan dapat dilakukan,” paparnya. Langkah selanjutnya ialah membentuk GenPI.
“Karena nantinya destinasi digital ini di gerakkan oleh GenPI. Tanpa GenPI destinasi digital ini tidak akan booming. Karena GenPI lah yang memviralkan distinasi ini di media sosial,” paparnya. Kesimpulannya, Kemenpar segera dibentuk Tim Training On Trainer (TOT) untuk membentuk GenPI-GenPI baru di Provinsi yang belum terbentuk, serta mengaktivasi GenPI yang sudah terbentuk.
“Nantinya secara pararel Kemenpar membentuk Tim TOT Destinasi Digital, dengan target 100 Destinasi Digital di 34 Provinsi di bulan Oktober 2018,” jelasnya.

Percepatan pun dilakukan untuk Nomadic Tourism. Inilah gaya berwisata baru ala milenia.
“Ini merupakan solusi pembangunan amenitas yang dibutuhkan Indonesia. Kalau membangun amenitas berupa hotel atau penginapan. Berapa miliar yang kita butuhkan. Solusinya nomadic amenitas. Medianya bisa berupa caravan, glamcamp, atau homepods,” ujar Don Kardono.
Mengenai aksesibilitas, nomadic tourism menggunakan konsep yang simpel. Artinya para wisatawan bisa lebih cepat bisa sampai ke destinasi. Tawarannya ada di seaplane, helicity, dan live a board.
“Untuk aksesibilitas, dibutuhkan solusi yang sesuai. Aksesibilitas fokus ke kondisi sekarang yang sedang tren. Kebutuhan ini harus dikejar karena pengembara dunia suka akses yang simpel. Ketiga moda itu sangat mengakomodir wisatawan saat ini,” urainya.


Untuk itu Rakornas Pariwisata I Tahun 2018 memberikan rekomendasi percepatan Deregulasi terkait operasional Caravan sebagai Nomadic Tourism Amenities, Sea-Plane dan Live a board sebagai Nomadic Tourism Access, berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan.
Selain itu juga merekomendasikan percepatan Deregulasi terkait perizinan pemanfaatan Taman Nasional sebagai Glamping Ground, berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan.
Kemenpar juga merekomendasi untuk percepatan Deregulasi pajak bea masuk impor yang terkait dengan investasi Nomadic Tourism, berkolaborasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal.
“Semua sudah kita proses. Respon positif juga diberikan oleh lembaga yang membawahinya,” kata Don Kardono. Selain itu Kemenpar juga mendorong Pemerintah Daerah untuk mendata wilayahnya yang berpotensi dibangun Nomadic Tourism Amenities. Sehingga bisa segera berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata.


“Kami harapkan data dimaksud selambat-lambatnya diterima oleh Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata di tanggal 30 April 2018. Kelengkapan data antara lain Lokasi dengan titik GPS dengan menyebutkan atraksi utama (alam) di daerah tersebut,” jelas Don Kardono. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan hasil yang luar biasa dicapai dengan cara yg tidak biasa. Destinasi digital dan nomadic tourism merupakan cara yang tidak biasa. Tetapi menjadi sebuah solusi untuk mencapai hasil yang maksimal.


“Saya perkirakan kedua-duanya akan meledak. Karena ini merupakan sebuah solusi atas permintaan pasar. Secara geografis pun ini sangat mungkin dilakukan,”
Menteri Pariwisata Arief Yahya juga menjelaskan, Destinasi Digital dan Nomadic Tourism memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Treatmenya juga relatif mudah.
Idealnya seluruh stakeholder pariwisata baik itu pemerintah maupun industri segera mengembangkan bisnis ini, sehingga percepatan dapat dilakukan.
“Destinasi Digital dan Nomadic Tourism merupakan sebuah solusi ideal pariwisata Indonesia. Saya menyebutnya 5S, Solusi Sementara, Sebagai Solusi Selamanya,” kata Menpar Arief Yahya.

Sumber :  Tribunnews

Wow ada event seru di sukabumi namanya Upacara Adat Sedekah Bumi

By | Tips | No Comments

Upacara Adat Sedekah Bumi yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Maret 2018 dari Pukul 08.00 WIB s/d selesai 

Kegiatan ini dilaksanakan di Lapang koperasi Moteker Kecamatan Baros Kota Sukabumi.

Kegiatan apa sih itu…? mau tau.? Kegiatan seperti apakah Upacara adat tersebut.?

Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan Upacara Adat SEDEKAH BUMI ini merupakan fragmen dari kegiatan SEREN TAUN yang wajib dilaksanakan setiap tahun di seluruh peloksok teritorial Pajajaran (kabuyutan). 

Baik di Dayeuh Pakuan (Ibu Kota/Pusat Pemerintahan) maupun di seluruh wilayah Raja-raja Daerah (semacam wilayah Kabupaten) dan Kapuunan (semacam wilayah Kecamatan). Upacara Adat Sedekah Bumi merupakan salah satu perwujudan dari HARMONISASI HUBUNGAN antara Manusia dengan Alam dan Manusia.

dengan Manusia serta Manusia dengan Tuhannya yang dimanifestasikan dalam prosesi Ritual Sunda jaman dahulu  

selain sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah nikmat yang telah dikaruniakan oleh Yang Maha Kuasa. 

Upacara Adat Sedekah Bumi yang di digelar, hanya berupa fragmen yang berhasil direvitalisasi

berdasarkan hasil kajian yang bersifat tradisional. 

Kegiatan ini dapat dikatakan gelaran sekarang karena isi dari kegiatan disesuaikan dengan kondisi masyarakat sekarang, 

namun tidak mengurangi filosofi dan tingkat kesakralan kegiatan tersebut.

Dalam Acara ini berbagai kesenian daerah  khas jawa barat pun tampil 

Diantaranya Ngarak Dongndang,  pencak silat,  angklung, tarian khas jawabart dan yang paling di tunggu tunggu ada juga pertunjukan Wayang golek pada malam harinya di mulai dari pukul 19.30 WIB s/d Selesai.

Banyak warga yang antusias untuk menyaksikan event yang digelar selama satu hari ini dari pagi sampai malam.

Banyak juga komunitas termasuk dari generasi pesona indonesia (Genpi) Sukabumi yang ikut berpartisipasi dalam event tersebut

Muda-mudi Sukabumi turut serta dalam penampilan sedekah bumi ini terutama dalam penampilan seni-seni yang akan di tampilkan.

Masyarakat jawa memang terkenal dengan beragam jenis tradisi atau budaya yang ada di dalamnya. salah satunya tradisi  sedekah bumi .