All Posts By

admin

Babaritan Kranggan satu satunya yang ada di Kota Bekasi

By | Budaya | No Comments

KOTA BEKASI – Waktu terus berlalu, berjalan dari generasi ke generasi. Pandemi tidak menjadi alasan untuk melupakan tradisi, walau tak semeriah tahun sebelumnya tradisi tetap terlaksana agar terjaga.

Daerah Kranggan salah satunya, Kampung yang sudah dikenal dengan Kampung Adat ini mempunyai tradisi yang dijaga secara turun-temurun. Terbukti dengan diadakannya acara Babarit Kranggan pada tanggal 13 Agustus 2021 lalu. Adat istiadat babarit di Kranggan banyak bulannya diantaranya, bulan sura, bulan mulud, dan bulan hapit. Acara inipun diadakan tiap tahun dan tiap windu.

Babarit Kranggan dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi para tokoh masyarakat dan masyarakat kampung Kranggan. Di Kranggan mempunyai adat budaya yang luar biasa, dengan mempertahankan adat istiadat agar tetap terjaga.

“Di Kota Bekasi, yang masih tertata yang masih rapih dan yang masih berjalan adat budaya nya adalah Kranggan. Sehingga pemerintah daerah menetapkan Kranggan sebagai kampung adat”- Ucap Bapak Anim Imamuddin, SE,MM selaku Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi

Tahun ini disebut tahun alip, yang bertepatan dengan tahun baru Islam 1445H. Yang mana biasanya Babarit menggunakan kerbau hitam, namun di tahun alip menggunakan kerbau bule. “Tujuan daripada mengadakan babarit ini agar kita selamat dunia akhirat, apalagi dengan keadaan covid-19 ini mudah-mudahan dengan diadakan nya selametan seperti ini covid-19 akan berakhir di negara tercinta ini” Jelas pak Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi.

Dalam tradisi babarit disediakan juga Ketupat Segantang, guna persembahan untuk tanaman dan binatang yang pernah dimakan. Kerbau bule untuk persembahan kepada ibu bumi, para leluhur,maha kuasa, sebagai bentuk dari rasa syukur dan harapan agar tidak terjadi bencana alam

Bararit Kranggan bertujuan sebagai penghormatan kepada leluhur untuk mengungkapkan rasa syukur kepada sang pencipta, karena masyarakat telah diberikan kesehatan, diberikan sandang, pangan, papan, tidak ada bencana, tidak ada bala. Acara ini rutin diadakan di Kranggan. Masyarakat menuangkan rasa syukurnya terhadap alam, leluhur, dan Sang Pencipta.

 

Harapan diadakannya Babart ini adalah tetap terjaga nya adat istiadat yang sudah rutin dilaksanakan seperti pepatah ‘Nutur galur mapay tapak’ yang berarti mengikuti jejak orang tua terlebih dahulu. Juga seperti semboyan yang sering kita dengarpun Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah, yang biasa disingkat ‘Jasmerah’ .

“Harapannya yang pertama agar acara adat istiadat ini tetep dijaga dan dilestarikan, juga menjadi peninggalan sejarah pada generasi muda bahwa sejarah ini sangat penting” Pungkas Bapak Anim Imamuddin, SE,MM selaku Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi.

(Windy Mahesa)

Nemuin Komunitas, Sandiaga Uno: “Gercep, Geber, Gaspol Bersama Genpi”

By | Berita | No Comments

Nemuin Komunitas, Sandiaga Uno: “Gercep, Geber, Gaspol Bersama Genpi”

Komunitas Generasi Pesona Indonesia (GenPI) berinteraksi secara langsung dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, pada Jumat (04/06/2021) malam, dalam acara ‘Nemuin Komunitas’.

Gelaran Netas ketiga ini diselenggarakan di Kejawa Resto yang berada di Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain untuk bertap muka dengan komunitas, program Netas sekaligus menjadi sarana promosi kesehatan. Panitia sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan satgas covid setempat. Seluruh yang terlibat dan bisa masuk area harus melalui tes rapid antigen dengan hasil negatif.

Turut hadir dalam acara ini antara lain, Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Indah Juanita, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DIY Yogyakarta Singgih Raharjo Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo Joko Mursito.

Juga hadir; Pembina, Ketua Harian , dan Sekretaris GenPI Nasional, dan 40an anggota GenPI Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Ketua Umum GenPI Nasional Siti Chotijah menyambut dengan gembira acara yang diinisiasi oleh Biro Komunikasi Kemenparekraf ini.

“Genpi yang lahir kembali dengan semangat baru tentu akan lebih bergaung. Merah Putih selalu akan menjadi visi dan misi kami. Khususnya dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.” Ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh pegurus dan anggota di 34 provinsi dan 210 kabupaten/kota untuk merapatkan barisan.

” Kita gercep, geber, dan gaspol, membantu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” Pungkasnya.

Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Vinsensius Jemadu menambahkan, sektor pariwisata adalah sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu pemerintah tidak bisa sendirian.

“Malam ini, di Yogyakarta, kita bisa merasakan dan bisa buktikan bagaimana bentuk kolaborasi antara pemerintah dan GenPI.” Kata Vinsensius.

“Kami bersama anak-anak muda yang berada di garda paling depan. Memberitakan dan menebar harapan, optimisme, serta kabar baik kepada masyarakat di tengah pandemi seperti ini. Semoga pandemi segera berakhir dan Genpi kembali meluas ke semua kabupateb/kota di seluruh Indonesia.” Ungkapnya.

Dalam kesempatan ini Ketua GenPI Maluku Utara dan Ketua GenPI Lampung berkesempatan bercerita singkat apa yang sudah mereka lakukan di daerah.

Opan Jacky mengungkapkan bagaimana komunitas di Maluku Utara berkolaborasi untuk menangkat berbagai potensi wisata alam.

Sedangkan Abdul Rohman Wahid menceritakan bagaimana Genpi Lampung melakukan pemberdayaan. Serta membangun pasar-pasar kreatif di beberapa kabupaten/kota yang ada di Provinsi Lampung.

Memeriahkan acara, dibagikan beberapa merchandise kepada peserta yang hadir dan pemenang quiz pantun yang paling menarik.

Bahkan Menteri Sandiaga Uno beberapa kali mengeluarkan beberapa pantun yang membangkitkan semangat Komunitas GenPI.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sangat mengapresiasi GenPi yang mayoritas anggotanya adalah anak-anak muda .

“GenPi ada di mana-mana dan selalu bersemangat. Hari ini setelah 1,5 tahun kita hadapi pandemi dan dalam keadaan prihatin, kita canangkan kembali agar genpi siap berjuang.

“Hari ini saya ingin mereaktivasi teman-teman Genpi sebagai suatu gerakan. Hashtag #DiIndonesiaAja bukan hanya sebuah kampanye dari program parwisata dan ekonomi kreatif. #DiIndonesiaAja akan menjadi gerakan besar yang akan dimotori oleh teman-teman Genpi.” Kata Sandiaga Uno.

“Saya bersama kawan-kawan Genpi akan berada di garda terdepan mewujudkan 3G. Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama), dan Gaspol (Garap semua Potensi). Membangkitkan sektor parekraf di masa adaptasi kebiasaan baru.” Sandiaga Uno memastikan.

Ia pun menaruh harapan besar kepada Genpi, bersama Kemenparekraf, gerakan nasional #DiIndonesiaAja ini bisa promosikan ‘Bangga Berwisata di Indonesia’ dengan selalu terapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

“Senang melihat semangat yang begitu luar biasa. Secara tegas mereka menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan Pemerintah untuk mempercepat kebangkitan sektor pariwisata, berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan masyarakat demi mewujudkan ekonomi yang berkeadilan.” Sandiaga Uno berujar dalam unggahannya di instagram, Jumat (04/06/2021) malam sesuai acara.

“Jika biasanya saya selalu menyampaikan strategi 3G. Malam ini menjadi 4G: Gercep, Geber, Gaspol bersama Genpi,” Ucapnya.

Selamat dan Sukses atas terpilihnya Bapak @sandiuno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia 2020 – 2024⁣

By | Berita | No Comments

Selasa sore (22/12), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan resuflle beberapa menteri dan mengumumkan nama-nama menteri barunya. Bapak Sandiaga Uno secara resmi diangkat Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang baru menggantikan posisi Bapak @wishnutama yang bertugas sejak 23 Oktober 2019.⁣

Perombakan atau reshuffle kabinet Indonesia Maju itu langsung disampaikan Presiden Joko Widodo yang didampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Istana Presiden, Jakarta.⁣

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. (lahir di Pekanbaru, Riau, 28 Juni 1969; umur 51 tahun) adalah seorang pengusaha dan politisi Indonesia. Ia memenangkan pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017 bersama dengan Anies Baswedan, dan memulai masa jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada bulan Oktober 2017 lalu.⁣

Selamat dan Sukses atas terpilihnya “Papa Online” @sandiuno karena terpilih sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia 2020 – 2024. Kami Keluarga besar Generasi Pesona Indonesia siap mendukung penuh dan menantikan kemungkinan kolaborasi besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang akan terjadi kedepannya.⁣

Salam Genpi, Gasss !!!!!⁣


#Genpi #IndonesiaMaju #DiIndonesiaAja #wonderfulindonesia #bangkitbersama #komunitasinaja #Sandiagauno #papaonline

Kampung Bunga Matahari di Ciranjang – Cianjur yang mempesona

By | Destinasi | No Comments

Cianjur – Sebuah kampung di Cianjur viral dimedsos setelah warga  sekitar menanam ratusan bunga matahari yang tumbuh di sepanjang jalan 300 meter, selain itu di area pemukiman warga juga ditanami bunga matahari, Kampung Bunga Matahari ini berlokasi di Kampung Bungbulang RT 02/RW 01, Desa Nanggalamekar, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.

“Awalnya salah satu warga masyarakat setempat mendapat beasiswa di China untuk melanjutkan Kuliah, disana pernah melihat tanaman bunga matahari yang tumbuh subur  dengan berbagai warna,warga  tersebut berinisiatif membuat hal serupa di kampungnya”ujar Hilman Kepala Desa Nanggalamekar

Bunga matahari ini sudah ditaman semenjak 3 bulan yang lalu, selain bunga yang warna nya kuning ada juga bunga matahari yang warnanya berbeda, hanya saja saat genpicianjur berkunjung bunga tersebut belum mekar

Bukan hanya warga Cianjur yang berkunjung ke Kampung Bunga Matahari, melainkan juga warga dari luar Cianjur sengaja datang untuk menikmati jalan setapak yang ditumbuhi bunga matahari mekar dengan subur di kanan dan kiri jalan tersebut.

Untuk bisa menikmati keindahan bunga matahari ini warga tidak harus merogoh kocek besar, biasanya akan ada warga atau Karang Taruna  yang membawa box kemudian berkeliling mendatangi pengunjung dan dengan ramahnya menyapa serta meminta sumbangan dengan membayar seikhlasnya, “uang tersebut akan digunakan warga untuk membeli bibit dan pupuk” ujar Hilman

Peran GenPI Cianjur sebagai komunitas pariwisata sangat gembira melihat ada potensi wisata baru yang bisa warga nikmati keindahannya di Cianjur, kami juga memnghimbau agar pengunjung terap mematuhi protokol kesehatan 3M ( Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jatak),  kedepannya GenPI Cianjur akan coba bekerjasama dengan Kampung Bunga Matahari dalam mengembangan daya tarik wisata yang ada di Kampung Bungbunlang Desa Nanggalamekar

Selain kampung bunga matahari, kedepannya akan ada Labirin yang terbuat dari ratusan bunga matahari serta kampung mural dengan pesan yang positif disetiap gambarnya

Saat tim GenPI Cianjur mengunjungi Kampung Bunga Matahari, 17/12/20 Kepala desa nanggalamekar juga tidak luput menjadi sorotan karena selalu menghimbau pengunjung yang datang untuk tetap memakai masker, apabila ada warga atau pengunjung yang tidak memakai masker, Hilman langsung membagikan masker secara gratis. (DS)

Guyub dan Sinergi Komunitas Menjadi Tema Rakornas Genpi 2020

By | Tips | No Comments

Guyub dan Sinergi Komunitas Menjadi Tema Rakornas Genpi 2020

Yogyakarta. 3 Desember 2020. Generasi Pesona Indonesia ( Genpi) siap menggelar acara rapat koordinasi nasional yang akan diselenggarakan di Yogyakarta 4 sd 6 desember 2020. Tahun ini “Guyub dan Sinergi Komunitas” dipilih menjadi tema sebagai semangat kebersamaan dan kunci dalam membangun komunitas untuk mendukung Indonesia Maju.

Rakornas Genpi 2020 akan terbagi menjadi 3 agenda utama diantaranya adalah seminar nasional, rapat pengurus nasional beserta pengurus provinsi kota kabupaten dan rapat terbuka sosialisasi program Genpi pada tahun 2021.

Even ini akan dilaksanakan secara hybrid dari Hotel Alana Jogja. Peserta offline dibatasi dan wajib melaksanakan prosedur protokol kesehatan dan disupervisi dari satgas covid. Peserta online akan bergabung dari seluruh Indonesia dan disiarkan langsung melalui media official Genpi. Demikian Ghera Nugraha selaku ketua pelaksana kegiatan rakornas menuturkan saat dihubungi.

Seminar nasional kali ini menghadirkan narasumber yang sangat istimewa, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio akan menjadi keynote speaker dan akan ada 2 sesi diskusi yang akan menghadirkan Kabiro Komunikasi Kemenparekraf Agustina Rahayu, Kadispar Provinsi D.I Yogyakarta Singgih Raharjo serta Kadisparpora Provinsi Jateng Sinung Rachmadi. Pada sesi ke 2 diskusi juga akan hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang akan menyapa peserta seminar dan perwakilan Genpi dari seluruh Indonesia.

Ketua Umum Genpinas Siti Chotijah atau yang akrab disapa Mbak Jhe menyampaikan terimakasih kepada Kemenparekraf RI, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Badan Otorita Borobudur yang telah mendukung terselenggaranya even kali ini. Tak lupa juga kami sampaikan terimakasih kepada sponsor berbagai quiz online Element bike dan juga Aneecha Sailing Bali.

Harapan utama pada Rakornas 2020 ini adalah Genpi dapat guyub bersama dengan berbagai komunitas dan juga stakeholder untuk berperan aktif dalam mendukung kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya pasca pandemi covid 19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

Guyub dan sinergi menjadi kunci kebangkitan dan kekuatan. Komunitas memiliki peran dan fungsi dalam menselaraskan banyak hal seperti sosialisasi dan mendukung berbagai program pemulihan ekonomi nasional baik yang dijalankan oleh pemerintah maupun sektor industri.

Rakornas kali ini selain menjadi forum komunikasi dari internal genpi di 34 provinsi dan 210 kota kabupaten juga menjadi forum guyub dengan lebih dari 40 komunitas dan media partner dari seluruh Indonesia. Sesi diskusi informal juga akan diselenggarakan pada sesi ngopi guyub yang akan menyapa member pada jumat malam demikian Mbak Jhe menuturkan.

Berbagi semangat pada masa pandemi, Heru Mataya berharap bahwa rakornas kali ini akan menghasilkan rumusan serta rekomendasi yang dapat disampaikan kepada berbagai pihak khususnya dalam pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif. Kreatifitas mesti bertumbuh ujarnya saat dihubungi disela sela persiapan Festival Payung Indonesia yanh juga akan berlangsung pada 4 sd 6 Desember ini di Candi Prambanan.

Info selengkapnya terkait dengan update dan berbagai kegiatan rakornas Genpi 2020 dapat diikuti dihalaman instagram @genpiindonesia. 

Intip Keunikan Imah Gede, Dapur Terbesar di Kasepuhan Ciptagelar

By | Berita | No Comments

Intip Keunikan Imah Gede, Dapur Terbesar di Kasepuhan Ciptagelar

Sukabumi – Imah gede adalah sebuah dapur besar yang ada di kampung Kasepuhan Ciptagelar. Dapur ini merupakan tempat berkumpulnya warga saat mempersiapkan makanan untuk acara ritual adat padi. Beruntungnya, kelompok mahasiswa IPB jurusan Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) yang sedang meneliti kearifan lokal kampung Kasepuhan Ciptagelar bisa merasakan dan menikmati keunikan Imah Gede ini. Pada saat melaksanakan kunjungan, Kasepuhan Ciptagelar sedang mengadakan acara ritual padi, dari situlah kelompok mahasiswa IPB yang tergabung sebagai panitia The 6th Connection IPB University dapat mengetahui beberapa hal menarik yang menjadi ciri khas imah gede antara lain, pada saat mempersiapkan ritual padi, dapur ini dikenal sebagai dapur yang tidak pernah padam tungku masaknya selama 24 jam. Sebab selalu ada tamu yang mengunjungi imah gede, baik itu dari kasepuhan di tempat lain maupun dari pengunjung yang sengaja berkunjung untuk melihat ritual adat padi. Biasanya di dapur ini terdapat pembagian shift yang dibagi kedalam dua shift. Shift pertama dari terbit matahari hingga terbenamnya matahari diisi oleh ibu- ibu, sedangkan shift ke – dua dari terbenamnya matahari hingga terbit matahari diisi oleh bapa-bapa.

Tak hanya keunikan tungku masak yang tidak pernah padam, ternyata ada keunikan lain yang dilakukan di dapur ini loh, yaitu berupa pembagian kerja untuk mengolah makanan. Nah pembagian kerja yang terdapat di dapur ini ternyata diwarisi secara turun temurun. Ketika ada pembagian kerja untuk memasak, ketua adat tidak perlu repot-repot untuk membagi tugas, sebab masyarakat telah mengetahui tugasnya masing masing. Misalnya ketika nenek moyang mereka biasa memasak nasi maka keturunannya akan melanjutkan tugas tersebut, begitupun pada jenis masakan lainnya sehingga ini menjadi keunikan sendiri masyarakat Kasepuhan Ciptagelar pada saat mempersiapkan ritual adat padi. Ketika sedang diadakan ritual padi masyarakat kasepuhan memasak dengan jumlah yang sangat besar, dana untuk bahan makanan yang disediakan pun terbilang fantastis, yaitu sekitar angka 100 jutaan. Wah ternyata acara ritual padi saja menghabiskan dana sebesar itu ya, pasti kalian bertanya – tanya, dana yang didapatkan dari mana? Nah dana yang didapatkan itu berasal dari iuran warga yang dilakukan setiap minggu sebesar Rp5000 untuk acara ini,.Makanya tidak heran jika acara ini mengundang keunikan tersendiri bagi para pengunjung.

Nah biasanya jenis masakan yang dimasak sangat beragam biasanya masakan yang dimasak itu lebih dari 30 macam olahan masakan. Seperti yang dikatakan salah satu masyarakat di sana bahwa banyak olahan masakan yang dibuat pada saat mempersiapkan acara ritual padi. Ibu – ibu akan membuat makanan dan kue yang bervariasi baik itu berupa lauk pauk, makan pembuka, hingga makanan penutup. Makanan yang dibuat tidak hanya makanan pokok, melainkan ada makanan ritual yang dibuat yaitu berupa tumpeng nasi yang di dalamnya terdapat harta karun atau berbagai masakan yang bahan utamanya terbuat dari daging rusa.

Wahh ternyata banyak sekali keunikan yang di dapatkan dari satu kearifan lokal yang ada di Kampung Kasepuhan Ciptagelar ini, itulah beberapa kearifan lokal yang ada di Kampung  Adat Kasepuhan Ciptagelar .

Mahasiswa HIMASIERA IPB mengadakan lomba fotografi dan vlog Global Synergy of Local Wisdom in New Normal Era

By | Berita | No Comments

Mahasiswa HIMASIERA IPB mengadakan lomba fotografi dan vlog Global Synergy of Local Wisdom in New Normal Era

The 6th Connection merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Peminat Ilmu-Ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (HIMASIERA) IPB. The 6th Connection mempresentasikan Himasiera dan Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat lebih dalam melalui rangkaian acara yang mengombinasikan elemen komunikasi dan pengembangan masyarakat. Pada tahun ini, The 6th Connection mengadakan perlombaan fotografi dan vlog dengan tema Global Synergy of Local Wisdom in New Normal Era. Menyesuaikan keadaan dunia yang berada di tengah-tengah pandemi Covid-19, The 6th Connection mengusung rangkaian acara yang merepresentasikan suatu tatanan atau perilaku hidup baru guna mengantisipasi penyebaran virus yang kemudian dikaitkan dengan budaya masyarakat atau kearifan lokal, yang mana hal tersebut dianggap sebagai strategi kehidupan baru yang berbentuk perilaku masyarakat dalam mengatasi permasalahannya.

The 6th Connection terdiri atas rangkaian acara yang dikemas secara komunikatif sebagai ajang untuk memicu sinergitas antara stakeholder dalam implikasi pemberdayaan masyarakat di era baru selama pandemi Covid-19. Terdapat 3 rangkaian besar dalam pagelaran The 6th Connection 2020 yaitu :

  1. Reswara Competition merupakan kegiatan perlombaan Fotografi dan Video Blog (VLOG) dengan tema sinergitas atau keterkaitan antara budaya masyarakat setempat dengan penerapan “New Normal Era” selama pandemi Covid-19. Untuk perlombaan Video Blog (VLOG) sendiri mengangkat sub tema lingkungan, sosial, ekonomi, dan kesehatan lingkungan sekitar selama New Normal Era yang dikaitkan dengan kebudayaan setempat. The 6th Connection menawarkan total hadiah sebesar 10 juta rupiah bagi 4 pemenang dalam setiap kategori perlombaan.
  2. 3D Virtual Exhibition merupakan kegiatan pameran yang akan menampilkan hasil karya dari seluruh pastisipan. Pameran ini akan ditampilkan secara 3D dan virtual melalui website resmi The 6th Teknologi 3D akan membawa kita seperti berjalan di ruangan yang di dalamnya berisi karya para peserta, hasil eksplorasi, dan pengetahuan kebudayaan selama acara berlangsung.
  3. LIVE Streaming berupa kegiatan turun lapang di desa adat yaitu Desa Adat Ciptagelar, Jawa Barat, yang akan dilakukan oleh 8 panitia. Dalam kegiatan ini, kita akan belajar dan mengenal kearifan lokal di desa tersebut langsung bersama masyarakat adat dan ditampilkan secara LIVE melalui Youtube yang akan tersambung dengan website dan Instagram kami pada 10 Oktober 2020 mendatang pukul 13.00 WIB.

Untuk mengetahui seputar lomba dan rangkaian lainnya, follow instagram kami di @connection_ipb atau website connection.skpm.ipb.ac.id

Jawa Barat Targetkan Juara Umum Diajang API 2020

By | Berita | No Comments

Jawa Barat Targetkan Juara Umum Diajang API 2020

KARAWANG, Kamis (16/7/2020)
Kini giliran Puncak sempur menjadi jagoan Karawang dalam Anugerah Pesona Indonesia 2020 (API 2020), setelah tahun sebelumnya wisata kampung boneka di Cikampek masuk Nominasi API dikategori Destinasi Wisata Belanja Terpopuler.

Anugerah Pesona Indonesia ini merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, seperti diterangkan Dadan Hendrayana Kepala Bidang Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kabid Promosi Pariwisata Disparbud) Kabupaten Karawang bahwa Puncak Sempur tahun ini merupakan satu-satunya destinasi wisata yang masuk nominasi API 2020 dikategori Destinasi Wisata Dataran Tinggi Terpopuler.

“Alhamdulillah tahun ini ada puncak sempur yang masuk nominasi API 2020, setalah sebelumnya Kampung Boneka, kami sempat mengajukan beberapa destinasi ke kementrian, tapi yang muncul dan masuk nominasi adalah puncak sempur dikategori Destinasi Wisata Dataran Tinggi Terpopuler,” ujar Kabid Promosi Wisata Disparbud

Dadan juga menjelaskan saat ini Jawa Barat termasuk yang paling banyak masuk nominasi API, “Jawa Barat sendiri sekarang banyak yang masuk nominasi dari beberapa Kategori, bahkan Disparbud Provinsi Jabar saat ini menargetkan juara umum,” tambahnya.

“Anime masyarakat dibandingkan tahun lalu sekarang lebih ramai seperti saya pernah lihat dibeberapa akun influencer yang memposting nominasi API tersebut, padahal kami belum posting karena akan mulai voting nanti di tanggal 1 agustus, rencana beberapa hari sebelum voting baru kami posting,” pungkas Dadan.

Dadan Hendrayana Kabid Promosi Pariwisata juga berharap saat ini Puncak sempur dapat menjadi juara satu dalam Kategori destinasi wisata Dataran Tinggi Terpopuler.

“Tentunya ini karena dukungan dari komponen masyarakat, semoga kedepan banyak destinasi Wisata dikarawang masuk nominasi,” tutupnya.

Gelaran Ngaruat Masih Lestari di Karawang

By | Budaya | No Comments

KARAWANG, Senin (31/8/2020)
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lodaya akan menggelar acara Ngaruat Getih Karawang, acara yang rutin digelar setiap tahun tersebut akan dilaksanakan 19 September mendatang dan berlangsung di Goa Dayeuh Desa Tamansari Kecamatan Pangkalan, hal itu dikatakan Nace Permana, SE, M.I.Kom ketika disowani Koran Gratis dikantornya pada Senin siang 31/8/2020.

Dijelaskan Nace Permana atau yang akrab disapa Kang Nace, kegiatan ngaruat kali ini digelar di Goa Dayeuh Kecamatan Pangkalan Karawang atas permintaan masyarakat setempat, “tema kegiatan kali ini adalah ‘hirup hurip bagja lodaya tandang mirosea warisan karuhun’ yang kurang lebih artinya hidup sejahtera dan memelihara warisan leluhur,” jelas Kang Nace.

Kang Nace juga menjelaskan saat ini acaranya digelar secara mandiri, “kami dari tahun ketahun rutin menggelar ngaruat ini, kebetulan di bulan September juga termasuk dalam rangkaian acara hari jadi Karawang, kami saat ini masih mandiri menggelar acara ini, tapi kedepan kami juga terbuka jika pemerintah ingin bersama-sama untuk menggelar acara ini, tujuan intinya kan sama kita tetap ngamumule budaya Karawang,” ujarnya.

Secara terpisah, Iman Rohendi Purwa Atmaja Dalang Senior Karawang juga menjelaskan makna dari ngaruat “Ngaruat sebagai bentuk tradisi yang mengarah ke spiritual, ngaruat secara etimologis berarti menguatkan atau bersyukur atas karunia yang diberikan Tuhan. Awal berkembang kebiasaan ngaruat ini dari ritual hindu, seiring berjalannya penyebarannya islam di Nusantara oleh Wali Songo, kegiatan ngaruat masih dilestarikan sebagai bagian dari kebudayaan namun dirubah sedikit ditambahkan dengan tahlilan atau tasyakuran secara islam,” kata Dalang Iman.

Masih membahas ngaruat, Waya Karmila Kepala Seksi Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang juga menjelaskan bahwa Ngaruat sebagai bentuk tradisi atau budaya yang harus dilestarikan, “kegiatan ngaruat ini tentunya hal yang positif dan sebagai upaya untuk memperkenalkan budaya ngaruat ini kepada generasi muda, seperti pagelaran wayang golek, ngarak dongdang dan hal lainnya, ngaruat juga merupakan budaya lokal yang harus dilestarikan dan kami sangat mengapresiasi pihak yang masih melestarikan kegiatan ngaruat ini,” tandas Waya Karmila.
(Irvan Maulana)