All Posts By

admin

Rakorwil ke 1 GenPI Subang

By | Berita | No Comments

Subang – GenPI Subang melakukan Rapat Koordinasi Wilayah pada tanggal 19 Januari 2020 bertempat di Gedung PLUT KUMKM Subang. Acara tersebut diisi dengan pengenalan GenPI, penyusunan pengurus dan pembahasan program yang akan dilakukan GenPI Subang kedepan. Dihadiri oleh anggota GenPI dari berbagai wilayah Subang, acara Rakorwil ini juga menjadi ajang silaturahim dan memperkuat tali persahabatan antar anggota GenPI Subang. Acara ini juga dihadiri oleh pihak Dinas Pariwisata dan Pemuda dan Olah Raga kabupaten Subang untuk mengetahui progres apa yang akan di ambil oleh GenPI Subang. Dalam acara ini disepakati Budiana Yusuf sebagai koordinator GenPI Wilayah Subang untuk masa jabatan dua tahun kedepan. Dalam acara ini GenPI Subang juga menyusun program-program yang akan dikerjakan kedepan sehingga GenPI Subang tetap berkontribusi mendukung dan menyukseskan program Subang Jawara Wisata (program kerja terlampir). Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta rapat. “”GenPI Subang siap membantu Pariwisata subang dengan beberapa kegiatan yang sudah di susun dalam program GenPI selama satu tahun kedepan. Kita harapkan Pariwisata yang ada di subang akan semakin dikenal oleh wisatawan domestik maupun internasional” ucap budiana yusuf. Adapun beberapa struktur yang telah ditetapkan dalam Rapat Koordinasi Wilayah Tersebut. 

Koordinator Wilayah : Budiana Yusuf, Sekretaris : Yayan Sopian. Bendahara : Ikhsan Putra Pratama
Divisi Online (IG, FB, Twitter) Koordinator : Fera Herawati Anggota : Dede Irwan Ardiansyah, Ade Mulyana, Rahmat Solihin, Divisi Offline (Event, Pasar Digital), Koordinator : Rizky Hutagalung. Anggota : Puteri Nurutami, Dewi, Yuliana Farida, Yuliyanti Pratiwi, Ratna Dewi Ayu Kusumah, Septia Eka Anggun Yusnia, Ajeng Mutia Syifa, Aulia, Divisi Kreatif (Desain, Foto, Video), Koordinator : Yayang Willy Rukmana, Anggota : Harry Budiman, Hamdan Musadad, Galih Gifari, Riki M Mulya, Rully Ramadan, Hana Fitriani, Divisi Humas, Koordinator : Wisnu Setia Ramdani, Anggota : Emzy Ardiwinata, Divisi SDM, Koordinator : Dindin Nugraha, Anggota : Dadang Firmansyah, Badrun Khoeroni. 

PesonaRarajahWayang

By | Event | No Comments

PesonaRarajahWayang

Sejak ditetapkan dalam daftar Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 7 November 2003, Wayang resmi menjadi warisan budaya yang diakui dunia.  Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang.  Penetapan Hari Wayang merupakan bagian dari upaya transformasi nilai-nilai luhur kehidupan yang tersirat dalam seni pewayangan.  Oleh karena itu, Hari Wayang tidak boleh dimaknai secara seremonial di panggung megah saja.  Tetapi bisa juga dinikmati oleh kalangan masyarakat umum.

Dede Ridwan selaku Ketua Komunitas Natar Budaya Wayang Ajen Subang, melihat bahwa Wayang yang telah ditetapkan oleh UNESCO itu sebagai aset budaya Indonesia.  “Ruhnya harus terus hidup mengakar di masyarakat. Maka pada tanggal 9 November 2019 kami bermaksud menggelar peringatan Hari Wayang Dunia yang bertajuk “Ngarajah Wayang” di Saung Sawah Wayang Ajen Sukamelang Subang Jawa Barat mulai pukul 12.10 – 22.30 WIB,” papar Dede Ridwan, Kamis (7/11).  Kegiatannya akan diisi oleh berbagai aktivitas yang menghubungkan masyarakat dengan Wayang.

Seperti Workshop Wayang untuk pelajar Sekolah Dasar, Gemar Wayang. “Kegiatannya berupa aktivitas generasi muda berdialog dan memainkan wayang golek ditemani Dalang Cilik Aming Ajen dari Pandeglang dan Dalang Bubun Subandara Ajen dari Karawang,” ujar Dede didampingi Deden Ndog selaku wakil ketua. Nanu Munajar selaku praktisi seni pertunjukan rakyat Jawa Barat sekaligus Dosen pengajar seni di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menuturkan, acara digelar dengan nuansa alami dengan konsep pemaduan seni di alam terbuka karena kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Makanya disajikan juga seni musik religi, pusi Sufi dan Tausiah. Dilanjutkan bertukar tangkap gagasan mengenai Wayang dalam bentuk diskusi terbuka, atau Ngadu Bako. Selain itu akan disajikan pula Show Case Wayang Laptop oleh ananda Widodo Jayakusumah dari SMK Kesenian Subang.  Lalu ditutup oleh pagelaran Wayang Kreasi berupa Wayang Catur oleh Mang Ayi Maestro Pantun Subang.  Hadir pula Komunitas Natar Budaya Wayang Ajen (NBWGA) Priangan Timur dibawah asuhan Ki Dalang Atep Ajen. Mereka akan menampilkan helaran kostum karakter dan wayang.

Helaran wayang lahir dari proses kreatif budaya dengan bertema dasar motif wayang dan kujang, sebagai maha karya budaya peninggalan sejarah Tatar Pasundan, yang dikolaborasikan dengan tema pewayangan, khususnya wayang ajen. Jadi, semua motif ornamen fashionnya berbentuk dasar kujang pasundan dan wayang, ujar Atep.  “NBWGA”, Priangan Timur adalah sebuah komunitas dan wadah kreatif yang diprakarsai oleh orang-orang yang peduli terhadap seni tradisi dan ruang kreatif di Priangan Timur, dengan tujuan untuk menggairahkan semangat dan animo masyarakat dalam rangka  mencintai, melestarikan, serta mengembangkan seni budaya, khususnya Wayang Ajen.  Helaran menampilkan kostum karakter Kujang Wayang Satria, Kujang Batik wayang, Kujang Gatotkaca, Taméng & Tombak wayang, dan kostum Gunungan Wayang Ajen.  Ngarajah wayang akan dilaksanakan di Saung Sawah Wayang Ajen Sukamelang Subang, Jawa Barat. Nuansa religi akan dibalut dalam sajian pertunjukan Rajah ngaruat Murwakala oleh Bah Nanu Munajar dan Enjang.

Berbarengan juga dengan peresmian Komunitas Natar Budaya Wayang Ajen Subang oleh Ki Dalang Wawan Ajen yang merupakan CEO Wayang Ajen Production.  Menurut ketua pelaksana kegiatan Asep Kusmana, acara ini digagas Ki Dalang Wawan Ajen.  “Kami mengembangkan ide-ide kreatifnya dengan mengajak komunitas dan masyarakat untuk merespon momentum hari wayang dunia ini.  Besar harapan kami dari Komunitas Natar Budaya Wayang Ajen Subang kegiatan ini tidak hanya mampu mempertahankan Wayang sebagai kekayaan budaya Indonesia semata melainkan lebih jauh bisa memberikan dampak ekonomi secara signifikan pada masyarakat sekitar,” paparnya.  Asep Kusmana menambahkan, harapannya Sukamelang Subang bisa menjadi salah satu Destinasi unggulan Jawa Barat. Khususnya dalam hal inkubasi dan pengembangan Wayang inovatif.

Sekaligus atraktif menarik wisatawan domestik dan luar negeri.  Deputi Bidang Pengembangan  Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Dadang Rizki Ratman lalu menerangkan, potensi Sukamelang memiliki banyak potensi yang bisa diangkat saat Peringatan Hari Wayang Dunia. “Subang memang destinasi yang menarik. Ada banyak atraksi yang bisa dinikmati di sana. Fasilitas penunjangnya juga lengkap dan bagus. Kawasan ini semakin terkenal dengan Peringatan Hari Wayang Dunia. Apalagi, wayang terus mendapatkan pengakuan dan tempat di dunia,” terang Dadang.  Asisten Deputi Destinasi Regional II Kemenparekraf Wawan Gunawan menjelaskan, potensi besar dari wayang akan terus digali, ekplorasi ide-ide dalam wayang akan disualisasikan dalam bentuk aksi di masyarakat.

PesonaRarajahWayang

Saung Wayang Ajen Sukamelang Subang Jawa Barat kedepannya akan dijadikan destinasi wisata wayang dunia ini.  “Peringatan Hari Wayang Dunia 2019 akan memberi impact positif bagi Sukamelang dan Subang.  Ada value promosi dengan ujung potensi besar secara ekonomi yang bisa dinikmati masyarakatnya.  Terlepas dari itu, event ini bagus bagi pemahaman publik. Potensinya terus digali sehingga memberi manfaat termasuk konservasi,” jelas Wawan.  Ratusan wayang dibawa oleh 108 orang saat acara peringatan hari wayang sedunia. Wayang-wayang itu dikirab dari Museum Wayang, Pondok Tingal, menuju Pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Peserta kirab kemudian melakukan doa bersama di  Pelataran Candi Borobudur.  Acara yang dikemas dalam laku (berjalan) sambil membawa wayang kulit dan wayang kardus. Peserta kirab ini ada yang anak-anak, remaja dan orang tua

Dalam laku wayang ini, para peserta terlihat sangat antusias sekali saat berarak-arakan dari Pondok Tingal hingga pelataran candi.  Sesampainya di Pelataran Candi Borobudur, mereka kemudian berdoa bersama. “Ini adalah hari dan bulan bakti wayang. Kami mengadakan sebuah festival yang bertajuk World Wayang Way yang artinya bahwa festival ini, menurut saya akan berjalan lama sekali karena wayang sebagai jalan hidup,” kata Eko Sunyoto, salah satu panitia World Wayang Way saat ditemui di Pelataran Candi Borobudur, Kamis (7/11/2019).  Menurutny kegiatan tersebut dilakukan dengan meditasi wayang yakni berjalan dengan hening dari Poondok Tingal hingga candi.  “Kami melakukan sebuah meditasi wayang, kami dari Museum Wayang Pondok Tingal menuju ke Pelataran Candi Borobudur.

Kami bermeditasi dengan perjalanan hening, henung dan heneng. Inilah sebenarnya, bagaimana cara kita memasyarakatkan wayang. Jadi, sekarang anak-anak milenial itu adalah experience, jadi pengalaman, bagaimana mereka memegang wayang, bagaimana mereka merasakan menjadi dalang,” ujar Eko. “Jadi merekapun siap menjadi dalang bagi diri pribadi mereka. Jadi, ini namanya meditasi, meditation work, mereka berjalan menggunakan wayang dan mereka juga menjadi dalang untuk mereka sendiri,” katanya.  Saat disinggung laku wayang tersebut menuju Candi Borobudur, kata Eko, Candi Borobudur merupakan salah satu ibunya wayang.  Hal ini karena sebenarnya wayang tersebut telah digambarkan di Candi Borobudur dalam kehidupan sehari-hari. “Kami melakukan di Borobudur, salah satunya karena ini merupakan ibunya wayang.  Karena sebenarnya wayang telah digambarkan disini dalam bentuk kehidupan sehari-hari sebagai suatu keutamaan leluhur yang dipatahkan pada reliefnya.

Sebenarnya itu sama juga ketika melihat wayang beber. Sama beberannya, cuma beber di kertas atau di kain, kalau ini dibeberkannya di relief,” tutur Eko.  Salah satu peserta, Ica Puja Lera Lestari (9), mengaku, senang ikut dalam kirab wayang. Sebelumnya juga pernah ikut dan ini kali keduanya mengikuti kirab wayang.  “Saya senang aja bisa ikut kirab. Saya sering lihat wayang dan tokoh yang disenangi nakula sadewa,” ujarnya.

Disparpora Kab. Cianjur gelar Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019

By | Berita | No Comments

Disparpora Kab. Cianjur gelar Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019

Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Cianjur menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Para Pelaku Pariwisata melalui Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019 diselenggarakan pada Tanggal 3-5 Oktober 2019 di Bumi Ciherang, Pacet Cianjur.

Peserta yang diikuti Oleh 35 Orang dari berbagai kelembagaan dan komunitas, antara lain : Himpunan Pramuwisata Indonesia, Asita, PHRI, Bumdes, BPBD, Kompepar, GenPI Cianjur, dan Influencer Media Sosial.

Kegiatan hari pertama difokuskan untuk registrasi dan pembagian KIT untuk Peserta Kegiatan tersebut.
Kegiatan dilanjutkan hari kedua, Acara Pembukaan secara resmi dilaksanakan dan dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pemasaran.
Dilanjutkan dengan materi pertama untuk menyampaikan tentang Eco tourism Explanation oleh Kang Chacha Suta Aryana dari HPI Jabar.
Beliau menyampaikan dengan santai menyinggung sejarah ekowisata dan bagaimana sejatinya manusia untuk menyejahterakan perekonomian melalui ekowisata.

Disparpora Kab. Cianjur gelar Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019

Dilanjutkan materi kedua untuk menyampaikan Pramuwisata masih dengan Kang Chacha Suta Aryana, beliau menyampaikan Golongan Pramuwisata dan tugas serta peranan sebagai pramuwisata. Beliaupun menyampaikan sebagai seorang pramuwisata wajib untuk memahami potensi ekowisata yang dikembangkan di Indonesia dan memaparkan Tren Ekowisata.

Dilanjut materi ketiga tentang Pengetahuan Ekowisata yang disampaikan oleh Pak Sumaryadi.
Beliau memaparkan karakteristik ekowisata, Prinsip-prinsip mengembangkan ekowisata, Pengembanga Produk Ekowisata dan memberikan sebuah tips kepada peserta bagaimana caranya untuk menjadi Pemandu Wisata yang baik.

Dilanjut materi keempat tentang Teknik Pemandu Wisata /Ekowisata oleh Pak Ronal Andrianto.
Beliau menyampaikan bagaimana peran pemandu terkait dengan ekowisata dan memberikan gambaran Evaluasi Interpretasi sebagai tolok ukur berhasilnya pemandu wisata.
Kegiatan hari kedua telah selesai, seluruh peserta melaksanakan giat pribadi dan dilanjutkan keesokan harinya.

Hari ketiga, Peserta dan panitia bersiap-siap untuk melaksanakan perjalanan menuju D’Reungit Forrest, Kecamatan Sukanagara. Sebelum pemberangkatan, dilaksanakan berdoa dan Foto Bersama. Perjalanan kali ini dipandu oleh Pak Nano dari PHRI. Perjalanan kurang lebih 3 jam menuju lokasi. Selama perjalanan, peserta belajar untuk memandu perjalanan yang dipandu oleh Pak Khoirul Anam dari HPI, peserta sangat antusias dan perwakilan dari lembaga atau komunitas.
Setelah sampai D’Reungit Forrest, sebelum mekasanakan observasi, peserta putra melaksanakan Ibadah Sholat Jumat.
Setelah selesai peserta disuguhkan makan terlebih dahulu.
Dilanjut peserta berangkat ke tempat lokasi untuk melaksanakan kujungan dan observasi.
Kegiatan tersebut sekaligus penutupan kegiatan Peningkata Kapasitas Bagi Para Pelaku Pariwisata.

Bagaimana, menarik bukan artikel Disparpora Kab. Cianjur gelar Pelatihan Pemandu Wisata Ekowisata tahun 2019? bagi kalian yang ingin mengetahui lebih lanjut silahkan baca artikel yang lain ya.

Selamat ulang tahun ke 1 Pasar Cikundul

By | Event | No Comments

Selamat ulang tahun ke 1 Pasar Cikundul

Pasar Digital Cikundul, Kecamatan Lembursitu tahun ini menginjak usia satu tahun. Kini, setelah setahun berjalan tempat tersebut menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Sukabumi. Sebagai rasa syukur, pada Minggu (22/9) digelar tasyakur 1 tahun Pasar Digital Cikundul yang dihadiri Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Ketua Tim Penggerak PKK Fitri Hayati Fahmi. Selama ini, keberadaan Pasar Cikundul yang tepatnya berada di kawasan wisata pemandian air panas Cikundul, Lembursitu menyajikan kuliner tradisional dan kesenian khas Sukabumi. ” Pasar Digital Cikundul ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kota Sukabumi,” ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Di mana pengelolaan Pasar Cikundul ini dilakukan komunitas Generasi pesona Indonesia (Genpi).

(Walikota Sukabumi menghadiri 1 tahun pasar cikundul)

Ke depan pemerintah kota harus hadir dalam mengembangkan dan memajukan Pasar Cikundul. Terutama dari segi tampilan agar perkembangannya jauh melesat dibandingkan sebelumnya. Wali kota mengatakan, di Pasar Cikundul ini disajikan kuliner masa lalu dan tradisional yang kini sangat jarang ditemui. Selain itu seni budaya yang menjadi ciri khas Sukabumi. Sehingga kata Fahmi, anak muda bisa menikmati kuliner zamam dulu dan kesenian tradisional secara bersamaan. Koordinator Pasar Digital Cikundul Agus Rustiawandi menambahkan, Pasar Cikundul adalah sebuah destinasi pasar kuliner tradisional mingguan berbasis Pemasaran digital di Sukabumi. Di dalamnya menggelar kegiatan apresiasi seni dan budaya untuk masyarakat. ”Pasar ini mempromosikan kuliner jajanan tradisional yang ada di Kota Sukabumi,” ujar Agus. Secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk mengenal dan mencintai kuliner jajanan tradisional Kota Sukabumi.

Agus menerangkan, banyak menu makanan khas tradisional di Kota Sukabumi yang selama ini mempunyai potensi yang luar biasa bila digarap dengan sungguh-sungguh dan bahan bakunya yang berlimpah di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Ia mengatakan jumlah pengunjung cukup banyak dan dalam setahun mencapai sekitar 5.000 orang.

Rakorda GenPI Jawa Barat

By | Berita | No Comments

Pangandaran- GenPI Jawa Barat telah melakukan Rapat Koordinasi Daerah di pangandaran pada tanggal 6-8 September 2019. Acara tersebut diisi dengan isu apa yang akan dilakukan GenPI Jawa Barat kedepan. Adapun daerah yang hadir saat itu ada dari Sukabumi, Cianjur, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bandung Raya, Cirebon, Majalengka, Kuningan, Ciamis, Tasikmalaya, Banjar dan tuan rumah Pangandaran.

Acara ini juga dihadiri oleh pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat untuk mengetahui progres apa yang akan di ambil oleh GenPI Jawa Barat. Acara ini juga diisi dengan Pelaporan Program-program GenPI wilayah selama setahun kebelakang dan memaparkan program-program wilayah untuk kedepannya sehingga kedepan GenPI wilayah tetap berkontribusi untuk daerahnya masing-masing.

Dalam kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi GenPI Jawa Barat untuk saling bertukar pikiran antar GenPI wilayah ada yang memperkenalkan makanan khas daerahnya dan ada yang memperkenalkan destinasi unggulan di wilahnya. Koordinator Jawa Barat Ghera Nugraha mengatakan “Kegiatan ini untuk mengambil sikap GenPI Jawa Barat kedepan ketika Mentri Pariwisata bukan lagi pak Arief Yahya. Acara ini juga menjadi pelaporan kegiatan GenPI wilayah selama setahun terakhir” ujarnya. Kegiatan yang berlangsung selama 3 (tiga) hari ini juga mengadakan Famtrip ke Cagar Alam Pangandaran. Kegiatan ini juga di akhiri dengan bersilaturahmi dengan keluarga Alm. Cipto salah satu Anggota GenPI Jawa Barat.

Hal Yang Menarik Di Pasar Cikundul Kota Sukabumi

By | Wisata | No Comments
Hal Yang Menarik Di Pasar Cikundul Kota Sukabumi
Sukabumu – Sudah tau belum ? bahwa di kawasan pemandian air panas cikundul kota sukabumi yang beralamt di Jl. Proklamasi No. 14 Kota Sukabumi sekarang sudah ada Pasar Digital kekinian, pasar cikundul, yang di Inisasi oleh Kementrian Pariwisata melalui komunitas anak muda kreatif GenPI ( Generasi Pesona Indonesia ).
Yang kemarin tidak sempat datang ke lokasi, saya mau membocorkan hal – hal yang menarik dari keberadaan pasar cikundul ini :
1. Lokasi Familiar
Berlokasi di Pemandian Air Panas Cikundul kota sukabumi, sudah tentunya adalah lokasi wisata yang mudah di temukan di pusat kota sukabumi, ya, walaupun memang agak jauh dari pusat keramaian kota, akan tetapi pasti warga kota sukabumi sudah tidak asing dengan tempat ini. tempat yang biasanya dipakai untuk menikmati berendam air panas satu – satu nya di kota sukabumi.
2. Transaksi Yang Unik
Ada yang berbeda dari transaksi yang dilakukan di lokasi ini, selain tadi tempat nya yang memang sangat familiar, kita juga akan di suguhkan transaksi untuk jajan di lokasi dengan alat tukar berupa koin yang sudah di desain untuk belanja atau jajan di lokasi Pasar Cikundul, caranya yatitu menukarkan uang cash dengan koin yang terbuat dari kayu ini, selain dipakai untuk belanja / jajan, bisa juga loh sebagai Merchandise .
3. Buka setiap Minggu
Jadi bagi kalian yang akan melakukan liburan sekalian menikmati sensasi jajanan unik dan pementasan kesenian kebudayaan pada satu tempat di akhir pekan, Pasar cikundul bisa dijadikan pilihan untuk destinasi liburan.
Pasar Cikundul Buka Pukul 08.00 – 13.00 setiap hari minggu.
4. Jajanan yang Unik
Tenant – tenan makanan yang disediakan menyajikan berbagai makanan yang sudah jarang di jajakan, seperti, paketan nasi liwet, combro/misro, mie leor, Gong Sir ( Jagong Gula pasir), Gulali ( Rambut Nenek ) dll.
5. Banyak Spot Selfie
Selain bisa selfie atau berswafoto di lokasi pemandian air panas atau dipinggiran sungai cimandiri, kalian yang datang juga bisa selfie atau ber swafoto di kawasan pasar cikundul dengan spot selfie, ataupun bebas sesuai dengan keinginan kalian, karena lokasinya sangat Instagramable 🙂
6. Pementasan Kesenian yang Beragam
core utama dari pementasan di pasar cikundul adalah kesenian budaya sunda, tetapi tidak menampik segala jenis pementasan kesenian yang menarik lain, seperti pentas seni modern Violin, permainan anak – anak tradisional ( kaulinan barudak ), saung dongeng dll.
Hayu kita coba meramaikan pasar cikundul, lumayan dapat pengalaman baru yang tidak ada di tempat lain, selain bisa menikmati spot kolam renang air panas, juga bisa sekalian jajan, dengan aneka jajanan yang unik.

Pasar Kopi Bekasi menjadi ajang promosi kopi di Jawa Barat

By | Event | No Comments

Sobat wisata, siapa yang tidak tahu kopi. Salah satu olahan dari biji kopi ini sangat disukai oleh setiap kalangan, dari remaja hingga dewasa. untuk masalah kopi Indonesia juaranya. karena Indonesia memiliki berbagai macam kopi, mulai dari kopi Gayo, kopi Toraja, kopi Kintamani, kopi Flores, hingga kopi Jawa. Nah, di Jawa sendiri lebih tepatnya di Jawa Barat punya berbagai macam kopi yang di hasilkan para petani Kopi Jawa Barat. Ada kopi Puntang, Ciwidey, Cikuray, Gunung Halu, Papandayan. Nah di Kota Bekasi sendiri bakal di selenggarakn PASAR KOPI BEKASI. Bagi para pecinta kopi bisa datang kesana acaranya berada di Pasar Sinpasa Sumarecon Bekasi. Dari jam 14:00 – Selesai. Jangan sampai ketinggalan ya sobat wisata.

Pangandaran International Kite Festival di ikuti dari berbagai negara

By | Event | No Comments

Pangandaran International Kite Festival diikuti dari berbagai negara

Pangandaran- Pangandaran International Kite Festival telah di gelar selama 3 hari ini, Festival ini telah di laksanakan yang ke 30 dan dihadiri juga  oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang diadakan di Pantai Timur.   beliau memberikan pantun dalam sambutannya yaitu “Ikan sepat dipepes Ibu Cinta (Atalia Praratya, Red), enak dimakan sama sambal terasinya, Jawa Barat adalah provinsi pariwisata, dan Pangandaran primadonanya” begitulah pantun yang di lantunkan oleh RK, Sebutan untuk Ridwan Kamil.

Acara ini juga di ikuti oleh negara portugal, Spanyol, Francis, Malaysia dan negara India, yang di wakili oleh Youth Club, President Youth Club, Varun Chadha, sangat mengapresiasi acara tersebut “untuk Pemerintah dan para penyelenggara telah melakukan pekerjaan yang besar dalam menciptakan Festival ini. Saya pikir Festival tersebut harus dilakukan secara teratur. Hal ini akan meningkatkan hubungan antara berbagai negara” dan dia berharap Festival berikutnya bisa mengundang kami lagi dan kami akan memiliki lebih banyak hari untuk layang-layang terbang seperti Festival kami Ahmedabad.In Ahmedabad” ujar Varun Chadha. Perlu di ketahui juga Pangandaran Internasional Kite Festival menjadi satu-satunya ajang pertunjukan layang-layang di Jawa Barat yang menghadirkan berbagai macam bentuk layang-layang. Layang-layang yang di tunjukkan oleh para peserta di antaranya ada layang-layang Pikachu, kartun Smurf, Gurita dan juga ikon kota pangandaran itu sendiri yaitu ikan marlin. Acara ini juga di ramaikan dari berbagai daerah di indonesia salah satunya dari kota solo yang membawa layang-layang berbentuk kendaraan tradisional yaitu Becak.

Bagaimana, Seru bukan artikel Pangandaran International Kite Festival diikuti dari berbagai negara?

Meriahnya Festival Sukabumi Aya Aya Waé Aya Aya Waé

By | Event | No Comments

Meriahnya Festival Aya Aya Waé Aya Aya Waé Sukabumi

SUKABUMI- Masyarakat Sukabumi menghadiri acara Sukabumi Aya Aya Waé Aya Aya Waé Turut hadir pula Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi memberikan apresiasi atas terselenggaranya Sukabumi Aya Aya Waé Festival yang digelar di sekitar Tugu Adipura dan Jalan RE Martadinata sejak 5-6 Juli 2019. Kegiatan yang diinisiasi Polres Sukabumi Kota ini sebagai bentuk rasa terima kasih kepada warga dan elemen lainnya dalam mendukung kondisi wilayah yang aman dan kondusif.

Ajang Sukabumi Aya Aya Waé Festival menyuguhkan pertunjukkan seni dan budaya asal Sukabumi dan penampilan musik dari musisi Sukabumi. Misalnya penampilan seni bola leungeun seuneu atau seni bela diri silat boles dan barongsai.

Selain itu tersedia juga stand pameran dari berbagai instansi pemerintah, TNI/Polri, komunitas hingga kalangan jurnalis. Dalam acara tersebut turut hadir Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro, dan Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Kav Mujahidin serta Ketua DPRD Kota Sukabumi Yunus Suhandi.

‘’ Kapolres menginisiasi kegiatan Sukabumi Aya Aya Waé Festival ini sebagai bentuk rasa terimakasih dari kami Forkopimda kepada warga Kota Sukabumi,’’ ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dalam sambutannya di panggung utama festival, Sabtu (6/7). Di mana masyarakat mampu bersinergis dengan pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas wilayah Sukabumi.

Pemkot kata Fahmi, menyadari benar tanpa adanya dukungan dari warga maka Sukabumi tidak seaman dan sekondusif sekarang ini. Itulah sebabnya kebersamaan ini adalah bagian yang tidak akan dihilangkan dan akan terus dijaga serta dijalin.

Meriahnya Festival Aya Aya Waé Aya Aya Waé Sukabumi

Ke depan ungkap Fahmi, Sukabumi Aya Aya Waé Festival akan dijadikan sebagai agenda tahunan di wilayah Sukabumi. ‘’ Dasarnya pada perhelatan pertama ini respon warga sangat tinggi dan acara ramai,’’ cetus dia.

Targetnya kata Fahmi, pada tahun selanjutnya akan jauh lebih semarak. Hal ini membutuhkan dukungan semua elemen baik pemerintah dan berbagai komunitas untuk terus berkolaborasi. Terakhir wali kota berharap mari tetap terus bahagia untuk Sukabumi yang dicintai.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, ajang festival ini merupakan rangkaian hari Bhayangkara. Harapannya festival tersebut dapat mengangkat potensi seni budaya dan ekonomi kreatif di Sukabumi.

‘’ Ajang ini menjadi agenda rutin tahunan di Sukabumi,’’ cetus Susatyo. Sehingga Sukabumi akan memiliki media untuk menunjukkan berbagai potensi seni dan budaya serta yang lainnya kepada masyarakat. 

Gimana? Seru kan Meriahnya Festival Sukabumi Aya Aya Waé Aya Aya Waé