All Posts By

admin

Kuy.! Datang dan Saksikan Ciletuh Palabuhanratu Geopark Festival 2018

By | Event | No Comments

Halo sobat wisata Sudah ada rencana liburan kemana akhir pekan ini…? kalau belum ada rencana segera kosongkan waktu luang di akhir pekan ini untuk pergi ke Sukabumi. disana ada yang namanya Geopark Ciletuh kalian akan disuguhi dengan pemandangan yang luar biasa, merasakan ketenangan alam yang damai dan memesona.

Foto : Puncak Darma (Bambang Bengal)

Geopark Ciletuh Sukabumi ini adalah salah satu lokasi liburan keren yang sagat rekomended,Terutama untuk kalian yang ingin berwisata alam dengan tantangan. Geopark Ciletuh Sukabumi atau taman alam batuan tertua di pulau jawa ini merupakan tempat wisata alam yang keren di Jawa Barat yang telah resmi ditetapkan oleh UNESCO menjadi bagian dari jaringan geopark dunia, yakni Unesco Global Geopark (UGG) pada April 2018 lalu dan disampaikan dalam sidang ke-204 Executive Board Unesco, Komisi Programme & External Relations di Paris.
Bermacam suguhan alam yang beragam bisia kita nikmati dari mulai pantai, air terjun hingga perbukitan dan sejumlah pulau. adapun Destinasi Wisatanya antara lain Panenjoan, Curug Sodong, Curug Cimarinjung, Pulau Kunti, Pulau Badak, Pulau Mandra, Pantai Palangpang dan Puncak Darma. Dari puncak tersebut, kalian bisa menikmati pemandangan bentang alam nan indah seperti gunung, tebing hingga lautan, bahkan perjalanan menuju puncak juga menyuguhkan alam persawahan yang tak kalah menarik.
Nah, di akhir pekan ini kebetulan Pemerintah Provinsi Jabar melelui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dan didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pariwisata, Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Badan Pengelola Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu menggelar acara yang seru banget namanya Festival Geopark Ciletuh 2018 yang akan berlangsung pada Tanggal 12-14 Oktober 2018 , event ini sudah Masuk ke dalam 100 Calender Of Event Kementerian Pariwisata Indonesia, Festival Geopark Ciletuh 2018 bakal menawarkan banyak kegiatan menarik, melibatkan kebudayaan lokal, ratusan seniman bakal menyuguhkan berbagai atraksi menarik, dari pertunjukan budaya dan seni serta suguhan kuliner khas yang terdapat di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Melibatkan masyarakat setempat, aneka kesenian yang akan ditampilkan meliputi pencak silat, gondang, tari liliuran, tari Cepet, Kacapi Buhun, wayang golek, tutunggulan dan lain-lain. tak hanya itu, di event ini akan dilaksanakan Pemecahan Rekor Dunia dengan 5000 Penari Jipeng yang akan berlokasi di Panenjoan desa Taman Jaya Sukabumi.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menganggap event ini wajib didatangi para pecinta seni dan budaya. Karena atraksi yang ditampilkan akan sangat berkelas.
“Ada banyak alasan mengapa kita harus datang ke Festival Geopark Ciletuh. Pertama, festival ini berada di lokasi yang sangat luar biasa. Di Ciletuh Sukabumi. Kedua, tentu saja karena atraksinya. Banyak agenda seni dan budaya,” papar Arief Yahya.
Gimana sudah kebayang serunya kan…? jangan pake lama mikir, langsung meluncur ke Sukabumi dan rasakan sensasi yang luar bisa yang kalian akan dapatkan di Geopark Ciletuh- Palabuhanratu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Ida Hernida SH, MSi, mengatakan ujicoba geowisata menjadi salah satu sasaran penyelenggaraan CGF2018 untuk meningkatkan giat pariwisata dalam kawasan Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, karenanya selain kegiatan di venue utama, kegiatan tersebar di 18 area geosite Geopark Ciletuh Palabuhanratu, yaitu Kasepuhan Sinar Resmi, Geyser Cisolok, Pantai Citepus, Geopark Information Center, Pantai Palabuhanratu, Jembatan Bagbagan, Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa, Pantai Loji, Puncak Gebang, Puncak Darma, Puncak Aher, Desa Budaya Girimukti, Panenjoan, Puncak Manik, Bukit Cinta, Bukit Panyawangan, Pantai Palangpang, Leuwi Kenit. Penyelenggara menyediakan paket- paket wisata daytour dan halfday tour yang dapat diikuti oleh wisatawan yang hadir di CGF2018. Untuk akomodasi, wisatawan boleh memilih untuk tinggal di homestay, ataupun membawa tenda sendiri di area camping dalam CGF2018.

Destinasi Digital Pasar Cijaringao Akan Segera Hadir di Bandung

Usung Konsep Unik, Destinasi Digital Pasar Cijaringao Akan Segera Digelar

By | Berita, Event | No Comments

Destinasi Digital yang sedang ramai dibicarakan oleh netizen, akan segara hadir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.  Anak-anak muda komunitas GenPI (Generasi Pesona Indonesia) Jawa Barat, berkolaborasi dengan Saung Angklung Udjo dan Ruang Kolabarasa, siap menggelar Pasar Cijaringao di  Kawasan Cijaringao Hejo Udjo, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Edisi perdana Pasar Cijaringao ini akan dihelat pada Minggu, 12 Agustus 2018. Selain pasar warga, akan hadir pula aksi ketangkasan Domba sekaligus Kontes Domba, permainan tradisional, pertunjukkan Seni budaya, Edukasi & Workshop Komunitas, serta pertunjukkan Musik Akustik Alam.

Destinasi digital adalah sebuah produk pariwisata yang kreatif dan dikemas secara kekinian (zaman now). Keinginan generasi milenial maupun individu yang senang ‘berbagi’ di media sosial menjadi potensi baik untuk meningkatkan pariwisata dunia digital ini.

Sebuah destinasi yang heboh di dunia maya, viral di media sosial, dan nge-hits di Instagram. Kids Zaman Now sering menyebut diferensiasi produk destinasi baru ini dengan istilah: “Instagramable.”

Menurut Taufik Hidayat, Director & Owner Saung Angklung Udjo, “Pasar Cijaringao adalah sebuah ruang publik yang akan menghadirkan segala aktivitas jual beli dan etalase kreativitas warga Cijaringao, sekaligus sebagai simpul seni budaya tradisional yang senantiasa mewartakan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Jawa Barat”.

“Ini akan menjadi sesuatu yang menarik, dan warna baru bagi pariwisata di Jawa Barat pada khususnya”, ujar Kang Opik, panggilan akrabnya.

Ketua Harian GenPI Jabar, Ricky Arnold menambahkan, “GenPI tidak hanya hore-hore saja. Komunitas ini komit untuk memajukan pariwisata Indonesia dengan cara cara unik. Misalkan dengan membuat pasar yang dihebohkan di media sosial. Commercial value-nya juga jalan. Bahkan pasar-pasar ini memberi kontribusi bagi masyarakat sekitar secara nyata.

“Yang berjualan di destinasi digital kan harus masyarakat sekitar. Dan yang dijual, harus memiliki ciri khas budaya setempat. Contohnya kuliner. Harus ada lapak makanan tradisi khas daerah setempat. Begitu juga dengan kerajinan tangannya,” papar Ricky.

Destinasi Digital ini bisa menjadi incubator buat GenPI untuk belajar 2C sekaligus, yakni memperkuat Creative Values sekaligus Commercial Values. Anak-anak muda millennials itu akan belajar bermedia sosial yang keren, positif, mengangkat dan mempromosikan kekuatan pariwisata Indonesia. Sekaligus belajar bisnis, menciptakan peluang, dan menggerakkan  ekonomi masyarakat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat mendukung dan tak lupa mengapresiasi akan segera hadirnya Pasar Cijaringao.

“Selamat atas segera hadirnya Pasar Cijaringao, semoga bisa ikut mendorong pertumbuhan pariwisata Indonesia” kata Arief Yahya.

Atraksi Wisata Baru buat Generasi Milenial Kab Kuningan

By | Wisata | No Comments

Kuningan – Inilah, salah satu offline event Generasi Pesona Indonesia (GenPI). Komunitas netizen yang concern di sektor pariwisata di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Kuningan ini membuat Pasar Maya Asih. Betul-betul pasar riil, tempat bertemu buyers dan sellers di suatu tempat.

Tetapi, kreativitas anak-anak muda GenPI Kuningan kali ini mengemas pasar dengan cara yang sangat unik dan kekinian. Khas anak-anak muda yang selalu berpikir beda, mencari sudut pandang yang asyik, bukan hanya offline, tetapi juga online.

“Itulah digital lifestyle anak-anak muda, selalu memikirkan impression, objek foto Instagramable, interaktif, viral, trending topic, dan tema-tema khas online social media. Di mana ada objek anti mainstream, di situ mereka berkumpul,” kata Muhamad Samsudin selaku Kordinator GenPI Kuningan.

Pasar Maya Asih yang di desain anak muda GenPI Kuningan ini sama. Bukan sekedar bertemu kuliner yang khas, langka, dan sensasional. Tetapi juga 1001 titik selfie yang “memaksa” pengunjung mengeluarkan smartphone-nya dan memasang aplikasi camera-nya.

Ini beda dengan pasar-pasar zaman dulu, yang hanya membutuhkan lapak, tempat menata barang dagangan, bertemulah pembeli dan penjual. Pasar Maya Asih ini pasar penuh aturan. “Karena aturan itu sendiri sudah unik dan bisa diceritakan di media sosial,”.

Digital lifestyle itu, kata Sam, harus interaktif, berbasis online, bercerita dengan video, gambar, sedikit text, viral alias dari HP ke HP. Bukan lagi dari mulut ke mulut, karena “mulut” mereka adalah gadget, signal, dan wifi.

Pasar ini, mengajak netizens dan komunitasnya untuk “kopi darat”, minum kopiv ke Pasar Maya Asih. “Kami ingin mendownload komunitas medsos dengan followers, subscribers, friends yang berinteraksi di online, kumpul secara offline,”

“Silakan klik hastag #PasarMayaAsih, di situlah interaksi promosi Pasar Maya Asih yang heboh,” kata Sam. Sisi sociopreneurshipnya, mengajak masyarakat Kelurahan Cigugur, Kabupaten Kuningan untuk berjualan dengan konsep back to nature, traditional style, dan sentuhan media social friendly.

Bupati Kuningan H Acep Purnama, SH., MH yang hadir dalam Grand Launching Pasar Maya Asih menjelaskan. Pasar yang dihidupkan setiap Minggu pagi pukul 07.00 sampai 13.00 WIB itu sangat bagus untuk atraksi baru di Kuningan. Pasar yang didesain untuk orang bersantai, berhari Minggu, berlibur bersama keluarga, sahabat, handai tolan, karib, termasuk friends dan followers nya.

Acep melihat Pasar Maya Asih itu sebagai digital sociopreneurship. Digital, karena sebagai produk, hanya dipromosikan melalui media sosial oleh anak anak Generasi Pesona Indonesia. Bahkan beberapa kali menjadi trending topic di Twitter dan heboh di media sosial seperti Instagram, Facebook dan Youtube.

Febri Hariyadi Cepat Di Lapangan Hijau, Ngebut di Fans Game

By | Berita | No Comments

JAKARTA – Febri Hariyadi adalah pesepakbola masa depan Indonesia asal klub Persib Bandung. Kelebihan Febri terletak pada kecepatan dan kelincahannya. Febri menjadi salah satu tumpuan Timnas Sepakbola Asian Games untuk mengobrak-abrik gawang lawan.

“Hal paling penting buat Saya adalah selalu introspeksi diri sendiri, agar Saya terus belajar menjadi yang lebih baik. Karena tanpa introspeksi diri, kita tidak akan pernah mau belajar sunguh-sungguh, bekerja lebih keras terus menerus dan tidak akan pernah tau seberapa jauh diri kita,” tulis Febri memotivasi diri lewat Instagram-nya @febrihariyadi13.

Febri lahir di Bandung, 19 Februari 1996. Namanya mulai mencuat saat membela Persib Bandung pada ajang Piala Jenderal Sudirman 2015. Turun sejak menit awal, ia mampu mencetak gol ke gawang Persela Lamongan. Laga itu tak akan dilupakannya.

Terlebih Pertandingan tersebut menjadi debutnya bersama tim senior. Waktu itu usianya masih 19 tahun.

Selain bekerja keras dan semangat berlatih, ternyata ada dua sosok dibalik kesuksesan Febri Haryadi. Pemain jebolan Maung Ngora ini percaya jika hasil yang diraihnya tidak semata-mata ia perjuangkan sendiri. Namun, ada ada doa kedua orang tuanya.

Oleh karena itu, Febri Sering meminta doa dari orang tuanya saat bertanding di luar kota. Melalui pesawat telepon, Febri meminta restu dari ayah Bambang Sutrisno dan ibunya Imas Kuraesin sebelum bertanding.

“Saya ingin memberikan kebahagiaan kepada orang tua dengan prestasi yang yang saya raih,” ujarnya.

Pemain jebolan SSB PRO UNI Bandung ini bisa dibilang memiliki kemampuan di atas rata-rata bagi pemain seumurannya. Kariernya berkembang begitu cepat. Ia sudah memperkuat Persib U-21 ketika usianya 17 tahun.

Kerja keras dan semangat berlatihnya membuat kemampuannya semakin matang, kelincahan kerap kali membuat bek lawan kerepotan. Ia berani berhadapan langsung head to head dengan bek lawan.

Febri adalah seorang pemain sayap murni, menyisir sisi lapangan dengan kecepatannya adalah kelebihannya. Ia sering kali melakukan umpan-umpan cantik bahkan mencetak gol. Walapun begitu ia masih membutuhkan pengalaman dan jam bermain lebih untuk mengasah kemampuannya.

Febri juga tampil impresif saat bermain di Piala Bhayangkara 2016 dan di Piala Presiden 2017. Ia pun diganjar dengan kontrak berdurasi empat tahun oleh Persib Bandung.

Febri pun menjadi salah satu pemain andalan Maung Bandung pada kompetisi Liga 1 2017 meski usianya masih muda.

Tampil mengesankan bersama Persib, membuat pelatih Timnas Indonesia U-22 Luis Milla memanggilnya untuk SEA Games Malaysia 2017. Beberapa kali menjadi starter, ia sering kali merepotkan pertahanan lawan, ia bahkan mencetak salah satu gol terbaik pada ajang tersebut.

Sayang, langkah timnas untuk meraih emas gagal setelah dikalahkan oleh tuan rumah Malaysia. Indonesia hanya sanggup meraih perunggu setelah mengalahkan Myanmar dengan skor 3-1. Febri tetap bersyukur dan berharap bisa berbuat banyak untuk timnas di masa mendatang.

Dan sebentar lagi kita akan menyaksikan lagi kebolehannya dalam bermain sepakbola bersama Timnas U23 di Asian Games 2018.

“Yuk #SatukanTekad dukung suksesnya Asian Games 2018! Tunjukan dukunganmu untuk Indonesia,” ujar Febri.

Nah, segala prestasi yang diraih Febri ini juga membawanya menjadi calon atlet terfavorit #PesonaAsianGames2018. Untuk menang, minimal dia harus masuk 4 besar dalam vote. Untuk vote Febri Hariyadi, klik link https://www.genpi.co/vote/asiangames lalu pilih dia.

Soft launching pasar digital Maya Asih GenPi Kuningan

By | Wisata | No Comments

Pasar Maya Asih akan hadir di Hutan Kota Kelurahan Cigugur Kuningan Jawa Barat. Pasar Maya Asih menghadirkan kuliner tradisional, aneka jajan tradisional, handcraft dan kaulinan budak (permainan tradisional). Selain itu kerajinan unik dari janur juga dihadirkan disini untuk launching pada 15 Juli 2018. Pengunjung juga bisa mencoba pengalaman Manjat Tebing yang ada di area Hutan Kota Mayasih.

Paket Komplit! tak hanya kuliner, belanja dan bermain permainan tradisional atau dalam bahasa sundanya Alimpaido, buat para pecinta Fotografi dan Instagarmable akan ada hunting foto dan lomba vlog dalam soft launching Pasar Maya Asih tanggal 8 Juli 2018. Berbagai lomba menarik dalam kegiatan Pasar Digital yang dilaksanakan setiap hari minggu tersebut juga sudah disiapkan untuk pengunjung yang hadir, seperti balap enggrang, panahan tradisional.

Tujuan #PesonaPasarDigital adalah mempraktekan Digital Sosiopreneurship oleh teman – teman GenPI. Dengan Spirit yang dibangun : Go Green! Dan mengajak netizen ramah lingkungan.  Pasar Maya Asih akan menampilkan tema yang berbeda – beda setiap minggunya. Pasar Maya Asih diharapkan menjadi destinasi wisata baru, juga menjadi wadah komunitas untuk kumpul dan berkolaborasi. Untuk akses ke Hutan Kota Mayasih bisa menggunakan kendaraan pribadi, taksi, ojek online. Waktu yang ditempuh dari Kota Kunungan untuk sampai ke Pasar Maya Asih butuh waktu sekitar 1/2 jam. 

Catat tanggal mainnya ya… Pasar Maya Asih mulai 8 Juli 2018 setiap minggu pukul 07.00 – 13.00 WIB

Batik Sukabumi yang MenDunia

By | Event | No Comments

Halo sahabat Genpi, Tau gak kalau di Sukabumi juga ada pengrajin batik khas yang sudah mendunia., selama ini kalau kita mendengar pengrajin batik pasti sudah otomatis tertuju pada daerah pekalongan, Jogja atau Solo, namun siapa sangka, Kota Sukabumi yang dikenal sebagai Kota Mochi manpu menghadirkan batik hkas yang cukup membanggakan.

ya, namanya Batik Lokatmala asal Kota Sukabumi, Batik Lokatmala ini pada pekan lalu mendapat kesempatan untuk memperkenalkan batik secara langsung dikancah internasional, pada tanggal 12 maret sampi dengan 24 maret 2018.
Sebut saja ceu Fonna Pemilik Batik Lokatmala ini mendapatkan kesempatan menjadi instruktur batik dari Indonesia yang menarik minat International Foreign Women Association (IFWA) dan juga ikut menggelar workshop batik. Animonya cukup besar, peserta mencapai 140 orang dari kalangan isteri duta besar dan pejabat Pakistan, serta para diplomat. 


Ceu Fonna menjelaskan “ saya di undang oleh KBRI untuk mengisi lokakarya sekaligus mengajarkan tehnik membatik kepada para istri duta besar negara sahabat. Ucapnya
Ceu fonna juga megatakan “dalam rangka workshop batik untuk istri dubes juga sekalian workshop Universitas Fatimah Jinnah,” singkatnya


Ini menjadi suatu kebanggakan untuk ceu fona sendiri, untuk warga sukabumi Jawabarat, Umumnya untuk Indonesia.
apalagi selama ini Ceu Fonna dengan batik Lokatmalanya terus berusaha menggali kearifan lokal sukabumi melalui karya-karya batiknya yang luar biasa.

Berbagai Macam Batik Sukabumi

Fotografer dan Vlogger Ramaikan Lomba Marathon Digital #GoesToPasarCikundul

By | Event | No Comments

(Sukabumi) – Kawasan Wisata Pemandian Air Panas Cikundul hari ini dipenuhi oleh Fotografer, Blogger, dan Vlogger dalam rangkaian acara #GoesToPasarCikundul. Para penggiat hobi digital ini rupanya tengah mengikuti lomba foto dan vlog untuk mempromosikan kawasan terpadu wisata Cikundul. Pemandian Air Panas Cikundul sendiri merupakan salah satu objek wisata yang berada di Kota Sukabumi. Berada di Kecamatan Lembursitu, dengan jarak 7 KM dan waktu tempuh sekitar 15-20 menit dari pusat kota. Pemandian Cikundul berdiri sejak tahun 1990 dengan nama “Tirta Daya Bumi” yang diresmikan oleh Walikota Sukabumi saat itu, Ibu Molly.

Namun. Seiring dengan berjalannya waktu, pemandian pun diubah namanya menjadi Cikundul, dengan mengembangkan beberapa kawasan wisata terpadu di sekitarnya. Beberapa Kawasan wisata tersebut diantaranya Agro Edu wisata Cikundul, Bumi Perkemahan Cikundul, Hutan Kota Kibitay, dan juga makam Eyang Cikundul. Pada perlombaan kali ini, peserta ditantang untuk membuat konten menarik, yang dapat meningkatkan citra dan promosi Kawasan wisata terpadu Cikundul tersebut.

perlombaan ini juga menjadi bagian dari rangkaian acara menuju Pasar Cikundul yang nantinya akan menjadi pasar terpadu kerajinan, oleh-oleh, dan kuliner khas Sukabumi. Selain perlombaan, hari ini kawasan wisata Pemandian Air Panas Cikundul dimeriahkan dengan penampilan Ibing Pencak Silat dan perform Fleur dari Belanda. Semakin meriah acara ini dengan uji coba Pasar Cikundul yang menampilkan kerajinan dan karya masyarakat, salah satunya dari Komunitas Mini Figur Sukabumi.

Kawasan Pemandian Air Panas Cikundul sangat cocok dikunjungi saat berakhir pekan, khususnya saat waktu bersama keluarga. Karena, kini Pemandian Air Panas Cikundul dilengkapi dengan fasilitas Gazebo, juga ruang terbuka yang dapat digunakan untuk bersantai selain berendam atau berenang. Adapun fasilitas utama Pemandian Air Panas Cikundul diantaranya Kolam Air Panas, Kolam Air Dingin, Kamar Berendam, Cottage, dan Arung Jeram melewati Sungai Cimandiri. Harga nya pun sangat terjangkau. cukup merogoh kocek 8.000 rupiah, sahabat sudah bisa menikmati fasilitas yang ada. Namun, untuk Kamar Berendam sendiri ada tiket khusus yang harus dibeli, yakni seharga 30.000 rupiah. Apabila ingin mencoba Arung Jeram, Cikundul dapat menjadi rekomendasi karena sungainya yang tenang. selain itu, harganya terbilang cukup murah, yakni 150.000 untuk 5 orang
Selain itu, Pemandian Air Panas Cikundul sangat cocok bagi penikmat fotografi.

karena, banyak sekali spot foto kece disini. salah satunya rumah pohon. Rencananya Sendiri, Pasar Cikundul yang akan dibangun di kawasan wisata terpadu Cikundul ini akan menjadi pasar promosi dan kerajinan oleh-oleh khas Sukabumi. didorong dengan promosi digital yang akan membuat orang semakin tertarik untuk berkunjung ke Pasar Cikundul, karena kondisi pasar yang akan dikonsep sedemikian rupa sehingga tampak kekinian dan instagramable. Event Lomba Marathon di Pemandian Air Panas Cikundul pun disemarakkan dengan kehadiran para blogger nasional yang berekebisi dalam perlombaan kali ini, Sehingga diharapkan, pada launching Pasar Cikundul nanti, Kawasan Wisata Terpadu Cikundul dapat menjadi objek wisata unggulan di Kota Sukabumi.

Semarak Asia Afrika Carnival

By | Tips | No Comments

Hari ini, Sabtu 28/4, Kota Bandung dipastikan bakal meriah. Pasalnya, akan ada puncak peringatan Konferensi Asia Afrika yang ke-62, digelar di Jalan Asia Afrika dan sekitarnya. Gelaran kegiatan ini akan dibuka dengan acara Asia Africa Carnival di sepanjang Jalan Asia Afrika pada 28 April 2018. Karnaval ini akan dimeriahkan oleh 2.867 peserta. Peserta karnaval tidak hanya berasal dari Kota Bandung, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara. Karnaval tersebut menggunakan rute dengan titik awal di Jalan Asia Afrika, Jalan Cikapundung Barat, Jalan ABC, Jalan Naripan, Jalan Tamblong, dan ‎berakhir di Jalan Asia Afrika.

Sejumlah jalan akan ditutup, yaitu Jalan Tamblong hingga Jalan Asia Afrika, Jalan Naripan hingga Tamblong, dan Jalan Banceuy hingga Jalan ABC. Pengalihan kendaraan agar tidak terjebak kemacetan pun akan diberlakukan. Pengalihan dari Jalan Lengkong Besar hingga Jalan Dalam Kaum, dan seterusnya. Kemudian pengalihan ke Jalan Lembong hingga Jalan Dalam Kaum, lalu Jalan Banceuy hingga Jalan Suniaraja, dan seterusnya. Skema penutupan dan pengalihan lalu lintas itu diberlakukan sejak pukul 06.00 hingga pukul 23.00 WIB. Ribuan orang dipastikan turut memeriahkan gelaran ini. Masyarakat diimbau untuk menghindari jalan-jalan yang dekat dengan rute karnaval dan mengikuti pengalihan arus dengan arahan petugas dari kepolisian. Panitia telah menyiapkan kantung-kantung parkir di beberapa titik, seperti di Jalan ABC, Jalan Banceuy, Basemen Alun-alun Bandung, dan Jalan Belakang Factory.

Dari titik-titik tersebut, para pengunjung bisa berjalan kaki menikmati kemeriahan puncak Asia Africa Week 2018. Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung Yayan A Brillyana mengatakan, acara ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung menggelorakan semangat Konferensi Asia Afrika. Semangat persatuan, kemerdekaan, dan perdamaian yang ingin terus digelorakan ke seluruh penjuru dunia, akan terpancar dari perayaan ini. Even ini menguatkan posisi Kota Bandung sebagai ibu kota Asia Afrika.

Bandung adalah kota dunia yang menyimpan sejarah yang amat penting. Karena konferensi itu, puluhan negara di Asia dan Afrika terinspirasi untuk memperjuangkan kemerdekaan mereka. Kegiatan karnaval sendiri akan mengambil rute dimulai dari Jalan Asia Afrika – Cikapundung Barat – ABC – Naripan – Tamblong, dan berakhir kembali di Jalan Asia Afrika. Parade aan Konferensi Asia-Afrika yang berlangsung pada tahun 1955; peristiwa bersejarah yang menjadi inspirasi acara. Parade akan dibuka oleh Tari Jaipong yang melambangkan penyambutan dari warga Bandung dan Jawa Barat, lalu dilanjut marching band dari Jabar Drum Corps yang pernah meraih juara dunia di Malaysia. Parade akan dibuka oleh Tari Jaipong yang melambangkan penyambutan dari warga Bandung dan Jawa Barat, lalu dilanjut marching band dari Jabar Drum Corps yang pernah meraih juara dunia di Malaysia. Parade akan dipimpin oleh rombongan Detasemen Kavaleri Berkuda, kemudian disusul oleh delegasi-delegasi dari berbagai negara.

Setelah rombongan Korea Culture Centre, parade mancanegara dilanjutkan dengan rombongan dari 14 negara lainnya, termasuk Inggris, Australia, India, Italia, dan Jepang. Juga ada perwakilan dari negara Madagaskar, Tajikistan, Azerbaizan, dan Kuwait, sebelum disambung dengan rombongan dari provinsi dan kabupaten-kota di Indonesia. Delegasi Kab Pidie Jaya dari Nangroe Aceh Darussalam menjadi rombongan pertama dari dalam negeri disusul Kab Sragen, Kota Pekalongan, Jambi, Banjarmasin, dan provinsi Kalimantan Timur. Setelah keseruan rombongan dalam negeri, parade  berlanjut ke rombongan Bandung, dimulai dengan perguruan silat Sabuk Putih. Diikuti oleh berbagai komunitas, sekolah, dan kampus di Bandung, seperti komunitas mahasiswa Lampung di Bandung dan paguyuban sepeda baheula.  Juga turut berparade Himpunan Peternak Domba Kambing DPC Bandung dan Unit Kesenian Bali Maha Gotra Ganesha / Institut Teknologi Bandung.

 

 

Beraneka ragam sekali peserta  dan akan membuat suasana sangat meriah. Keseruan ini akan dibuka oleh Eshty Reko Astuti mewakili Kemenpar. Karnaval Asia Afrika adalah acara satu hari yang akan menampilkan parade kostum terbaik dari negara-negara di Asia dan Afrika. Festival ini bertujuan untuk memperingati konferensi negara-negara di Asia dan Afrika dengan tujuan mempromosikan kerja sama ekonomi dan kebudayaan Asia Afrika melawan kolonialisme atau neokonolialisme. Even ini sekaligus menjadi momentum untuk mempromosikan dan merayakan Indonesia ke seluruh dunia dan dipandu oleh Pesona Indonesia, Kementerian Pariwisata, dan Pemerintahan Kota Bandung. Sebagai tuan rumah penyelenggara Konferensi Asia-Afrika 63 tahun yang lalu, semangat perdamaian dunia masih terus dikenang di Kota Bandung, yang dijuluki “Ibukota Asia-Afrika”. Bagaimana tidak? Dalam kondisi negara yang baru saja 10 tahun merdeka, Bandung dan Indonesia telah berhasil menyelenggarakan konferensi tingkat dunia guna memerdekakan negara-negara yang ada di benua Asia dan Afrika.

Pada tahun 1955 bukanlah hal yang mudah untuk menyelenggarakan konferensi sebesar itu. Terlebih, kekuatan Blok Barat dan Blok Timur tak bisa dibandingkan dengan kekuatan negara-negara Non-blok.

Akan tetapi, guna mencapai cita-cita bangsa pada Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “oleh karena itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan…” pemerintah dan masyarakat bergotong royong mensukseskan Konferensi Asia-Afrika.

 Soekarno pernah memberikan wejangan, “Kalau Barong Liong Sai dari Tiongkok bekerja sama dengan Lembu Nandi dari India, Spinx dari Mesir, Burung Merak dari Birma, Gajah Putih dari Siam, Ular Hidra dari Vietnam, Harimau dari Filipina, dan Banteng dari Indonesia, maka pasti hancur-lebur kolonialisme internasionalisme”. Wejangan tersebut kemudian digaungkan dalam rapat-rapat umum, sehingga semangat perdamaian dunia di Indonesia telah tercipta puluhan tahun yang lalu sebelum Indonesia merdeka. Kota Bierville, Prancis, dan Kota Brussel, Belgia, menjadi saksi saat mahasiswa-mahasiswa Indonesia ikut memainkan peranan dalam membangkitkan jiwa solidaritas Asia-Afrika pada 1926-1927.

Gagasan untuk menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika pertama kali dicetuskan pada saat berlangsungnya Konferensi Kolombo. Pada saat itu, 5 negara pencetus memberikan tanggapan bahwa diperlukan lebih banyak negara non-blok untuk mencapai cita-cita kemerdekaan dunia. Akhirnya, ditentukanlah pelaksanaan Konferensi Bogor sebagai pertemuan awal dalam mempersiapkan penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika. Lima negara Konferensi Kolombo akhirnya bertemu kembali di Konferensi Bogor. Indonesia diwakili Perdana Menteri Ali Sastroamijoyo, Burma diwakili U Nu, India diwakili Jawaharlal Nehru, Sri Lanka diwakili Sir John Kotelawala, dan Pakistan diwakili Muhammad Ali. Perwakilan dari lima negara itu kemudian bersidang di Istana Bogor bersama Ir. Soekarno dalam mempersiapkan penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika. 

Banyak ketegangan yang terjadi di Konferensi Bogor, di antaranya saat memutuskan untuk mengundang Tiongkok, namun negara anggota Konferensi Bogor berempati pada negara-negara di Timur Tengah.  PM Ali Sastroamidjoyo yang menjadi penengah ketegangan itu Belum lagi, perseteruan antarnegara yang masih menunjukkan ego dan kebangsaannya, mengingat hampir seluruh negara peserta masih terhitung muda dalam usia kemerdekaan.  Setelah Konferensi Bogor, dibentuklah Panitia Lokal pelaksana Kongerensi Asia-Afrika di Bandung. Merekalah yang menyiapkan akomodasi, jadwal kegiatan, dll sesuai kebutuhan konferensi. Gedung Concordia yang merupakan pusat kebudayaan bagi para kaum elite Hindia Belanda, diubah menjadi Gedung Merdeka. Jalan sepanjang Concordia dari Masjid Raya Bandung sampai Simpang Lima diubah menjadi “Asia-Afrika”. Masyarakat dilibatkan dalam persiapan akomodasi.  Tak sedikit pribumi elite yang merelakan kendaraannya untuk menjadi transportasi bagi para delegasi KAA. Puluhan ton bahan bakar disiapkan demi kelangsungan acara.  Bahkan beberapa daerah di Bandung, listriknya dipadamkan hanya untuk penerangan di Jalan Asia-Afrika dan sekitarnya.  Banyak halangan yang terjadi sebelum pelaksanaan konferensi. Saat konferensi pun, tak luput dari masalah yang tiba-tiba terjadi seperti Gedung Merdeka kebanjiran saat hujan lebat. Namun, melalui semangat kebersamaan Bandung, konferensi dapat berjalan dengan lancar sampai acara penutupan yang dilaksanakan bersamaan dengan hari pertama bulan Ramadhan.  Ir. Soekarno membukanya secara resmi dengan pidato kenegaraan, saat kalimat “Let This Conference be A Great Success” menjadi kalimat yang luar biasa dibanggakan oleh negara-negara peserta Konferensi Asia-Afrika.  Semangat Bandung kala itu tak dapat kita bayangkan lagi. Dalam kondisi negara yang baru saja merdeka, semua bergotong-royong demi kesuksesan penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika. Selain itu, semangat untuk menggaungkan kemerdekaan negara-negara Asia-Afrika terbangun dari seluruh anggota konferensi.  Tahun demi tahun setelah tercetusnya Dasasila Bandung tersebut, negara-negara Asia-Afrika pun menemukan kemerdekaannya.

 

Asia Afrika carnival

By | Event | No Comments

Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-63 pada 13 Mei 2018 mendatang di Bandung, Jawa Barat, dipastikan akan berlangsung meriah.

Sebab, even bersejarah bagi perjalanan bangsa ini akan akbar dan semarak dengan penampilan Asian African Carnival 2018.
Karnaval rencana ini rencananya akan digelar pada 28 April 2018 dengan rute tempuh sepanjang Jalan Asia Afrika, Jalan Cikapundung Barat, Jalan Naripan, hingga Jalan Tamblong.

Selain sajian penampilan seni dan budaya dari perwakilan negara-negara anggota Asia-Afrika, penyelenggara juga akan melibatkan negara-negara sahabat. Hanya itu? Tidak. Akan ada juga “Bandung Sister Cities dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana. Menurut Pitana, penampilan karnaval ini akan menambah semarak dan semakin memberikan ruang bagi masyarakat.

Apalagi, panitia berinisiatif akan membuka sayembara yang ditujukan bagi para pelaku seni pagelaran dan peserta karnaval. “Kurasi konten akan ditekankan pada kegiatan karnaval kali ini. Setiap penampilan, akan diperhitungkan kontennya,” ujar Pitana. Dengan demikin, tidak akan memberikan kesan monoton pada para pengunjung. Terlebih, even ini masuk dalam Top 100 Calendar of Event (CoE) Kemenpar,” lanjut Pitana.

Untuk mengikuti sayembara, caranya cukup mudah. Para peserta bisa mendaftarkan via online melalui http://asiaafricaweek.com/carnival/form-carnival.html Dalam pendaftaran, para peminat bisa melakukan registrasi dengan mengisi nama atau kelompok yang akan berpartisipasi.

Jumlah anggota dalam setiap kelompok, minimal 5 orang atau anggota. Jangan lupa mengisi nomor telepon dan mencantumkan alamat email. “Nantinya para peserta sayembara harus dapat menampilkan hasil karya mereka masing-masing kepada para pengunjung,” ungkap Pitana.
Tidak main-main, karena menurut Pitana, sayembara ini akan memperebutkan total hadiah sebanyak puluhan juta rupiah. Kepala Bidang Pemasaran Area I Kemenpar, Wawan Gunawan menambahkan, gelaran Asian African Carnival 2018 akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Asian African Carnival kali ini akan menggunakan dua panggung utama yang ditempatkan di ruas Jalan Braga Pendek dan Jalan Soekarno.

Dengan adanya dua panggung utama ini, diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan akan semaraknya sebuah kegiatan.
“Nantinya juga akan hadir Kahitna yang akan ikut meramaikan Asian African Carnival, sehingga bisa memberikan kesan semarak yang berbeda,” tutur Wawan.
Karnaval kali ini akan dikemas dengan sangat apik, dengan menampilkan berbagai kebudayaan khas kebanggaan Indonesia. “Hal ini bertujuan agar salah satu kekayaan bangsa berupa kebudayaan, yang ditampilkan melalui kesenian, dapat terus dilestarikan dan tidak terkikis oleh zaman,” sambungnya. Menteri Pariwisata Arief Yahya menaruh harapan besar agar kegiatan ini dapat semakin interaktif dengan masyarakat. Dengan demikian, suasana karnavalnya akan sangat bagus dan masyarakat dapat ikut terlibat secara langsung di pagelaran budaya tersebut. Arief Yahya juga ingin agar di Bandung nanti, suasana itu terasa. Masyarakat ikut menikmati karnaval, jadi bukan hanya sekadar menonton.

Pentas acaranya pun dirancang tak biasa. Setelah menyiapkan lokasi acara, giliran penempatan spot panggung yang dirancang secara apik. “Eksposur medianya juga sangat besar. Ini akan berdampak baik bagi pariwisata Bandung dan tentunya Indonesia,” ujar Menpar Arief Yahya. “Ayo, datang dan meriahkan Asian African Carnival 2018 ini. Salam Pesona Indonesia, Wonderful Indonesia,” pungkas Menpar Arief Yahya. Ada yang berbeda! Di tahun 2018 ini, Asia Africa Week bakal menyajikan acara-acara menarik dan mengajak Anda semua untuk ikut serta.

Asia Afrika Week 2018 bakal digelar dari Senin, 23 April 2018 hingga Minggu, 29 April 2018 di Bandung. Masyarakat luas bisa terlibat di berbagai kegiatan yang ada. #AsiaAfricaCarnival2018

Berdasarkan rencna yang telah dimatangkan, Asia Africa Carnival tahun ini terbagi dalam lima kegiatan utama:

1. Youth Conference (Rabu-Kamis, 25-26 April 2018). Konferensi ini menitikberatkan pada perkembangan digital yang tentunya akan bermanfaat bagi masyarakat luas.

2. Cultural and Tourism Expo (Jumat, Sabu, Minggu, 27-29 April 2018). Pameran kebudayaan dan pariwisata dari masing-masing daerah yang akan menambah wawasan dan informasi bagi Warga Bandung.

3. Asian African Carnival (Sabtu, 28 April 2018). Perwakilan dari masing-masing daerah (negara sahabat, Sister Cities, Provinsi, Kota, Kabupaten) berjalan mengelilingi kawasan Jl Asia Afrika, menggunakan pakaian daerah atau kostum-kostum unik. Selain itu, dalam kegiatan ini diadakan juga sayembara carnival yang dibuka untuk umum, di mana para pegiat carnival punya berkesempatan mendapatkan hadiah menarik.

4. Unity Run (Minggu, 29 April 2018)
Kegiatan fun run yang juga mengajak peserta melewati bangunan cagar budaya yang ada di Kota Bandung yang selama ini tidak banyak diketahui.
Kegiatan Unity Run ini dibagi dalam 4 kategori, yaitu Umum, pelajar, atlet, kids dash, dan memperebutkan hadiah menarik serta ratusan doorprize.
5. Photo and Short Movie Competition. Kompetisi foto dan filem pendek ini sudah dirilis untuk umum sejak Maret lalu. Akan dipilih beberapa pemenang yang akan memperebutkan bermacam-macam hadiah dan akan dipamerkan pada 23-29 April 2018.

Nah, sudah kebayang, kan? Betapa semarak Asia Africa Carnival2018 akan berlangsung dan masyarakat umum bisa terlibat di dalamnya. Sebentar lagi nih: Asia Africa Week 2018! Pada perayaan tahun ini akan ada agenda acara Asian African Carnival. Ini salah satu menu utama di Asia Africa Week tahun ini.

Selain acara seni dan b hiudaya dari perwakilan anggota Asia Afrika, juga akan melibatkan negara-negara sahabat, Bandung Sister Cities, dan Kabupaten Kota di seluruh Indonesia. Untuk menambah semarak dan semakin memberikan ruang bagi masyarakat umum, maka panitia membuka sayembara untuk para pelaku seni pagelaran kriya karnaval. Mereka yang lolos, dapat menampilkan hasil karya mereka kepada para pengunjung dan memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah.

Kurasi konten akan ditekankan pada kegiatan karnaval kali ini, di mana setiap penampilan akan diperhitungkan kontennya sehingga tidak akan memberikan kesan monoton pada para pengunjung. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Asian African Carnival kali ini akan menghadirkan dua panggung utama yang akan ditempatkan di ruas Jl. Braga Pendek dan Jl. Soekarno.Dengan adanya dua panggung utama ini, diharapkan akan dapat mengakomodir kebutuhan semaraknya sebuah kegiatan.
Dengan melibatkan seniman nasional panitia yakin Asian African Carnival kali ini akan memberikan kesan semarak yang berbeda.