All Posts By

admin

Batik Sukabumi yang MenDunia

By | Event | No Comments

Halo sahabat Genpi, Tau gak kalau di Sukabumi juga ada pengrajin batik khas yang sudah mendunia., selama ini kalau kita mendengar pengrajin batik pasti sudah otomatis tertuju pada daerah pekalongan, Jogja atau Solo, namun siapa sangka, Kota Sukabumi yang dikenal sebagai Kota Mochi manpu menghadirkan batik hkas yang cukup membanggakan.

ya, namanya Batik Lokatmala asal Kota Sukabumi, Batik Lokatmala ini pada pekan lalu mendapat kesempatan untuk memperkenalkan batik secara langsung dikancah internasional, pada tanggal 12 maret sampi dengan 24 maret 2018.
Sebut saja ceu Fonna Pemilik Batik Lokatmala ini mendapatkan kesempatan menjadi instruktur batik dari Indonesia yang menarik minat International Foreign Women Association (IFWA) dan juga ikut menggelar workshop batik. Animonya cukup besar, peserta mencapai 140 orang dari kalangan isteri duta besar dan pejabat Pakistan, serta para diplomat. 


Ceu Fonna menjelaskan “ saya di undang oleh KBRI untuk mengisi lokakarya sekaligus mengajarkan tehnik membatik kepada para istri duta besar negara sahabat. Ucapnya
Ceu fonna juga megatakan “dalam rangka workshop batik untuk istri dubes juga sekalian workshop Universitas Fatimah Jinnah,” singkatnya


Ini menjadi suatu kebanggakan untuk ceu fona sendiri, untuk warga sukabumi Jawabarat, Umumnya untuk Indonesia.
apalagi selama ini Ceu Fonna dengan batik Lokatmalanya terus berusaha menggali kearifan lokal sukabumi melalui karya-karya batiknya yang luar biasa.

Berbagai Macam Batik Sukabumi

Fotografer dan Vlogger Ramaikan Lomba Marathon Digital #GoesToPasarCikundul

By | Event | No Comments

(Sukabumi) – Kawasan Wisata Pemandian Air Panas Cikundul hari ini dipenuhi oleh Fotografer, Blogger, dan Vlogger dalam rangkaian acara #GoesToPasarCikundul. Para penggiat hobi digital ini rupanya tengah mengikuti lomba foto dan vlog untuk mempromosikan kawasan terpadu wisata Cikundul. Pemandian Air Panas Cikundul sendiri merupakan salah satu objek wisata yang berada di Kota Sukabumi. Berada di Kecamatan Lembursitu, dengan jarak 7 KM dan waktu tempuh sekitar 15-20 menit dari pusat kota. Pemandian Cikundul berdiri sejak tahun 1990 dengan nama “Tirta Daya Bumi” yang diresmikan oleh Walikota Sukabumi saat itu, Ibu Molly.

Namun. Seiring dengan berjalannya waktu, pemandian pun diubah namanya menjadi Cikundul, dengan mengembangkan beberapa kawasan wisata terpadu di sekitarnya. Beberapa Kawasan wisata tersebut diantaranya Agro Edu wisata Cikundul, Bumi Perkemahan Cikundul, Hutan Kota Kibitay, dan juga makam Eyang Cikundul. Pada perlombaan kali ini, peserta ditantang untuk membuat konten menarik, yang dapat meningkatkan citra dan promosi Kawasan wisata terpadu Cikundul tersebut.

perlombaan ini juga menjadi bagian dari rangkaian acara menuju Pasar Cikundul yang nantinya akan menjadi pasar terpadu kerajinan, oleh-oleh, dan kuliner khas Sukabumi. Selain perlombaan, hari ini kawasan wisata Pemandian Air Panas Cikundul dimeriahkan dengan penampilan Ibing Pencak Silat dan perform Fleur dari Belanda. Semakin meriah acara ini dengan uji coba Pasar Cikundul yang menampilkan kerajinan dan karya masyarakat, salah satunya dari Komunitas Mini Figur Sukabumi.

Kawasan Pemandian Air Panas Cikundul sangat cocok dikunjungi saat berakhir pekan, khususnya saat waktu bersama keluarga. Karena, kini Pemandian Air Panas Cikundul dilengkapi dengan fasilitas Gazebo, juga ruang terbuka yang dapat digunakan untuk bersantai selain berendam atau berenang. Adapun fasilitas utama Pemandian Air Panas Cikundul diantaranya Kolam Air Panas, Kolam Air Dingin, Kamar Berendam, Cottage, dan Arung Jeram melewati Sungai Cimandiri. Harga nya pun sangat terjangkau. cukup merogoh kocek 8.000 rupiah, sahabat sudah bisa menikmati fasilitas yang ada. Namun, untuk Kamar Berendam sendiri ada tiket khusus yang harus dibeli, yakni seharga 30.000 rupiah. Apabila ingin mencoba Arung Jeram, Cikundul dapat menjadi rekomendasi karena sungainya yang tenang. selain itu, harganya terbilang cukup murah, yakni 150.000 untuk 5 orang
Selain itu, Pemandian Air Panas Cikundul sangat cocok bagi penikmat fotografi.

karena, banyak sekali spot foto kece disini. salah satunya rumah pohon. Rencananya Sendiri, Pasar Cikundul yang akan dibangun di kawasan wisata terpadu Cikundul ini akan menjadi pasar promosi dan kerajinan oleh-oleh khas Sukabumi. didorong dengan promosi digital yang akan membuat orang semakin tertarik untuk berkunjung ke Pasar Cikundul, karena kondisi pasar yang akan dikonsep sedemikian rupa sehingga tampak kekinian dan instagramable. Event Lomba Marathon di Pemandian Air Panas Cikundul pun disemarakkan dengan kehadiran para blogger nasional yang berekebisi dalam perlombaan kali ini, Sehingga diharapkan, pada launching Pasar Cikundul nanti, Kawasan Wisata Terpadu Cikundul dapat menjadi objek wisata unggulan di Kota Sukabumi.

Semarak Asia Afrika Carnival

By | Tips | No Comments

Hari ini, Sabtu 28/4, Kota Bandung dipastikan bakal meriah. Pasalnya, akan ada puncak peringatan Konferensi Asia Afrika yang ke-62, digelar di Jalan Asia Afrika dan sekitarnya. Gelaran kegiatan ini akan dibuka dengan acara Asia Africa Carnival di sepanjang Jalan Asia Afrika pada 28 April 2018. Karnaval ini akan dimeriahkan oleh 2.867 peserta. Peserta karnaval tidak hanya berasal dari Kota Bandung, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara. Karnaval tersebut menggunakan rute dengan titik awal di Jalan Asia Afrika, Jalan Cikapundung Barat, Jalan ABC, Jalan Naripan, Jalan Tamblong, dan ‎berakhir di Jalan Asia Afrika.

Sejumlah jalan akan ditutup, yaitu Jalan Tamblong hingga Jalan Asia Afrika, Jalan Naripan hingga Tamblong, dan Jalan Banceuy hingga Jalan ABC. Pengalihan kendaraan agar tidak terjebak kemacetan pun akan diberlakukan. Pengalihan dari Jalan Lengkong Besar hingga Jalan Dalam Kaum, dan seterusnya. Kemudian pengalihan ke Jalan Lembong hingga Jalan Dalam Kaum, lalu Jalan Banceuy hingga Jalan Suniaraja, dan seterusnya. Skema penutupan dan pengalihan lalu lintas itu diberlakukan sejak pukul 06.00 hingga pukul 23.00 WIB. Ribuan orang dipastikan turut memeriahkan gelaran ini. Masyarakat diimbau untuk menghindari jalan-jalan yang dekat dengan rute karnaval dan mengikuti pengalihan arus dengan arahan petugas dari kepolisian. Panitia telah menyiapkan kantung-kantung parkir di beberapa titik, seperti di Jalan ABC, Jalan Banceuy, Basemen Alun-alun Bandung, dan Jalan Belakang Factory.

Dari titik-titik tersebut, para pengunjung bisa berjalan kaki menikmati kemeriahan puncak Asia Africa Week 2018. Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung Yayan A Brillyana mengatakan, acara ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung menggelorakan semangat Konferensi Asia Afrika. Semangat persatuan, kemerdekaan, dan perdamaian yang ingin terus digelorakan ke seluruh penjuru dunia, akan terpancar dari perayaan ini. Even ini menguatkan posisi Kota Bandung sebagai ibu kota Asia Afrika.

Bandung adalah kota dunia yang menyimpan sejarah yang amat penting. Karena konferensi itu, puluhan negara di Asia dan Afrika terinspirasi untuk memperjuangkan kemerdekaan mereka. Kegiatan karnaval sendiri akan mengambil rute dimulai dari Jalan Asia Afrika – Cikapundung Barat – ABC – Naripan – Tamblong, dan berakhir kembali di Jalan Asia Afrika. Parade aan Konferensi Asia-Afrika yang berlangsung pada tahun 1955; peristiwa bersejarah yang menjadi inspirasi acara. Parade akan dibuka oleh Tari Jaipong yang melambangkan penyambutan dari warga Bandung dan Jawa Barat, lalu dilanjut marching band dari Jabar Drum Corps yang pernah meraih juara dunia di Malaysia. Parade akan dibuka oleh Tari Jaipong yang melambangkan penyambutan dari warga Bandung dan Jawa Barat, lalu dilanjut marching band dari Jabar Drum Corps yang pernah meraih juara dunia di Malaysia. Parade akan dipimpin oleh rombongan Detasemen Kavaleri Berkuda, kemudian disusul oleh delegasi-delegasi dari berbagai negara.

Setelah rombongan Korea Culture Centre, parade mancanegara dilanjutkan dengan rombongan dari 14 negara lainnya, termasuk Inggris, Australia, India, Italia, dan Jepang. Juga ada perwakilan dari negara Madagaskar, Tajikistan, Azerbaizan, dan Kuwait, sebelum disambung dengan rombongan dari provinsi dan kabupaten-kota di Indonesia. Delegasi Kab Pidie Jaya dari Nangroe Aceh Darussalam menjadi rombongan pertama dari dalam negeri disusul Kab Sragen, Kota Pekalongan, Jambi, Banjarmasin, dan provinsi Kalimantan Timur. Setelah keseruan rombongan dalam negeri, parade  berlanjut ke rombongan Bandung, dimulai dengan perguruan silat Sabuk Putih. Diikuti oleh berbagai komunitas, sekolah, dan kampus di Bandung, seperti komunitas mahasiswa Lampung di Bandung dan paguyuban sepeda baheula.  Juga turut berparade Himpunan Peternak Domba Kambing DPC Bandung dan Unit Kesenian Bali Maha Gotra Ganesha / Institut Teknologi Bandung.

 

 

Beraneka ragam sekali peserta  dan akan membuat suasana sangat meriah. Keseruan ini akan dibuka oleh Eshty Reko Astuti mewakili Kemenpar. Karnaval Asia Afrika adalah acara satu hari yang akan menampilkan parade kostum terbaik dari negara-negara di Asia dan Afrika. Festival ini bertujuan untuk memperingati konferensi negara-negara di Asia dan Afrika dengan tujuan mempromosikan kerja sama ekonomi dan kebudayaan Asia Afrika melawan kolonialisme atau neokonolialisme. Even ini sekaligus menjadi momentum untuk mempromosikan dan merayakan Indonesia ke seluruh dunia dan dipandu oleh Pesona Indonesia, Kementerian Pariwisata, dan Pemerintahan Kota Bandung. Sebagai tuan rumah penyelenggara Konferensi Asia-Afrika 63 tahun yang lalu, semangat perdamaian dunia masih terus dikenang di Kota Bandung, yang dijuluki “Ibukota Asia-Afrika”. Bagaimana tidak? Dalam kondisi negara yang baru saja 10 tahun merdeka, Bandung dan Indonesia telah berhasil menyelenggarakan konferensi tingkat dunia guna memerdekakan negara-negara yang ada di benua Asia dan Afrika.

Pada tahun 1955 bukanlah hal yang mudah untuk menyelenggarakan konferensi sebesar itu. Terlebih, kekuatan Blok Barat dan Blok Timur tak bisa dibandingkan dengan kekuatan negara-negara Non-blok.

Akan tetapi, guna mencapai cita-cita bangsa pada Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “oleh karena itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan…” pemerintah dan masyarakat bergotong royong mensukseskan Konferensi Asia-Afrika.

 Soekarno pernah memberikan wejangan, “Kalau Barong Liong Sai dari Tiongkok bekerja sama dengan Lembu Nandi dari India, Spinx dari Mesir, Burung Merak dari Birma, Gajah Putih dari Siam, Ular Hidra dari Vietnam, Harimau dari Filipina, dan Banteng dari Indonesia, maka pasti hancur-lebur kolonialisme internasionalisme”. Wejangan tersebut kemudian digaungkan dalam rapat-rapat umum, sehingga semangat perdamaian dunia di Indonesia telah tercipta puluhan tahun yang lalu sebelum Indonesia merdeka. Kota Bierville, Prancis, dan Kota Brussel, Belgia, menjadi saksi saat mahasiswa-mahasiswa Indonesia ikut memainkan peranan dalam membangkitkan jiwa solidaritas Asia-Afrika pada 1926-1927.

Gagasan untuk menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika pertama kali dicetuskan pada saat berlangsungnya Konferensi Kolombo. Pada saat itu, 5 negara pencetus memberikan tanggapan bahwa diperlukan lebih banyak negara non-blok untuk mencapai cita-cita kemerdekaan dunia. Akhirnya, ditentukanlah pelaksanaan Konferensi Bogor sebagai pertemuan awal dalam mempersiapkan penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika. Lima negara Konferensi Kolombo akhirnya bertemu kembali di Konferensi Bogor. Indonesia diwakili Perdana Menteri Ali Sastroamijoyo, Burma diwakili U Nu, India diwakili Jawaharlal Nehru, Sri Lanka diwakili Sir John Kotelawala, dan Pakistan diwakili Muhammad Ali. Perwakilan dari lima negara itu kemudian bersidang di Istana Bogor bersama Ir. Soekarno dalam mempersiapkan penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika. 

Banyak ketegangan yang terjadi di Konferensi Bogor, di antaranya saat memutuskan untuk mengundang Tiongkok, namun negara anggota Konferensi Bogor berempati pada negara-negara di Timur Tengah.  PM Ali Sastroamidjoyo yang menjadi penengah ketegangan itu Belum lagi, perseteruan antarnegara yang masih menunjukkan ego dan kebangsaannya, mengingat hampir seluruh negara peserta masih terhitung muda dalam usia kemerdekaan.  Setelah Konferensi Bogor, dibentuklah Panitia Lokal pelaksana Kongerensi Asia-Afrika di Bandung. Merekalah yang menyiapkan akomodasi, jadwal kegiatan, dll sesuai kebutuhan konferensi. Gedung Concordia yang merupakan pusat kebudayaan bagi para kaum elite Hindia Belanda, diubah menjadi Gedung Merdeka. Jalan sepanjang Concordia dari Masjid Raya Bandung sampai Simpang Lima diubah menjadi “Asia-Afrika”. Masyarakat dilibatkan dalam persiapan akomodasi.  Tak sedikit pribumi elite yang merelakan kendaraannya untuk menjadi transportasi bagi para delegasi KAA. Puluhan ton bahan bakar disiapkan demi kelangsungan acara.  Bahkan beberapa daerah di Bandung, listriknya dipadamkan hanya untuk penerangan di Jalan Asia-Afrika dan sekitarnya.  Banyak halangan yang terjadi sebelum pelaksanaan konferensi. Saat konferensi pun, tak luput dari masalah yang tiba-tiba terjadi seperti Gedung Merdeka kebanjiran saat hujan lebat. Namun, melalui semangat kebersamaan Bandung, konferensi dapat berjalan dengan lancar sampai acara penutupan yang dilaksanakan bersamaan dengan hari pertama bulan Ramadhan.  Ir. Soekarno membukanya secara resmi dengan pidato kenegaraan, saat kalimat “Let This Conference be A Great Success” menjadi kalimat yang luar biasa dibanggakan oleh negara-negara peserta Konferensi Asia-Afrika.  Semangat Bandung kala itu tak dapat kita bayangkan lagi. Dalam kondisi negara yang baru saja merdeka, semua bergotong-royong demi kesuksesan penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika. Selain itu, semangat untuk menggaungkan kemerdekaan negara-negara Asia-Afrika terbangun dari seluruh anggota konferensi.  Tahun demi tahun setelah tercetusnya Dasasila Bandung tersebut, negara-negara Asia-Afrika pun menemukan kemerdekaannya.

 

Asia Afrika carnival

By | Event | No Comments

Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-63 pada 13 Mei 2018 mendatang di Bandung, Jawa Barat, dipastikan akan berlangsung meriah.

Sebab, even bersejarah bagi perjalanan bangsa ini akan akbar dan semarak dengan penampilan Asian African Carnival 2018.
Karnaval rencana ini rencananya akan digelar pada 28 April 2018 dengan rute tempuh sepanjang Jalan Asia Afrika, Jalan Cikapundung Barat, Jalan Naripan, hingga Jalan Tamblong.

Selain sajian penampilan seni dan budaya dari perwakilan negara-negara anggota Asia-Afrika, penyelenggara juga akan melibatkan negara-negara sahabat. Hanya itu? Tidak. Akan ada juga “Bandung Sister Cities dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana. Menurut Pitana, penampilan karnaval ini akan menambah semarak dan semakin memberikan ruang bagi masyarakat.

Apalagi, panitia berinisiatif akan membuka sayembara yang ditujukan bagi para pelaku seni pagelaran dan peserta karnaval. “Kurasi konten akan ditekankan pada kegiatan karnaval kali ini. Setiap penampilan, akan diperhitungkan kontennya,” ujar Pitana. Dengan demikin, tidak akan memberikan kesan monoton pada para pengunjung. Terlebih, even ini masuk dalam Top 100 Calendar of Event (CoE) Kemenpar,” lanjut Pitana.

Untuk mengikuti sayembara, caranya cukup mudah. Para peserta bisa mendaftarkan via online melalui http://asiaafricaweek.com/carnival/form-carnival.html Dalam pendaftaran, para peminat bisa melakukan registrasi dengan mengisi nama atau kelompok yang akan berpartisipasi.

Jumlah anggota dalam setiap kelompok, minimal 5 orang atau anggota. Jangan lupa mengisi nomor telepon dan mencantumkan alamat email. “Nantinya para peserta sayembara harus dapat menampilkan hasil karya mereka masing-masing kepada para pengunjung,” ungkap Pitana.
Tidak main-main, karena menurut Pitana, sayembara ini akan memperebutkan total hadiah sebanyak puluhan juta rupiah. Kepala Bidang Pemasaran Area I Kemenpar, Wawan Gunawan menambahkan, gelaran Asian African Carnival 2018 akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Asian African Carnival kali ini akan menggunakan dua panggung utama yang ditempatkan di ruas Jalan Braga Pendek dan Jalan Soekarno.

Dengan adanya dua panggung utama ini, diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan akan semaraknya sebuah kegiatan.
“Nantinya juga akan hadir Kahitna yang akan ikut meramaikan Asian African Carnival, sehingga bisa memberikan kesan semarak yang berbeda,” tutur Wawan.
Karnaval kali ini akan dikemas dengan sangat apik, dengan menampilkan berbagai kebudayaan khas kebanggaan Indonesia. “Hal ini bertujuan agar salah satu kekayaan bangsa berupa kebudayaan, yang ditampilkan melalui kesenian, dapat terus dilestarikan dan tidak terkikis oleh zaman,” sambungnya. Menteri Pariwisata Arief Yahya menaruh harapan besar agar kegiatan ini dapat semakin interaktif dengan masyarakat. Dengan demikian, suasana karnavalnya akan sangat bagus dan masyarakat dapat ikut terlibat secara langsung di pagelaran budaya tersebut. Arief Yahya juga ingin agar di Bandung nanti, suasana itu terasa. Masyarakat ikut menikmati karnaval, jadi bukan hanya sekadar menonton.

Pentas acaranya pun dirancang tak biasa. Setelah menyiapkan lokasi acara, giliran penempatan spot panggung yang dirancang secara apik. “Eksposur medianya juga sangat besar. Ini akan berdampak baik bagi pariwisata Bandung dan tentunya Indonesia,” ujar Menpar Arief Yahya. “Ayo, datang dan meriahkan Asian African Carnival 2018 ini. Salam Pesona Indonesia, Wonderful Indonesia,” pungkas Menpar Arief Yahya. Ada yang berbeda! Di tahun 2018 ini, Asia Africa Week bakal menyajikan acara-acara menarik dan mengajak Anda semua untuk ikut serta.

Asia Afrika Week 2018 bakal digelar dari Senin, 23 April 2018 hingga Minggu, 29 April 2018 di Bandung. Masyarakat luas bisa terlibat di berbagai kegiatan yang ada. #AsiaAfricaCarnival2018

Berdasarkan rencna yang telah dimatangkan, Asia Africa Carnival tahun ini terbagi dalam lima kegiatan utama:

1. Youth Conference (Rabu-Kamis, 25-26 April 2018). Konferensi ini menitikberatkan pada perkembangan digital yang tentunya akan bermanfaat bagi masyarakat luas.

2. Cultural and Tourism Expo (Jumat, Sabu, Minggu, 27-29 April 2018). Pameran kebudayaan dan pariwisata dari masing-masing daerah yang akan menambah wawasan dan informasi bagi Warga Bandung.

3. Asian African Carnival (Sabtu, 28 April 2018). Perwakilan dari masing-masing daerah (negara sahabat, Sister Cities, Provinsi, Kota, Kabupaten) berjalan mengelilingi kawasan Jl Asia Afrika, menggunakan pakaian daerah atau kostum-kostum unik. Selain itu, dalam kegiatan ini diadakan juga sayembara carnival yang dibuka untuk umum, di mana para pegiat carnival punya berkesempatan mendapatkan hadiah menarik.

4. Unity Run (Minggu, 29 April 2018)
Kegiatan fun run yang juga mengajak peserta melewati bangunan cagar budaya yang ada di Kota Bandung yang selama ini tidak banyak diketahui.
Kegiatan Unity Run ini dibagi dalam 4 kategori, yaitu Umum, pelajar, atlet, kids dash, dan memperebutkan hadiah menarik serta ratusan doorprize.
5. Photo and Short Movie Competition. Kompetisi foto dan filem pendek ini sudah dirilis untuk umum sejak Maret lalu. Akan dipilih beberapa pemenang yang akan memperebutkan bermacam-macam hadiah dan akan dipamerkan pada 23-29 April 2018.

Nah, sudah kebayang, kan? Betapa semarak Asia Africa Carnival2018 akan berlangsung dan masyarakat umum bisa terlibat di dalamnya. Sebentar lagi nih: Asia Africa Week 2018! Pada perayaan tahun ini akan ada agenda acara Asian African Carnival. Ini salah satu menu utama di Asia Africa Week tahun ini.

Selain acara seni dan b hiudaya dari perwakilan anggota Asia Afrika, juga akan melibatkan negara-negara sahabat, Bandung Sister Cities, dan Kabupaten Kota di seluruh Indonesia. Untuk menambah semarak dan semakin memberikan ruang bagi masyarakat umum, maka panitia membuka sayembara untuk para pelaku seni pagelaran kriya karnaval. Mereka yang lolos, dapat menampilkan hasil karya mereka kepada para pengunjung dan memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah.

Kurasi konten akan ditekankan pada kegiatan karnaval kali ini, di mana setiap penampilan akan diperhitungkan kontennya sehingga tidak akan memberikan kesan monoton pada para pengunjung. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Asian African Carnival kali ini akan menghadirkan dua panggung utama yang akan ditempatkan di ruas Jl. Braga Pendek dan Jl. Soekarno.Dengan adanya dua panggung utama ini, diharapkan akan dapat mengakomodir kebutuhan semaraknya sebuah kegiatan.
Dengan melibatkan seniman nasional panitia yakin Asian African Carnival kali ini akan memberikan kesan semarak yang berbeda.

Geopark Ciletuh Dapat Pengakuan UNESCO Global Geopark

By | Berita | No Comments

JAKARTA – Geopark Ciletuh, Palabuhanratu, resmi mendapatkan predikat sebagai Unesco Global Geopark (UGG). Selain Ciletuh, Unesco juga mengesahkan 12 geopark dari 11 negara sebagai UGG. Pengesahan disampaikan dalam sidang Executive Board Unesco ke 204, Komisi Programme and External Relations, Kamis (12/4) di Paris, Perancis.

“13 Usulan tersebut diterima tanpa perdebatan. Artinya, semua negara menyetujui kawasan Ciletuh,Palabuhanratu, sebagai UGG,” ujar Dana Budiman, General Manager Badan Pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Sabtu (14/4).

Bukan tanpa alasan Ciletuh mendapat pengakuan dunia. Faktanya, Geopark Ciletuh memang sangat oke. Modalnya sudah sangat kuat. Pada awal Agustus 2017, Geopark ini sudah dinilai tim UNESCO. Predikat ini tentunya membawa Ciletuh menjadi destinasi wisata dunia.

“Potensinya juga sangat besar. Keindahan alamnya lengkap. Ada landscape, gunung, air terjun, sawah, ladang, dan berujung di muara sungai ke laut. Karena itu harus cepat dikembangkan, agar bisa menghidupkan ekonomi masyarakatnya,” ujar Dana.

Geopark Ciletuh juga dikelilingi hamparan alluvial dengan batuan unik dan pemandangan yang indah. Selain itu, ada juga punya pantai yang keren.

Menariknya, Geopark Ciletuh juga punya ombak yang disukai surfer-surfer dunia. Tengok saja Pantai Cimaja. Pantai itu sering terpilih sebagai lokasi lomba Surfing berskala internasional,

Banyak hal yang dilakukan pemerintah untuk menjadikan Ciletuh sebagai kawasan terpadu. Misalnya seperti pemberdayaan masyarakat lokal, pengembangan desa binaan, pengembangan geowisata, pengembangan homestay, dan sebagainya.

Tak hanya dapat mempelajari adat dan budayanya saja, di Geopark Ciletuh wisatawan juga bisa menikmati beragam objek wisata eksotis. Mulai dari keindahan air terjun Awang, Taman Purba, bukit Panenjioan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Di kawasan seluas 37 ribu kilometer tersebut, terdapat banyak destinasi wisata kelas dunia. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan pemerintah dan masyarakat setempat untuk menjadikannya semakin baik, serta dikenal dunia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dari awal sudah yakin Geopark Ciletuh akan ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark (UGG).

“Rumus destinasi kelas dunia adalah atraction, access, dan tourism resource. Saya lihat Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sudah memiliki itu dan kita harapkan akan menjadi UGG,” katanya.

Tiga unsur yang harus dipenuhi agar menjadi UGG yaitu geodiversity, biodiversity, dan culture diversity, semua sudah ada di geoparkini. “Saya lihat sudah ada semua di sini. Saya sudah melihat dan menikmati Ujung Genteng. Sungguh luar biasa. Ini kepingan surga karunia Tuhan,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.(*)

LAUNCHING LAYANG LAKBOK FESTIVAL art and culture festival in tatar galuh ciamis

By | Event | No Comments

Sampurasun, dalam rangka mensosialisasikan Layang Lakbok Festival kepada seluruh masyarakat dan media, kami mengadakan Launching Layang Lakbok Festival yang akan diselenggarakan pada:

Minggu, 15 April 2018
di Baregbeg – Sidaharja, Lakbok, Ciamis, Jawa Barat

Dengan rangkaian acara,
Conference Pers
Eduaksi Budaya – Nyerat Aksara Sunda
Pertunjukan Seni Budaya
Senja Sastra

Oleh karena itu, kami mengundang kepada semuanya untuk dapat berkenan hadir dan turut mempublikasikan kegiatan ini bersama yang akan dilaksanakan di bulan Agustus mendatang.
Haturnuhun.
#LayangLakbokFest #Lakbok #RawaLakbok #Galuh #Ciamis #ExploreCiamis #PesonaGaluh #PesonaJawaBaratku #PesonaIndonesia #NonomanGaluh #EduaksiBudaya #NyeratAksaraSunda #Sunda #Jawa #Pasundan #TatarGaluh #ExploreCiamis #ExploreGaluh

Semangat Genjot Pariwisata, Festival Tahu 2018 Lahirkan GenPi Sumedang 

By | Event | No Comments

SUMEDANG-Semangat Indonesia Incorporated untuk Pariwisata Indonesia sangat terasa di perhelatan Festival Tahu Sumedang 2018, Minggu (8/11). Semua unsur pariwisata yang biasa disebut dengan Penthahelix yakni Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah dan media melebur menjadi satu untuk pariwisata Indonesia. Buktinya, bertempat di Alun-alun Kota Sumedang, acara yang dihadiri ribuan orang itu melahirkan unsur pendukung pariwisata Indonesia yakni Generasi Pesona Indonesia (GenPI).

”Alhamdulillah, Sumedang juga kini sudah punya GenPI. Dan sengaja kami lahirkan bertepatan dengan acara Festival Tahu dan hari ulang tahun Kota Sumedang. Selamat atas lahirnya GenPI Sumedang, dan terima kasih Kemenpar telah mengayomi para nitizen dunia maya ini untuk tujuan yang mulia,”kata Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Sumedang, Sumarwan Hadisoemarto yang didampingi Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Sumedang Nana Suryana.

Dalam acara deklarasi tersebut, hadir juga perwakilan dari Kemenpar Kepala Bidang Area Jawa Deputi Pemasaran I Kemenpar Wawan Gunawan. Pria yang juga Dalang Wayang Ajen itu secara simbolis menyerahkan merchandise ke Ketua Genpi Sumedang Abi Firman sebagai tanda lahirnya GenPI Sumedang.

”Ini adalah keputusan yang hebat dan kekinian. GenPI saat ini adalah hal yang wajib dimiliki oleh seluruh daerah di Indonesia. kenapa ? karena nantinya mereka yang akan mengangkat nama baik daerah, nama besar daerah, ikon pariwisata daerah ke dunia nasional maupun internasional. Ini adalah komunitas anak muda yang harus diisi oleh anak jaman now yang sangat mencintai daerahnya,”kata Wawan saat deklarasi.

Wawan memaparkan, saat ini yang harus dilakukan para nitizen yang cinta dengan Sumedang adalah branding. Wawan memberikan contoh, Garut terkenal dengan Dodolnya, Bogor terkenal dengan tales dan asinannya, Garut juga terkenal akan dombanya, Majalengka juga terkenal dengan Duriannya. “Nah, Sumedang terkenal dengan Tahu-nya, sekarang kita harus berjuang, bukan hanya agar Tahu dikenal ke dunia internasional, namun juga kita harus menggiring para wisawatan untuk makan tahu di Sumedang. Kita harus bangkitkan pariwisata Sumedang,” ujar Wawan.

Deputi Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana didampingi Asdep Pemasaran Regional I Sumarni menambahkan, Genpi kini sudah punya visi dan misi yang jelas. GenPi juga patut bangga sudah punya platform baru bernama Genpi.co.

Kata Pitana, selain bersosmed secara online, membuat destinasi digital, GenPi juga 

dikumpulkan di satu tempat bernama GenPi.co. “Bahkan saya mendapatkan kabar bahwa platform ini bisa siaran langsung, bisa video story, dan juga karya-karya parannitizen bisa dipublish bahkan diapresiasi di situs tersebut, ini membuat seluruh GenPi bisa bersatu untuk pariwisata Indonesia,”ujar Pitana yang juga diamini Wawan. Genpi.co memang lahir untuk GenPi. Situs online dengan alamat www.genpi.co itu kini sudah bisa live streaming. 

Pitana juga meminta kepada semua daerah untuk bersama-sama mengumpulkan nitizen dalam satu wadah yakni GenPI termasuk yang telah dilakukan oleh Sumedang. “Genpi itu bukan komunitas biasa, genpi masuk dalam unsur Pentahelix pariwisata Indonesia yakni unsur ABCGM: Akademisi, Business, Community dan Government,”tambah Sumarni.

Genpi.co sangat cocok untuk GenPI dan semua pecinta pariwisata Indonesia karena GenPI diisi oleh nitizen, Blogger, Vloger, Fotografer, Videografer, Traveler, Jurnalis, Reporter dan Influencer. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyambut semua unsur GenPI dan platformnya serta mengucapkan selamat atas lahirnya  GenPi Sumedang.

Kata Menpar, bahwa dunia kini sudah mulai berubah, dan dunia kita sudah dalam genggaman. ” Selamat atas terbentuknya GenPi Sumedang dan GenPi-GenPi di seluruh Indonesia. More digital more global, more digital more personal, more digital, more profesional. GenPI sudah memberikan contoh yang baik dalam bersosial media, mari kita bergandeng tangan untuk membangun pariwisata Indonesia melalui sosial media,”kata Menpar Arief Yahya.(*)

Festival Tahu 2018 Membangun Ikon Sumedang Agar Semakin Go Internasional 

By | Event | No Comments

SUMEDANG- Halaman depan Kantor Bupati Sumedang alias alun-alun Sumedang Jawa Barat mendadak heboh dan meledak. Betapa tidak, daerah yang terkenal dengan alamnya yang sejuk itu menggelar event yang sangat menarik yakni Festival Tahu Sumedang 2018, Minggu pagi (8/4). 

Ribuan manusia tumplek blek di alun-alun yang memiliki design arsitek sunda itu. Area-area selfie yang Instagramble juga menghiasi setiap sudut. Bahkan, meja panjang yang untuk menampung ribuan tahu yang disantap terlihat manis di tengah jalan. 

“Ini adalah perjuangan kami terus menjaga branding, menjaga ikon, dan menjaga makanan Tahu menjadi lebih nasional bahkan go internasional,” kata Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Sumedang, Sumarwan Hadisoemarto. Bupati pecaya bahwa hal itu akan bisa terjadi dengan cepat dan viral.

Kata Bupati, mengapa akan cepat viral, karena pada perhelatan ini Sumedang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sebagai lokomotive promosi yang paling efektif di dunia pariwisata. 

“Terima kasih Kemenpar yang telah membawa media, melahirkan para nitizen yang tergabung di Generasi Pesona Indonesia. Karena memang promosi adalah tulang punggung mengangkat Sumedang akan tetap hidup dan terus bangkit,”ujar Bupati.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Sumedang Nana Suryana juga optimis merawat ikon akan tetap menjaga Sumedang di mata nasional maupun di mata internasional. “Ke depannya, kita harus terus berkarya membuat makanan Tahu yang punya inovasi yang menarik untuk wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Ikon ini menjadi objek sebagai sarana mendatangkan wisatawan untuk datang ke Sumedang. Silahkan datang ke Sumedang nikmati alam dan kulinernya serta masyarakat kami yang ramah-ramah,”kata Nana.

Kemenpar mendukung acara ini di bawah koordinasi Deputi Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana. Dia mengatakan, berpromosi dengan mengedepankan masakan atau kuliner Indonesia adalah cara yang efektif untuk Pariwisata Indonesia. Masakan Indonesia termasuk Tahu Sumedang itu tidak sembarangan hanya dengan rasa yang nikmat saja, namun masakan Indonesia itu ada sejarahnya, ada teorinya, ada filosofinya.

“Kuliner itu adalah sebagai kultur diplomasi bangsa kita, ini cara yang sangat baik, Sumedang harus terus menjaga ikon ini, tuangkan juga di sosial media, viralkan di semua platform, peran masyarakat menjaga ikon ini juga hal yang sangat penting dan wajib dilakukan,” ujar Pitana yang juga diamini Kepala Bidang Area Jawa Wawan Gunawan. Wawan hadir langsung di acara tersebut. 

Wawan menambahkan, setiap negara maupun daerah mengedepankan kuliner sebagai pintu masuk ke negara dan daerahnya, untuk memperkenalkan negara dan daerahnya, meningkatkan country image negara dan daerahnya, dan branding sebagai ciri khas setiap negara dan daerah. 

“Sumedang sebagai bagian dari Jawa Barat juga harus terus berkarya, bekerja, dan meningkatkan kualitas diri. Karena seperti yang diungkapkan oleh bapak Presiden Joko Widodo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya bahwa Pariwisata telah menjadi Core Bisnis unggulan bangsa Indonesia, karena dengan pariwisata masyarakat Sumedang dipastikan akan bertambah sejahtera dan maju,”kata Wawan yang diberikan kesempatan sambutan di depan ribuan masyarakat yang hadir. Seperti diketahui, festival ini hasil kerjasama PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoren Indonesia) Kabupaten Sumedang serta Kementerian Pariwisata. Acara ini digelar dalam rangkaian Hari Jadi Sumedang ke 440.(*)

Wow Presiden RI Kunjungi lagi Sukabumi

By | Berita | No Comments

Ada apa dengan Sukabumi..? Kok akhir-akhir ini sering dikunjungi Presiden RI..? akhir tahun 2017 Presiden RI shalat Idul Adha di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Kemudian selang berapa waktu datang lagi untuk ground breaking pembangunan Jalur Ganda, dan diawal tahun 2018 tepatnya pada tanggal 7 s/d 8 April 2018 presiden kembali datang ke Sukabumi dalam rangkaian kunjungan kerjanya.

Presiden RI Jokowi pernah mengatakan saat kunjungan ke sukabumi beberapa waktu yang lalu, Sukabumi, Jawa Barat, merupakan kota berkembang yang akan didukung dengan pembangunan infrastruktur.

“Sukabumi merupakan kota yang berkembang sudah lama, tetapi sekali lagi saya datang ke sini juga ingin melihat hal-hal yang bisa kita berikan ‘back up’ dari pemerintah pusat dan sudah kita lihat pertama mengenai jalan tol, kedua mengenai jalur kereta api double track, dan Bandara di Sukabumi,”. Presiden menyampaikan Sukabumi merupakan kota yang ramai dengan masyarakat yang begitu ramah.

Menurutnya, Kota Sukabumi juga memiliki kuliner yang lezat, salah satu contohnya yaitu ikan bakar, dan kuliner khas yang lainnya.

Nah.. pada kunjungan kerja yg sekarang presiden RI selain akan memonitor perkembangan pembangunan di Sukabumi, presiden berencana akan mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Sukabumi dalam konteks aksesibilitas infrastruktur. Hal itu tak terlepas potensi sumber daya alam di Kabupaten Sukabumi yang memiliki banyak tempat wisata indah dan daya tarik yang luar biasa.

Kota dan Kabupaten Sukabumi memiliki daya tarik tersendiri untuk mengundang banyak wisatawan datang ke Sukabumi, dimana Kota Sukabumi dengan andalannya di sektor perdagangan, seperti halnya Wisata Kuliner dan Fashion, dan juga Wisata Cagar Budaya yang menjadi andalan di Kota Sukabumi.

Semantara itu wisata alam sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Sukabumi, Sekarang di Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat telah ada kawasan Ciletuh-Palabuhanratu Geopark yang dalam waktu dekat ini akan di akui oleh UNESCO menjadi Ciletuh-Palabuhanratu UGG (Unesco Global Geopark), namun aksesibilitas pariwisatanya belum begitu baik, untuk itu selain percepatan pembangunan yang sudah dijalankan seperti Tol Bocimi, Jalur Ganda Kereta Api dan Bandara di Sukabumi, Pemerintah Pusat juga sedang mengerjakan proyek PLPR (Pelabuhan Laut Pengumpan Regional) dan ini akan menjadi akses yang mumpuni untuk mendukung sentra pariwisata di Kabupaten Sukabumi,” Nantinya PLPR akan digunakan sebagai pelabuhan pariwisata, namun di saat akhir pekan dan libur panjang. PLPR ini bukan hanya untuk kepentingan pariwisata saja. Lebih dari itu, untuk menunjang perekonomian masyarakat dari aspek bisnis lain. Sehingga dibutuhkan konektivitas ke ibu kota.
Kalau menggunakan jalur darat, berbisnis dari sini (Kabupaten Sukabumi) ke Jakarta tentu biayanya sangat tinggi. Jika nanti dermaga ini jadi, bisa dimanfaatkan untuk kepentingan berbisnis pula.

Nah udah kebayang dong jika semua insprastukrur itu sudah selesai akan banyak wisatawan baik lokal ataupun mancanegara akan datang ke Sukabumi, tinggal persiapan dari masyarakat sukabumi yang harus siap dengan semua ini. Selain nantinya akan mendongkrak perekonomian masyarakat di sukabumi, juga akan meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat sukabumi khususnya dan jawa barat, Indonesia pada umumnya.

Nah buat kalian yang penasaran degan sukabumi, yuk datang ke sukabumi, kalian bisa melihat dan merasakan sejuta keindahan yang ada di sukabumi, Presiden aja sering ke Sukabumi, masa kalian engga.!