All Posts By

admin

PesonaRarajahWayang

By | Event | No Comments

PesonaRarajahWayang

Sejak ditetapkan dalam daftar Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 7 November 2003, Wayang resmi menjadi warisan budaya yang diakui dunia.  Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang.  Penetapan Hari Wayang merupakan bagian dari upaya transformasi nilai-nilai luhur kehidupan yang tersirat dalam seni pewayangan.  Oleh karena itu, Hari Wayang tidak boleh dimaknai secara seremonial di panggung megah saja.  Tetapi bisa juga dinikmati oleh kalangan masyarakat umum.

Dede Ridwan selaku Ketua Komunitas Natar Budaya Wayang Ajen Subang, melihat bahwa Wayang yang telah ditetapkan oleh UNESCO itu sebagai aset budaya Indonesia.  “Ruhnya harus terus hidup mengakar di masyarakat. Maka pada tanggal 9 November 2019 kami bermaksud menggelar peringatan Hari Wayang Dunia yang bertajuk “Ngarajah Wayang” di Saung Sawah Wayang Ajen Sukamelang Subang Jawa Barat mulai pukul 12.10 – 22.30 WIB,” papar Dede Ridwan, Kamis (7/11).  Kegiatannya akan diisi oleh berbagai aktivitas yang menghubungkan masyarakat dengan Wayang.

Seperti Workshop Wayang untuk pelajar Sekolah Dasar, Gemar Wayang. “Kegiatannya berupa aktivitas generasi muda berdialog dan memainkan wayang golek ditemani Dalang Cilik Aming Ajen dari Pandeglang dan Dalang Bubun Subandara Ajen dari Karawang,” ujar Dede didampingi Deden Ndog selaku wakil ketua. Nanu Munajar selaku praktisi seni pertunjukan rakyat Jawa Barat sekaligus Dosen pengajar seni di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menuturkan, acara digelar dengan nuansa alami dengan konsep pemaduan seni di alam terbuka karena kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Makanya disajikan juga seni musik religi, pusi Sufi dan Tausiah. Dilanjutkan bertukar tangkap gagasan mengenai Wayang dalam bentuk diskusi terbuka, atau Ngadu Bako. Selain itu akan disajikan pula Show Case Wayang Laptop oleh ananda Widodo Jayakusumah dari SMK Kesenian Subang.  Lalu ditutup oleh pagelaran Wayang Kreasi berupa Wayang Catur oleh Mang Ayi Maestro Pantun Subang.  Hadir pula Komunitas Natar Budaya Wayang Ajen (NBWGA) Priangan Timur dibawah asuhan Ki Dalang Atep Ajen. Mereka akan menampilkan helaran kostum karakter dan wayang.

Helaran wayang lahir dari proses kreatif budaya dengan bertema dasar motif wayang dan kujang, sebagai maha karya budaya peninggalan sejarah Tatar Pasundan, yang dikolaborasikan dengan tema pewayangan, khususnya wayang ajen. Jadi, semua motif ornamen fashionnya berbentuk dasar kujang pasundan dan wayang, ujar Atep.  “NBWGA”, Priangan Timur adalah sebuah komunitas dan wadah kreatif yang diprakarsai oleh orang-orang yang peduli terhadap seni tradisi dan ruang kreatif di Priangan Timur, dengan tujuan untuk menggairahkan semangat dan animo masyarakat dalam rangka  mencintai, melestarikan, serta mengembangkan seni budaya, khususnya Wayang Ajen.  Helaran menampilkan kostum karakter Kujang Wayang Satria, Kujang Batik wayang, Kujang Gatotkaca, Taméng & Tombak wayang, dan kostum Gunungan Wayang Ajen.  Ngarajah wayang akan dilaksanakan di Saung Sawah Wayang Ajen Sukamelang Subang, Jawa Barat. Nuansa religi akan dibalut dalam sajian pertunjukan Rajah ngaruat Murwakala oleh Bah Nanu Munajar dan Enjang.

Berbarengan juga dengan peresmian Komunitas Natar Budaya Wayang Ajen Subang oleh Ki Dalang Wawan Ajen yang merupakan CEO Wayang Ajen Production.  Menurut ketua pelaksana kegiatan Asep Kusmana, acara ini digagas Ki Dalang Wawan Ajen.  “Kami mengembangkan ide-ide kreatifnya dengan mengajak komunitas dan masyarakat untuk merespon momentum hari wayang dunia ini.  Besar harapan kami dari Komunitas Natar Budaya Wayang Ajen Subang kegiatan ini tidak hanya mampu mempertahankan Wayang sebagai kekayaan budaya Indonesia semata melainkan lebih jauh bisa memberikan dampak ekonomi secara signifikan pada masyarakat sekitar,” paparnya.  Asep Kusmana menambahkan, harapannya Sukamelang Subang bisa menjadi salah satu Destinasi unggulan Jawa Barat. Khususnya dalam hal inkubasi dan pengembangan Wayang inovatif.

Sekaligus atraktif menarik wisatawan domestik dan luar negeri.  Deputi Bidang Pengembangan  Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Dadang Rizki Ratman lalu menerangkan, potensi Sukamelang memiliki banyak potensi yang bisa diangkat saat Peringatan Hari Wayang Dunia. “Subang memang destinasi yang menarik. Ada banyak atraksi yang bisa dinikmati di sana. Fasilitas penunjangnya juga lengkap dan bagus. Kawasan ini semakin terkenal dengan Peringatan Hari Wayang Dunia. Apalagi, wayang terus mendapatkan pengakuan dan tempat di dunia,” terang Dadang.  Asisten Deputi Destinasi Regional II Kemenparekraf Wawan Gunawan menjelaskan, potensi besar dari wayang akan terus digali, ekplorasi ide-ide dalam wayang akan disualisasikan dalam bentuk aksi di masyarakat.

PesonaRarajahWayang

Saung Wayang Ajen Sukamelang Subang Jawa Barat kedepannya akan dijadikan destinasi wisata wayang dunia ini.  “Peringatan Hari Wayang Dunia 2019 akan memberi impact positif bagi Sukamelang dan Subang.  Ada value promosi dengan ujung potensi besar secara ekonomi yang bisa dinikmati masyarakatnya.  Terlepas dari itu, event ini bagus bagi pemahaman publik. Potensinya terus digali sehingga memberi manfaat termasuk konservasi,” jelas Wawan.  Ratusan wayang dibawa oleh 108 orang saat acara peringatan hari wayang sedunia. Wayang-wayang itu dikirab dari Museum Wayang, Pondok Tingal, menuju Pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Peserta kirab kemudian melakukan doa bersama di  Pelataran Candi Borobudur.  Acara yang dikemas dalam laku (berjalan) sambil membawa wayang kulit dan wayang kardus. Peserta kirab ini ada yang anak-anak, remaja dan orang tua

Dalam laku wayang ini, para peserta terlihat sangat antusias sekali saat berarak-arakan dari Pondok Tingal hingga pelataran candi.  Sesampainya di Pelataran Candi Borobudur, mereka kemudian berdoa bersama. “Ini adalah hari dan bulan bakti wayang. Kami mengadakan sebuah festival yang bertajuk World Wayang Way yang artinya bahwa festival ini, menurut saya akan berjalan lama sekali karena wayang sebagai jalan hidup,” kata Eko Sunyoto, salah satu panitia World Wayang Way saat ditemui di Pelataran Candi Borobudur, Kamis (7/11/2019).  Menurutny kegiatan tersebut dilakukan dengan meditasi wayang yakni berjalan dengan hening dari Poondok Tingal hingga candi.  “Kami melakukan sebuah meditasi wayang, kami dari Museum Wayang Pondok Tingal menuju ke Pelataran Candi Borobudur.

Kami bermeditasi dengan perjalanan hening, henung dan heneng. Inilah sebenarnya, bagaimana cara kita memasyarakatkan wayang. Jadi, sekarang anak-anak milenial itu adalah experience, jadi pengalaman, bagaimana mereka memegang wayang, bagaimana mereka merasakan menjadi dalang,” ujar Eko. “Jadi merekapun siap menjadi dalang bagi diri pribadi mereka. Jadi, ini namanya meditasi, meditation work, mereka berjalan menggunakan wayang dan mereka juga menjadi dalang untuk mereka sendiri,” katanya.  Saat disinggung laku wayang tersebut menuju Candi Borobudur, kata Eko, Candi Borobudur merupakan salah satu ibunya wayang.  Hal ini karena sebenarnya wayang tersebut telah digambarkan di Candi Borobudur dalam kehidupan sehari-hari. “Kami melakukan di Borobudur, salah satunya karena ini merupakan ibunya wayang.  Karena sebenarnya wayang telah digambarkan disini dalam bentuk kehidupan sehari-hari sebagai suatu keutamaan leluhur yang dipatahkan pada reliefnya.

Sebenarnya itu sama juga ketika melihat wayang beber. Sama beberannya, cuma beber di kertas atau di kain, kalau ini dibeberkannya di relief,” tutur Eko.  Salah satu peserta, Ica Puja Lera Lestari (9), mengaku, senang ikut dalam kirab wayang. Sebelumnya juga pernah ikut dan ini kali keduanya mengikuti kirab wayang.  “Saya senang aja bisa ikut kirab. Saya sering lihat wayang dan tokoh yang disenangi nakula sadewa,” ujarnya.

Disparpora Kab. Cianjur gelar Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019

By | Berita | No Comments

Disparpora Kab. Cianjur gelar Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019

Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Cianjur menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Para Pelaku Pariwisata melalui Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019 diselenggarakan pada Tanggal 3-5 Oktober 2019 di Bumi Ciherang, Pacet Cianjur.

Peserta yang diikuti Oleh 35 Orang dari berbagai kelembagaan dan komunitas, antara lain : Himpunan Pramuwisata Indonesia, Asita, PHRI, Bumdes, BPBD, Kompepar, GenPI Cianjur, dan Influencer Media Sosial.

Kegiatan hari pertama difokuskan untuk registrasi dan pembagian KIT untuk Peserta Kegiatan tersebut.
Kegiatan dilanjutkan hari kedua, Acara Pembukaan secara resmi dilaksanakan dan dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pemasaran.
Dilanjutkan dengan materi pertama untuk menyampaikan tentang Eco tourism Explanation oleh Kang Chacha Suta Aryana dari HPI Jabar.
Beliau menyampaikan dengan santai menyinggung sejarah ekowisata dan bagaimana sejatinya manusia untuk menyejahterakan perekonomian melalui ekowisata.

Disparpora Kab. Cianjur gelar Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019

Dilanjutkan materi kedua untuk menyampaikan Pramuwisata masih dengan Kang Chacha Suta Aryana, beliau menyampaikan Golongan Pramuwisata dan tugas serta peranan sebagai pramuwisata. Beliaupun menyampaikan sebagai seorang pramuwisata wajib untuk memahami potensi ekowisata yang dikembangkan di Indonesia dan memaparkan Tren Ekowisata.

Dilanjut materi ketiga tentang Pengetahuan Ekowisata yang disampaikan oleh Pak Sumaryadi.
Beliau memaparkan karakteristik ekowisata, Prinsip-prinsip mengembangkan ekowisata, Pengembanga Produk Ekowisata dan memberikan sebuah tips kepada peserta bagaimana caranya untuk menjadi Pemandu Wisata yang baik.

Dilanjut materi keempat tentang Teknik Pemandu Wisata /Ekowisata oleh Pak Ronal Andrianto.
Beliau menyampaikan bagaimana peran pemandu terkait dengan ekowisata dan memberikan gambaran Evaluasi Interpretasi sebagai tolok ukur berhasilnya pemandu wisata.
Kegiatan hari kedua telah selesai, seluruh peserta melaksanakan giat pribadi dan dilanjutkan keesokan harinya.

Hari ketiga, Peserta dan panitia bersiap-siap untuk melaksanakan perjalanan menuju D’Reungit Forrest, Kecamatan Sukanagara. Sebelum pemberangkatan, dilaksanakan berdoa dan Foto Bersama. Perjalanan kali ini dipandu oleh Pak Nano dari PHRI. Perjalanan kurang lebih 3 jam menuju lokasi. Selama perjalanan, peserta belajar untuk memandu perjalanan yang dipandu oleh Pak Khoirul Anam dari HPI, peserta sangat antusias dan perwakilan dari lembaga atau komunitas.
Setelah sampai D’Reungit Forrest, sebelum mekasanakan observasi, peserta putra melaksanakan Ibadah Sholat Jumat.
Setelah selesai peserta disuguhkan makan terlebih dahulu.
Dilanjut peserta berangkat ke tempat lokasi untuk melaksanakan kujungan dan observasi.
Kegiatan tersebut sekaligus penutupan kegiatan Peningkata Kapasitas Bagi Para Pelaku Pariwisata.

Bagaimana, menarik bukan artikel Disparpora Kab. Cianjur gelar Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019? bagi kalian yang ingin mengetahui lebih lanjut silahkan baca artikel yang lain ya.

Selamat ulang tahun ke 1 Pasar Cikundul

By | Event | No Comments

Selamat ulang tahun ke 1 Pasar Cikundul

Pasar Digital Cikundul, Kecamatan Lembursitu tahun ini menginjak usia satu tahun. Kini, setelah setahun berjalan tempat tersebut menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Sukabumi. Sebagai rasa syukur, pada Minggu (22/9) digelar tasyakur 1 tahun Pasar Digital Cikundul yang dihadiri Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Ketua Tim Penggerak PKK Fitri Hayati Fahmi. Selama ini, keberadaan Pasar Cikundul yang tepatnya berada di kawasan wisata pemandian air panas Cikundul, Lembursitu menyajikan kuliner tradisional dan kesenian khas Sukabumi. ” Pasar Digital Cikundul ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kota Sukabumi,” ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Di mana pengelolaan Pasar Cikundul ini dilakukan komunitas Generasi pesona Indonesia (Genpi).

(Walikota Sukabumi menghadiri 1 tahun pasar cikundul)

Ke depan pemerintah kota harus hadir dalam mengembangkan dan memajukan Pasar Cikundul. Terutama dari segi tampilan agar perkembangannya jauh melesat dibandingkan sebelumnya. Wali kota mengatakan, di Pasar Cikundul ini disajikan kuliner masa lalu dan tradisional yang kini sangat jarang ditemui. Selain itu seni budaya yang menjadi ciri khas Sukabumi. Sehingga kata Fahmi, anak muda bisa menikmati kuliner zamam dulu dan kesenian tradisional secara bersamaan. Koordinator Pasar Digital Cikundul Agus Rustiawandi menambahkan, Pasar Cikundul adalah sebuah destinasi pasar kuliner tradisional mingguan berbasis Pemasaran digital di Sukabumi. Di dalamnya menggelar kegiatan apresiasi seni dan budaya untuk masyarakat. ”Pasar ini mempromosikan kuliner jajanan tradisional yang ada di Kota Sukabumi,” ujar Agus. Secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk mengenal dan mencintai kuliner jajanan tradisional Kota Sukabumi.

Agus menerangkan, banyak menu makanan khas tradisional di Kota Sukabumi yang selama ini mempunyai potensi yang luar biasa bila digarap dengan sungguh-sungguh dan bahan bakunya yang berlimpah di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Ia mengatakan jumlah pengunjung cukup banyak dan dalam setahun mencapai sekitar 5.000 orang.

Rakorda GenPI Jawa Barat

By | Berita | No Comments

Pangandaran- GenPI Jawa Barat telah melakukan Rapat Koordinasi Daerah di pangandaran pada tanggal 6-8 September 2019. Acara tersebut diisi dengan isu apa yang akan dilakukan GenPI Jawa Barat kedepan. Adapun daerah yang hadir saat itu ada dari Sukabumi, Cianjur, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bandung Raya, Cirebon, Majalengka, Kuningan, Ciamis, Tasikmalaya, Banjar dan tuan rumah Pangandaran.

Acara ini juga dihadiri oleh pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat untuk mengetahui progres apa yang akan di ambil oleh GenPI Jawa Barat. Acara ini juga diisi dengan Pelaporan Program-program GenPI wilayah selama setahun kebelakang dan memaparkan program-program wilayah untuk kedepannya sehingga kedepan GenPI wilayah tetap berkontribusi untuk daerahnya masing-masing.

Dalam kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi GenPI Jawa Barat untuk saling bertukar pikiran antar GenPI wilayah ada yang memperkenalkan makanan khas daerahnya dan ada yang memperkenalkan destinasi unggulan di wilahnya. Koordinator Jawa Barat Ghera Nugraha mengatakan “Kegiatan ini untuk mengambil sikap GenPI Jawa Barat kedepan ketika Mentri Pariwisata bukan lagi pak Arief Yahya. Acara ini juga menjadi pelaporan kegiatan GenPI wilayah selama setahun terakhir” ujarnya. Kegiatan yang berlangsung selama 3 (tiga) hari ini juga mengadakan Famtrip ke Cagar Alam Pangandaran. Kegiatan ini juga di akhiri dengan bersilaturahmi dengan keluarga Alm. Cipto salah satu Anggota GenPI Jawa Barat.

Hal Yang Menarik Di Pasar Cikundul Kota Sukabumi

By | Wisata | No Comments
Hal Yang Menarik Di Pasar Cikundul Kota Sukabumi
Sukabumu – Sudah tau belum ? bahwa di kawasan pemandian air panas cikundul kota sukabumi yang beralamt di Jl. Proklamasi No. 14 Kota Sukabumi sekarang sudah ada Pasar Digital kekinian, pasar cikundul, yang di Inisasi oleh Kementrian Pariwisata melalui komunitas anak muda kreatif GenPI ( Generasi Pesona Indonesia ).
Yang kemarin tidak sempat datang ke lokasi, saya mau membocorkan hal – hal yang menarik dari keberadaan pasar cikundul ini :
1. Lokasi Familiar
Berlokasi di Pemandian Air Panas Cikundul kota sukabumi, sudah tentunya adalah lokasi wisata yang mudah di temukan di pusat kota sukabumi, ya, walaupun memang agak jauh dari pusat keramaian kota, akan tetapi pasti warga kota sukabumi sudah tidak asing dengan tempat ini. tempat yang biasanya dipakai untuk menikmati berendam air panas satu – satu nya di kota sukabumi.
2. Transaksi Yang Unik
Ada yang berbeda dari transaksi yang dilakukan di lokasi ini, selain tadi tempat nya yang memang sangat familiar, kita juga akan di suguhkan transaksi untuk jajan di lokasi dengan alat tukar berupa koin yang sudah di desain untuk belanja atau jajan di lokasi Pasar Cikundul, caranya yatitu menukarkan uang cash dengan koin yang terbuat dari kayu ini, selain dipakai untuk belanja / jajan, bisa juga loh sebagai Merchandise .
3. Buka setiap Minggu
Jadi bagi kalian yang akan melakukan liburan sekalian menikmati sensasi jajanan unik dan pementasan kesenian kebudayaan pada satu tempat di akhir pekan, Pasar cikundul bisa dijadikan pilihan untuk destinasi liburan.
Pasar Cikundul Buka Pukul 08.00 – 13.00 setiap hari minggu.
4. Jajanan yang Unik
Tenant – tenan makanan yang disediakan menyajikan berbagai makanan yang sudah jarang di jajakan, seperti, paketan nasi liwet, combro/misro, mie leor, Gong Sir ( Jagong Gula pasir), Gulali ( Rambut Nenek ) dll.
5. Banyak Spot Selfie
Selain bisa selfie atau berswafoto di lokasi pemandian air panas atau dipinggiran sungai cimandiri, kalian yang datang juga bisa selfie atau ber swafoto di kawasan pasar cikundul dengan spot selfie, ataupun bebas sesuai dengan keinginan kalian, karena lokasinya sangat Instagramable 🙂
6. Pementasan Kesenian yang Beragam
core utama dari pementasan di pasar cikundul adalah kesenian budaya sunda, tetapi tidak menampik segala jenis pementasan kesenian yang menarik lain, seperti pentas seni modern Violin, permainan anak – anak tradisional ( kaulinan barudak ), saung dongeng dll.
Hayu kita coba meramaikan pasar cikundul, lumayan dapat pengalaman baru yang tidak ada di tempat lain, selain bisa menikmati spot kolam renang air panas, juga bisa sekalian jajan, dengan aneka jajanan yang unik.

Pasar Kopi Bekasi menjadi ajang promosi kopi di Jawa Barat

By | Event | No Comments

Sobat wisata, siapa yang tidak tahu kopi. Salah satu olahan dari biji kopi ini sangat disukai oleh setiap kalangan, dari remaja hingga dewasa. untuk masalah kopi Indonesia juaranya. karena Indonesia memiliki berbagai macam kopi, mulai dari kopi Gayo, kopi Toraja, kopi Kintamani, kopi Flores, hingga kopi Jawa. Nah, di Jawa sendiri lebih tepatnya di Jawa Barat punya berbagai macam kopi yang di hasilkan para petani Kopi Jawa Barat. Ada kopi Puntang, Ciwidey, Cikuray, Gunung Halu, Papandayan. Nah di Kota Bekasi sendiri bakal di selenggarakn PASAR KOPI BEKASI. Bagi para pecinta kopi bisa datang kesana acaranya berada di Pasar Sinpasa Sumarecon Bekasi. Dari jam 14:00 – Selesai. Jangan sampai ketinggalan ya sobat wisata.

Pangandaran International Kite Festival di ikuti dari berbagai negara

By | Event | No Comments

Pangandaran International Kite Festival diikuti dari berbagai negara

Pangandaran- Pangandaran International Kite Festival telah di gelar selama 3 hari ini, Festival ini telah di laksanakan yang ke 30 dan dihadiri juga  oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang diadakan di Pantai Timur.   beliau memberikan pantun dalam sambutannya yaitu “Ikan sepat dipepes Ibu Cinta (Atalia Praratya, Red), enak dimakan sama sambal terasinya, Jawa Barat adalah provinsi pariwisata, dan Pangandaran primadonanya” begitulah pantun yang di lantunkan oleh RK, Sebutan untuk Ridwan Kamil.

Acara ini juga di ikuti oleh negara portugal, Spanyol, Francis, Malaysia dan negara India, yang di wakili oleh Youth Club, President Youth Club, Varun Chadha, sangat mengapresiasi acara tersebut “untuk Pemerintah dan para penyelenggara telah melakukan pekerjaan yang besar dalam menciptakan Festival ini. Saya pikir Festival tersebut harus dilakukan secara teratur. Hal ini akan meningkatkan hubungan antara berbagai negara” dan dia berharap Festival berikutnya bisa mengundang kami lagi dan kami akan memiliki lebih banyak hari untuk layang-layang terbang seperti Festival kami Ahmedabad.In Ahmedabad” ujar Varun Chadha. Perlu di ketahui juga Pangandaran Internasional Kite Festival menjadi satu-satunya ajang pertunjukan layang-layang di Jawa Barat yang menghadirkan berbagai macam bentuk layang-layang. Layang-layang yang di tunjukkan oleh para peserta di antaranya ada layang-layang Pikachu, kartun Smurf, Gurita dan juga ikon kota pangandaran itu sendiri yaitu ikan marlin. Acara ini juga di ramaikan dari berbagai daerah di indonesia salah satunya dari kota solo yang membawa layang-layang berbentuk kendaraan tradisional yaitu Becak.

Bagaimana, Seru bukan artikel Pangandaran International Kite Festival diikuti dari berbagai negara?

Meriahnya Festival Sukabumi Aya Aya Waé Aya Aya Waé

By | Event | No Comments

Meriahnya Festival Aya Aya Waé Aya Aya Waé Sukabumi

SUKABUMI- Masyarakat Sukabumi menghadiri acara Sukabumi Aya Aya Waé Aya Aya Waé Turut hadir pula Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi memberikan apresiasi atas terselenggaranya Sukabumi Aya Aya Waé Festival yang digelar di sekitar Tugu Adipura dan Jalan RE Martadinata sejak 5-6 Juli 2019. Kegiatan yang diinisiasi Polres Sukabumi Kota ini sebagai bentuk rasa terima kasih kepada warga dan elemen lainnya dalam mendukung kondisi wilayah yang aman dan kondusif.

Ajang Sukabumi Aya Aya Waé Festival menyuguhkan pertunjukkan seni dan budaya asal Sukabumi dan penampilan musik dari musisi Sukabumi. Misalnya penampilan seni bola leungeun seuneu atau seni bela diri silat boles dan barongsai.

Selain itu tersedia juga stand pameran dari berbagai instansi pemerintah, TNI/Polri, komunitas hingga kalangan jurnalis. Dalam acara tersebut turut hadir Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro, dan Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Kav Mujahidin serta Ketua DPRD Kota Sukabumi Yunus Suhandi.

‘’ Kapolres menginisiasi kegiatan Sukabumi Aya Aya Waé Festival ini sebagai bentuk rasa terimakasih dari kami Forkopimda kepada warga Kota Sukabumi,’’ ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dalam sambutannya di panggung utama festival, Sabtu (6/7). Di mana masyarakat mampu bersinergis dengan pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas wilayah Sukabumi.

Pemkot kata Fahmi, menyadari benar tanpa adanya dukungan dari warga maka Sukabumi tidak seaman dan sekondusif sekarang ini. Itulah sebabnya kebersamaan ini adalah bagian yang tidak akan dihilangkan dan akan terus dijaga serta dijalin.

Meriahnya Festival Aya Aya Waé Aya Aya Waé Sukabumi

Ke depan ungkap Fahmi, Sukabumi Aya Aya Waé Festival akan dijadikan sebagai agenda tahunan di wilayah Sukabumi. ‘’ Dasarnya pada perhelatan pertama ini respon warga sangat tinggi dan acara ramai,’’ cetus dia.

Targetnya kata Fahmi, pada tahun selanjutnya akan jauh lebih semarak. Hal ini membutuhkan dukungan semua elemen baik pemerintah dan berbagai komunitas untuk terus berkolaborasi. Terakhir wali kota berharap mari tetap terus bahagia untuk Sukabumi yang dicintai.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, ajang festival ini merupakan rangkaian hari Bhayangkara. Harapannya festival tersebut dapat mengangkat potensi seni budaya dan ekonomi kreatif di Sukabumi.

‘’ Ajang ini menjadi agenda rutin tahunan di Sukabumi,’’ cetus Susatyo. Sehingga Sukabumi akan memiliki media untuk menunjukkan berbagai potensi seni dan budaya serta yang lainnya kepada masyarakat. 

Gimana? Seru kan Meriahnya Festival Sukabumi Aya Aya Waé Aya Aya Waé 

Semarak Asia Afrika Festival 2019

By | Event | No Comments

Semarak Asia Afrika Festival 2019

Bandung – Suasana Kota Bandung weekend ini sangat meriah. Sekitar belasan ribu masyarakat memadati Jalan Asia Africa menyaksikan Asia Africa Carnival 2019 (AAC 1019), Sabtu (28/6).  Tahun ini AAC diikuti lebih dari 2.000 orang peserta. Mereka tidak hanya peserta dari mancanegara, sejumlah daerah juga ambil bagian dalam event yang menjadi bagian dari Asia Africa Festival 2019 ini.  Tahun ini AAF diisi konten khusus dukungan terhadap Palestina. Wali Kota Bandung Oded M Danial berharap Asia Africa Festival (AAF) 2019 bisa menjadi cerminan bagi kemajuan budaya dan pariwisata di Kota Bandung khususnya dan Indonesia umumnya. Kegiatan ini juga menjadi simbol persatuan dan perdamaian di antara negara-negara sahabat. “Saya harap event ini mencerminkan perdamaian antarbangsa dan terciptanya peradaban dunia yang berlandaskan demokrasi,” kata Oded, Sabtu (29/6).  Oded mengemukakan, AAF 2019 juga menjadi bukti dukungan nyata Kota Bandung, Indonesia, dan negara sahabat terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.  “Sesuai niat awal pelaksanaan KAA 1955 silam adalah menggelorakan perdamaian dunia dan kemerdekaan bangsa yang terjajah,” kata Oded.  Kegiatan tersebut dihadiri 20 duta besar atau delegasi yang berada di wilayah Asia dan Afrika.

(Para Duta Besar sedang menikmati acara)

Yakni Indonesia, Jepang, Maroko, Tunisia, Korea Utara, Aljazair, Ethiopia, Irak, Palestina, Mozambik, Nigeria, Zimbabwe, Myanmar, Libya, Laos, Afganistan, Kuwait, Guinea-Bissau, Afrika Selatan, dan Mesir.  Sekitar pukul 08.00-10.00 WIB, peserta yang terdiri dari duta besar dan delegasi dari 19 negara sahabat serta beberapa bupati dan wali kota di Indonesia melakukan historical walk.  Mereka berjalan kaki dari Pendopo Wali Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, menuju area Palestine Walk, Jalan Alun-Alun Timur.  Di lokasi tersebut, mereka melepas burung merpati sebagai simbol perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.  Usai itu, para tamu undangan menuju panggung utama di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika.  Pada pukul 10.00-12.00 WIB, Asia Africa Carnival (AAC) yang merupakan parade seni dan budaya dari kota dan kabupaten di Indonesia serta dari negara-negara sabahat Asia dan Afrika digelar.

Asia Africa Carnival menampilan kebudayaan tradisional dari negara kerabat seperti Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, India, Arab saudi dan beberapa negara Afrika. Karnaval diawali oleh satu regu pasukan berkuda dari Batalyon Kavaleri. Disusul delegasi kesenian Jepang. Lalu dari Tunisia dan negara-negara lainnya.  Tak ketinggalan perwakilan dari kota dan kabupaten se-Jawa Barat serta perwakilan dari kota/kabupaten di Indonesia. Berbagai seni budaya tradisional khas Jabar tersaji di karnaval tersebut.  Kali ini, karnaval akan melalui rute yang tidak terlalu panjang. Hanya sekitar 1,2 km. Iring-iringan tersebut melintasi Jalan Asia Afrika, Jalan Cikapundung Barat, Jalan Naripan, Jalan Tamblong, dan kembali ke Jalan Asia Afrika.  Kawasan jalan Asia Afrika sendiri ditutup sejak pukul 06.00 hingga 23.00, atau saat puncak acara yang dimeriahkan band Respatih. Ribuan peserta ini seolah-olah merefleksikan kebersamaan negara-negara Asia Afrika dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955 lalu.

 

Pelepas peserta Asian African Carnival 2019 dilakukan oleh Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Dalam sambutannya, Esthy memuji pelaksanaan Asian African Carnival 2019. “Gelaran ini bukti kepedulian Pemkot dan warga Kota Bandung terhadap perdamaian dunia. Saya berharap, acara ini bisa menjadi daya tarik wisata baru di Kota Bandung. Karena AAF merupakan salah satu kegiatan penting sehingga bisa menarik banyak wisatawan. Event ini juga penting untuk mengekspresikan kreativitas dari seniman dan budayawan,” ujar Esthy Esthy menjelaskan, apa yang disajikan Asian African Carnival ini luar biasa. Selain memotret masa depan, Asian African Carnival ini juga mengajak pengunjungnya bernostalgia. Ada banyak hiburan berkualitas yang akan menambah semarak malam akhir pekan.  “Asian African Carnival ini masuk dalam top 7 Wonderful Event Indonesia. Kita dari Kemenpar sangat support. Apalagi setiap tahun pelaksanaannya semakin baik jumlah peserta dan wisatawannya semakin baik.

Bandung memang tidak diragukan. Karena sudah sangat memenuhi 3A, yaitu atraksi, aksesibilitas, juga amenitasnya,” tutup Esthy. Tak hanya diisi karnaval, Asia Africa Festival 2019 juga akan dimeriahkan oleh hiburan musik. Panggung pentas musik terletak di pinggir Gedung Merdeka, Jalan Braga Pendek. Acara ini berlangsung hingga malam hari.  Hai, siapa yang sudah menyaksikan asia africa Carnival weekend ini di bandung.? gimana seru banget bukan..? nampak ribuan warga antusias menyaksikan event tahunan yang super keren ini  bahkan sampai ada yang rela berdesak desakan agar tak terlewatkan setiap momennya Pengunjung yang hadir tidak hanya dari dalam kota saja, bahkan ada yang dari luar kota sengaja datang untuk menyaksikan event ini ruas Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, dari Simpang Empat Tamblong-Asia Afrika hingga depan Alun-alun Bandung ditutup total untuk penyelenggaraan Asia Africa Festival (AAF) 2019.  Acara yang digelar Pemkot Bandung untuk memeriahkan peringatan ke-64 Konferensi Asia Afrika (KAA) di Kota Bandung itu berlangsung meriah.  Ribuan warga Kota Bandung dan wisatawan nusantara maupun mancanegara, tumpah ruah memadati jalan bersejarah itu.  Mereka rela berdesakan dan tersengat sinar matahari demi menyaksikan event tahunan dengan puncak acara Asian African Carnival (AAC) yang diikuti oleh 19 delegasi negara sahabat, perwakilan dari provinsi, kota, dan kabupaten se-Indonesia.  Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Wawan Gunawan mengatakan, banyak hal positif yang dapat dipetik diperhelatan ini.  Menurutnya, Konferensi Asia Afrika telah menjadi bagian sejarah dunia. Ini menandakan betapa Indonesia adalah negara besar.  “Dengan perhelatan ini semakin membuka mata dunia betapa besarnya nama Indonesia sejak dulu kala.  Bukan saja sebagai penonton, tetapi mampu menggerakkan dunia. Ini menjadi refleksi positif bagi generasi muda agar tidak lupa akan sejarah bangsanya,” ujar Wawan. Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat antusias dengan kegiatan ini. Menurutnya, Asian African Carnival 2019 adalah event internasional yang selalu mampu menyedot wisatawan dalam jumlah tinggi.  “Konferensi Asia Afrika tahun 1955 silam adalah salah satu momen bersejarah. Bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga negara-negara Asia dan Afrika lainnya.  Oleh karenanya, perhelatan Asian African Carnival bisa kita bilang menjadi refleksi kebersamaan itu,” kata Menpar Arief Yahya.  Menurut Menpar Arief, Asian African Carnival ini bukan event sembarangan. Ini adalah kegiatan internasional. Negara-negara tetangga selalu antusias ambil bagian dalam event ini. “Kemasannya selalu menarik dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Setiap digelar, kemeriahan pasti tersaji,” pungkas Menpar Arief Yahya.(*) Asia Afrika Carnival merupakan acara parade dari negara-negara Asia Afrika di sepanjang jalan bersejarah, dimana puluhan tahun yang lalu berbagai negara dari kedua benua bertemu.

Kota Bandung dijuluki dengan Capital of Asia Africa karena menjadi tuan rumah dari Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955. Karnaval Asia Afria juga menyuguhkan perayaan citarasa kuliner, pameran interaktif, workshop education dan talkshow, konser intim dan berbagai hiburan artis ibu kota turut memeriahkan event tersebut. Destinasi: Sebagai kota bersejarah, Bandung menyuguhkan berbagai destinasi sejarah salah satunya Museum Konferensi Asia Afrika, Tugu Asia Afrika, Gedubg Sate.  Selain itu juga destinasi wisata alam juga disuguhkan salah satunya Hutan Pinus Cikole, Pemandian Air Panas Sariater, dan wisata alam bersejarah Tangkuban Perahu.

Kuliner: Sebagai kota kembang, Bandung menghadirkan banyak cita rasa kuliner seperti Iga bakar, Nasi Liwet dan yang tengah populer saat ini jajanan pinggir jalan seperti Cilor, Seblak, Cuanki dan lain-lain. Akses: Saat ini Bandung juga sudah ditunjang oleh akses udara dari Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, menuju ke Jalan Asia Afrika wisatawan dapat memesan ojek online dengan jarak 5.8 km durasi 15 menit. Namun bagi para wisatawan dari Jakarta menuju Bandung disarankan untuk melalui jalur darat dan kereta api dengan durasi 3-4 jam.

Karnaval Asia Afrika atau Asian African Carnival mulai diselenggarakan saat peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika tahun 2015. Acara yang berlangsung sehari ini senantiasa meriah dan memperoleh sambutan yang luar biasa. Untuk tahun ini, karnaval yang menjadi menu utama dalam pergelaran Asia Africa Week 2018 ini akan diselenggarakan pada 13 Mei 2018.  Diprakarsai oleh Pesona Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Kota Bandung, event tahunan ini bertujuan untuk mempromosikan kerja sama ekonomi dan kebudayaan Asia Afrika, sekaligus mempromosikan dan merayakan Indonesia ke seluruh dunia. Terlepas dari itu, karnavalnya sendiri bisa dipastikan memberi suguhan yang unik dan menarik kepada para pengunjung.

Parade diikuti oleh para peserta dari negara-negara anggota Asia Afrika dan dari sejumlah kota dan kabupaten di Indonesia.  Mereka mengenakan kostum terbaik, dan tentunya unik, yang merepresentasikan tradisi dan budaya masing-masing.  Arak-arakan kolosal semacam ini sangatlah sayang bila dilewatkan, apalagi bila Anda adalah penghobi fotografi, banyak momen dan warna-warni indah yang menarik diabadikan dengan kamera Anda.  Tak hanya parade atau arak-arakan, para peserta karnaval juga mempersembahkan aneka atraksi seni, yang tentunya sangat menarik untuk ditonton, juga dipotret.  Selain itu, masih banyak hal-hal lainnya yang menarik antara lain festival kuliner, pameran interaktif, workshop, dan talkshow.

Menarik bukan Acara Semarak Asia Afrika Festival 2019? bagi kalian yang ingin bertanya bisa melalui Komentar berikut ya.